Masih Di rumah Mira

"Kamu lagi bercanda kan, Manda?" tanya Riska menegaskan. Perempuan itu nampak syok mendengar ide sahabatnya yang menurut Riska sangat aneh. "Masa dia? Nggak mungkinlah."

"Ya mungkin saja," balas Amanda dengan santainya. "Kamu lihat deh, dia ganteng, keren, bisa melindungi lagi. Pokoknya pria idaman banget dia itu."

"Hahaha... idaman? Idaman dari mana?" bantah Riska masih tak percaya dengan yang dikatakan Amanda. "Lagian, sepertinya dia kelihatan lebih muda dari kamu?."

"Emang aku kelihatan sudah tua? Aku juga masih muda kali," sungut Amanda agak kesal. "Lagian, apa salahnya kalau dia lebih muda dari aku? Toh, selisihnya nggak sampai puluhan tahun. Kita cuma beda lima tahunan."

"Ya, tapi kan, masa kamu selingkuh sama brondong sih? Bukankah pria yang suka sama kamu itu banyak? Atau, kamu selingkuh sama sahabatnya Pras aja?" Riska mencoba memberi pendapat.

"Teo? Dih, enggaklah," tolak Amanda. "Yang ada, nanti aku tiap hari diajak ngamar. Dia kan maniak banget."

"Hahaha... iya sih. Tapi, masa dia sih yang kamu targetkan?"

Amanda kembali tersenyum. Wanita itu lalu melempar tatapannya ke arah ponsel yang dia genggam dan jarinya menyentuh sebuah tombol pada ponsel tersebut.

"Coba kamu perhatikan," Amanda menunjukan layar ponselnya kepada Riska, setelah wanita itu menemukan apa yang dia cari.

Kening Riska berkerut, memperhatikan sebuah video dengan tatapan serius. "Loh, kamu beneran diikat?"

"Ya benar lah," balas Amanda. "Kamu lihat, apa yang dilakukan anak muda yang menolongku."

Riska kembali fokus memperhatikan layar ponsel sahabatnya.

"Kalau anak muda itu lelaki jahat, aku yakin dia pasti bakalan melakukan sesuatu ketika mendapatkan kesempatan seperti itu. Tapi tidak dengan anak muda itu. Dia malah memilih menolongku daripada menyalurkan hasratnya. Aku yakin, jika dia pria normal, pasti dia sangat ingin menikmati tubuhku saat itu juga."

Riska masih terdiam, arah pandangnya terbagi antara melihat layar ponsel dan menatap Amanda. Wanita itu pun mencerna setiap kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu.

"Iya juga sih. Apa lagi keadaannya sangat menguntungkan bagi dia. Tapi..."

"Udah, nggak perlu pake tapi-tapi segala," Amanda segera memotong ucapan sahabatnya. "Sekarang, yang harus aku lakukan adalah, mencari cara untuk mendekati anak ini."

"Kamu yakin?" tanya Riska memastikan. Amanda langsung mengangguk cepat tanpa keraguan. "Hmm, ya udah, kalau itu sudah keputusan kamu. Tapi kalau suatu saat aku juga tertarik sama anak itu, kamu jangan marah ya, hehehe."

"Dih, malah pamit," ejek Amanda sembari mencebikan bibirnya.

"Ya kan kali aja dia juga mau sama aku. Lumayan kan. Apa lagi dia jago berkelahi. Siapa tahu, dia juga sangat jago di atas ranjang."

"Hhahha... sialan!"

Kedua wanita yang sudah bersahabat sejak jaman masih sekolah itu seketika terbahak bersama.

Sementara itu di dempat lain, anak muda yang namanya sedang menjadi bahan pembicarakan dua wanita dewasa, sudah selesai membersihkan kamar mandi. Saat ini, pemuda yang akrab dipanggil Bayu, sedang membersihkan penampung air. Bahkan sepertinya pekerjaan anak muda itu juga hampir selesai.

"Mas tukang, istiharat dulu! Di suruh makan oleh Mbak Mira," seru wanita yang bekerja di rumah itu. Kata si pemilik rumah, namanya Wati.

"Iya, Bi. Bentar! Ini mau selesai kok," balas Bayu sembari menyalakan keran air, untuk menguji kebersihan tempat penampung yang baru saja dibersihkan.

"Bi Wati!" tiba-tiba diantara dua orang itu terdengar teriakan seseorang dari arah dalam rumah. Tak lama setelahnya, muncullah seorang bocah laki-laki lengkap dengan seragam sekolahnya.

"Eh, Giovano udah pulang," ucap Bi Wati menyambut kedatangan bocah tersebut.

"Bi Wati lagi ngapain di sini?" tanya Gio sembari mengedarkan pandangannya ke arah Bayu, yang juga sedang memandang anak itu.

"Oh, itu, lagi ngomong sama tukang pembersih tempat air, yang biasa Gio gunakan buat mandi, biar bersih," terang Bi Wati sembari melepas atribut dan seragam yang dipakai Gio.

"Itu jagoan yang vidoenya semalam ditonton kamu loh, Sayang," celetuk Mira ketika wanita itu muncul diantara orang-orang yang ada di sana.

"Hah! Yang bener, Bun?" tanya Gio begitu antusias. Melihat Bundanya mengangguk sebagai jawaban, senyum bocah itu pun terkembang begitu lebar sembari melempar pandangannya ke arah Bayu. "Wahh, Om hebat! Gio juga pengin bisa bertarung seperti Om."

"Ya, Gio bilang dong sama Omnya, minta diajarin ilmu bela diri gitu," balas Mira dengan senyum sumringah. Sepertinya wanita itu memiliki maksud terselubung.

"Om, Om mau nggak ngajarin Gio bela diri?" tanya bocah yang usianya sebentar lagi menginjak angka empat tahun.

Bayu sontak gelagapan. Tentu saja, dia bingung mau memberi jawaban seperti apa. Bayu tidak mungkin langsung mengiyakan permintaan anak itu karena dia sadar diri, posisinya saat ini bagaimana.

Namun, Bayu juga tidak sanggup langsung menolak. Bayu tidak tega membuat anak kecil tersebut kehilangan rasa cerianya jika Bayu menolak permintaan anak itu. Bayu benar-benar diserang dilema saat ini.

"Mau ya Om ya?" ucap Gio lagi, penuh harap, membuat Bayu semakin galau dan tidak tega. Bayu hanya bisa melempar tatapan bingung kepada dua wanita yang juga sedang menatapnya.

"Ya nanti dulu. Om nya nggak bisa langsung ngasih jawaban, sayang," Mira yang menyadari akan kegelisahan Bayu, langsung mengambil alih untuk memberi jawaban pada anaknya.

"Emangnya kenapa, Bunda?" tanya Gio langsung nampak kecewa.

"Om nya kan harus ijin dulu sama pemimpinnya. Kalau si Om nggak ijin, nanti Om akan kena hukuman. Yang ada, Om nggak akan bisa ngajarin Gio bela diri," terang Mira.

"Oh gitu," sepertinya anak itu langsung mengerti. "Berarti Omnya minta ijin dulu?"

"Iya," jawab Mira.

"Ya udah deh, nggak apa-apa. Tapi Om janji ya, jika mendapat ijin, Om harus ngajarin Gio."

Bayu pun lagi-lagi hanya bisa tersenyum. Sungguh, dia masih heran dengan apa yang terjadi saat ini. Bisa-bisanya Ibunya Gio berbuat seperti itu.

"Ya udah, sekarang Gio makan dulu, ya?" ajak Bi Wati. "Mas Bayu, ayok makan. Mumpung masakan Bibi masih hangat."

"Ayok, Om, kita makan bareng!" ajak Gio.

Bayu yang awalnya hendak menolak, berubah mengiyakan karena tidak mau mengecewakan anak itu lagi. Apa lagi Bayu juga tahu kalau pekerjaannnya memang sudah beres, jadi, dia juga tidak memiliki alasan lagi untuk menolak.

Ke empat orang itu pun melangkah berurutan menuju meja makan. Berhubung Gio meminta makan disuapin Bundanya, Wati pun memilih pergi untuk menjalankan pekerjaan lainnya.

Msski masih sedikit canggung, Bayu, kini terlihat sudah bisa berinteraksi dengan Gio. Apa lagi anak kecil itu sangat aktif melempar pertanyaan, membuat Gio mau tak mau harus menjawabnya.

"Om, Om sudah punya pacar belum?" tanya Gio dengan polosnya, membuat Bayu hampir tersedak saat mendengarnya.

"Kalau belum, Om pacaran sama Bunda Gio aja, Gimana? Agar Gio bisa belajar bela diri tiap hari, gimana, Om?"

Terpopuler

Comments

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

kecil2 dah jadi mak comblang 😂😂😂

2025-03-15

0

Fatkhur Kevin

Fatkhur Kevin

bakalan jd dady sugar nih

2024-09-10

0

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

gio gio,,ini omongan murni dr nya atu bundanya yg ajarin 😊

2024-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!