Bab 2. Empat Tahun Kemudian

Empat tahun sudah berlalu, dunia Naura yang sempat hancur lebur karena kehilangan kedua orang yang sangat ia cintai, kini bisa dikatakan dunia Naura lebih baik, walau di hati kecilnya ia sangat rindu dengan buah hati yang telah tiada, potretnya saja tidak ia miliki sama sekali. Yang ada hanya tersimpan foto USG empat dimensi sebagai obat rindu pada buah hatinya. Lantas, adakah rindu untuk Irfan—mantan suaminya? Sudah tidak ada lagi! Naura sudah mengubur nama pria itu sedalam-dalamnya dan membawa luka hatinya dalam bentuk meningkatkan value dirinya sendiri.

Ya, Naura akhirnya berhasil menyelesaikan kuliah Srata S1-nya dua tahun yang lalu, kemudian langsung dapat rekomendasi pekerjaan dari universitas tempat ia kuliah di salah satu perusahaan terkenal di Jakarta yaitu Grup Mahesa. Sudah hampir dua tahun belakangan ini wanita itu bekerja sebagai sekretaris Presiden Direktur.

Banyak perubahan yang dialami oleh Naura baik secara penampilan dan juga sikapnya, salah satunya adalah ia menjadi sosok yang dingin pada pria, jadi jangan berharap pria bisa semena-mena dengannya. Dan, Naura juga dikenal sekretaris yang sangat cantik di Grup Mahesa. Daya tariknya begitu memesona di depan mata pria, untungnya saja Presiden Direkturnya tidak tergoda, dan Naura bukanlah sekretaris penggoda bosnya! Ingat itu!

“Mbak Naura, ruang ballroom sudah siap semuanya. Dan Mbak Dilla sedang koordinasi dengan penerima tamu,” lapor Elva begitu masuk ke ruang Naura.

Naura yang sedang koordinasi dengan bagian acara menolehkan wajahnya. “Oke, nanti saya segera ke sana Mbak Elva. Terus, pantau di lobby ya kalau Pak Damar sudah datang langsung telepon saya, biar saya menyambut ke bawah,” pinta Naura seraya tersenyum tipis.

Pagi ini di perusahaan Grup Mahesa disibukkan dengan acara penyambutan calon Presiden Direktur terbaru, sesuai dengan amanat Damar—pemilik perusahaan sekaligus presiden direktur sebelumnya, jika sudah waktunya ia pensiun dan ingin memperkenalkan pewarisnya yang akan menjadi pengganti dirinya.

Naura selama bekerja di sana hanya mengetahui jika anak bosnya ada dua, yang pertama laki-laki dan selama ini tinggal di Australia karena memang ada perusahaan cabang di sana, namun Naura tidak pernah komunikasi, kenal pun juga tidak. Sedangkan satu lagi perempuan kebetulan memegang salah satu bangku Direktur di salah satu perusahaan yang dinaungi Grup Mahesa yaitu PT. Graha Sanatana.

Jadi, untuk acara penyambutan dan perkenalan hari ini, Naura dibantu team tiap divisi tampak sangat sibuk mempersiapkannya.

“Oke semuanya sudah siap ya dan mengerti, saya harap bisa diminimalisir jika ada kesalahan. Sekarang saya mau cek ruang auditorium dulu,” ujar Naura sembari beranjak dari duduknya.

“Siap Mbak Naura, kalau begitu saya juga langsung ke sana saja.” Cindy sebagai lawan bicaranya turut beranjak dari duduknya, dan bersama-sama keluar dari ruangan menuju lantai satu di mana ruang auditorium di sana.

Dengan setelan blazer kerja berwarna abu-abu tua pas body, sepatu stiletto warna hitam, rambut keriting panjangnya ia gerai dengan indahnya, serta tidak lupa dengan riasan wajahnya yang membuat wanita itu semakin cantik dan dewasa, ia melangkah anggun bagi siapa pun yang memandangnya pasti terpesona dengan Naura. Bikin para wanita iri.

Begitu lift turun ke lantai satu, Naura bergegas mengecek persiapan ruangan, lalu ia menyapa ramah satu persatu tamu VIP yang kebanyakan adalah relasi bisnis Grup Mahesa, lalu menggiringnya ke kursi yang sudah di siapkan.

“Mbak Naura, info dari Mbak Elva ... mobil Pak Damar sudah tiba di teras lobby,” ujar Dilla yang mengurus penerima tamu.

Naura langsung menolehkan wajahnya. “Oke, saya langsung ke bawah, makasih Mbak Dila ,” balas Naura, dengan gesitnya bergegas keluar dari ruang auditorium menuju lift untuk ke lobby menyambut Damar seperti kebiasaannya setiap hari.

Begitu pintu lift terbuka di lantai bawah, Naura melangkah cepat namun tetap anggun, pandangannya lurus ke depan untuk memastikan jika bosnya memang sudah tiba di lobby. Dan memang betul ada di lobby karena ia melihat Yusri—asisten pribadi bosnya.

“Selamat pagi, Pak Damar,” sapa Naura dengan rasa hormat.

“Pagi juga, Naura. Semuanya lancar?” tanya Damar, tersenyum ramah.

Wanita itu pun tersenyum hangat pada pria paruh baya itu, bos yang sangat baik menurut Naura. “Alhamdulillah berjalan lancar, beberapa tamu juga sudah datang Pak Damar. Mungkin Pak Damar mau langsung ke ruang auditorium atau mungkin ke ruangan terlebih dahulu sebelum acara di mulai?” tanya Naura sangat berhati-hati.

Damar menyentuh bahu Naura dengan lembutnya. “Saya memang tidak salah memberi tanggung jawab padamu, kamu sekretaris yang bisa saya andalkan dan semoga kelak kamu bisa mengimbangi anak saya jika nanti sudah serah terima jabatan,” puji Damar, jujur dari dalam hatinya.

Lagi, Naura mengulum senyum tipisnya menerima pujian tersebut, tetapi tidak membuat ia langsung hanyut dan terbuai. “Saya siap bekerja semaksimal mungkin dengan siapa pun Pak Damar pemimpinnya,” balas Naura tampak meyakinkan.

Damar mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya ke teras mobil. “Kita tunggu anak saya dulu Naura, biar bisa sama-sama ke ruang auditorium,” pinta Damar.

“Baik, Pak Damar,” jawab Naura sembari ikutan memandang ke arah teras lobby. Dan, beberapa menit kemudian tiba mobil mewah di sana, dan salah satu security membukakan pintu bagian tengah, lantas keluarlah sosok laki-laki dengan setelan jas kerjanya berwarna abu-abu serupa dengan warna blazer yang dikenakan Naura. Tatanannya rambutnya begitu klimis, wajah tegasnya ditumbuhi bulu halus di bagian rahangnya.

Sontak saja Naura tersentak, kakinya melangkah mundur saat ia menegaskan pandangannya ke arah pria itu.

“Anak saya sudah tiba, Naura,” ujar Damar memberitahukan dengan senyuman yang begitu hangat.

“A-Apa ini!” batin Naura sangat terkejut, tubuhnya mendadak lemas seketika.

Pria yang katanya anak Damar, menggandeng wanita cantik dengan penampilan berhijabnya, lalu ada sosok bocah sangat tampan berlari kecil menghampiri Damar.

“Opa ... Opa .... Noah atang nih,” teriak bocah tampan itu dengan merentangkan kedua tangan mungilnya.

“Cucu Opa jangan lari-lari dong, nanti jatuh,” ujar Damar sembari menyambut dan mengendong bocah tampan itu.

Degup jantung Naura sudah tidak bisa ia kontrol, namun harus ia lakukan saat itu juga. Apalagi pria dan wanita itu semakin mendekati Damar, jadi otomatis ia bisa melihat jelas kedua orang tersebut.

“Tidak, gak mungkin aku bertemu dengannya!” Bolehkah Naura berteriak saat ini juga? Atau setidaknya ia pergi ke kamar mandi untuk menenangkan jiwanya dengan kenyataan yang ada di hadapannya sekarang. Ah, andaikan bisa.

“Naura, perkenalkan ini anak saya, Irfan Mahesa dan ini istrinya, Sofia Wulandari. Kalau yang kecil ini adalah Noah Karahman anak mereka berdua,” ujar Damar memperkenalkan mereka bertiga.

Bersambung ....

Masya Allah tidak menyangka masih ada yang mau baca karya Mommy Ghina. Yuk temani ya biar karyanya tetap di sini, jangan ada yang diskip atau tabung bab biar retensi di sini aman ya. Makasih banyak sebelumnya. Lope-lope sekebon jeruk 🍊🤗❤️💋

Baby Noah waktu masih kecil 😍😍

Terpopuler

Comments

Puji Ustariana

Puji Ustariana

sampai penasaran liat lagi bab 1 ternyata bener nama mantannya naura irfan mahesa jgn" ini perusahaannya ortu irfan 🤔 klo benar apa naura gak curiga ya ? klo ini perusahaan mantannya

2025-03-13

1

Puji Ustariana

Puji Ustariana

irvan ney yg jadi pengganti pak damar
apakah naura gak curiga ? ato naura sudah tau tp punya maksud tersembunyi ?

2025-03-13

0

Yati Syahira

Yati Syahira

mungkin anaknya lina yg di ambil sama suami trus dibilang meninggal ya,kejam sekali maoan dot balasannya

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!