Tubuh Bayu seketika mematung dengan mata melebar dan nafas yang seakan berhenti berhembus. Pemuda itu begitu terkejut kala mendapat pelukan mendadak dari wanita yang sama sekali tidak dia kenal.
Bagi pria yang tidak pernah menjalin hubungan spesial dengan lawan jenis, sudah pasti, apa yang Bayu dapatkan kali ini benar-benar mengejutkan. Ini adalah pertama kalinya bagi Bayu, mendapatkan pelukan dari seorang wanita di dada bidangnya. Apa lagi wanita itu sambil terisak, membuat Bayu merasa ini adalah hal romantis yang sering dia khayalkan tiap kali nonton film romansa.
Wanita itu saat ini sedang menangis sesenggukan. Bayu bahkan mendengar isakan tangis wanita itu sejak Bayu baru datang. Wanita yang masih mengenakan baju tidur, nampak menangis pilu sembari merintih.
"Oh jadi seperti ini!" Bayu yang hendak mengeluarkan suara agar wanita itu melepas pelukannya, tiba-tiba dikejutkan denga suara keras dari arah lain.
Bukan hanya Bayu yang terkejut, wanita itu juga. Wanita yang entah sejak kapan menangis tersebut nampak mendongak dan seketika dia terkesiap dan menyadari bahwa dirinya telah salah memeluk orang.
Lalu wanita itu serta Bayu hampir serentak melempar pandangannya ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya mereka menyaksikan seorang pria dengan raut wajah nampak dipenuhi amarah.
"Jadi karena laki-laki ini, kamu ingin kita pisah? Hah!" bentak pria yang tadi keluar dari rumah tersebut.
Kedua orang itu pun bertambah rasa terkejutnya. Si wanita seketika langsung melepas pelukannya dan mendekat, untuk memberi penjelasan. "Bukan, aku nggak kenal dia. Aku..."
"Jangan bohong!" bentak pria yang sudah rapi mengenakan pakaian kerja. "Bukti sudah ada di depan mata dan kamu masih ingin mengelak!" tangan pria terangkat dan dengan cepat telapak tangannnya menampar pipi wanita itu.
"Akhh!" si wanita teriak sampai tubuhnya terhuyung.
"Hentikan, Tuan. Anda salah paham," Bayu segera ambil tindakan.
"Salah paham? Kamu pikir aku bodoh!" teriak pria berdasi itu sembari mengacungkan jarinya penuh amarah sembari mendekat.
"Sumpah, Tuan, saya tidak ada hubungan dengan..."
"Jangan banyak omong kamu!" bentak si pria, lalu dengan gerakan cepat, dia melayangkan kepalan tangan sekuat tenaga ke pipi Bayu.
Bayu yang memang belum ada persiapan, dia langsung terhuyung ke belakang. Bayu tidak menyadari kalau pria itu akan memberikan serangan.
"Tidak!" teriak si wanita. Dia bergerak mendekat dan segera menahan tubuh pria penuh amarah. "Tidak, Mas. Kamu salah paham. Dengarkan dulu penjelasanku.
"Aku tidak butuh penjelasan! Kamu ngga usah menghalangiku! Aku akan habisi pria ini, minggir!" sang pria mendorong tubuh si wanita dengan keras hingga tubuh itu membentur sebuah meja dan terjatuh me lantai.
"Akhh!" Si wanita teriak kesakitan.
Si pria tak peduli. Karena sudah penuh oleh amarah, si pria kembali bersiap memberi pelajaran pada Bayu. Kali ini pria itu langsung melayangkan kakinya.
Namun sayang, untuk saat ini Bayu sedang tidak lengah. Di saat sepatu tebal pria itu hampir menyentuh perut Bayu, dengan gesit Bayu langsung melayangkan kaki kanannya, menepis kaki pria itu dengan keras.
"Akhh!" pria itu teriak kencang dengan tubuh terhuyung ke belakang. Dia tidak terima dan dia langsung bangkit untuk menyerangnya kembali. "Kurang ajar! Kamu berani melawan, hah!"
Tinju pria itu kembali melayang. Namun apa yang diharapkan pria itu tidak sesuai kenyataan. Bayu dengan mudah menangkis serangan tersebut.
Pria itu pun semakin murka dan saat itu juga dia melakukan penyerangan secara membabi buta. Tapi, lagi-lagi pria itu harus menelawan rasa kecewa. Setiap serangan yang dia lancarkan tidak ada satupun yang berhasil menyentuh tubuh Bayu.
Dengan santainya, Bayu menangkis semua serangan lawan. Dilihat dari gaya menyerangnya, Bayu tahu pria itu hanya menggunakan penyerangan tanpa ilmu bela diri. Jadi dengan mudah, Bayu membaca setiap pergerakan lawannya.
"Hentikan!" teriak si wanita. Dengan sekuat tenaga wanita itu melerai perkelahian di depan matanya.
Pria yang menyerang Bayu sontak menghentikan usahanya. Nafasnya tersengal-sengal tapi amarahnya masih begitu besar, terlihat dari mata pria tersebut.
"Mas, tolong, kamu sebaiknya pergi," pinta si wanita kepada Bayu. Tentu saja Bayu kaget mendengarnya.
"Maaf, Nona, saya tidak bisa," tolak Bayu. "Kalau saya pergi, belum tentu anda selamat dari pria ini."
Mata si wanita sontak membelalak sedangkan pria yang masih diselimuti amarah langsung tersenyum sinis.
"Cihh! Ternyata setia juga kamu ya? Hahaha... apa kamu tipe orang yang doyan barang bekas?" ejeknya.
"Mas!" hardik si wanita nampak tak terima. Tanpa berkata apa-apa lagi, wanita itu kembali memandang Bayu. "Mas, tolong. Kamu pergi dulu dari sini. Aku nggak bakalan kenapa-kenapa," pintanya penuh permohonan.
"Kamu yakin, kamu akan baik-baik saja setelah simpananmu pergi?" pria itu nalah terkesan memberi ancaman.
"Tuh, anda dengar, Nona," balas Bayu dengan santinya.
"Mas. Kenapa kamu malah ngomong seperti itu?" si wanita kini melayangkan tatapannya kepada pria berdasi.
"Kenapa? Apa kamu takut kelakuan kamu dengan laki-laki ini kebongkar? Hah!" bentak sang pria.
"Siapa yang berhubungan dengan dia Mas? Aku nggak kenal sama dia," tentu saja, wanita itu membela diri.
"Hahaha.." pria penuh amarah itu terbahak begitu keras. "Kamu pikir..."
"Tu kan benar! Kamu ada di sini," di saat pria itu hendak memberi cacian, dia dan dua orang yang ada di sana, dikejutkan dengan suara lantang yang baru saja menggema di antara mereka.
Seketika mata si pria dan si wanita langsung melebar kearah sumber suara, dan betapa terkejutnya mereka kala mengetahui sosok pemilik suara tersebut.
"Mama!" pekik si pria. Wajahnya garangnya langsung berubah memucat saat itu juga.
"Kenapa! Kamu kaget?" tanya wanita dengan santainya, melangkah mendekat.
"Mama, ini..." si pria hendak membela diri, tapi ucapannya langsung berhenti kala wanita yang dipanggil Mama, memberi isyarat untuk diam.
"Apa kamu pikir aku nggak tahu keberadaanmu di sini? Hah!" sosok yang dipanggil Mama menatap si wanita dengan tajam. "Hei wanita murah meriah! Saya sudah peringatkan kamu, jauhi suami saya atau kamu akan menanggung akibatnya. Tapi lihat, kamu berani melawan."
Wanita yang tadi menangis juga nampak memucat, tapi dia tidak bisa berkata-kata karena dia tahu, apapun yang dia katakan, tidak akan pernah dipercayainya.
Sedangkan suami dari wanita itu nampak begitu syok. "Mama! Jadi Mama.."
"Kenapa?" Kini wanita yang dipanggil Mama menatap pria itu." Papa kaget, Mama sudah tahu busuknya Papa."
"Mah, Mama salah paham. Papah bisa jelasin ini semua," pria itu langsung membela diri.
"Jelasin apa? Cih! Dikiranya Mama nggak tahu gerak gerik kamu!" Meski tengah diliputi amarah, wanita itu nampak berusaha menahannya. "Silakan Papa puas-puasin dengan wanita ini. setelah itu, Papa akan tahu, apa yang akan terjadi sama kamu."
Setelah melayangkan ancaman, si Mama langsung melangkah pergi. Sedangkan nyali pria yang menjadi suaminya seketika menciut. Pria itu pun segera lari menyusul sang istri untuk membujuknya tanpa mempedulikan wanita yang saat ini terduduk lemas.
Bayu, yang sedari tadi diam, kini terlihat bingung. Pemuda itu benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Apa lagi Bayu kembali mendengar suara tangis dari wanita itu, membuat Bayu hanya bisa menatap wanita itu dengan tatapan penuh tanya.
Di saat hati dan pikiran Bayu diserang dilema, Bayu dikejutkan oleh permintaan wanita tersebut. "Mas, tolong, kamu bisa angkat tubuhku ke dalam kamar?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
dhani satria
tumpaki bae....,li gurih
2024-10-06
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐
Ya ampun Bayu datang diwaktu yang sangat tidak tepat, datang untuk bekerja malah mendapatkan kenyataan menjadi saksi keruwetan sebuah rumah tangga, mana tiba2 jadi tertuduh lagi, apes Bay..
2024-09-04
0
Reogkhentir
Tersandung masalah yang rumit ini Bayu.... entah dengan cara apa penyelesaiannya karena terjadi salah faham disini dan Bayu datang diwaktu yang kurang tepat
2024-09-02
1