Bab 16. Kebencian Irfan

Pertanyaan Adiba yang tidak disangka-sangka oleh Naura. Haruskah ia mengatakan sejujurnya? Sedangkan ia yang sudah susah payah melupakan rasa sakitnya, rasanya tidak ingin mengingatnya kembali. Lagi pula ia juga sebentar lagi akan berhenti dari pekerjaannya.

Jika pun ia mengatakan sejujur-jujurnya, apa untungnya bagi Naura? Dan, apakah Adiba akan percaya dengan semua ceritanya? Belum tentu juga percaya dan jelas tidak akan menguntungkan bagi wanita itu.

“Maaf Bu, kenapa Ibu bertanya seperti itu?” tanya Naura dengan tatapan penasaran.

Sesaat Adiba melirik Noah yang masih bersandar pada wanita itu.

 “Ibu hanya ingin bertanya saja Naura. Siapa tahu mungkin kamu pernah mengenal dengan putra saya.”

Wanita itu mengulum senyum tipisnya. “Saya belum pernah bertemu dengan Pak Irfan, Bu. Saya baru melihat pada saat acara beberapa hari yang lalu di kantor, begitu juga dengan Noah ... baru bertemu pada saat acara perkenalan.” Pada akhirnya Naura berkata bohong, dan menyimpan masa lalu, ia tidak ingin berurusan lagi dengan masa lalunya.

Hati Adiba terselip rasa kecewa, tapi bukan berarti ia akan berdiam diri begitu saja. Yang jelas kemiripan wajah pada Noah, membuat hati wanita paruh baya itu terdorong untuk menyelidikinya.

“Oh, Ibu kira kamu pernah bertemu dengan Irfan. Ternyata baru kenal toh,” balas Adiba tampak mengerti. ”Dan, cucu Oma langsung apet sama kamu, Naura,” lanjut kata Adiba seraya mengusap pipi cubby Noah.

“Hanya kebetulan saja kok Bu. Lagian saya memang sangat suka dengan anak kecil,” ujar Naura turut menatap bocah tampan itu. Dan, Adiba hanya bisa mengangguk paham.

"Kemiripan ini bukanlah sebuah kebetulan, aku harus mencari tahu biar kecurigaanku terjawab," batin Adiba langsung menyusun rencana.

Enggak mungkinkan kalau Naura berkata jika ia pernah memiliki anak tapi telah tiada, dan anak itu adalah anaknya Irfan dengannya. Biarlah masa lalu Naura dan Irfan tersimpan dengan rapi, lagi pula mereka sudah memiliki jalannya masing-masing.

Sementara itu, Irfan yang memilih membelikan es cream buat Noah serta makan siang tampak sibuk memilih beberapa menu di restoran terdekat dari rumah sakit di temani Deri.

Deri menatap serius saat sahabat sekaligus bosnya sedang menyebutkan beberapa menu pada waiters.

“Irfan, kamu tidak mau menceritakan sesuatu sama aku?” tanya Deri dengan sikap non formalnya, jika di luar perusahan atau tidak dalam keadaan meeting di luar maka Deri dan Irfan berkomunikasi layaknya seorang sahabat, bukan antara bos dan karyawan.

Pria yang baru saja selesai memesan makanan menarik napas lelahnya, kemudian mengembalikan buku menu pada waiters. “Maksud kamu tentang Naura?” tebak Irfan.

“Mmm, siapa lagi kalau bukan Naura. Jujur saja aku terkejut melihat Naura ada di perusahaan, dan bukankah kamu sudah tidak komunikasi lagi dengan wanita yang telah menduakan hatimu itu?” balik bertanya Deri sembari menyandarkan punggungnya.

Irfan menyungging senyum hambarnya, lalu meneguk air mineral yang sempat ia pinta untuk membasahi tenggorokannya.

“Justru aku juga baru tahu kalau Naura itu adalah sekretaris papaku selama dua tahun belakangan ini, Der,” balas Irfan agak kesal, kemudian ia kembali meneguk minumannya.

“Kalau begitu kamu bisa memecatnya, bilang saja kamu sudah ada sekretaris yang akan membantu kamu, ketimbang nanti dia menyadari jika Noah itu adalah anaknya. Dan, sebelum Sofia tahu jika wanita yang mengandung Noah itu adalah Naura. Bisa hancur rumah tangga kamu dengan Sofia, kalau sampai istrimu tahu. Lagian kamu juga sangat membencinya, ‘kan? Jadi tidak masalah,” tukas Deri agak menggebu-gebu saat ia berkata-kata.

Pria itu mengalihkan pandangannya ke sudut yang berbeda. Ingatannya akan beberapa potret Naura dengan pria lain saat mereka berstatus suami istri mulai menyeruak, hatinya kembali terbakar api cemburu.

Memang kala itu Irfan hanya menemui Naura seminggu sekali dengan alasan ia baru dapat pekerjaan di Jakarta, dan Naura masih belum menyelesaikan kuliahnya di Yogyakarta, alhasil Irfan tidak bisa mengajak Naura pindah ke Jakarta dan mereka terpaksa long distance marriage. Padahal yang sebenarnya Irfan sudah memiliki istri, dan tidak mungkin pula ia membawanya ke Jakarta.

Ketika Naura sudah positif mengandung anaknya, Irfan berinisiatif mengutus orang mengawasi Naura untuk berjaga-jaga demi menjaga kandungan wanita itu. Hingga pada menjelang kehamilan bulan ke-8 Irfan mendapati laporan jika Naura sering jalan bersama pria yang tidak ia kenal, namun ia diam saja dan tidak pernah konfirmasi siapa pria itu pada Naura. Ditambah lagi Deri memanasi sahabatnya jika Naura telah menduakan hati Irfan.

Kebenciannya pun menggelayuti hatinya dan memendam perasaannya itu hingga Naura melahirkan buah hati mereka. Dengan perasaan penuh kebencian itulah Irfan sangat mudah menjatuhkan talak pada Naura.

“Naura sudah mengajukan pengunduran diri.”

“Nah, bagus itu. Kalau begitu langsung saja di-acc. Biar anakmu aman, jika dia sampai tahu Noah itu adalah anaknya, memangnya kamu siap Noah diambil Naura? Apalagi aku melihat kejadian tadi di rumah sakit saat Noah dekat Naura, itu bahaya!” cecar Deri.

Irfan menarik napas dengan perasaan gusarnya, lalu mengusap tengkuknya yang berasa berat.

“Tapi papa tidak menyetujuinya, karena Naura yang memahami mengenai perusahaan papa serta relasi bisnis. Jadi aku tidak bisa berbuat apa pun, menyetujui resignnya saja juga tidak bisa,” balas Irfan penuh dusta. Yang sebenarnya Irfan sendirilah yang mempersulit Naura yang ingin resign dengan dalih harus bayar penalti, jika ia memang membenci Naura sebaiknya dipermudah pengundurannya dirinya.

“Alah Irfan, itu mah masalah kecil. Aku bisa bantu kok kayak tidak kenal aku aja. Aku ini asisten pribadi yang sudah lama bekerja denganmu, nanti aku bantu cari pengganti Naura yang lebih kompeten. Jadi untuk saat ini kamu setujui saja,” desak Deri, tampaknya ia sangat menginginkan Naura dihempaskan dari Grup Mahesa.

Sejenak Irfan bergeming, hatinya tidak selaras dengan keinginan Deri.

“Aku yang memutuskan, bukan kamu yang memutuskannya, Deri!” tegur Irfan dengan tegasnya.

Sontak saja Deri terhenyak, lalu tidak lama waiters datang membawa pesanan Irfan.

“Aku hanya mengingatkan kamu saja, Irfan. Jika tidak mau menerima saranku tidak pa-pa. Hanya saja aku mengingatkan jika kamu sangat membenci wanita yang telah menduakanmu. Dan untung saja Noah itu anakmu, bukan anak pria itu,” ujar Deri sebelum mereka berdua meninggalkan restoran.

Benarkah saat itu Naura berselingkuh? Padahal Irfan sangat tahu jika kala itu Naura sangat mencintai dirinya.

Bersambung ... ✍️

Terpopuler

Comments

Yuni Ngsih

Yuni Ngsih

bgs Adiba selidiki klw bisa tes DNA azah biar lebih akurat ....untuk Naura yg sabar ...ya ke sabaranmu pasti Allah akan balas dengan kebaiksn ...aduuuuh Thor ceritramu greget sekali.....ok

2025-02-08

2

Yus Warkop

Yus Warkop

ada apa dengan si deri, padahal tadi sewaktu di rs dia begitu sefih lihat naura dan noah, mungkinkah deri ingin melindungi naura dari shopia

2024-12-14

1

Fitri Sri Dewi

Fitri Sri Dewi

itu deri seneng sama shopii makanya berusaha mendepak naura atau si shopii bekerjasama dg deri dg niatan lain. pokokny si shopii kelihatannya ga bersifat baik

2025-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!