Kekhawatiran Bayu

"Astaga! Kenapa para wanita kota kayak gitu amat ya? Apa mungkin, kehidupan di kota besar memang sebebas itu? Bisa-bisanya pakai daster nggak pakai apa-apa lagi," gumam Bayu begitu si pemilik rumah benar-benar hilang dari pandangan matanya.

Pemuda itu pun lantas melanjutkan pekerjaannya dengan masih disertai rasa heran dan pikiran yang kemana-mana. Bayu seakan tidak peduli dengan kaosnya yang basah. Yang penting dia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

Hingga beberapa menit kemudian.

"Nih, kamu ganti baju dulu," suara pemilik rumah, kembali membuat Bayu terkejut. Pemuda itu pun secara spontan menoleh, dan rasa terkejutnya bertambah kala matanya menangkap pakaian yang dikenakan si pemilik rumah.

Kali ini, Mira memakai baju yang lebih seksi dari yang sebelumnya. Entah itu sengaja dilakukan wanita tersebut atau tidak, tapi yang pasti membuat jiwa laki-laki Bayu sedikit meronta.

Mira memakai atasan yang cukup longgar dan panjangnya hanya sampai sebatas di bawah dada, hingga perut putih serta pusarnya terpampang begitu jelas. Sedangkan dibagian bawah, Mira menggunakan celana yang cukup ketat dan pendek dan memamerkan sebagian pahanya yang putih, senada dengan warna kulit dibagian perutnya.

"Kok bengong? Ini pakaiannya," Mira kembali bersuara sembari menyodorkan sebuah kaos. Sontak yang Mira katakan sukses menyadarkan Bayu dan membuat pemuda langsung tersipu.

Dengan rasa malu serta gugup, Bayu bangkit dan menerima pakaian berupa kaos. Bayu tidak berani menatap si pemilik rumah secara langsung karena Bayu tahu, si pemilik rumah sedang menatapnya cukup dalam.

"Makasih," jawab Bayu canggung begitu kaos sudah berpindah tangan. Namun, setelah menerima kaos tersebut, Bayu malah terlihat bingung sampai membuat kening Mira berkerut, merasa aneh melihat tingkah pemuda tersebut.

"Kenapa? Kok kamu, kayak orang bingung? Kamu gak mau ganti baju?" tanya Mira.

"Emm... iya, Bu, ini mau saya ganti. Tapi maaf, pintu kamar mandinya saya tutup dulu," ucap Bayu pelan dan masih terlihat jelas rasa gugupnya.

Kening Mira semakin berkerut dan tentu saja wanita itu semakin heran. "Emang kenapa pintunya ditutup?" tanyanya heran sembari berpikir. Namun, beberapa detik kemudian, "apa kamu malu, ganti baju di depan saya?" tebaknya.

Dengan ragu, Bayu pun mengangguk pelan dan anggukannya, suara tawa Mira langsung pecah.

"Hahaha... kenapa malu?" tanya Mira heran sekaligus gemas. Sepertinya wanita itu baru kali ini menyaksikan pria sepolos Bayu.

"Maaf, Bu, saya tidak terbiasa ganti baju di depan lawan jenis," jawab Bayu pelan dan masih nampak tersipu.

"Astaga! Hahaha..." seru Mira. "Masa sampai segitunya? Lagian kan cuma ganti kaos doang, nggak buka celana? Atau mau aku bantu ganti baju?" goda wanita itu.

Bayu sontak terkesiap dan dia semakin dibuat salah tingkah. "Waduh, nggak usah, Bu," jawabnya cepat. "Aku bisa sendiri."

"Hahaha ...baiklah, kalau kamu malu, aku pergi deh ya," balas Mira sambil senyum-senyum. Tanpa menunggu balasan dari Bayu, wanita itu pun segera balik badan dan melangkah meninggalkan Bayu.

"Benar-benar, pria yang unik," gumam Mira. "Padahal ganteng loh. Apa mungkin dia selugu itu? Duh, jadi penasaran."

Begitu Mira menghilang dari pandangan, Bayu seketika dapat bernafas dengan lega. "Kok gini amat ya godaan hidup di kota. Jangan-jangan status perjakaku sebentar lagi akan hilang kalau menghadapi banyak wanita seperti Ibu tadi," gumamnya sembari menggelengkan kepala.

Dengan gerakan cepat, Bayu segera mengganti baju, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang berkali-kali terhenti.

Sementara itu di tempat lain. Di sebuah rumah berlantai dua, nampak seseorang sedang menatap layar ponselnya dengan tatapan serius. Sesekali senyum orang itu terkembang dengan mata yang terus fokus pada benda pipih di tangannya.

"Amanda, kamu kenapa? Kok senyum-senyum gitu? Apa kamu udah gila?" celetuk seseorang hingga sosok yang dipanggil Amanda sontak mengalihkan pandangannya. Amanda pun hanya membalasnya dengan senyuman lalu matanya kembali menatap layar ponsel.

"Astaga! Lagi lihat apaan sih? Kayaknya seneng banget," sosok itu pun semakin mendekat dan karena penasaran, dia pun mengarahkan pandangannya ke layar ponsel yang dipegang Amanda. "Ya ampun, betah banget lihat video itu? Nggak bosen?"

"Nggak dong," balas Amanda tanpa menoleh ke arah sosok yang baru datang. "Ini tuh seru tahu, Ris. Lihat pria ini? Dia benar-benar kayak pahlawan tahu nggak? Keren banget."

Sosok yang akrab dipanggil Riska seketika mengerutkan keningnya, lalu tak lama setelahnya dia menggelengkan kepalanya. "Astaga! Ingat, woy! Kamu udah punya suami. Hati-hati, nanti suami kamu bisa ngamuk karena cemburu."

Seketika Amanda sontak mencebikan bibirnya. "Emang kamu pernah lihat, Pras cemburu akhir-akhir ini?" ucapnya sembari sesekali menatap sahabatnya.

"Hehehe... udah nggak pernah sih," balas Riska karena dia tahu betul, memang seperti itulah keadaannya. "Tapi kemarin, dia kayak panik banget dengan kejadian yang menimpa kamu. Sepertinya dia masih pangat peduli sama kamu deh, Man."

Amanda langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu dia meletakan ponsel di atas sofa,;tempat dia duduk. "Ya... karena kemarin kan, banyak wartawan yang datang. Dia jarus jaga nama baik dong, Ris. Nggak mungkin kan, dia mempertontonkan kepada masyarakat kalau rumah tangga kita sedang tidak baik-baik saja."

Riska pun tersenyum miris dan dia mengangguk beberapa kali. "Apa hubungan kalian sudah separah itu?"

Senyum masam Amanda seketika terkembang. "Asal kamu tahu, kemarin dia keluar kota itu bukan karena ada pekerjaan."

"Apa!" seru Riska terkejut. "Astaga! Masa sih? Dia pergi sama..." sambung wanita berambut pendek itu.

Amanda kembali tersenyum. Dengan melihat senyuman sahabatnya, Riska sudah tahu jawabannya. "Sialan! Dua orang itu memang harus dikasih pelajaran, Man. Biar nggak ngelunjak! Terutama wanita gatal itu," ucap Riska mendadak emosi.

"Penginnya sih begitu, tapi kamu tahu sendiri kan? Mereka pandai berkelit? Nanti ujung-ujungnya, aku yang disalahkan," balas Amanda nampak tidak ada emosi sama sekali di wajahnya.

"Terus kamu akan diam saja gitu?" tanya Riska tanpa mengurangi emosinya sedikitpun.

"Ya nggak juga sih. Aku cuma ingin mengikutinya permainan mereka," balas Amanda dengan sikap yang begitu tenang.

"Maksud kamu?" tanya Riska lagi. Kali ini dia sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya.

Senyum Amanda pun kembali terkembang. "Kalau Pras aja bisa selingkuh, kenapa aku nggak?"

"Apa! Astaga! Kamu akan membalasnya dengan perselingkuhan juga?" ucap Riska nampak syok dan tak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya.

"Terus, apa kamu mau, aku meratapi nasib, menangis, dan memohon pada Pras agar tidak berkhianat? Cihh, dikiranya aku nggak punya harga diri apa gimana," balas Amanda masih nampak santai.

Kening Riska berkerut. Matanya menatap tajam sahabatnya. Wanita tengah berpikir, mencerna ucapan Amanda yang menurutnya sungguh diluar perkiraan.

"Jangan-jangan selama ini, kamu diam-diam sudah menjalin hubungan dengan pria lain?" tuduh Riska.

"Nggak lah, ngaco kamu," bantah Amanda.

"Eh ya siapa tahu. Buktinya, kamu sangat enteng mengatakan ingin selingkuh juga. Emang ada laki-laki yang ingin kamu dekati?"

"Ada dong," jawab Amanda, wajahnya nampak berbinar.

"Siapa? Edwin? Atau Justin? Atau..."

"Bukan semua," bantah Amanda.

"Lalu? Siapa?" tanya Riska semakin penasaran.

Amanda pun kembali tersenyum, lalu dia mengambil ponselnya. Amanda menunjukan layar ponsel yang kembali menyala. "Dia, pemuda yang menolongku kemarin."

"Apa!"

Terpopuler

Comments

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

lama2 Bayu jadi cleaning service plus plus 😆😆😆

2025-03-15

0

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Pesona Bayu bikin siapapun pengen mendekatinya 😃 baru juga mulai kerja ya Bay

2024-08-31

2

Reogkhentir

Reogkhentir

Benar katamu Bayu imron bakan berontak karena kebanyakan disuguhi pemandangan seperti itu terus...........

2024-08-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bayu Anggara
2 Ada Yang Meminta Tolong.
3 Satu Lawan Tiga
4 Setelah Kejadian
5 Melepas Lelah
6 Tugas Berikutnya
7 Aduh, Mbak Mira!
8 Kekhawatiran Bayu
9 Masih Di rumah Mira
10 Banyak Godaan
11 Meresahkan
12 Memeriksakan Kondisi Tubuh
13 Pulang Kerja
14 Menyaksikan Pertengkaran
15 Ada Sebab, Ada Akibat
16 Penuh Godaan
17 Kesepakatan
18 Makan Bakso
19 Mengenal Lebih Jauh
20 Ke Rumah Amanda Lagi
21 Penawaran Mengejutkan
22 Amanda Yang Meresahkan
23 Semakin Meresahkan
24 Menyerah
25 Menyerah Lagi
26 Terperdaya
27 Hampir Saja
28 Setelah Kejadian
29 Saat Bayu Tersadar
30 Cerita Selin
31 Kerja Santai
32 Godaan Terus
33 Merapikan Hutan
34 Bertemu Karina
35 Gio Diculik
36 Menyelamatkan Gio
37 Berhasil
38 Rengekan Gio
39 Tuduhan Aneh
40 Tak Berkutik
41 Kembali Ke Kantor
42 Cerita Airin
43 Kurang Meyakinkan
44 Di Rumah Mira
45 Pasrah
46 Masih Tak Menyangka
47 Melanjutkan Yang Tertunda
48 Bersama Karina
49 Tentang Karina
50 Ayah Karina
51 Mengejutkan
52 Tak Terduga
53 Tak Terima
54 Diantar Pulang
55 Dilema
56 Menikmati Malam
57 Duduk Di Taman
58 Masih Di Taman
59 Memberi pertolongan
60 Sebelum Mandi
61 Kata Hati Wanita
62 Karina Dan Ayahnya
63 Dua Wanita
64 Tawaran Airin
65 Kesepakatan
66 Amanda Dan Suaminya
67 Pengakuan Amanda
68 Kejujuran Hati
69 Kerja Yang Menyenangkan
70 Karina Lagi
71 Keluhan Sang Bos
72 Menagih Jawaban
73 Kekesalan Rahman
74 Jujur
75 Masih Jujur
76 Menikmati Malam Minggu
77 Ke Tempat Lain
78 Keteguhan Hati
79 Mengikuti
80 Liburan
81 Ungkapan Hati
82 Semakin Bimbang
83 Pulang
84 Istirahat
85 Menemani Gio
86 Bermain Di Luar
87 Bujukan Mira
88 Ketahuan
89 Menghadapi Dua Wanita
90 Bayu Kesal
91 Semakin Meresahkan
92 Pertemuan Mendadak
93 Keputusan Bayu
94 Sebungkus Permen
95 Tertangkap
96 Bayu Beraksi
97 Kembali Viral
98 Mengungkap Rasa
99 Akhiri Dengan yang Nikmat
100 Pilihan Hati
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bayu Anggara
2
Ada Yang Meminta Tolong.
3
Satu Lawan Tiga
4
Setelah Kejadian
5
Melepas Lelah
6
Tugas Berikutnya
7
Aduh, Mbak Mira!
8
Kekhawatiran Bayu
9
Masih Di rumah Mira
10
Banyak Godaan
11
Meresahkan
12
Memeriksakan Kondisi Tubuh
13
Pulang Kerja
14
Menyaksikan Pertengkaran
15
Ada Sebab, Ada Akibat
16
Penuh Godaan
17
Kesepakatan
18
Makan Bakso
19
Mengenal Lebih Jauh
20
Ke Rumah Amanda Lagi
21
Penawaran Mengejutkan
22
Amanda Yang Meresahkan
23
Semakin Meresahkan
24
Menyerah
25
Menyerah Lagi
26
Terperdaya
27
Hampir Saja
28
Setelah Kejadian
29
Saat Bayu Tersadar
30
Cerita Selin
31
Kerja Santai
32
Godaan Terus
33
Merapikan Hutan
34
Bertemu Karina
35
Gio Diculik
36
Menyelamatkan Gio
37
Berhasil
38
Rengekan Gio
39
Tuduhan Aneh
40
Tak Berkutik
41
Kembali Ke Kantor
42
Cerita Airin
43
Kurang Meyakinkan
44
Di Rumah Mira
45
Pasrah
46
Masih Tak Menyangka
47
Melanjutkan Yang Tertunda
48
Bersama Karina
49
Tentang Karina
50
Ayah Karina
51
Mengejutkan
52
Tak Terduga
53
Tak Terima
54
Diantar Pulang
55
Dilema
56
Menikmati Malam
57
Duduk Di Taman
58
Masih Di Taman
59
Memberi pertolongan
60
Sebelum Mandi
61
Kata Hati Wanita
62
Karina Dan Ayahnya
63
Dua Wanita
64
Tawaran Airin
65
Kesepakatan
66
Amanda Dan Suaminya
67
Pengakuan Amanda
68
Kejujuran Hati
69
Kerja Yang Menyenangkan
70
Karina Lagi
71
Keluhan Sang Bos
72
Menagih Jawaban
73
Kekesalan Rahman
74
Jujur
75
Masih Jujur
76
Menikmati Malam Minggu
77
Ke Tempat Lain
78
Keteguhan Hati
79
Mengikuti
80
Liburan
81
Ungkapan Hati
82
Semakin Bimbang
83
Pulang
84
Istirahat
85
Menemani Gio
86
Bermain Di Luar
87
Bujukan Mira
88
Ketahuan
89
Menghadapi Dua Wanita
90
Bayu Kesal
91
Semakin Meresahkan
92
Pertemuan Mendadak
93
Keputusan Bayu
94
Sebungkus Permen
95
Tertangkap
96
Bayu Beraksi
97
Kembali Viral
98
Mengungkap Rasa
99
Akhiri Dengan yang Nikmat
100
Pilihan Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!