Bab 18. Amarah Irfan

Sofia yang sejak pagi sudah kecewa pada suaminya karena tidak dituruti permintaannya, lantas ia tetap menemui teman-teman sosialitanya, ujung-ujungnya yang nongkrong cantik di salah satu restoran mewah dan shopping barang-barang keluaran baru di mall.

Capek kongkow, pulang ke mansion langsung disambut dengan tingkah Noah yang tak terduga, marahlah Sofia melihat kelakuan anak tirinya yang tidak disengaja itu, hingga tanpa ia sadari ada suaminya di mansion.

“Sofia!!” Suara Irfan kembali meninggi usai mengendong Noah yang kini menangis dalam gendongannya. Baru kali ini ia melihat Sofia yang ringan tangan memukul anaknya.

Sofia mengutip baju yang diinjak Noah, lau ketika ia menegakkan kembali punggung wanita itu  menundukkan kepalanya ketika sempat melihat wajah suaminya memerah tanda sendang emosi. “Apakah selama ini kamu selalu memukul Noah, jika tidak ada aku di mansion?” tanya Irfan dengan hatinya yang sangat kecewa.

“Cakit Papi, kaki Noah cakit ini,” keluh Noah dalam isak tangisnya.

Sofia mengangkat wajahnya, tampak air matanya berlinang. “Mas Irfan ingin memarahiku, dengan hal yang sepele ini? Aku tidak pernah memukul Noah, baru kali ini Mas. Itu pun juga spontan karena Noah menjatuhkan belanjaanku dan menginjak salah satu baju yang sangat aku suka,” jawab Sofia membela dirinya sendiri, lalu tangannya terulur menyodorkan baju tersebut.

Irfan mengusap kaki anaknya, lantas ia menatap Elin yang kini berdiri tak jauh dari posisinya mereka berdua.

“Elin, katakan pada saya, apakah Nyonya sering memukul Noah saat saya tidak ada? Katakan sejujurnya jika kamu masih mau bekerja di sini, jangan takut dengan ancaman Nyonya,” tanya Irfan dengan tegasnya.

Wajah Sofia pias begitu saja, tubuhnya pun membeku di saat suaminya bertanya seperti itu pada baby sister Noah.

Bagi Irfan, Noah adalah hartanya yang paling berharga meski ia mendapatinya dengan menyakiti wanita lain. Ia pun selalu terima kesalahan yang selalu dilampiaskan  Sofia padanya karena masalah rahimnya yang diangkat, Irfan menerimanya dengan lapang dada, tapi bukan berarti anak dari wanita lain ini disiksa dengan bebas oleh Sofia begitu saja.

Sakit hatinya ketika Irfan melihat rintihan dan tangisan Noah, apalagi tangan Sofia begitu ringan memukul anaknya.

“Mas Irfan kok bertanya seperti itu pada Elin? Bukankah aku tadi sudah menjawab jika ini pertama kalinya aku memukul Noah! Itu pun karena kesalahan anak ini. Kita punya anak juga tidak harus selalu memanjakannya terus Mas, kalau anak itu bersalah wajar kita tegur atau memberikan sedikit pelajaran padanya! Atau jangan-jangan Mas ini sudah tidak percaya sama istri sendiri!” timpal Sofia bernada kesal

Harusnya Elin yang menjawab malah Sofia yang menjawab. Elin sendiri tampak bingung harus menjawab apa, yang ada ia hanya terdiam dalam posisi berdirinya.

“Bukan tidak percaya padamu, Sofia. Tapi memastikan apa yang kamu katakan barusan. Apalagi saat aku melihat tanganmu itu terlihat terbiasa memukul anakku,” balas Irfan, ia melangkah maju ke depan lalu mengambil baju gamis yang ada di tangan istrinya.

“Aku sangat yakin Noah tidak sengaja menginjak gamis ini. Dan gara-gara gamis ini kamu dengan ringan memukul Noah tanpa ampun. Apakah kamu membeli baju ini pakai uang kamu?” tanya Irfan mempertahankan intonasi suaranya untuk tidak meninggi karena ada Noah dalam gendongannya.

“Pakai uang Mas,” jawab Sofia jujur seraya menatap gamis berwarna silver itu.

“Jika aku tidak ada mungkin tubuh anakku penuh dengan luka di kakinya karena gamis ini. Padahal kamu tidak mengeluarkan sepersen pun untuk membelinya.” Irfan menunjuk gamis tersebut di muka istrinya lalu ia mengulurkan gamis tersebut pada Elin.

“Elin bakar gamis ini sekarang juga!” perintah Irfan dengan tegasnya.

“Mas, kok bajuku mau dibakar!” seru Sofia terkejut.

“Karena baju ini kamu tega memukul Noah! Karena baju gamis ini hati nurani mu diselimuti oleh setan, percuma kamu pakai hijab tapi kamu tidak bisa bersikap bijak pada anakku!” tekan Irfan, ia selalu menyebut anakku karena memang Noah hanya anaknya bukan anak Sofia.

“CEPAT ELIN BAWA KE BELAKANG DAN LANGSUNG BAKAR!” Suara Irfan akhirnya melepaskan volume meningginya untuk pertama kalinya di depan istrinya sampai wanita itu tersentak.

Dengan ragu Elin mengambil baju gamis yang begitu mewah, Elin bisa menebak pasti harganya jutaan. “B-baik Tuan.” Elin langsung berlarian ke belakang melaksanakan perintah tuannya. Sedangkan Sofia meremas sisi gamisnya dengan giginya yang menggertak.

“Tega kamu, Mas! Hanya masalah sepele saja kamu tega membakar baju baruku!” Air mata Sofia semakin luruh membasahi pipinya yang full dengan make up-nya yang begitu cetar.

Irfan menolehkan wajahnya ke belakang bahunya untuk memastikan jika hanya mereka bertiga saja yang ada di ruang utama, kemudian ia kembali menatap istrinya yang sudah mulai menangis. Biasanya pria itu akan langsung memeluk Sofia jika menangis, tapi kali ini tidak. Irfan sepertinya sangat kecewa berat pada istrinya.

“Sofia, selama ini aku selalu menerima kekesalan, sikap kecewa atas kesalahanku. Tapi bukan berarti kamu bebas berbuat kasar pada Noah, dia anak kandungku meski bukan kamu yang melahirkannya. Dan perlu kamu ingat, hadirnya Noah ada andil darimu, dan karena permintaanmu aku memisahkannya dengan ibu kandungnya. Jika aku tahu kamu selama ini telah bersikap kasar, suka main tangan dengan Noah. Aku tidak akan bisa mempertahankan Noah di sini, lebih baik  aku kembalikan Noah pada ibu kandungnya yang mungkin sangat merindukannya!” ujar Irfan tampak serius, dan tidak main-main. Kemudian, pria itu berbalik badan ingin menenangkan Noah di kamar bocah tampan itu.

“Mas!” Sofia meninggikan suaranya, lalu menahan lengan suaminya.

Bisa dibayangkan oleh Sofia jika Noah dikembalikan pada ibu kandungnya, rumah tangganya pasti diujung tanduk, hidup dalam kemewahan pasti akan sirna begitu saja, dan yang lebih pastinya kedua orang tua Irfan meminta anaknya melakukan poligami jika Sofia tidak hamil kembali.

Irfan menarik napasnya dalam-dalam, bayangan Naura tadi siang yang begitu lembut menenangi Noah membuat hatinya terasa sakit, lalu ia membandingkan sikap Sofia yang begitu kasar pada anaknya semakin membuat hatinya semakin bersalah.

“Noah anakku Sofia, anak yang sangat aku sayangi melebihi diriku sendiri, demi keinginanmu aku telah menyakiti ibunya!” ujar Irfan, lalunya menepis tangan Sofia, kemudian meninggalkan istrinya begitu saja.

Bersambung ... ✍️

Dear Kakak Readers,

Mohon bijaklah memberikan rate bintang saat karya ini belum sampai 20 bab, 40 bab, 80 bab. Tadi pagi saya sempat melihat ada yang memberikan rate bintang 2 dan 3, dan rate langsung turun. Perlu diketahui karya ini sedang menuju bab 20 penentuan apakah retensi tercapai memenuhi minimal 65%. Dan poin rate bintang itu salah satu bagian penilaian sistem retensi di sini. Jujur saya marah! karena retensi pasti akan turun nantinya.

Padahal saya udah wanti-wanti jika karya ini ingin tetap bisa stay di sini mohon dukungannya. Biar bisa lolos kontrak di sini, udah itu aja. Tapi ketika ada jempol kasih rate 1, 2, 3, 4 ya wassallam.

Baca di sini gratis, tidak pakai k0in, jika tidak suka ceritanya mohon tinggalkan saja, tidak usah tinggalkan rate bintang 1, 2, 3, 4. Kalau mau cerita yang lebih bagus ayo ikut saya di s3b3lah tapi berb4yar. Tinggal pilih saja.

Saya sampai rela balik ke sini nulis karena kangen sama Kakak Readers semuanya di sini, tapi malah ada yang buat mood saya swing lagi. Jadi pada intinya semuanya saya kembalikan ke Kakak Readers semuanya, karena kembali lagi ke dukungannya agar karya ini retensi tercapai. Jika tidak tercapai ya tidak dilanjutkan 🙏.

Sekian keluh kesahnya, terima kasih untuk Kakak Readers yang sudah support dari awal sampai sekarang 🤗

Terpopuler

Comments

Yus Warkop

Yus Warkop

semoga noah ngerti yg barusan dibilang irfan bahwa shopoa tidak melahirkannya , meskipun masih kecil noah anak cerdas terus bilang sama naura kalo nanti ketemu. dan untuk irfan bukalah matamu irfan

2024-12-14

2

Iik Kartika

Iik Kartika

mau ngasih bintang 5 tp knp susah majunya hanya sampai bintang 2 ???

2024-12-22

1

Ratna Dewi

Ratna Dewi

sabar ya para othor...mgkin mereka g tau susahnya nulis, cari inspirasi..
ngga semudah itu ferguso...
selalu salut sama orang yg lihai nulis dan berimajinasi👍

2024-12-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!