Penuh Godaan

Di sebuah bangunan yang terletak di kawasan yang cukup sepi, nampak beberapa laki-laki sedang sibuk mengerjakan sesuatu. masing-masing dari mereka menjalankan tugasnya sesuai yang diperintahkan bos mereka. Di sana juga ada beberapa jenis kotak kardus berukuran kecil yang mereka susun di dalam kotak besar dan memasukannya ke dalam mobil box.

"Aku sangat yakin, barang-barang kita ini akan laku banyak dipasaran," tanya salah satu pria yang matanya sibuk memperhatikan orang-orang berlalu lalang menjalankan pekerjaannya. "Benar-benar ide yang cukup cemerlang," ucap pria itu sembari tersenyum penuh kepuasan.

"Pasti dong, Bos. Apa lagi, anak-anak. Mereka paling suka makan permen. Mereka pasti bakalan ketagihan kalau sudah merasakan permen buatan kita," balas pria lain yang menjadi tangan kanannya.

Pria yang dipanggil Bos kembali mengembangkan senyumnya. "Kamu pastikan, semua harus berjalan sesuai rencana. Jangan sampai, ada yang sadar kalau permen kita mengandung zat yang dilarang."

"Beres, Bos. Semua sudah kami atur dengan baik. Meskipun nanti terbongkar, kita tetap akan aman karena kita nggak bakalan terlacak oleh aparat."

Sang bos pun mengangguk senang. Matanya kembali mengedar, mengawasi anak buahnya sembari menyeruput kopi dalam gelas yang sedari tadi berada di tangannya.

"Siang, Bos," sapa salah satu anak buah yang nampak baru datang menghampiri bosnya.

"Bagaimana? Apa kamu berhasil mendapatkaannya?" tanya sang bos pada anak buah yang nampak begitu senang.

"Tentu dong, Bos. Saya sudah mendapatkan orang yang bos inginkan. Dia mau dibayar tinggi untuk menjalankan misi kita," jawab sang anak buah bertubuh ceking.

"Baguslah. Pastikan, dia bisa menjerat karyawan Home sersice itu tanpa gerak-gerik yang mencurigakan."

"Tenang, Bos, semua sudah saya atur dengan sempurna. Bos tunggu aja hasilnya, pasti akan memuaskan."

Sang bos sontak mengangguk beberapa kali sebagai tanda kalau dia percaya akan rencana anak buahnya.

"Bos, emang tidak bahaya, kalau kita menjadikan anak itu bagian dar kelompoki kita?" tanya anak buah yang sedari duduk menemani bosnya.

"Ya, kita lihat aja nanti. setelah rencana awal berhasil, kita akan lihat bagaimana reaksi dia jika kita tawarin kerja sama," balas sang bos.

"Benar," sahut pria bertubuh ceking. "Apa lagi bayaran dia juga bakalan gede. Ditambah dengan bonus bisa milih wanita untuk teman tidur sesuka hatinya. Aku jamin, pria kayak dia nggak bakalan menolak tawaran bagus ini."

"Benar juga ya. Aku juga awalnya ragu waktu gabung. Tapi pas merasakan hasilnya, aku kayak lagi hidup di surga, nggak ada susahnya, hahaa..."

"Nah, itu kamu tahu. Aku juga ngerasakan hal sama kayak kamu. Tiap malam kita bisa pesta sampai puas, ya nggak?"

"Hhhaaa..." kedua anak buah itu terbahak riang. Sang bos yang menyaksikan kebahagiaan anak buahnya, tentu saja sangat senang. Berkat otak dan kekuasannya, kini dia berhasil berada dalam posisi seperti sekarang ini.

Sementara itu di tempat lain, pria yang menjadi incaran kelompok tersebut, saat ini begitu terkejut dengan permintaan wanita yang dia tolong. Entah, jawaban seperti apa yang harus keluar dari mulutnya dan saat itu juga pria muda itu pun berpikir cepat.

"Apa di rumah ini tidak ada orang lain, Mbak? pembantu misalnya," tanya Bayu berusaha mencari alasan untuk menolak permintaan tersebut.

"Kalau ada pembantu, percuma aku menggunakan jasa home service tiap satu minggu sekali. Tujuan aku memanggil kamu kan buat bersih-bersih rumah. Lagian aku tinggal sendirian, ngapain harus pakai jasa pembantu segala," balas si wanita sambil mencoba memijit pinggangnya yang terasa linu.

Bayu sedikit tersentak. sang bos bilang, wanita yang katanya akrab dipanggil Selin itu sudah menjadi langganan perusahaan. Namun, Bayu tidak tahu kalau wanita itu tinggal sendirian di rumah sebesar ini.

"Tinggal sendirian? Mbak tidak punya keluarga?" tanya Bayu penasaran.

"Ya ada, tapi kan mereka diluar negeri. Ada juga saudara yang diluar kota," balas si wanita. "Gimana? Mau nggak mijitin pinggang aku?"

Bayu kembali terkesiap. Namun tak lama setelah berpikir, Bayu terpaksa mengiyakan. Jujur saja Bayu dilema, takut, jika permintaannya ditolak, maka itu akan berimbas pada pekerjaan dan perusahaannya. Bayu juga takut diaanggap sok suci karena tidak mau menyentuh wanita. Bayu hanya gugup karena tidak terbiasa menyentuh lawan jenis. Apa lagi mereka baru pertama kali bertemu, sudah pasti itu akan membuat Bayu lebih gugup lagi.

Si wanita terlihat begitu senang. "Ya udah, sini, kamu pindah duduknya, kamu pijat pakai ini ya?" wanita itu meletakan botol balsem di atas meja, lalu dia membaringkan tubuhnya dalam posisi tengkurap.

Beberapa kali Bayu menghirup dan menghembuskan nafasnya seperti orang yang terkena sesak nafas. Pemuda itu benar-benar gugup sampai dia seakan kesulitan untuk bernafas. Bayu pun mendekat dan duduk di tepi sofa di samping wanita itu berbaring. Jantungnya berdegup lebih kencang kala matanya menatap dua kaki yang begitu putih dan mulus.

"Maaf, Mbak, ini kalau pinggangnya dipijat pakai balsem, pakaiannya harus dilepas apa gimana?" tanya Bayu kala memnyadari akan hal itu.

"Ah iya, kalau dioles balsem, harus dilepas pakaiannya ya?" wanita itu malah baru sadar akan hal tersebut. "Ya udah deh, nggak perlu pakai balsem."

Bayu sedikit lega mendengarnya, meski dalam sisi hati yang lain pria itu agak kecewa karena tidak bisa menyentuh kulit halus wanita itu. Yang namanya lelaki normal, pasti pikiran kotor itu akan selalu ada. Apa lagi dihadapkan dalam posisi seperti itu, sudah pasti jiwa laki-laki Bayu terus merongrongnya.

Tangan Bayu bergerak pelan. Matanya terus menatap pergerakan tangannya sampai kedua tangan itu berhasil mendarat di kedua sisi pinggang si wanita. Deru nafas Bayu semakin cepat hingga dia harus berusaha sekuat tenaga agar sikapnya terlihat biasa saja. Tangan Bayu pun mulai menjalankan tugasnya, memijat sesuai apa yang dia bisa karena dia sendiri tidak memiliki ilmu memijat.

"Pijatan kamu enak juga ya? Penuh tenaga," puji sang wanita kala merasakan sentuhan Bayu yang membuatnya nyaman. Tanpa wanita itu sadari kalau pria yang memijatnya sedang merasakan gejolak yang meresahkan saat ini.

"Oh iya, ngomong-ngomong, aku kok baru lihat wajah kamu di Home Service? Apa kamu karyawan baru?" wanita itu kembali bersuara.

Iya, Mbak, saya karyawan baru. Saya baru tiga hari kerja di tempat itu," balas Bayu setenang mungkin.

"Owalah, pantes, aku baru lihat. Tapi kalau boleh jujur, kamu itu ganteng banget loh, aku tadi sempat takjub. Kok kamu mau kerja kasar kayak gitu sih?"

Bayu sontak tersenyum tipis. "Percuma ganteng, Mbak, kalau nggak punya duit. Lagian pilih-pilih kerja juga buat apa. Apa lagi kayak saya, hanya anak kampung. Sudah terbiasa kerja kasar."

"Hahaha... bisa aja kamu," balas si wanita, lalu dia terdiam hingga suasana mendadak menjadi hening.

"Mas," beberapa lama kemudian wanita itu kembali bersuara.

"Iya, Mbak."

"Kamu mau nggak pura-pura jadi pacarku?"

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

krn iklan jd lelet ni😗😗😗😗

2025-02-16

0

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Hadeeehhhh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 permintaan mbaknya makin aneh2 deh aahh.. jangan mau Bay nanti malah terseret semakin dalam ke masalah rumah tangga orang.

2024-09-04

0

Reogkhentir

Reogkhentir

Cobaan apa lagi ini buat Bayu...... kalau dipikir besar juga pasti bayaran yang akan diterima kira kira mau ga ya Bayu jadi pacar bohongan 🤔🤔🤔

2024-09-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!