Bab 4. Sambutan Irfan

“Mbak Naura, gak kenapa-napa, ‘kan?” tanya Sri saat melihat wajah wanita itu memucat.

Tidaklah mudah bagi Naura menerima kenyataan yang benar-benar baru ia ketahui, bagaikan badai yang datang dalam kondisi tenang, semua yang ada di sekelilingnya seperti kacau balau padahal tampak baik-baik saja, itulah yang Naura rasakan saat ini.

“Mmm, gak pa-pa kok Bu Sri, mungkin tadi karena saya sarapannya sedikit jadi cepat lapar ini dan badan tiba-tiba agak lemas saja,” jawab Naura penuh dusta.

“Ya sudah coba bawa minum teh manis hangat biar ada tenaga, gih. Sebentar lagi acara mau dimulai, pastinya kamu butuh banyak tenaga buat mendampingi Pak Irfan,” balas Sri sangat perhatian.

Naura hanya bisa mengulum senyum tipis dikala diingatkan kembali akan tugasnya hari ini. Sungguh ini sangat berat, tetapi ia harus tampak tegar dan tangguh menjalankan hari ini.

Para tamu undangan sudah memenuhi ruangan, serta beberapa perwakilan karyawan dari beberapa anak perusahaan serta cabang Grup Mahesa juga turut hadir. Sedangkan keluarga Damar sudah duduk di meja VIP yang sudah disiapkan.

“Bismillah, Ya Allah berikan aku kekuatan hari ini, jangan buat aku menitikkan air mata saat ini. Kumohon bantu aku,” batin Naura memohon. Kemudian ia menarik napas dalam-dalam, tangannya sedikit menarik ujung blazer, setelah itu barulah ia melangkah menuju MC.

Acara penyambutan pun dimulai, lantas Naura bergabung duduk dengan rekan kerjanya di meja yang agak jauh dari panggung acara.

“Mbak Naura, anaknya Pak Damar ternyata ganteng banget ya. Wah, Mbak enak nih bisa lihat wajah Pak Irfan tiap hari,” celetuk Elva—salah satu staf bagian operasional, yang sama-sama baru dua tahun bekerja di Grup Mahesa.

Naura tergelak tawa pelan. “Kalau ganteng ... terus saya harus tepuk tangan bergembira? Begitu? Udah jelas anaknya Pak Damar udah punya istri dan anak,” balas Naura dengan santai, kemudian ia kembali menundukkan kepalanya untuk mengecek ponselnya.

Elva menyiku kembali lengan Naura. “Ya bukan begitu sih Mbak, hitung-hitung lumayan loh Mbak buat hiburan selama di kantor, kali aja nanti Pak Irfan punya keinginan beristri dua. Jadi bisa ikutan daftar,” gurau Elva mengajak Naura agar tidak tegang.

Lagi, wanita itu berdecak. “Mbak Elva aja yang daftar, kalau saya sih ... big no!” tegas Naura pelan.

Sementara itu, Irfan yang sedang memberikan sambutan di podium, pandangannya menangkap Naura yang sibuk mengobrol plus berbicara dengan teman sebelahnya, ia pun menyeringai tipis melihatnya.

“Saya sangat berharap kepada seluruh karyawan yang bekerja di Grup Mahesa memberikan kontribusi yang terbaik demi kemajuan perusahaan. Bukan hanya sekedar datang ke kantor, duduk di depan layar komputer, dan ternyata asik mengobrol dengan teman dan main ponsel di jam kerja! Ini sama saja kami mengaji karyawan yang tidak berkompeten dan tidak memiliki loyalitas pada perusahaan kami. Jadi saya harap sebelum nanti ada evaluasi karyawan, Ibu Bapak sekalian bisa mengevaluasi kualitas dirinya,” tegas Irfan dengan meninggikan suaranya.

Semua karyawan yang hadir menyimak ucapan Irfan, tetapi tidak dengan Naura yang masih merapikan catatan schedule Damar di ponselnya.

“Mbak ... Mbak Naura,” panggil Elva agak berbisik.

“Mmm,” Naura hanya berdeham dan belum juga mengangkat wajahnya.

“Mbak Naura, simpan dulu hpnya. Itu Pak Irfan lihat ke arah kita Mbak,” pinta Elva mulai terasa tidak nyaman, terpaksa ia mencolek Naura biar fokusnya buyar.

“Eh, apa!?” Naura langsung mengangkat wajahnya dan benar saja dari atas podium tatapan Irfan begitu menyalak ke jatah meja yang ditempati Naura, lantas haruskan wanita itu terkejut dan takut? Tentu tidak, ia tampak tenang kemudian menundukkan pandangannya dan melanjutkan pekerjaannya melalui ponselnya sekalian cek email yang masuk.

“Jika nanti ditemukan karyawan yang tidak bisa disiplin terpaksa saya akan memecatnya, dan tidak akan lagi melihat sebagus apa kinerjanya selama ini serta masa kerjanya! Jadi mohon diperhatikan hal tersebut,” lanjut kata Irfan saat ini dengan tegasnya.

Naura memasang telinganya dan tampak berdecih pelan. “Rezeki tidak hanya di perusahaan ini saja. Kita lihat saja nanti,” gumam Naura sendiri, di hatinya kini justru terbesit ingin mengundurkan diri demi menjaga kesehatan mentalnya, mengingat dulu ia pernah depresi selama enam bulan, untungnya saja Irfan meninggalkan uang sebanyak 250 juta untuknya, jadi ia bisa buat bayar dokter kala itu.

Acara sambutan dari Irfan sudah selesai, selanjutnya acara ramah tamah dengan para relasi bisnis serta para jajaran direktur yang bertugas. Dengan hati yang terpaksa Naura harus menjalankan tugasnya mendampingi Irfan untuk memperkenalkan pada relasi bisnis Grup Mahesa.

“Perkenalkan Beliau adalah Pak Alex dari Sinema Entertainment,” ujar Naura saat memperkenalkannya pada Irfan. Pria itu tampak bersikap profesional dan menerima uluran tangan dari Alex.

Pria yang cukup tampan itu tampak ramah saat menjabat tangan Irfan. “Salam kenal Pak Irfan, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik, Pak Irfan,” ujar Alex ramah, lalu melirik Naura yang berdiri di samping Irfan. “Dan semoga saja dengan pergantian Presiden Direktur bisa memberikan ijin pada sekretarisnya untuk menjadi model di perusahaan kami,” ungkap Alex.

Kening Irfan mengernyit, tidak paham dengan perkataan Alex. “Sekretaris yang mana ya Pak Alex?” tanya Irfan.

Pria yang usianya tidak jauh dari usia Irfan mengulum senyum tipisnya. “Saya sudah lama tertarik ingin menarik Mbak Naura menjadi model di perusahaan saya, sayangnya Pak Damar tidak memberikan izin. Padahal potensi penampilan dan wajahnya sangat mendukung untuk menjadi artis yang terkenal,” jelas Alex dengan lancarnya.

Dalam hati Irfan berdecih dan enggan untuk menolehkan wajah untuk menatap wanita itu.

“Maaf Pak Alex, nanti akan saya pikirkan tawaran Pak Alex dalam waktu dekat ini. Kebetulan sekali sepertinya Pak Irfan juga akan ada sekretaris baru untuk menggantikan saya di sini,” jawab Naura sangat pelan tapi masih bisa terdengar oleh kedua pria itu. Sontak saja Irfan menolehkan wajahnya, pandangannya curiga, sementara Naura tidak membalas tatapan tersebut, dan tetap memandang Alex.

“Apa maksudnya!” batin Irfan geram dan penuh tanda tanya. Wahai Irfan, apakah kamu tidak melihat bagaimana cantiknya wanita yang telah kamu talak setelah melahirkan! Atau matamu sudah buta? Kalau begitu butalah selamanya, dan jangan sesekali menghalangi Naura mencari pekerjaan yang lebih baik lagi. Sebelum dipecat, mungkin Naura yang terlebih dahulu mengundurkan diri.

Sementara Alex yang tampak senang mendengarnya, langsung meraih tangan Naura untuk ia jabat.

“Saya sangat menanti hal ini Mbak Naura, saya tunggu kabar baiknya,” ujar Alex, wajah tampannya tersenyum hangat.

Irfan bergeming melihat interaksi mereka berdua, terutama ketika Alex mengusap tangan Naura di depan matanya sendiri.

Bersambung ... ✍

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

ternyata istri pertamanya mandul sehingga Irfan nikah lagi hanya untuk menyewa rahim nya Naura dr pada berzina iya kan Thor 🤭

2024-12-27

0

C2nunik987

C2nunik987

keputusan bgs Naura ....Irfan ga usah buang buang energi utk memecat Naura dgn sendirinya Naura pengin menghilang dr hdpmu 😅😅😅

2024-12-29

0

LENY

LENY

MENGUNDURKAN DIRI AJA NAURA KAMU PINTER CANTIK CERDAS NGAPAIN JD SEKRETARIS BOSS BIADAB

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!