Bab 17. Keinginan Adiba

Setengah jam berlalu, Irfan kembali ke rumah sakit dengan membawa makan siang beserta es krim kesukaan putranya, dan tidak lupa susu kaleng untuk Naura. Adiba lekas membantu membuka wadah makanan yang dibawa putranya di meja makan.

Sebenarnya dari pihak rumah sakit sudah menyiapkan makan siang untuk pasien, namun Irfan tetap membelikan makanan tambahan untuk Naura. Dan tahukah makanan apa yang dibelikannya untuk wanita itu?

Naura menatap wadah makanan tersebut  yang sudah tersaji di overbed table, ada perasaan tergelitik melihat isinya. Rupanya Irfan tidak lupa dengan makanan kesukaannya, sop iga, ikan gurame bakar dan ada sambal terasi.

“Makannya dimakan biar kamu cepat sembuh,” pinta Irfan agak ketus, lalu ia melirik putranya yang masih bersisian dengan Naura.

“Noah, ayo makan dulu sama mbak Elin,” pinta Irfan seraya mengulurkan tangannya. Ucapan Deri di restoran sungguh  menganggu pikirannya, apalagi pemandangan di depan mata membuat hatinya berkecamuk

Bocah kecil itu mendongak. “Ndak au Papi, ana es klim na?” tanya Noah sembari melihat kedua tangan papinya yang kosong.

“Papi taruh di dalam kulkas dulu, sekarang Noah makan nasi dulu, setelah itu baru boleh makan es krimnya,” balas Irfan masih berusaha ingin mengangkat tubuh Noah, namun sayangnya Noah masih tidak mau, malah tangan mungilnya menepuk tangan Irfan.

“Pak Irfan, biar saya saja yang bantu suapin makannya,” ujar Naura menengahi pertikaian kecil antara anak dan ayah.

“Tidak usah, kamu sendiri sedang sakit, bagaimana bisa menyuapi Noah. Ayo ikut Papi sekarang,” pinta Irfan memaksa, dan langsung mengangkat bocah tampan itu dari atas ranjang.

“Noah ndak au Papi, Noah au na cama Ante! Noah au makan cama Ante ... Papi!” teriak Noah memberontak dalam gendongan Irfan.

Adiba terpaksa menyudahi merapikan wadah di meja makan, lantas mendekati Irfan yang masih mengendong putranya.  

“Irfan, mengalah'lah sama anak sendiri. Kamu lebih senang melihat anak sendiri menangis ketimbang melihat anaknya hatinya tenang bersama Naura ... mmm,” tegur Adiba seraya mengusap punggung cucunya yang kini sudah terisak menangis.

“Bukannya begitu Mam, Elin sudah ada di sini dan biarkan Elin yang mengurus Noah, lagian Naura juga sedang sakit, mana bisa dia mengurus Noah,” tegas Irfan, sebenarnya ia  berniat menjauhkan Noah dari Naura.

Adiba melirik ke arah Naura, wanita itu sejak tadi hanya melihatnya tanpa ingin ikut campur. Naura tidak tega melihat Noah menangis tapi ia tidak ada hak meminta Noah dari tangan Irfan, yang saat ini ia pikirkan.

Adiba mendesah pelan, lalu mengambil paksa Noah dari gendongan Irfan. “Turunkan ego-mu, Irfan. Ada Mama di sini yang bisa bantu Naura! Kasihan anakmu yang sudah menangis ini ... tega kamu jadi papinya!” tukas Adiba, kemudian berlalu membawa Noah kembali dengan Naura.

Lantas, lihatlah bocah kecil itu memeluk Naura. Irfan hanya bisa menarik napas kecewanya, lalu memandang lekat kedua orang tersebut. “Betul kata Deri, aku tidak bisa membiarkan mereka bersama-sama. Aku bisa kehilangan anakku,” batin Irfan mulai waspada.

Selama seharian Noah puas menemani Naura di rumah sakit, dan menjelang petang Adiba'lah yang membujuk cucunya untuk pulang karena jika Irfan yang membujuknya maka Noah pasti akan menangis lagi.

***

Malam hari di mansion Mahendra.

Wanita paruh baya itu mengulum senyum tipisnya saat melihat beberapa helai rambut Noah dan rambut Naura yang rontok di atas ranjang sudah berada di tangannya, terbungkus rapi dalam plastik

“Maksud Mama ... Mama curiga kalau Noah ada hubungannya dengan Naura?” tanya Damar usai istrinya sudah panjang lebar menceritakan praduga setelah memperhatikan interaksi Noah dan Naura, serta kemiripan wajahnya mereka berdua.

Adiba menaruh plastik bening yang ia pegang, lalu menatap dalam wajah suaminya. “Pah, bolehkan kalau Mama sedikit curiga? Andaikan tadi Papa tidak ada meeting mungkin bisa melihat dengan jelas bagaimana sikap Noah yang begitu lengket sama Naura, dan melihat Irfan, Naura serta Noah ... wajah Noah itu perpaduan wajah Irfan dan Naura. Maka dari itu ketimbang Mama penasaran, lebih baik dengan rambut mereka berdua Mama ingin tes DNA biar lebih meyakinkan hasilnya. Mama minta bantuan Papa untuk menghubungi rumah sakit internasional yang mumpuni untuk mengeceknya,” imbuh Adiba.

Permintaan Adiba bagi Damar bukanlah hal yang sulit, hanya saja pria paruh baya itu sedang heran dengan  segala kecurigaan  istrinya. Dan, ia sendiri saat acara pertemuan di kantor tidak terlalu memperhatikan wajah Noah yang kata Adiba mirip dengan Naura.

Damar menghela napas kemudian menyesap kembali kopinya yang masih hangat sebelum memberikan jawabannya.

“Naura memang tidak mengakui pernah mengenal Irfan sebelumnya, dan bisa saja Irfan pun juga tidak mengakuinya kalau Mama tanyakan. Jadi jalan satu-satunya Mama ingin melakukan test DNA antara Naura dan Noah. Dan, satu lagi Mama perhatikan mata Irfan penuh kebencian saat menatap Naura. Ini sangat aneh bagi orang yang baru pertama kali bertemu. Kenapa baru bertemu bisa langsung benci?”

Barulah Damar tersadar ucapan istrinya mengenai sikap Irfan yang terlihat benci pada Naura. “Baiklah, kalau begitu yang Mama bawa sekarang besok diantar ke rumah sakit ... biar tidak penasaran, tapi ingat Mama jangan kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan ekspetasi,” ujar Damar pelan, setidaknya ia tidak ingin memberikan harapan besar pada Adiba.

Adiba tersenyum kecil. “Iya Pah, Mama akan siap menerima hasilnya, setidaknya Mama tidak akan terbawa curiga terus jika memang Noah tidak ada hubungannya dengan Naura. Dan, kemiripan wajah mereka mungkin hanya kebetulan saja,” balas Adiba, ia harus mulai menyiapkan hatinya.

Sementara itu di waktu yang sama, di kediaman Irfan, Noah yang baru saja bebersih dan kini menikmati makan malam bersama baby sitter di ruang utama sambil bermain tidak sengaja menabrak Sofia yang baru saja kembali entah dari mana, semua paper bag yang ada di tangannya jatuh begitu saja.

“Noah!” sentak Sofia, matanya melotot melihat semua belanjaan keluar dari paper bag, belum lagi ada satu stel pakaian yang baru dibelinya tidak sengaja terinjak oleh kaki mungil Noah.

Noah bergidik, lalu ia menurunkan pandangannya melihat apa yang ia injak. “Maafin Noah, Mami. Noah ndak cegaja,” ujar Noah sembari mengatup kedua tangannya ke dada, lalu mengangkat kedua kakinya dari pakaian Sofia.

“Dasar anak nakal! Disayangi malah tambah nakal ya, ngelunjak ya nih anak!” hardik Sofia tersulut emosi, tangannya melayang memukul salah satu kaki Noah.

“Ampun Mami, angan pukul Noah, Mami!” jerit Noah kesakitan.

Irfan yang baru saja menuruni anak tangga langsung berlarian ketika mendengar teriakan Noah.

“Sofia!” sentak Irfan terbelalak ketika menemukan sumber suaranya, lalu langsung mengendong putranya.

Bersambung ... ✍️

Terpopuler

Comments

Ila Lee

Ila Lee

ternyata Sofia jahat Sam Noah kesian anak 4 tahun di dera minda nya kau memang tidak layak digelar ibu Sofia😡😡😡😡😡

2025-01-09

0

Evy

Evy

Kayaknya si Deri patut dicurigai juga ya...

2024-11-28

1

C2nunik987

C2nunik987

di dpn mata Irfan Noah dipukul buka mata km lebar lebar Irfan 😡😡😡

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!