Setelah Kejadian

"Nyonya, keluarlah. Sekarang, anda sudah aman."

Seorang wanita nampak tersentak, kala mendengar ketukan pintu dan suara pria yang belum dia kenal, mengatakan sesuatu dari balik pintu.

Wanita yang masih diliputi rasa takut dan cemas itu agak terkejut dengan pernyataan pria tadi. Wanita tersebut tidak langsung memberi tanggapan. Dia malah terdiam dan nampak mengerutkan keningnya.

"Keluarlah, Nyonya. Anda benar-benar sudah aman sekarang. Penjahat itu sudah saya amankan."

Wanita itu kembali tersentak. Wajahnya masih terlihat ragu. Dia mencoba memastikan, dan dia memang tidak mendengar kegaduhan seperti yang terjadi beberapa menit sebelumnya.

Setelah cukup lama meyakinkan dirinya, tangan wanita itu mulai bergerak perlahan, meraih gagang pintu.

Begitu pintu terbuka, sebuah senyuman manis dari pria muda yang berjanji menolongnya, nampak menyambut wanita tersebut. Dia segera mengalihkan pandangannya dan memperhatikan ke sekitar tempat itu.

Wanita itu kembali dibuat terkejut kala matanya menangkap sesuatu yang ada di lantai kamar. "Mereka?" tanya wanita tersebut sembari melayangkan pandangannya kepada pria yang menolongnya.

"Yah, begitulah," jawab pria tersebut. Pria yang akrab dipanggil Bayu itu melangkah, mendekat ke arah pandang wanita yang dia tolong.

"Seperti yang anda lihat, mereka tidak bisa berkutik sekarang," sambung Bayu dengan bangganya memamerkan keberhasilannya.

Wanita yang tubuhnya masih tertutup selimut agak tercengang mendengarnya. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Dalam benaknya berkata, bagaimana mungkin satu pria yang terlihat lebih muda, mengalahkan tiga pria yang tubuhnya lebih gede dari pemuda itu.

Di sana, di lantai kamar tersebut, terlihat sangat jelas, tiga pria yang tadi melakukan kejahatan, sekarang dalam posisi terikat satu sama lainnya dengan tubuh babak belur.

"Bagaimana kamu bisa mengalahkan mereka semua?" tanya si wanita.

Bayu seketika mengulas senyum. "Tanyanya nanti saja, Nyonya. Lebih baik kita segera panggil polisi."

Si wanita sedikit tersentak dan seketika dia sadar, apa yang dikatakan pemuda itu memang benar. Dia pun bergegas keluar kamar untuk segera melakukan tindakan.

Selang beberapa menit kemudian.

"Saya sudah memanggil pihak yang berwajib dan menghubungi keluarga saya. Sebentar lagi mereka akan datang," ucap si wanita. Kini dia sudah berpakaian lebih tertutup. Sedangkan Bayu, dia memilih berjaga diluar kamar, dimana para penjahat berada di dalam kamar tersebut.

Begitu melihat kedatangan sang tuan rumah, Bayu langsung berdiri dari duduknya dan menunjukan sikap santun sebagai tanda menghormati si pemilik rumah.

"Kamu..." wanita itu kembali bersuara dengan tatapan mata menyelidik, memperhatikan Bayu dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Kamu dari service home?"

"Benar, Nyonya. Saya dari Home service" balas Bayu sedikit menunjukan senyumnya.

"Kok tumben, yang datang ke sini, masih muda? Dan wajahmu? Udah lama kamu kerja di sana?" tanya wanita itu lagi nampak begitu penasaran.

"Kebetulan, ini hari pertama saya kerja, Nyonya," balas Bayu lagi.

"Owalah. Pantas, aku baru lihat. Maaf ya, aku tadi sempat curiga sama kamu. Soalnya, aku sudah mengenal beberapa karyawan service home. Jadi, tadi aku sempat curiga kalau kamu itu salah satu dari mereka," terang si wanita. Kini dirinya nampak lebih tenang.

"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya memakluminya," balas Bayu.

Di saat bersamaan terdengar suara sirine yang semakin mendekat. Obrolan singkat keduanya pun harus berakhir. Si pemilik rumah memilih pergi untuk menyambut kedatangan polisi, sedangkan Bayu tetap berjaga di tempatnya.

Suara sirine yang cukup keras, seketika mengundang rasa penasaran warga sekitar. Mereka berhambur keluar rumah untuk mencari tahu, apa yang terjadi di sekitar mereka.

Begitu mereka tahu, suara sirine berhenti di mana, para warga yang penasaran segera menuju ke tempat tersebut guna mengobati rasa penasaran mereka.

Suara riuh langsung menyeruak saat itu juga. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak warga yang sangat mengenal pemilik rumah tersebut.

Beberapa polisi yang datang ke rumah itu pun segera menjalankan tugasnya. Mereka berbagi tugas sesuai perintah dari atasan mereka.

"Maaf, Ibu Amanda, bisa anda ceritakan kronologi kejadiannya?" tanya salah satu polisi yang bertugas mencari keterangan kepada pemilik rumah.

Amanda, nama pemilik rumah tersebut sekaligus sebagai korban. Segera menceritakan awal mula kejadian yang hampir merenggut keselamatannya.

Dari keterangan yang diucapkan, Amanda di rumah hanya seorang diri kala itu. Kebetulan, asisten rumah tangga hari itu sedang cuti libur karena anaknya mau khitan. Suaminya sedang berada di luar kota. Amanda juga tidak menyangka penjaga rumah yang baru bekerja selama 6 bulan di rumah tersebut ternyata tega melakukan kejahatan di sana.

"Kamera cctv di beberapa ruangan, sengaja dimatikan oleh penjaga keamanan saya. Beruntung, dia tidak tahu ada kamera pengawas lain, yang memang sengaja tidak kami beritahukan kepada setiap orang yang bekerja di rumah ini," ucap Amanda. Kali ini. Wajahnya terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

Polisi pun segera meminta rekaman itu, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat kejadian demi kejadian yang menimpa pemilik rumah tersebut.

"Beruntung, ada pemuda ini yang menolong saya. Kalau tidak ada dia, entah apa yang akan terjadi sama saya," ucap Amanda lagi sambil menunjuk Bayu dengan tatapan matanya.

Bayu yang duduk tak jauh dari keberadaan Amanda dan Polisi, sedikit melempar senyum. Pemuda itu juga menjawab setiap pertanyaan yang diajukan untuknya.

Sementara, dari luar rumah, para warga yang sudah mengetahui kejadian tersebut, langsung heboh. Mereka ada yang langsung bergosip, bahkan banyak juga yang merekam kejadian yang sedang terjadi depan mata mereka.

Hingga beberapa jam kemudian, setelah semua urusan di rumah Amanda beres dan Bayu juga sudah kembali ke markas perusahaannya, kehebohan pun terjadi di sana.

"Wuihh, jagoan kita nih!" seru salah satu karyawan yang baru saja pulang bertugas begitu melihat Bayu, yang sedang duduk bersama rekan-rekannya.

"Kamu tahu, kabar tentang Bayu?" tanya salah satu rekannya.

"Ya tahulah," jawab karyawan tertera nama Awang pada dada kirinya. "Sepertinya kamu bakalan viral, Bay. Berita tentang kamu ada dimana-mana."

"Nah kan, benar, apa kataku. Pasti ini gara-gara rekaman kamu yang sedang melawan ketiga penjahat tadi. Sumpah, keren banget kamu, Bay," balas karyawan yang lainnya.

Bayu hanya bisa tersipu. Sedari tadi, dia memang selalu mendapat pujian dari rekan-kerannya yang hampir usianya menginjak angka tiga puluhan semua.

Bayu memang tadi sempat diwawancara oleh beberapa wartawan yang meliput kejadian tersebut. Ditambah, Bayu juga tadi baru tahu kalau wanita yang dia tolong adalah orang yang memiliki nama cukup besar di dunia fashion.

Awalnya Bayu pikir wanita itu hanya orang kaya yang tidak terkenal. Tapi saat Bayu menyaksikan sendiri ada beberapa media serta mendengar ucapan dari orang-orang, Bayu baru sadar kalau wanita yang dia tolong, memang bukan wanita biasa.

"Benar kata kalian, Pertarungan Bayu benar-benar viral," ucap sang bos begitu dia masuk ke dalam ruangan yang biasa dijadikan tempat berkumpul para karyawan saat mereka bertugas.

"Emang kenapa, Bos?" tanya salah satu karyawan.

"Nih, banyak orderan masuk," ucap sang bos sembari menunjukan ponselnya. "Mereka minta Bayu yang yang datang ke rumah mereka, dan kebanyakan, yang ingin menggunakan jasa Bayu, para wanita."

"Wahhh!"

Terpopuler

Comments

Anna

Anna

terlalu banyak penjelasan nya

2024-11-16

0

Wan Trado

Wan Trado

home service bukannya service home
maaf yaa 🙏

2024-09-17

0

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

thor stok cowok nya banyak 😁

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!