Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan

 

“Boleh saya duduk di sini?” Suara bariton yang tak dikenal menyapa gadis yang sedang sibuk berhadapan dengan laptopnya.

Gadis itu lantas mendongakkan wajahnya, tatapannya langsung terhenyak melihat sosok pria yang begitu tampan dan jelas terlihat dewasa.

“Tidak boleh ya? Atau sedang menunggu pacarnya?” tanya pria itu sembari mengerjapkan mata hitam kelamnya.

Bagi Naura ini untuk pertama kalinya melihat sosok pria yang begitu tampan bagai aktor Turki dan menyapanya, biasanya model mas-mas yang mengajak ia kenalan.

“Maaf Mas-nya mau cari siapa ya? Takutnya salah orang?” Naura balik bertanya dengan tatapan awasnya.

Pria itu malah justru tersenyum hangat. “Saya sejak tadi duduk di sebelah sana dan melihat kamu sejak tadi sendirian. Boleh berkenalan, nama saya Irfan,” ujar Irfan sembari mengulurkan tangannya. Naura lantas mengedarkan pandangan bingungnya, kenapa bisa tiba-tiba ada yang mengajaknya berkenalan.

“Bolehkan berkenalan sama kamu? Atau tidak boleh ya?” Irfan masih menunggu sebuah jawaban dari gadis itu.

“Eh, boleh kok Mas. Saya Naura,” balas Naura tanpa membalas uluran tangan pria yang tidak dikenal. Bukannya kenapa-napa ia takut jika mendadak dihipnotis, ini pikiran buruknya, sementara ia duduk di cafe itu hanya seorang diri sedang mengerjakan papernya sembari menikmati wifi gratis yang ada di cafe tersebut.

Irfan tersenyum kecut saat Naura menolak uluran tangannya, tapi tidak masalah baginya. “Saya hanya ingin berkenalan denganmu, tidak ada niatan untuk menculikmu kok,” goda Irfan.

“Hah!” Naura mendadak tambah terkejut, kemudian pandangannya beralih ke kursi yang kosong di hadapannya.

“Boleh duduk di sini, ‘kan, Naura?” tanya Irfan masih berusaha.

“Eh, si-silakan Mas Irfan,” jawab Naura agak meragu. Akan tetapi dari perkenalan lima tahun yang lalu itu membawa Naura menjadi istri Irfan yang mengaku jatuh cinta pada pandang pertama dan pria itu juga mengaku sebagai karyawan biasa yang baru saja diterima bekerja di salah satu perusahaan kecil di Jakarta. Belum lagi saat menikah pria itu juga tidak ditemani kedua orang tuanya dikarenakan telah meninggal dunia alasannya, dan hanya beberapa orang yang katanya saudara untuk mendampingi Irfan saat acara pernikahan mereka berdua.

Tetapi kenyataan yang di hadapi oleh Naura saat ini, mantan suaminya adalah pewaris perusahaan besar dan suprise tambahannya adalah sosok istri dan anak yang mendampinginya.

Naura tersenyum miris ketika Damar memperkenalkannya, luka yang sudah lama ia kubur dalam-dalam tiba-tiba saja menyeruak ke permukaan tanpa permisi. “Dasar penipu ulung!” Ingin sekali Naura memakinya saat itu juga, sayangnya bibirnya terkatup dan hanya bisa membatin saja.

“Irfan kenalkan ini sekretaris Papa yang sangat handal namanya Naura Arashya.” Kini Damar bergantian memperkenalkan wanita itu pada Irfan.

Ekspresi wajah Irfan tampak dingin dan datar, tidak ada sedikit pun keterkejutan yang terlukiskan di wajah pria itu. Sungguh sikap dingin yang ditunjukkan pada Irfan bagaikan tamparan yang begitu keras, seakan menyadari jika dirinya terlalu bersikap berlebihan menyambut kedatangan pria itu. Lantas, Naura segera menyadarkan dirinya sendiri, kedua kakinya ia kuatkan untuk berdiri tegak seperti semula.

“Selamat datang Pak Irfan, perkenalan saya Naura Arashya siap membantu Pak Irfan,” ujar Naura, tegas dan lembut, sembari mengulurkan tangannya pada pria itu.

“Semoga kita bisa bekerja sama, Naura,” balas Irfan dengan ekspresi dingin, bukannya menyambut uluran tangan Naura untuk berjabat tangan justru pria itu menggandeng tangan wanita berhijab itu yang kini tersenyum padanya.

Naura menarik tangannya perlahan-lahan dan berusaha untuk tersenyum tipis, layaknya orang asing yang tidak saling mengenal. “Baiklah, memang harus seperti itu sikapnya,” batin Naura meringis pedih.

Wanita itu lantas mengalihkan pandangannya ke arah Damar. “Kalau begitu mari saya antar ke ruang auditorium, Pak Damar, Pak Irfan," ajak Naura dengan sopannya.

“Baiklah.” Damar menyetujuinya, lantas Naura beserta asisten pribadi Damar berjalan memandu mereka semua.

Naura berusaha bersikap tenang dan profesional, serta menekan kenangan lama yang mulai bermain-main di ingatannya. Sementara itu, Irfan sepertinya juga terlihat tenang dan tidak terpengaruh dengan pertemuan yang tidak terduga tersebut setelah empat tahun tidak bertemu.

Ketika mereka semua masuk ke dalam lift, Naura melirik bocah kecil yang masih berada di dalam gendong Damar. Melihat Noah yang begitu serupa dengan Irfan membuat perasaannya sangat sakit, dan mengingatkan dunianya hancur saat itu. “Ya Allah, andaikan anakku masih ada ... aku bisa memeluknya dan mengobati rasa sakitku ini,” batin Naura kembali bersedih.

“Noah, ayo sini sama Papa kasihan Opa kalau lama-lama gendong kamu,” pinta Irfan merasa tidak nyaman saat Naura menatap termangu pada anaknya.

Seketika Noah menggeleng pelan dengan tangannya melambai. “No Papa, Noah auna cama Opa,” tolak Noah seraya menyipitkan bola mata mungilnya saat beradu pandang dengan Naura. Wanita itu tersenyum tipis kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu lift, tak lama kemudian pintu lift terbuka. Rasa sesak yang sempat mengimpit dada wanita itu selama di lift serasa bisa bernapas lega kembali.

Ya, inilah yang selalu Naura rasakan jika melihat sosok anak laki-laki, hatinya ngilu dan amat sesak, ujung-ujungnya ia berandai-andai anaknya masih hidup.

Naura kembali berjalan dengan cepat mendahului mereka yang ada di belakangnya. Dilla, Elva dan beberapa karyawan lainnya sudah dalam posisi stand by di luar ruangan auditorium menyambut sang pemilik perusahaan kemudian bersama-sama membungkukkan punggung sebagai tanda hormat.

“Menantunya Pak Damar makin cantik aja, apalagi sekarang udah pakai hijab,” celetuk Sri pelan yang kebetulan berdiri di samping Naura.

Naura menolehkan kepalanya perlahan-lahan menatap karyawan yang termasuk lama bekerja di Grup Mahesa, hatinya tergelitik untuk mengulik tentang mantan suaminya.

“Bu Sri, memangnya anak dan menantunya Pak Damar sebelumnya pernah ke sini? Maklum saya kan baru dua tahun kerja di sini?” tanya Naura dengan santainya.

“Empat tahun yang lalu Pak Irfan dan istrinya sering ke sini sebelum Pak Irfan pindah tugas ke Australia. Mereka itu kalau tidak salah udah lama menikahnya dan baru dapat anak yang ganteng itu pas usia pernikahan mereka jalan tiga tahun,” terang Bu Sri, bagi karyawan lama pasti tahu cerita tentang Irfan.

Tangan Naura langsung bertopang ke salah satu tepi kursi, tubuhnya kembali terhantam dengan kenyataan yang selama ini tidak ia ketahui. Lagi, dunianya terasa ingin hancur lembur seketika.

“Ja-jadi waktu itu a-aku sudah jadi pelakor dalam rumah tangga orang lain dan istri kedua!  Ya Allah, kenapa aku terjerembap ke sana! Kenapa aku begitu bodoh!” batin Naura sangat sesak dan tak sanggup mendampingi Damar dan Irfan dalam acara penyambutan.

 Bersambung ... ✍️

 

 

Terpopuler

Comments

Yunita Sri wahyuni

Yunita Sri wahyuni

klu menurut ku anak Naura masih hidup...bisa jd Naura dinikahin hanya untuk mendapatkan keturunan... soalnya Irfan sendiri yg katanya mengurus pemakaman...hbs tu dia pergi... seandainya benar sungguh jahat sekali si Irfan tu 😡

2024-12-28

5

Puji Ustariana

Puji Ustariana

tenang naura kamu bukan pelakor tapi irvan yang sengaja menjebak wanita polos seperti kamu karena dia hanya mengharapkan seorang anak dari kamu, cwok model kaya gini balaslah perbuatannya dengan bermain cantik semoga kamu naura bisa mendapatkan noah (jika dia anakmu) dan membalas perbuatan irvan dengan cara yang cantik dan elegan

2025-03-13

0

Juan Sastra

Juan Sastra

oh oh ternyata dan ternyata naura hanya di jadikan rahim pengganti,sangat wajar jika begitu melahirkan langsung di ceraikan..hah,,tenanglah naura hari baik dan bahagia selalu ada di depanmu lupakan irfan baj'''''''''n itu anggap ggak pernah kenal

2025-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!