Satu Lawan Tiga

Begitu masuk kamar yang dituju, Bayu dibuat tercengang dengan apa yang dia lihat. Dugaan Bayu benar, di sana memang ada seorang wanita sedang menjadi tawanan.

Yang membuat Bayu tercengang dan takjub adalah, kondisi wanita itu. Kedua tangan dan kakinya dalam keadaan terikat dengan posisi telentang. Mulut wanita itu juga tersumpal perekat. Tanpa pikir panjang Bayu segera menutup pintu dari dalam dan menguncinya.

Begitu pintu sudah dipastikan terkunci, Bayu melangkah mendekat ke arah wanita yang wajahnya jelas sekali terlihat sangat ketakutan. Bahkan wanita itu pun terlihat menangis. Bayu yakin wanita itu pasti berpikir kalau Bayu adalah salah satu dari pria yang menyanderanya.

"Jangan khawatir, saya hanya berniat untuk menolong anda," ucap Bayu setenang mungkin, begitu tubuhnya tepat berada di sisi ranjang tempat wanita itu berada. Bayu berbicara dengan suara yang cukup lembut, agar wanita itu perlu merasa takut.

Tapi wanita itu sepertinya belum sepenuhnya percaya karena secara kebetulan Bayu mendadak terdiam sembari memperhatikan keadaan wanita tersebut dengan mata yang hampir tak berkedip.

Bayu terdiam karena dia cukup tercengang dengan keadaan wanita berambut panjang dan bergelombang tersebut. Selain memang terlihat cantik, wanita itu juga mengenakan pakaian yang begitu minim hingga tubuhnya hampir semuanya terekspos.

Pakaian yang dikenakan wanita itu hanya menutupi dua aset yang menjadi incaran para laki-laki. Itu pun menutupi sebagian kecil saja. Bayu tentu saja sangat heran karena baru kali ini dia melihat di depan matanya, seorang wanita yang mengenakan pakaian seperti itu.

Bayu bahkan sempat menelan ludahnya sendiri menyaksikan pemandangan tersebut dan tidak bisa dipungkiri otak kotor Bayu juga turut hadir di dalamnya.

"Buka pintunya!" Teriakan keras disertai gedoran pintu yang cukup kuat, membuat Bayu tersentak dan sektika pemuda itu sadar dari segala pikirannya. Bayu sempat terperanjat sampai dia langsung menoleh ke arah pintu.

"Buka pintunya, woy! Jangan macam-macam kamu!"

Teriakan demi teriakan terus keluar disertai ancaman dan juga gedoran pintu. Bayu yakin ketiga pria itu pasti akan melakukan segala cara agar pintu kamar itu terbuka.

Lagi-lagi Bayu harus mampu bersikap tenang agar bisa melakukan tindakan secepatnya. Pertama yang Bayu lakukan adalah membuka penutup mulut si wanita serta melepaskan tali yang mengikatnya.

"Jangan takut. Saya tidak akan berbuat macam-macam sama anda," ucap Bayu begitu mulut wanita itu terlepas dari perekat.

Tanpa menunggu si wanita membalas ucapannya, Bayu segera melepas tali yang mengikat tangan wanita itu. Satu persatu ikatan terlepas hingga wanita itu yakin kalau Bayu memang berniat menolongnya.

Bayu tiba-tiba terperanjat. Pemuda yang hendak melangkah menuju pintu, mendadak berhenti kala Bayu merasakan ada tubuh yang menempel di belakangnya dan memeluknya dengan sangat erat.

"Tolong, tolong saya," rintih wanita itu penuh permohonan dan terdengar sangat ketakutan.

Sungguh, Bayu dibuat tak berkulik kala mendapat serangan mendadak seperti itu. Seumur-umur baru pertama kali Pemuda itu mendapat perlakuan begitu. Apa lagi Bayu merasakan ada tekanan benda kenyal di punggungnya, yang membuat jiwa laki-lakinya bergejolak.

"Ah, iya, tenang aja, nggak perlu khawatir," ucap Bayu berusaha tenang. "Anda jangan khawatir, aku akan mencoba mencari bantuan," ujarnya meski degup jantungnya berdetak lebih dari biasanya.

Dengan perasaan gugup, tangan Bayu bergerak mencari sesuatu di dalam kantong celananya. Namun, dia kembali dibuat terkejut kala benda yang dia cari tidak ada di sana.

"Waduh. mana ponselku?" ucap Bayu sambil terus mencari benda yang dimaksud. "Perasaan tadi ada di sini?"

Hingga beberapa detik kemudian, Bayu seperti menyadari sesuatu. "Apa jangan-jangan tadi ponselku jatuh saat naik pohon? Ah, gawat," Bayu mengutuk keteledoran sendiri.

"Apa anda memegang ponsel?" tanya Bayu pelan pada wanita yang masih mendekapnya dari belakang.

"Ponsel saya ada di kamar dan kamarnya ada di atas," jawab wanita itu lirih. Bayu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan panjang.

"Sepertinya di sini tidak ada jalan keluar lain, selain pintu itu," tanya Bayu begitu menyadari keadaan kamar tersebut. Tidak ada jendela, hanya ada tiga lubang kecil yang pasti fungsinya untuk ventilasi udara.

Wanita yang masih memeluk pinggang Bayu mengangguk pelan. Terus dia mengedarkan pandangannya. "Apa kita bisa selamat?" tanyanya lirih.

Bayu tidak langsung menjawab. Dalam hatinya pun terbesit kebimbangan. Bayu memang memiliki ilmu bela diri, tapi selama ini Bayu hanya mempraktekan ilmu yang dia dapat, melalui pertandingan saja. Belum pernah sekalipun Bayu menggunakan ilmu bela diri untuk menghadapi kejahatan.

Sambil terus berpikir mencari jalan keluar, teriakan tiga pria yang berusaha membuka pintu secara paksa semakin kencang.

"Anda sembunyi saja di kamar mandi. Saya akan berusaha menghadapi mereka sambil mencari jalan keluar untuk meminta bantuan," ucap Bayu begitu dia melihat ada kamar mandi dalam kamar tersebut.

"Tapi saya takut," balas wanita itu pelan.

"Tidak perlu takut. Secepatnya saya akan mencari bantuan. Pakai sesuatu untuk menutupi tubuh anda," Bayu sedikit memaksa.

Wanita itu terdiam, hingga beberapa saat kemudian, pelukannya melonggar. Wanita itu segera menarik selimut yang teronggok di lantai.

Di saat bersamaan, keduanya dikejutkan oleh suara yang begitu kencang. Mata mereka pun memandang ke arah yang sama saat itu juga. Mata mereka juga seketika melebar kala menyaksikan pintu kamar tersebut berhasil dibuka dengan paksa.

"Kurang ajar! Kamu siapa, hah!" teriak salah satu penjahat. "Berani-beraninya kamu mengganggu kesenanganku! Kamu mau nyawamu lepas!"

"Cepat, pergi!" titah Bayu pada si wanita tanpa mempedulikan ancaman yang terlontar untuknya.

"Hei! Berhenti!" pria berwajah agak seram kembali berteriak kala menyaksikan wanita yang belum sempat dia nikmati lari ke dalam kamar mandi. "Cepat! Bereskan dia!"

Kedua rekannya mengangguk dan mereka segera bersiap untuk melakukan penyerangan. Bayu pun segera mempersiapkan diri untuk melakukan perlawan sembari mencuri pandang guna memastikan keamanan si wanita.

"Kau akan menyesal bocah ingusan! Hyatt!" penjahat berbadan kurus langsung melakukan penyerangan terlebih dahulu dengan melayangkan tangan kanan yang terkepal.

Beruntung, Bayu segera mengetahui serangan tersebut dan dengan cekatan Bayu segera menangkis tangan si penjahat dengan penuh tenaga sampai sang penjahat berteriak kesakitan.

"Akh!"

"Kurang ajar! Benar-benar cari mampus ni bocah!" pria berseragam satpam tak terima. Dia pun segera menyusul melayangkan serangannya.

Perkelahian pun tidak bisa dihindari. Dengan sekuat tenaga, Bayu berusaha menahan serangan dan juga menyerang lawannya. Kali ini Bayu benar-benar menggunakan sebagian besar ilmu yang dipelajarinya untuk melemahkan lawan.

"Sial!" teriak pria berwajah seram kala dirinya baru saja mendapat serangan kaki dari Bayu hingga dia tersungkur ke lantai. Bahkan kedua temannya juga mengalami nasib yang sama.

Sedangkan Bayu, meski beberapa kali dia juga mendapat serangan, tapi dia berhasil bangkit dengan cepat dan membalas serangan mereka lebih keras.

Sambil bertarung, otak Bayu pun ikut berpikir keras mencari cara untuk mengamankan tiga orang yang sepertinya tidak akan menyerah dengan mudah. Mata Bayu pun sesekali mengedar ke arah lain, mencari sesuatu yang bisa digunakan, hingga dia melihat sebuah barang di bawah kolong ranjang.

Senyum Bayu terkembang penuh kelicikan. Kali ini, dia bertekad untuk membuat ketiga pria itu tumbang hingga dia bisa menjalankan rencananya.

Terpopuler

Comments

Pak vivo

Pak vivo

bertele tele.. mau nolong orang kebanyakan mikirnya

2024-11-17

2

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

beda ya ilmunya kalo udah diluar pertandingan 😅

2024-09-02

0

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

mulai traveling nih otaknya Bayu 😅

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!