Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah

Pagi ini Naura sudah disibukkan dengan beberapa tetangganya sebelum ia berangkat ke kantor, wanita itu menitip pesan jika motornya akan dijual, siapa tahu ada yang berminat. Dan, dijual secepatnya jika ada yang berminat, setelah itu barulah ia berangkat ke kantor dengan memesan ojek online agar cepat sampai ke kantor.

Sementara Irfan bersama Noah dan Elin pun juga sudah berangkat menuju Grup Mahesa. Pria itu mulai tega meninggalkan Sofia yang masih kecewa padanya, tapi mau bagaimana lagi ia harus segera berangkat ke kantor tidak bisa menunda karena akan ada serah terima jabatan dengan papanya. Mau tidak mau ia harus segera berangkat dan tidak bisa berlama-lama membujuk Sofia seperti biasanya, untuk tidak lama-lama marah padanya.

Satu jam berlalu, ojek online yang mengantar Naura pun tiba di depan gedung pencakar. “Terima kasih, Mas,” ujar Naura ketika turun dari motor sembari mengembalikan helm yang ia kenakan. Kemudian ia bergegas memasuki area halaman gedung itu, bersamaan itu pula suara klakson mobil berbunyi ketika langkah Naura mau menyeberang ke arah pintu masuk lobby.

Wanita itu terpaksa menarik dirinya mundur agar mobil mewah yang mau masuk ke teras lobby bisa lewat. Setelah itu ia bergerak memutari mobil yang kini sudah berhenti dari belakang tanpa memperhatikan siapa yang keluar dari mobil tersebut.

“Ante!!” Suara anak kecil memanggil, dan sudah tentu para karyawati yang turut masuk ke lobby menolehkan wajahnya ke sumber suara. Sayangnya Naura tidak menolehkan wajahnya karena langkah kakinya begitu cepat memasuki lobby melewati hilir mudik karyawan yang lain.

“Ante!” Bocah tampan itu masih saja berteriak, ketika wanita berseragam nanny membantu bocah itu keluar dari mobil.

“Noah, tidak boleh teriak, nanti papinya bisa marah,” tegur Elin pelan, mengingatkan jika nanti majikannya bisa marah kalau mendengar Noah berteriak kencang. Sementara Irfan tidak menyadarinya karena kedatangannya langsung disambut oleh Deri, sahabat sekaligus asisten pribadinya yang baru bisa bekerja kembali setelah hampir seminggu pulang kampung ke Jogjakarta karena ibunya sakit.

Bibir mungil itu lantas mencebik. “Ulunin Noah Mba, Noah au alan cendili,” pinta Noah tidak mau digendong.

Elin yang semula masih menggendongnya terpaksa menurunkannya. Dan, kaki mungil itu dengan cepatnya langsung menaiki anak tangga, lalu berlarian dengan mengedarkan pandangan awasnya ke target yang ia panggil Ante itu.

“Noah, berhenti ... jangan lari-larian, nanti jatuh!” pinta Elin agak berteriak sembari bergegas mengejar bocah tampan itu. Irfan yang baru menyadari anaknya berlarian, ia menghentikan pembicaraannya dengan Deri dan turut mengejar anaknya yang semakin cepat larinya.

“Noah!" Irfan turut memanggil dengan memandang bocah itu masuk ke dalam coffe shop. Lantas, semakin cepatlah Irfan berlari dan turut masuk ke dalam coffe shop.

“Satu cappucino latte, less sugar, dan satu beef sandwich,“ pesan Naura di depan kasir, kemudian mengeluarkan satu lembar uang merahnya.

“Ante ... Ante antik,” suara bocah kecil terdengar di telinga Naura.

Kening Naura mengeryit, kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan, tapi tidak nampak anak kecil.

“Ante, Noah ada di cini nih,” ujar Noah dengan tangan mungilnya menarik ujung blazer wanita itu. Barulah Naura menundukkan kepalanya, dan tatapannya tampak terkejut melihat bocah itu.

“Hey, ada Dede ganteng. Dede sama siapa ke sini?” tanya Naura, ia sedikit membungkukkan punggungnya, bibirnya pun tersenyum hangat, tangannya menguap lembut pipi chubby milik Noah. Lalu, tak lama di belakang Noah ada Elin yang masih engos-engosan

“Noah  cama  Papi dan Mba Elin,” tunjuk Noah menolehkan wajahnya ke belakang.

Senyuman hangat itu mendadak suram, teguran Irfan kemarin kembali berputar di ingatannya, lalu ia menegakkan punggungnya, lantas sekilas menatap wanita yang ditunjuk oleh Noah. Kemudian tidak lama hadirlah Irfan di antara mereka bertiga. Tanpa senyuman ramah yang selalu terulas di bibir Naura, wanita itu hanya membungkukkan punggungnya sebagai tanda hormat. Dan dalam waktu bersamaan mendadak aura kegelapan datang menyelimuti mereka berdua, dan akhirnya Naura memilih untuk kembali menatap bagian kasir yang sedang menyiapkan pesanannya.

“Noah!” panggil Irfan sembari mengendong anaknya, lalu ia menjaga jarak dengan Naura.

“Noah, kalau mau ke sini harusnya bilang Papi dulu. Jangan lari-larian, nanti kalau Noah jatuh dan lututnya terluka ... Mami bisa marahin Papi nanti,” ujar Irfan, suaranya sengaja volumenya naik satu oktaf agar terdengar oleh Noah. Namun sayangnya Naura pura-pura tidak mendengarnya, meskipun kalimat barusan cukup mampu membuat hati Naura panas.

Noah menggeleng-geleng. “Papi, Noah ndak atuh kok, agian Ante na di anggil ndak engel ... dadina Noah lali-lali, Papi,” balas Noah jujur atas tindakannya.

Pria itu jelas tidak suka dengan ucapan anaknya, ujung matanya saja sampai melirik tajam ke arah Naura. Sedangkan Naura diam-diam tercenung mendengar tutur bocah itu, lalu hatinya agak menghangat karena Noah.

“Mbak Naura ini pesanannya, cappucino latte less sugar dan beef sandwich,” ujar sang kasir memberikan kedua pesanan tersebut.

Penyelamat bagi Naura agar terbebas dari keadaan yang tidak diinginkannya. “Makasih,” jawab Naura, usai itu ia bergegas ingin menjauh.

“Ante unggu ulu!” seru Noah dengan tangannya terulur. Lagi, Irfan menghela napas beratnya.

Naura yang ingin menoleh dan menjawab, rasanya tidak mampu untuk melakukannya. Lebih baik ia memilih untuk pura-pura tidak mendengarkan dan terus melangkah.

“Elin, tolong pesankan saya coffe latte, ice chocolate, dan beberapa roti untuk Noah. Nanti kamu langsung ke lantai 12. Saya dan Noah pergi duluan,” perintah Irfan.

“Baik Tuan,” jawab Elin.

“Ante ungguin  Noah!” Bocah tampan itu kembali berteriak tapi agak kesal karena dicuekkin sama Naura.

Irfan mendesah berat, langkahnya bergegas mengajak Noah keluar dari coffe shop, maksud hati tidak ingin menyusuli Naura, tapi justru langkah kakinya mengikuti langkah wanita itu.

Begitu tiba di depan pintu lift karyawan barulah langkah Naura berhenti, sementara Irfan berhenti di depan pintu lift khusus petinggi.

Noah memiringkan kepalanya, mencari keberadaan Naura yang bergabung dengan karyawan lainnya.

“Ante ... Ante cini cama Noah!” panggil Noah ketika mendapati wanita itu, tangan mungilnya melambai-lambai.

Naura sempat menoleh dan ingin menanggapi bocah itu, namun ia menahan diri. Tapi lihatlah pria itu menggerakkan kepalanya seakan meminta wanita itu mendekat tanpa mengeluarkan suara.

Wanita itu menarik napasnya dalam-dalam, dan sangat terpaksa mendekati bapak dan anak itu. Lagian ia juga tidak bisa beradu debat dengan Irfan di depan karyawan lainnya.

Semakin dekat langkah Naura, Noah tersenyum kegirangan, tangan mungilnya pun sampai bertepuk tangan.

“Papi ulunin Noah. Noah au cama Ante antik,” pinta Noah sembari menggoyangkan tubuhnya sendiri.

 Bersambung ... ✍️

Terpopuler

Comments

Yuni Ngsih

Yuni Ngsih

wooooow si Irfan menyembunyikan sesuatu yg pasti lama" bisa ketahuan tentang anaknya Allah maha adil dan bijaksana bersabarlah Naura.....tetap semangat ....semangat Author bikin ceritranya yg bikin orang membacanys greget ....ok👍👍👍💪💪💪

2025-02-08

1

Ila Lee

Ila Lee

kasian mereka tidak thu anak dan ibu bertemu sebagai orang lain kejam kami Irfan Thor buat pak Damar mengetahui siapa nuara di masa lalu irfan 😡😡😡

2025-01-09

0

Rahma Soleman

Rahma Soleman

lambat laun pasti akan ketahuan ..ikatan bathin antara ibu dan anak itu kuat...psti ada kemiripan noah dgn naurah..

2025-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!