Ada Yang Meminta Tolong.

"Kayak ada orang teriak? Dimana ya?" gumam Bayu sambil mengedarkan pandangannya ke salah satu arah, yang Bayu yakini kalau suara teriakan itu berasal dari sana.

Bayu mencoba menajamkan telinganya untuk memastikan kalau dirinya tidak salah dengar. Dengan kening yang berkerut, Bayu mengedarkan pandangannya ke arah sekitar tempat dia berada.

"Sepi. Apa tadi suara dari luar?" Bayu bergumam lagi. Untuk memastikan keyakinannya, Bayu kembali memperhatikan keadaan sekitarnya.

"Tolong!"

Sebuah teriakan kembali terdengar dan seketika Bayu kembali terperanjat sembari menatap tajam ke salah satu arah.

"Sepertinya, suara tadi berasal dari dalam rumah?" tanya pemuda berkumis tipis itu pada dirinya sendiri. Bayu pun mempercepat langkahnya dan dia sedikit terperanjat kala melihat sesuatu di depannya.

"Pintu rumahnya tertutup. Tapi aku yakin suaranya dari arah dalam," Bayu kembali bergumam dan dia pun menjadi bingung sendiri. "Duh, aku harus bagaimana ini?"

Bayu mendadak diserang dilema. Suara hati dan pikirannya tiba-tiba bergelut, antara memikirkan apa yang terjadi di dalam rumah tersebut dan tindakan apa yang harus Bayu lakukan

Prang!

Bayu kembali dibuat terkejut kala mendengar suara seperti kaca yang pecah. Tentu saja, hal itu semakin membuat Bayu penasaran dan bingung. Apa lagi, teriakan minta tolong itu, terdengar beberapa kali Bayu merasa, dia harus segera mengambil tindakan.

Bayu mencoba menenangkan diri sendiri. Dari yang dia pelajari selama ikut bela diri, Bayu mendapat banyak ilmu diantaranya adalah harus bisa bersikap tenang meski dalam keadaan genting sekalipun.

"Aku harus segera masuk ke dalam," gumamnya penuh tekad. Bayu mulai mengambil langkah setelah emosinya cukup tenang. Dengan berjalan pelan dan mengendap-endap, Bayu berusaha mendekat ke arah pintu masuk.

"Duh, dikunci," umpatnya setelah berhasil memegang gagang pintu dan mencoba membukanya. "Aku masuk lewat mana ini?"

Mata Bayu mengedar untuk mencari jalan keluar. Dari suara yang dia dengar, Bayu yakin sedang terjadi sesuatu di dalam sana. Pemuda itu benar-benar harus bergerak cepat untuk memberi pertolongan.

"Ah, aku tahu, aku bisa masuk lewat mana," ucapnya senang. Senyum Bayu terkembang kala matanya menangkap sesuatu yang bisa dijadikan alat untuk dirinya masuk ke dalam.

Bayu segera melangkah menuju tempat tersebut. Karena jarak yang sangat dekat, Bayu langsung mengamati tempat tersebut, dan memperhitungkan tindakan apa saja yang harus segera dia lakukan saat ini.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Bayu langsung mendekat ke arah salah satu pohon yang cukup besar dan memanjatnya. Bagi Bayu, memanjat pohon itu sesuatu yang sangat mudah Terbukti, kini pemuda berambut agak ikal itu sudah berada di salah satu dahan pohon tersebut.

Senyum puas Bayu kembali merekah kala matanya menatap jendela yang terbuka dan jendela tersebut tepat berada di dekat dahan pohon yang diinjak Bayu.

Bayu segera bersiap untuk melompat. Tak perlu berlama-lama dengan perhitungan yang cukup matang, Bayu mulai melakukan aksinya.

"Yes!" sorak Bayu dengan suara agak ditahan. Dia begitu senang karena berhasil dengan rencana mendadak di otaknya.

"Apa ini kamar?" tanya Bayu lirih. Begitu turun dari dinding jendela, mata Bayu langsung mengedar dan memperhatikan tempat yang baru pertama kali dia injak. Tidak bisa dipungkiri, rasa kagum terlihat begitu jelas pada wajah pemuda itu.

"Tolong, jangan lakukan ini, aku mohon."

Lagi-lagi sebuah suara terdengar oleh telinga Bayu dan suara barusan benar-benar terdengar sangat jelas. Bayu pun segera melanjutkan niatnya sembari terus menajamkan kedua telinganya.

Bayu yakin itu suara perempuan yang sedang berada dalam bahaya. Dari rintihannya, wanita itu sedang ketakutan dan sangat putus asa. Bahkan Bayu juga mendengar suara pria yang terbahak-bahak.

Bayu terus berjalan pelan hingga saat keluar kamar, Bayu melihat tangga Langkah Bayu terhenti didekat tangga yang menghubungkan tempat keberadaan Bayu dan lantai dasar rumah tersebut.

Dari tempat itu juga, Bayu bisa melihat apa yang sedang terjadi di bawah sana. Bayu pun diam sejenak, untuk mencari jalan keluar dan memperhatikan gerak-gerik tiga pria di lantai bawah.

Ada tiga pria di bawah sana yang terlihat sedang bahagia. Tak jauh dari mereka, ada beberapa botol minuman di atas meja dan Bayu yakin itu adalah minuman keras.

"Apa salah satu dari mereka, penjaga rumah ini?" gumana Bayu. Dari tiga pria yang dia lihat, salah satunya memang mengenakan seragam keamanan dengan kancing baju yang terbuka.

"Gila! Tubuh majikanmu mulus banget, Cok? Pasti enak banget tuh. Bikin pengin aja," ujar salah satu dari tiga pria yang wajahnya sedikit seram.

"Pastinya lah. Kalau nggak, ngapain aku nekat berbuat sejauh ini. Tiap hari cuma bisa lihat. Rugi dong, kalau aku nggak mencobanya," balas pria berseragam keamaan.

"Ya udah, ayok, cepat kita nikmati. Toh, dia udah aman sekarang. Aku juga udah nggak tahan nih," ucap rekan yang lain, yang memiliki tubuh paling kurus diantara teman-temannya.

"Hahaha... aku juga," balas pria berseragam keamanan. "Lebih baik kita habiskan lagi satu botol ini, setelah itu kita nikmati wanita itu. Kapan lagi, kita bisa menikmati minuman mahal kayak gini?"

"Oke! Hahaha..." jawab kedua rekannya serentak dan mereka terbahak-bahak.

Dari atas, Bayu terus memperhatikan dan sangat meyakini kalau wanita yang dimaksud tiga pria itu, berada di bawah, di dalam salah satu ruangan yang ada di sana.

Bayu terus berpikir cepat untuk segra menolong wanita yang entah keberadaan di ruangan mana karena tidak terlihat di sana. Dengan telinga yang terus menguping pembicaraan tiga pria tersebut, Bayu berusaha keras untuk menemukan jalan keluar.

"Ah, aku tahu, apa yang harus aku lakukan," gumam Bayu tak lama kemudian setelah menemukan ide.

Bayu segera bangkit dan mengendap ke salah satu arah. Begitu dekat, Bayu mengambil sebuah kursi di dekat tempat piano berada, lalu mengangkat kursi itu dan bergerak mendekat jendela.

Prang!

Tiga orang yang sedang asyik menikmati minuman mahal seketika terperanjat begitu mendengar suara pecahan kaca.

"Apa ada orang?" tanya pria berwajah seram.

"Nggak ada," jawab pria berseragam begitu yakin.

"Lah, tadi itu suara apa? Kaya suara kaca? Sepertinya suaranya dari atas," tanya pria yang sama.

"Lebih baik kita cek, ayo!" usul pria yang tubuhnya lebih kurus.

Mungkin karena merasa panik, tiga pria itu memilih segera pergi dari ruangan tersebut untuk mengeceknya. Sedangkan Bayu langsung menyelinap sembunyi di dalam kamar yang tadi.

Dari balik pintu, Bayu menyaksikan tiga pria itu melewatinya. Disaat ketiganya lengah, Bayu segera keluar dan langsung turun ke lantai bawah tanpa mengeluarkan sama sekali.

"Aku harus segera bertindakan mengamankan wanita itu dulu," gumam Bayu.

Begitu tiga pria itu meninggalkan ruangan, Bayu bergegas turun. Begitu sampai dilantai yang dia tuju, Bayu segera mencari ruangan tempat wanita yang dimaksud.

"Mungkin di sana," gumam Bayu saat matanya tertuju pada satu ruangan yang pintunya sedikit terbuka.

Bayu segera mengambil langkah cepat sebelum tiga pria tadi masuk ke ruangan. Tidak butuh waktu lama, begitu langkah kakinya tepat berada di depan ruangan yang dituju, Bayu segera meraih gagang pintu dan membukanya dengan kencang.

Bayu segera masuk dan betapa terkejutnya pemuda itu kala melihat apa yang ada di dalam sana.

Terpopuler

Comments

Heybhy

Heybhy

kereeenn

2024-11-03

0

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅳🅴🆃🅸E𝆯⃟🚀oғғ

mata Bayu mulai terkontaminasi 😅

2024-09-02

0

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Aksi Bayu seperti beneran yang aku lihat dan rasakan disana.. selalu seperti ini thoor mantul 👍

2024-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!