"Apaan itu?" gumam Bayu sembari memperhatikan sebuah gundukan aneh yang berada di tengah jalan. Jika diamati baik-baik, yang saat ini Bayu lihat seperti karung berisi sesuatu. Bayu pun penasaran dan dia segera mengunci motornya lalu turun untuk memeriksanya.
"Bayu," di saat bersamaan Bayu dikejutkan dengan suara seseorang yang memanggil namanya. Bayu pun langsung menoleh ke sumber suara.
"Loh, Paman," Bayu tak kalah terkejut kala matanya menangkap sosok yang dia kenal berada di sana. "Paman baru pulang?" tanyanya dengan tatapan heran dan menyelidik karena sang Paman tidak sendirian saat ini.
"Eh, iya, Bay," jawab Rahman agak gugup. "Jangan didekati, Bay. Mungkin itu jebakan begal. Biarin aja. Kamu langsung pulang sana."
"Hah, iya, Paman," balas Bayu antara kaget dan bingung. Namun mata anak muda itu diam-dam memperhatikan sang paman dan sosok orang wanita di belakangnya.
"Udah sana pulang, udah malam," merasa sedang diperhatikan oleh keponakannya, Rahman pun langsung mengusir Bayu.
"Iya, Paman, iya," jawab Bayu sedikit tersentak. Anak muda itu lantas tersenyum dan langsung naik ke motornya. "Aku pulang dulu, Paman!" serunya, dan anak muda itu segera melajukan motornya meninggalkan Rahman yang nampak menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Apa itu pacarnya Paman Rahman?" tanya Bayu dalam benaknya begitu motor sudah melaju jauh. Anak muda itu masih kepikiran dengan sosok wanita yang tadi bersama Pamannya. "Kalau iya, wah, kabar bagus tuh. Paman kan selama ini jomblo, kayak aku, hihii..."
Hingga beberapa menit kemudian, sampailah Bayu di tempat yang dia tuju. Kedatangannya di sambut beberapa rekan kerjanya yang sudah melaksanakan tugas mereka lebih awal. Bahkan di sana juga ada sang Bos yang nampak sedang ngobrol dengan serang tamu.
"Eh, Bayu, sini sebentar," sang bos langsung memanggil Bayu kala anak itu hendak menuju kamarnya.
Bayu pun langsung menghampirinya. "Iya, Bos, ada apa?"
"Tadi ada klien, datang kemari. Dia ingin menggunakan jasa kita. Tapi orang itu memilih kamu yang bertugas," terang sang bos. "Tugasnya nggak seperti biasanya. Dia ingin kamu mengawal orang itu. Gimana menurut kamu?"
"Mengawal? Berapa hari?" tanya Bayu nampak terkejut. Sang bos pun mengangguk. Lalu tanpa diminta oleh Bayu, sang Bos langsung memberi penjelasan tentang sosok yang meminta hal tersebut. "Wahh, gede juga ya, Bos, bayarannya?"
"Itu dia, bayaran yang ditawarkan memang besar. Tapi aku nggak mungkin menyetujuinya sebelum aku ngomong sama kamu. Soalnya, yang minta menggunakan jasa kamu itu banyak dan mereka juga rata-rata mau membayar lebih dari harga biasanya," terang sang bos.
"Waduh, saya juga bingung, Bos. Apa lagi tadi saya habis menjalankan pemeriksaan fisik bareng Ibu Amanda dan hasilnya akan keluar besok. Saya takut aja kalau tiba-tiba ada luka dalam karena kemarin," balas Bayu. "Emang tugas mengawalnya kapan, Bos?"
"Itu dia, aku sendiri lupa menanyakan, hehehe," jawab Sang bos. "Gini aja deh, kamu melakukan tugas di tempat lain yang sudah aku jadwalkan dulu. Nanti, jika orang itu datang lagi ke sini dan meminta kepastian, baru kita omongin, gimana?"
"Begitu juga lebih baik, Bos," balas Bayu. "Ya udah, Bos, kalau gitu saya pamit dulu, mau istirahat." Sang bos pun mempersilahkan.
"Itu? Anak yang viral itu kan?" tanya sosok tamu yang sedari tadi diam, begitu Bayu masuk ke dallam menuju kamarnya.
"Iya, dia anaknya. Gara-gara aksi heroiknya, usaha saya jadi kebanjiran pelanggan," balas sang bos, nampak begitu senang."Apa anda mau menggunakan jasa dia juga?"
Sosok itu tersenyum, . "Boleh juga. Apalagi dia ganteng."
"Baiklah, kalau anda mau, nanti saya atur waktunya" ucap sang bos dan sosok tersebut langsung setuju.
Tak berselang lama, sosok itupun pamit begitu urusannya selesai. Dia melangkah keluar sembari merogoh ponselnya ada di dalam saku celana. Begitu dia sampai di lokasi tempar parkir kendaraannya, sosok itu nampak menghubungi seseorang,
"Besok kirim orang ke sini, aku sudah melihat anak yang kita incar. Besok, kita akan mengikutinya saat dia berangkat tugas,"ucap sosok tersebut kepada seseorang.
Bayu sendiri langsung merebahkan tubuhnya untuk melepas penat. Disaat Bayu memperhatikan pakaian yang dia kenakan, pikiran Bayu seketika kembali mengingat semua kejadian hari ini. Tentu saja yang paling dia ingat adalah kejadian saat di rumah Mira dan keseksian tubuh Amanda yang terpampang di hadapannya.
Sesekali senyum Bayu terkembang kala pikirannya melambung, menghayalkan kedua wanita yang menurutnya sama-sama cantik. Sebagai pria normal, pikiran kotor juga muncul karena memang kedua wanita yang Bayu temui tadi sangat meresahkan jiwa lelakinya.
"Kamu ngapain senyum-senyum sendiri?" tiba-tiba sebuah suara yang Bayu kenal terdengar menggema, membuat segala sesuatu yang sedang Bayu pikirkan, seketika langsung buyar.
"Eh, Paman, hehehe.. Nggak ngapa-ngapain kok. Cuma teringat kejadian tadi siang aja," balas Bayu sembari merubah berbaringnya menjadi posisi miring. "Tadi Paman sama siapa tuh?" tanya anak muda itu sambil senyum-senyum.
Sang Paman yang berdiri di ambang pintu pun hanya mencebikan bibirnya. "Nggak perlu tahu, mending kamu istirahat," balasnya, lalu pria itu segera pergi meninggalkan Bayu yang berniat meledeknya.
"Loh, malah pergi," Bayu pun mendengus. Namun tak lama setelahnya senyum anak muda itu kembali terkembang. Bayu kembali larut dengan khayalannya tentang dua wanita cantik dan keseksian mereka.
"Apa besok, aku akan menghadapi godaan lagi?" gumamnya dengan tatapan menerawan, menatap langit kamar.
Waktu berlalu begitu cepat. Seperti biasa, Bayu dan rekan-rekannya melalui pagi mereka dengan berbagai kegiatan sampai jam kerja tiba.
Hari ini Bayu kembali bertugas di rumah seorang wanita dan lagi-lagi, rumahnya terletak di komplek perumahan yang cukup elit.
Saat Bayu dalam perjalanan menuju ke lokasi tugas, Bayu tidak menyadari ada dua sosok yang mengikutinya dari belakang. Entah ada niat apa dua sosok itu mengikuti Bayu, sebab sejak berangkat, dua sosok tersebut hanya mengikuti anak muda itu tanpa berbuat apa-apa.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama lima belas menit, berdasarkan petunjuk di ponselnya, Bayu pun telah sampai di lokasi yang dituju. Seperti biasa, Bayu langsung mencari tombol bel rumah tersebut
Saat Bayu hendak menekan bel , tiba-tiba pintu gerbang bergerak dan terbuka sendiri, Bayu begitu terkejut dibuatnya. Namun tak lama setelahnya Bayu melihat sebuah mobil dari arah dalam bergerak menuju pintu gerbang.
"Kamu siapa?" tanya seorang pria dari dalam mobil dengan nada sedikit membentak.
"Maaf, Tuan, saya dari Home service. Saya.."
"Ya udah, kamu masuk aja. Nanti kamu lewat pintu sebelah sana," potong pria itu
"Baik, Tuan," jawab Bayu agak gugup.
Bayu sedikit menepi karena mobil yang dikendaran pria itu hendak keluar. Begitu mobil keluar dan berjalan menjauh, Bayu pun masuk dan melangkah sesuai petunjuk yang dia dapatkan.
"Galak benar," gerutu Bayu. Lalu anak muda itu melangkah ke arah sesuai petunjuk.
Di saat kaki Bayu hampir mendekati sebuah taman, matanya menangkap sosok wanita duduk menunduk di tepi taman tersebut. Bayu pun mendekat.
Namun disaat Bayu hendak menyapanya, Bayu dibuat terkejut dengan apa yang dilalukan wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐
Godaan akan terus datang Bay apalagi kamu yang punya tampang menawan pasti akan digilai banyak wanita.
2024-09-04
0
Yuliana Purnomo
bener 2 godaan bayu bnyk bnget
2024-09-01
1
Reogkhentir
Waduh...... apa yang dilakukan sang wanita ya kok Bayu sampai terkejut begitu..........
2024-09-01
1