Aduh, Mbak Mira!

"Permisi," sebuah sapaan terdengar dark dekat pintu masuk sebuah bangunan. Di depan bangunan berlantai dua itu, ada papan yang berdiri kokoh bertuliskan sebuah usaha jasa bernama Home Service.

"Masuk aja, Mbak, pemiliknya biasa ada di dalam!" seru seorang wanita pemilik warung makan yang terletak persis di seberang jalan depan bangunan tersebut.

"Oh iya, makasih," balas wanita yang sedari tadi mengucap salam, namun tidak kunjung mendapatkan tanggapan.

Setelah mendapat petunjuk, wanita itu segera mendorong pintu yang hampir semuanya terbuat dari kaca berwarna hitam. Wanita itu kembali mengucap salam dan salam sembari mengedarkan pandangan. Benar saja, begitu sapaan selesai, saat itu juga, dia mendapat balasan dari dalam salah satu ruangan yang ada di sana.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pria yang ternyata adalah pemilik sekaligus pengelola usaha kecil tersebut, begitu keluar dari ruangan. Pria itu melangkah menuju sebuah kursi yang biasa dia gunakan untuk melayani tamu.

Pria itu pun mempersilahkan tamunya untuk duduk di kursi yang tersedia di seberang mejanya. "Apa anda mau menggunakan jasa kami?"

Wanita itu segera duduk lalu dia melempar senyum. "Iya, rencananya begitu, Pak," jawabnya. "Kalau saya boleh tahu. Kira-kira jasa apa saja ya, Pak, yang biasa dilakukan di tempat ini?"

Pria yang biasa dipanggil Pak Bos seketika tersenyum. Dia lantas menjawab pertanyaan tamunya sembari menyodorkan beberapa lembar kertas yang berisi daftar kerja yang biasa dilakukan perusahaan tersebut.

Wanita itu pun mendengarkan dengan seksama penjelasan Bos Hom Service sembari menyimak lembaran demi lembaran kertas yang ada di hadapannya. Sesekali dia mengangguk sebagai tanda mengerti akan informasi yang dia terima.

"Apa di sini, tidak ada jasa pengawalan?" mendengar pertanyaan tersebut, sang Bos sontak mengerutkan keningnya.

"Jasa pengawalan? Maksud anda?" tanya sang bos, menuntut penjelasan.

"Jasa pengawal gitu loh, Pak, semacam bodyguard gitu," terang sang tamu.

"Owalah, itu? Hahaha..." sontak saja, suara tawa Sang Bos pecah. "Sayang sekali, kami tidak menyediakan jasa seperti itu, Nona."

"Yah, sayang sekali," balas si wanita agak kecewa. "Saya pikir, di sini menyediakan jasa pengawal juga. Kemarin, saya menyaksikan pertarungan salah satu pegawai di sini dan saya pikir kalau disini juga menyediakan jasa seperti itu."

"Oh gitu? Haduh, sayang sekali, kami tidak menyediakan jasa seperti itu. Peristiwa kemarin, terjadi secara tak terduga, Nona. Saat itu kebetulan pegawai saya, memang memiliki ilmu bela diri," balas sang bos.

Wanita berpakain cukup seksi itu nampak mengangguk pelan. "Tapi, seandainya saya menggunakan jasa untuk mengawal saya, kira-kira bisa apa enggak ya, Pak?" tanyanya penuh harap.

Sang bos sontak mengerutkan keningnya kembi. "Menggunakan karyawan saya untuk mengawal anda? Kok bisa? Bukankah jasa sewa pengawal itu sudah ada ya?"

"Wanita itu pun mengangguk. "Memang ada, tapi setelah beberapa kejadian yang menimpa saya, saya jadi kurang percaya dengan jasa yang biasa saya gunakan. Apa lagi belum lama ini, ada yang bekerja sama dengan penjahat untuk mencelakakan keluarga saya. Sejak saat itu, saya tidak percaya lagi dengan jasa mereka," terangnya nampak begitu jujur.

"Owalah, kok bisa kayak gitu?" tanya sang kembali nampak terkejut mendengar cerita dari tamunya. "Kalau boleh tahu, anda itu siapa, dan kenapa anda membutuhkan jasa pengawal?"

Wanita itu pun langsung memberi penjelasan tentang dirinya dan seketika itu juga sang kembali menunjukan rasa terkejutnya.

"Astaga! Berarti anda putri dari pemilik mini market yang tersebar di hampir pelosok negara ini? Ya ampun! Mimpi apa saya didatangi putri dari salah satu orang terkaya di negeri kita," seru sang bos antuias. "Maaf, jika saya tidak mengenali anda. Sungguh, saya benar-benar tidak tahu."

Seketika senyum wanita itu terkembang. "Nggak apa-apa. Pak. Lagian, saya sendiri juga nggak terlalu ingin dikenal banyak orang," balasnya.

Sang bos malah tersipu. "Baiklah, begini saja. Karena ini diluar dari daftar kerja yang tersedia, nanti, saya akan coba membicarakannya dulu dengan anak buah saya. Apa anda ingin menggunakan jasa anak buah saya yang ada dalam video itu?"

Wanita itu mengangguk cepat. "Benar, saya ingin menggunakan jasanya. Sepertinya, anak buah anda yang itu sangat bisa diandalkan dan dapat dipercaya."

"Baiklah, nanti saat dia pulang, saya akan membicarakannya sama dia. Saat ini anaknya sedang bertugas."

Si wanita pun mengiyakan, lalu dia juga menyodorkan sebuah kartu nama agar perusahaan tersebut bisa menghubungi wanita itu dengan mudah, tanpa perantara.

Sementara itu, pemuda yang sedang dibicarakan dua orang tersebut terlihat basah kuyup akibat air yang keluar dari shower. Bukan hanya baju dan kepala dia yang basah, wanita yang sedang mengawasi cara kerja Bayu juga ikutan basah karena terkena guyuran air cukup banyak.

"Itu tombol di sebelah tangan kiri kamu dipencet lagi!" seru si pemilik rumah. Bayu pun segera melaksanakannya dan saat itu juga air berhenti.

"Waduh, maaf, Bu, saya nggak tahu kegunaaan tombol ini," ucap Bayu merasa tak enak ati. Namun, saat arah pandangnya tertuju pada si pemilik rumah, Bayu hampir dibuat tak berkedip dengan apa yang dia saksikan saat ini.

Daster yang dipakai Mira, pemilik rumah tersebut nampak basah dibagian dada, dan di tempat itu terlihat dua benda kenyal tercetak dengan jelas. Bayu yakin dua benda kembar itu, pasti hanya terturup kain daster, karena dua bulatan kecilnya juga nampak tercetak dari balik daster.

"Yah, baju kamu basah tuh. Kamu bawa ganti?" tanya Mira, seperti tidak menyadari apa yang sedang diperhatikan Bayu.

"Eh, ehm, bawa, Bu," balas Bayu gugup. "Tapi nggak apa-apa, saya ganti nanti saja, saat tugas sudah selesai."

"Jangan gitu, nanti kamu sakit gimana? Aku yang nggak enak. Kamu tunggu sebentar di sini. Aku mau ambilin baju ganti ya?" Mira sedikit memaksa.

Tanpa menunggu persetujuan, wanita itu segera melangkah. Namun sial, baru saja kakinya bergerak satu langkah, Mira malah terpeleset. "Akh!" teriaknya dengan kencang.

Bayu sontak terkejut. Secara tak sadar dan dengan gerakan yang cukup gesit, kedua tangan Bayu segera menangkap tubuh Mira yang hampir terjungkal.

Bak adegan film romantis, sekian detik berikutnya, kamar mandi tersebut dilanda keheningan. Bayu dan Mira sedang saling pandang dengan posisi tangan kiri Bayu menopang tubuh Mira.

"Anda nggak apa-apa?" tanya Bayu meski nafasnya masih agak menderu.

"Nggak apa-apa, tapi tangan kamu..." Mira tidak melanjutkan ucapannya, Bayu pun seketika melempar tatapannya ke arah ke tangan.

"Astaga!" mata Bayu terbelalak kala tangan kanannya tanpa sengaja mencengkram salah satu benda kenyal yang ada di dada Mira. Bayu segera melepas tangannya dan saat itu juga, rasa canggung kembali menyusup relung hatinya.

Tubuh Mira segera bangkit. Terbesit senyum dari bibir Mira, kala mata wanita itu menangkap tingkah Bayu yang terlihat gugup.

"Ya sudah, kamu tunggu di sini. Kamu tunggu sebentar, saya akan ambilkan baju milik mantan suami saya," pamit Mira dan dia langsung pergi agar rasa gugup Bayu dan dirinya segera hilang.

"Mantan suami? Dia janda?" dan Bayu pun terkejut.

Terpopuler

Comments

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

janda semakin di depan 🤣🤣🤣

2025-03-15

0

Haris Kuyy Brengoyy

Haris Kuyy Brengoyy

janda kenyyaaaaalll 🤤🤤

2024-11-07

1

Jumadi 0707

Jumadi 0707

mantap bayu dot Jahe

2024-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!