Mengenal Lebih Jauh

Sambil menikmati Bakso, Mira diam-diam terus memperhatikan Bayu yang sedang berbicara melalui sambungan telepon dengan seorang wanita bernama Amanda.

Rasa penasaran wanita itu menyeruak begitu nama Manda keluar dari mulut Bayu. Entah kenapa, Mira tiba-tiba merasa khawatir adanya saingan.

"Telefon dari siapa?" pertanyaan itu langsung meluncur dari mulut Mira begitu melihat Bayu mengakhiri pembicaraannya dan menaruh ponsel ke dalam tas kembali. "Telfon dari kantor?" tanyanya pura-pura.

"Bukan," jawab Bayu jujur tanpa menaruh curiga sedikitpun. "Telefon dari wanita yang kemarin saya tolong, Mbak."

Kening Mira sontak berkerut. Pikirannya langsung tertuju pada kejadian yang membuat dirinya mengenal sosok pemuda itu.

"Oh..." balas Mira. "Kok dia telefon kamu? Emang suaminya nggak marah?"

Bayo sontak menggeleng sembari melanjutkan makan baksonya yang sebentar lagi habis. "Nggak tahu, Mbak. Kayaknya sih enggak. Mbak Mira kenal sama Mbak Manda?"

"Ya tahu namanya aja. Dia kan lumayan terkenal," balas Mira, "Kok kamu manggil dia Mbak? Apa kalian sudah sangat dekat?"

"Nggak juga sih. Seperti saya sam Mbak Mira kok," balas Bayu. Lalu dia menoleh ke arah Gio yang sedang menikmati baksonya dengan tangan sendiri. "Mau disuapin lagi nggak?" tawarnya.

"Nggak usah, Om. Gio bisa sendiri," jawab bocah itu antusias. Mira pun ikut memperhatikan mereka meski dalam benaknya wanita itu masih ingin melempar pertanyaan mengenai Amanda.

"Jadi, setelah ini, kamu akan ke rumahnya?" Mira bertanya kembali, sembari tangan kanannya meraih tisu yang telah tersedia di atas meja untuk membersihkan bibirnya.

Nanti, Mbak. Agak sore. Cuma mau ngambil hasil pemeriksaan," balas Bayu. "Mbak, saya boleh numpang ke toilet?"

"Astaga! Ya boleh lah. Mau yang di bawah apa yang di atas?" tawar Mira.

"Yang di bawah aja, Mbak. Lebih dekat," balas Bayu. Setelah dipersilahkan, Bayu pun segera melangkah menuju toilet yang terletak di dekat dapur. Bayu bisa tahu tempatnya karena kemarin toilet tersebut juga dibersihkan oleh pemuda itu.

"Tadi itu nyata, kan? Mbak Mira cuma pakai daster doang? Nggak pakai celana lagi di dalamnya? Astaga! Apa hutannya baru dirapikan yah? Tipis dan terbentuk gitu," gumam Bayu begitu dirinya berada di dalam toilet.

Bayu tidak mungkin melupakan begitu saja dengan apa yang dia lihat saat tadi berada di kolong meja mengambil sendok. Entah sengaja atau tidak, dua lutut Mira agak melebar dan bagian bawah daster yang dia kenakan juga agak naik ke pinggang.

Meskipun saat di kampung, Bayu hampir tidak pernah berhubungan dengan wanita. Tapi setidaknya, sebagai pria, Bayu pernah menyaksikan film-film panas juga. Makanya, Bayu begitu takjub kala matanya melihat aset wanita secara nyata.

"Kemarin nggak sengaja megang yang kenyal-kenyal. Sekarang, bisa lihat hutan di bawah perutnya. Nanti kalau ke sini lagi, aku dapat apa lagi ya? Hihii," gumamnya dengan khayalan yang melambung tinggi.

Tak mau berlama-lama di kamar mandi, Bayu segera saja mengakhiri pikiran kotornya. Dia segera keluar setelah semua urusan di kamar mandi selesai.

"Loh, Gio mana, Mbak?" tanya Bayu begitu kembali ke meja makan, anak kecil yang bersamanya sudah tidak ada di sana.

"Ke kamar atas sama Bi Wati. Sepertinya dia ngantuk karena kekenyangan," balas Mira. Wanita itu pun baru saja selesai membereskan meja makan.

"Walah, jadi Gio mau tidur?"

Mira mengangguk. "Kenapa? Kamu mau pergi sekarang?" Tebaknya.

Bayu langsung tersenyum. "Kalau saya pergi, apa Gio nggak rewel? Soalnya kan tadi dia minta saya menemaninya main?"

Mira sontak tersenyum tipis. "Kalau mau pergi ya nggak apa-apa. Nanti saat bangun tidur, Gio juga pasti sudah lupa."

Bayu pun mendadak dilema. Di satu sisi dia memang ingin segera pergi. Tapi di sisi yang lain, dia juga tidak mungkin pulang kantor jam segini. Apa lagi dia ada janji ke rumah Amanda. Secara otomatis dia harus bolak balik jika dia pulang terlebih dahulu.

"Kalau bingung, lebih baik kamu di sini aja dulu menemani aku. Aku juga lagi nggak ada kegiatan kok," tawar Mira.

Bayu seketika agak berpikir. Tapi tak butuh waktu lama, pemuda itu memilih mengiyakan. Tidak ada salahnya ngobrol sama janda cantik. Kali saja, setelah dekat, Bayu bisa kembali dapat kejutan lagi, pikirnya.

Bayu dan Mira memilih ngobrol di taman belakang. Mereka pun saling melempar pertanyaan dan berbagi cerita satu sama lain.

Dari obrolan itulah, Bayu banyak mendapat informasi tentang Mira dan penyebab dia menjadi janda beranak satu.

Mira bekerja sebagai tukang make up. Dia juga memiliki sebuah toko make up dan segala pernak-pernik yang berhubungan dengan wanita.

Mira memilih menjadi janda di usia muda sejak dua tahun yang lalu, karena sang suami dulu selingkuh. Sekarang mantan suaminya yang bekerja di bidang konstruksi, dipindah tugaskan oleh perusahaannya ke cabang yang ada di pulau bagian paling timur negara ini.

Sementara itu, di tempat lain, dua orang yang tadi mengikuti Bayu, saat ini berada di suatu tempat, sedang menghadap bos mereka. Keduanya tentu saja mengutarakan idenya dan sang bos yang seorang wanita sepertinya setuju dengan ide tersebut. Di sana, jugq ada seorang wanita yang kemungkinan akan dibayar untuk menjebak Bayu.

"Gimana menurut kalian dengan dia?" tanya sang bos yang berpenampilan layaknya wanita kaya raya.

"Cantik banget, Bos. Pasti bocah itu nggak akan nolak kalau ceweknya bening begini," balas pria berjaket biru begitu antusias.

"Benar, Bos. Aku aja kalau dikasih, nggak bakalan nolak," pria berjaket hitam menimpalinya sambil senyum-senyum.

"Huss, dia bukan level kalian," ujar sang bos cukup monohok. Lalu wanita yang usianya sudah menginjak angka lima puluh tahun itu, melempar pandangannya ke arah wanita cantik di sebelahnya. "Aku harap kamu bisa menjerat laki-laki yang sudah aku tunjukan wajahnya."

Wanita itu lantas tersenyum. "Nyonya tenang saja. Para pejabat aja bisa saya taklukan dengan mudah, apa lagi hanya pemuda biasa. Nyonya tidak perlu khawatir. Nyonya pasti bakalan dapat kabar baik dari saya."

Sontak sang bos langsung tersenyum lebar. "Yah, aku harap seperti itu. Karena. sudah banyak wanita kaya, memasang harga tinggi demi bisa dipuasin laki-laki yang jago bela diri itu. Jadi, aku tidak mau ada kegagalan."

"Siap, Nyonya. Saya mengerti. Saya jamin Nyonya akan puas dengan hasil kerja saya."

"Baguslah!"

Ke empat orang itu sontak saling melempar senyum penuh keyakinan.

Di tempat yang sama, tapi di tempat lain juga, sekelompok orang yang juga mengincar Bayu untuk bergabung dalam kelompok mereka juga sedang membahas sebuah rencana.

"Bagaimana? Apa semuanya sudah kamu atur?" tanya sang bos kepada anak buahnya yang dipercaya untuk menjalankan rencananya

"Sudah, Bos. Malam ini, saya jamin, bocah itu akan masuk ke dalam perangkap kita."

Sang bos pun merasa senang.

Terpopuler

Comments

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Laahh.. kok makin banyak yang mengincar Bayu, makin ruwet tuh nanti kehidupannya, niat ke kota mau kerja tapi tantangannya malah luar biasa. Padahal ini baru permulaan gimana nanti kedepannya.

2024-09-07

0

Reogkhentir

Reogkhentir

Makin runyam saja kehidupan Bayu banyak yang mengejarnya untuk masuk kelompok mereka........ jangan sampai Bayu terjerumus masuk kelompok yang menjual keperkasaannya

2024-09-04

1

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

makin jadi rebutan aja,,si Bayu

2024-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!