Tugas Berikutnya

Hari kini kembali berganti dan seperti biasanya, sebelum pergi bertugas, para karyawan Home Service menjalankan kegiatan paginya sesuai keperluan masing-masing. Ada yang menjalankan olah raga kecil, ada yang merendam atau mencuci pakaian, ada juga yang hanya sekedar ngobrol sembari menikmati kopi.

Untuk masalah makanan, bagi yang suka sarapan, di depan tempat tinggal mereka ada rumah makan yang menyediakan berbagai menu dengan harga yang cukup murah. Rasa masakannya pun lumayan enak dan sudah menjadi langganan warga sekitar termasuk beberapa perantau yang tinggal di daerah itu.

Untuk jam kerja, di Home Service juga lebih santai. Jika di tempat lain biasanya mulai kerja pukul delapan pagi atau bahkan pukul tujuh, di tempat itu, jam kerjanya di mulai pukul sembilan.

Namun, untuk jam berakhirnya disesuaikan dari selesainya mereka menjalankan tugas masing-masing. Tiap hari tugas mereka berbeda-beda, tergantung permintaan klien yang menggunakan jasa mereka

Jika pekerjaan yang didapat termasuk ringan, sang bos mengaturnya untuk satu orang saja yang bekerja. Tapi jka tugas itu cukup berat, baru sang bos mengatur tugas tersebut untuk beberapa karyawannya sesuai kebutuhan.

Di kota besar, mencari seseorang atau tukang secara mendadak itu cukup sulit. Apa lagi jika diperumahan elit. Itulah, alasan Home Service berdiri. Entah sang bos dapat ide darimana, bisa menemukan peluang bagus seperti itu.

"Hari ini kamu bertugas di dua tempat ya, Bay," tanya Rahman kala melihat sang keponakan hendak menuju ke kamar mandi.

"Iya, Paman, katanya membersihkan penampung air semua," jawab Bayu begitu langkah kakinya terhenti.

"Cara bekerjanya udah tahu kan?" tanya sang Paman lagi setelah meletakan satu bungkus nasi campur di atas meja untuk sang keponakan.

"Udah, Paman. Nanti kalau lupa ya, aku bakalan lihat videonya lagi," ucap Bayu lagi.

"Ya syukurlah. Jangan lupa, bawa beberapa pakaian ganti lebih dari satu," saran Rahman. Seketika Bayu pun mengiyakan. Karena tidak ada yang ditanyakan lagi, obrolan singkat pun berakhir.

Hingga saat jam kerja tiba, semua karyawan home service sudah bersiap diri untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Ada yang bekerja secara kelompok, ada juga yang bekerja sendirian seperti Bayu.

Karena masih baru, Bayu masih diberi tugas yang bisa ditangani sendirian. Sedangkan yang kelompok itu biasanya bekerja di gedung perkantoran atau mendirikan sebuah bangunan.

Untuk tugas kali ini, Bayu sudah dibekali kendaraan. Apa lagi tempat tugas Bayu itu lumayan dekat jadi si Bos yakin Bayu tidak akan salah jalan. Bayu juga sudah dibekali alamat lengkap dan petunjuk arah di ponselnya.

"Permisi," ucap Bayu dengan suara yang cukup lantang begitu sudah berada di tempat dia bertugas. Pemuda itu berdiri di depan pintu gerbang sembari mengedarkan pandangannya.

"Iya!" seru seseorang. Nampak dari arah samping rumah, muncul seorang wanita melangkah cepat menghampiri pintu gerbang. "Iya, Mas. Ada apa ya?"

"Maaf, Bu, saya dari Home Service. Katanya di sini membutuhkan jasa saya untuk membersihkan penampungan air?" tanya Bayu. Seperti biasanya, pemuda tersebut menunjukan rasa sopannya.

"Oh iya, benar," wanita itu nampak berbinar. "Kebetulan, Masnya sedang ditungguin," wanita yang usianya diperkirakan sekitar empat puluh tahun itu bergegas membuka pintu gerbang. "Mari masuk," ajaknya.

Bayu mengangguk pelan sembari tersenyum tipis. Pemuda itu menuntun motornya, melewati pintu gerbang, dan setelah motor terparkir, Bayu segera mengikuti langkah wanita bertubuh agak gempal tersebut.

"Mbak Mira! Mbak!" teriak wanita itu begitu dirinya dan Bayu memasuki ruang tamu. Wanita itu melanjutkan langkahnya masuk ke ruang tengah setelah meminta Bayu untuk menunggu sebentar.

"Mbak," wanita itu kembali bersuara kala langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu salah satu kamar.

"Iya, Bi?" sahut seseorang dari dalam.

"Itu, orang yang diminta untuk membersihkan kamar mandi dan penampung air sudah datang," balas wanita yang dipanggil Bibi dengan suara yang masih cukup keras.

"Oh iya, langsung suruh aja naik, Bi. Saya sudah ngasih tahu ke Bibi, kan?" ucap wanita yang akrab dipanggil Mira dengan cukup lantang.

"Baik, Mbak," balas si Bibi, kemudian dia segera pergi untuk menemui Bayu.

Setelah kembali menemui Bayu, si Bibi segera mengajak pemuda itu untuk mengikutinya sembari menjelaskan semuanya yang perlu dikerjakan Bayu.

Bayu lantas mengiyakan dan dia memang sudah tahu tugas-tugasnya dari sang Bos sebelum berangkat.

"Ya sudah, selamat bekerja ya, Mas. Saya mau melanjutkan pekerjaan saya kembali. Kalau butuh bantuan, panggil saya saja, oke?" ucap sang Bibi begitu keduanya sudah berdiri di depan kamar mandi yang akan dibersihkan.

"Baik, Bu, makasih," balas Bayu.

Dengan senyum yang terkembang, wanita itu pun malangkah pergi. Sedangkan Bayu, begitu si Bibi menghilang dari pandangan, arah pandangnya langsung beralih ke kamar mandi yang akan dia bersihkan.

"Apa kamar mandi ini, jarang digunakan? Kok kayak kotor banget," gumamnya.

Sebelum melaksanakan tugasnya, Bayu berdoa sejenak, lalu melepas pakaian kerjanya yang modelnya mirip pakaian pekerja bengkel. Dari balik pakaian tersebut, Bayu sudah mengenakan kaos dan celana pendek selutut, untuk berjaga-jaga jika basah nanti.

"Waktunya beraksi," ucap Bayu penuh semangat kala dirinya sudah benar-benar siap menjalankan tugasnya.

Bayu benar-benar bekerja penuh tanggung jawab. Membersihkan setiap sisi kamar mandi menggunakann alat yang dia bawa. Dia menjalankan tugasnya sesuai arahan dari sang bos serta beberapa video yang dia dapat dari bosnya.

"Jadi ini, pegawai home service yang viral kemarin," tiba-tiba terdengar suara lembut nan anggun, membelai telinga Bayu yang sedang fokus menggosok dinding kamar mandi.

Sontak Bayu pun merasa terusik dan dia reflek langsung menoleh. Mata Bayu sedikit melebar begitu menyaksikan kaki jenjang dan mulus berdiri di ambang pintu kamat mandi.

Semakin memandang ke atas, mata Bayu semakin melebar dengan apa yang dia saksikan di hadapannya.

Seorang wanita dengan rambut diikat, mengenakan daster yang panjangnya hanya sampai seatas lutut dan bagian lengan yang terbuka. Bayu segera melempar senyum ramah dan agak canggung lalu pemuda itu segera berpaling untuk menutupi rasa gugupnya yang mendadak muncul.

"Wahh, ternyata, lebih ganteng aslinya, daripada yang ada di video ya?" puji wanita tersebut, kemudian dia melangkah masuk lalu memilih duduk di tepi bak mandi.

Sedangkan Bayu hanya mampu melempar senyum tanpa bisa mengeluarkan suaranya karena pemuda itu bingung harus berkata apa serta diserang rasa canggung yang semakin bertambah.

"Dengar-dengar, kamu baru ya, kerja di Home Service?" tanya wanita itu lagi untuk memancing obrolan.

"Iya, Bu," jawab Bayu pelan dan hanya melempar pandangan sejenak lalu kembali fokus pada kerjaannya.

Wanita itu mengangguk dan dia berpikir mencari pertanyaan kembali. Sedangkan Bayu berusaha sekeras mungkin untuk tetap fokus pada kerjaannya, hingga tanpa dia sadari tangan kirinya yang merayap ke tembok, memegang sebuah tombol dan menekannya.

"Akhh!"

"Waduhh!"

Secara bersamaan Bayu dan wanita itu memekik karena tiba-tiba ada air yang keluar dari atas dan membasahi tubuh mereka berdua.

Terpopuler

Comments

Ejan Din

Ejan Din

orang kerja.. jd penganggu.. ujung2 memfitnah telah dilecehkan.. eeee

2025-03-14

0

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

Bayu Bayu,,, basah dong

2024-08-30

0

zevs

zevs

biiiuuuuhhhhhhhh
rung opo-opo yo malah adus bareng pie to kiiiii
deur lah ramekeun bayu . . .
author gaskeuuuuunnnnnn

2024-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!