Makan Bakso

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Gio, Bayu terus berpikir keras, mencari alasan yang tepat jika nanti dia berada di rumah janda anak satu tersebut.

Apa lagi Bayu menyadari, ada yang mengikutinya di belakang. Pemuda itu semakin dibuat heran dan diliputi banyak tanda tanya.

Untuk mengatasi segala apa yang dia pikirkan, Bayu mengalihkannya dengan cara menanggapi semua celoteh dan pertanyaan dari anak kecil yang bersamanya saat ini. Kadang, Bayu juga menanggapi pertanyaan yang keluar dari mulut wanita di belakangnya.

"Bunda!" teriak Gio kala melihat wanita yang melahirkannya kini sedang berada di depan rumah, berdiri di dekat gerobak pedagang keliling.

Kurang dari lima belas menit, mereka kini sudah sampai di tempat tujuan dan Gio langsung berteriak, membuat siapapun yang mendengar teriakan itu, menoleh ke arahnya.

"Loh, Gio?" tanya Mira, kala belum sepenuhnya melihat wajah si pengendara motor. Namun kala laju motor mulai mendekat dan berhenti, wanita itu terlihat sedikit kaget. "Loh, kok Gio bisa sama Mas Bayu?"

"Kebetulan tadi saya sedang di perjalanan, Bu, dan saya melihat Gio di depan komplek sekolah. Jadi saya nawarin dia untuk mengantarnya," balas Bayu apa adanya.

"Wahh, jadi ngerepotin nih," wajah Mbak Mira langsung terlihat senang. "Oh iya, kamu mau bakso nggak?" tawarnya. Tapi tanpa menunggu jawaban dari Bayu, Mira langsung memesan Bakso yang sedang dia beli untuk Bayu dan anak serta pembantu di rumahnya.

"Duh, Bu, nggak usah,," balas Bayu basa basi. Padahal sebenarnya dia senang, karena bisa mengulur waktu pulang hingga beberapa menit.

"Nggak apa-apa. Lagian ini juga sebagai tanda terima kasih, karena kamu sudah nganterin Gio," balas Mira. "Bi, tolong ambil mangkok ya? Biar Gio aku yang gantiin baju."

"Baik, Mbak," balas Bi Wati yang tadi sempat masuk ke rumah terlebih dahulu begitu turun dari motor menaruh barang belanjaan. Sedangkan Gio sendiri sedari tadi nempel terus kepada Bayu, merengek dan mengajak pemuda itu masuk ke dalam.

"Kamu memang lagi nggak ada tugas? Kok bisa jam segini masih santai?" tanya Mira setelah mereka masuk dan duduk di ruang tamu.

Seperti biasa, wanita itu selalu mengenakan baju yang cukup seksi bagi mata seorang pria. Meski hanya sebuah daster bermotif batik. Tapi ukurannya yang culup pendek dan tanpa lengan, membuat lelaki manapun tergoda untuk memandangnya.

"Kebetulan, hari ini cuma dapat satu tugas dan sudah selesai lebih cepat. Jadi,ntadi niatnya saya hendak pulang. Kali aja di kantor, nanti ada tambahan kerjaan," Bayu memilih berkata jujur.

"Oh gitu? Ya enak dong, jam segini udah bisa santai," balas Mira sembari tangannya melepas seragam sekolah dari tubuh anaknya.

"Om, Om main di rumah Giona yang lama ya?" pinta Gio masih terlihat antusias.

"Ya pasti lumayan lama. Kan, Omnya harus makan bakso dulu," Mira yang menjawab.

"Wahh! Asyik nih, bakalan seru!" ujar Gio sangat antusias.

"Emang Gio nggak pengin main keluar sama temen-temen?" tanya Mira agak meledek anaknya. Selain heran dengan keinginan anaknya, wanita itu juga sebenarnya senang jika memang Bayu akan berada di rumahnya dalam waktu yang cukup lama.

"Kan ada Om di sini, masa Gio main diluar sih, Bun. Kasihan, nanti Om nya nggak ada teman," balas Gio nampak begitu menngemaskan sampai dua orang dewasa di dekatnya mengembangkan senyum mereka.

"Mbak, ini baksonya mau di makan di sini?" tanya Bi Wati.

"Taruh di meja makan aja deh, Bi. Biar lebih mudah ngambil minumnya."

"Baik, Mbak," Bi Wati bergegas membawa nampan berisi empat mangkok bakso ke tempat yang dituju.

"Ayo, Mas Bayu, makan bakso dulu," ajak Mira.

"Ayo, Om," Gio pun tak mau kalah. Anak itu dengan semangat menarik tangan Bayu. Pemuda itu hanya bisa pasrah mengikuti ajakan anak tersebut.

Sesampainya di meja makan, Gio bahkan memilih duduk di sisi Bayu. Sedangkan Mira di seberang meja, berhadapan dengan pemuda itu. Bi wati sendiri memilih makan di taman belakang rumah. Katanya lebih enak makan di sana. Udaranya segar.

"Gio suapin Bunda aja sini. Kasihan Om Bayu, jadi kerepotan, nggak bisa makan itu," ucap Mira kala sang anak merengek minta disuapin Bayu.

"Nggak apa-apa, Bu. Nggak merepotkan kok, saya malah senang melakukannya," balas Bayu sembari meraih sendok di dalam mangkok bakso Gio.

Mira sontak mengalah dan dia sempat menggelengkan kepalanya sejenak. Melihat tingkah sang anak seperti itu, Mira jadi merasa sedih. Anak itu terlihat jelas merindukan sosok sang ayah.

"Maaf ya, Mas. Jadi ngerepotin," ucap Mira merasa tidak enak hati.

"Tidak, apa-apa, Bu. Ini sama sekali tidak merepotkan," jawab Bayu santai, tidak seperti kemarin yang terus-terusan canggung. Mira pun tersenyum dan dia kembali menikmati makanannya.

"Kalau bisa, kamu jangan panggil aku Ibu Mas," Mira kembali berkata. "Sepertinya perbedaan usia kita juga nggak terlalu jau. Usia kamu sekarang berapa sih?"

"Baru 22 tahun, Bu," balas Bayu.

"Tu kan Bu lagi," protes Mira. "Panggil aja Mbak. Cuma selisih lima tahun doang."

Bayu seketika tersenyum tanpa memberi jawaban pasti. Di saat dia hendak menikmati baksonya sendiri, tanpa sengaja, Gio menjatuhkan sendok yang dipegang anak itu ke lantai. "Yah, jatuh!" seru Gio.

"Biar Om aja yang ngambil," ucap Bayu kala melihat anak itu hendak turun dari duduknya.

Bayu segera membungkukan tubuhnya, meraih sendok yang jatuh hingga ke di bawah tengah. Disaat tangan Bayu hampir menjangkau sendok tersebut, matanya tak sengaja melihat sesuatu. Seketika itu juga mata Bayu pun agak melebar.

"Astaga!" pekik Bayu.

"Kenapa, Bay?" tanya Mira kaget. Wanita itu bahkan langsung sedikit membungkuk karena terkejut mendengar suara Bayu.

"Nggak, apa-apa, Mbak. Ini, sendoknya meleset," balas Bayu dusta dan sedikit tergagap. Dengan cepat, pemuda itu segera meraih sendok lalu kembali ke posisi semula.

"Kirain ada apaan," balas Mira merasa lega. Berbeda dengan Bayu, yang saat itu juga pikirannya sudah kemana-kemana.

"Aku tuh tadi sebenarnya udah menghubungi kantor kamu loh, Mas," ucap Mira lagi. "Besok, niatnya, aku mau menggunakan jasa kamu lagi."

"Jasa aku?" Tanya Bayu.

"Iya," balas Mira setelah sembari mengangguk. "Maksudnya, besok dan seterusnya jika aku mau menggunakan jasa Home Service, aku hanya mau kamu yang ke sini. Jangan karyawan lain."

"Loh, kenapa gitu, Mbak?" Bayu jelas jadi penasaran.

"Karena hanya kamu yang bisa dekat dengan anakku," balas Mira sembari menatap anaknya yang sedang mengunyah. Sebenarnya itu hanya salah satu alasan saja. Mira juga ada alasan lain yang Bayu tidak mungkin tahu.

Bayu hanya bisa membalasnya dengan senyuman karena dia sebenarnya dalam keadaan bingung dan tak mengerti. Di saat bersamaan ponsel Bayu berdering. Bayu segera mengambil ponsel tersebut yang dia letakan di dalam tasnya.

Begitu ponsel sudah ada ditangan, Bayu langsung menggeser simbol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"Iya, Mbak Manda," ucap Bayu.

"Manda? Manda siapa?" gumam Mira kala tak sengaja mendengar Bayu menyebutkan nama sseorang wanita. "Apa mungkin ada wanita lain yang tertarik sama anak ini?"

Terpopuler

Comments

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Bayu lihat apa ya dikolong meja 🤔🤭
Hiliihh alesanmu Mir biar dekat sama Gio, bilang saja biar deket sama mamanya gitu.

2024-09-07

0

Reogkhentir

Reogkhentir

Waduh...... banyak penggemarnya ternyata Bayu ini bisa jadi perang dingin atau terbuka nanti antar penggemarnya

2024-09-04

2

zevs

zevs

biiiuuuuhhhhhhhh . . .
rezeki anak Soleh ya bay . . .
hayu thor update meneh gaskeuuuuunnnnnn . . .

2024-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!