Bab 10. Permintaan Sofia

Irfan selama ini selalu merasa bersalah pada Sofia, istrinya. Akibat pertengkaran mereka di dalam mobil enam tahun yang lalu membuat Irfan kehilangan fokus saat mengendarai mobilnya, hingga terjadilah kecelakaan tunggal.

Akibat kecelakaan tersebut, Sofia  mengalami nyeri hebat di perut bawahnya dan pendarahan hebat, pada saat itulah Dokter menyarankan Sofia untuk diangkat rahimnya karena mengancam nyawanya. Sungguh ini pukulan berat buat Sofia begitu juga dengan Irfan, menyesali telah menghancurkan masa depan mereka berdua secara tidak langsung. Lebih tepatnya Irfan menghancur Sofia yang masih berusaha mengandung buah hati mereka berdua.

Pengangkatan rahim yang dilakukan oleh Sofia pun tidak diketahui oleh kedua orang tua Irfan dan Sofia demi kebaikan mereka semua. Meskipun mamanya Irfan selalu menanyakan, “Kapan Sofia hamil?”

“Kapan kalian punya anak?”

 “Kapan kami dikasih cucu? Atau Jangan-jangan Sofia mandul ya? Mending Irfan nikah lagi kalau benar Sofia mandul!”

Pertanyaan ini sungguh amat menyesakkan hati Sofia, dan karena tuntutan serta desakan kedua orang tua Irfan atas nama calon pewaris, wanita itu dengan berat hati meminta Irfan menikah lagi tanpa sepengetahuan orang tua mereka, dengan perjanjian setelah wanita itu melahirkan anaknya Irfan,  Sofia minta suaminya untuk menceraikannya.

Permintaan Sofia terdengar kejam bukan? Menguntungkan buat dirinya tapi menyakitkan bagi wanita yang melahirkan buah hati Irfan. Seakan-akan rahim wanita itu tidak ada harganya! Lebih berharga jika Sofia dan Irfan mencari ibu pengganti yang jelas ada kesepakatan bersama, dan tidak melibatkan perasaan serta tidak mempermainkan sebuah pernikahan.

Kini, lagi-lagi mamanya Irfan minta Noah memiliki adik. Dan tidak salahkan jika memintanya pada Sofia karena mamanya Irfan tahunya Noah dilahirkan dari rahim Sofia bukan wanita lain.

Usai menenangi Sofia dan saat ini wanita itu sudah tertidur Irfan memilih ke ruang kerjanya setelah membersihkan diri.

Pria itu duduk termenung di kursi kerjanya, sementara pandangannya ke layar laptop. Sesekali ia mengusap ujung matanya, sebenarnya apa yang ia lihat di layar laptopnya hingga matanya berkaca-kaca? Lalu ia menghela napas dalam-dalam, kemudian menutup layar laptop tersebut seakan sudah tak sanggup melihatnya.

“Hufh!”

***

Esok hari di kediaman Mahesa, Sofia tampak terdiam saja saat sarapan bersama dengan Irfan, seakan menunjukkan dirinya sedang mengambek pada pria itu.

Sementara Irfan yang sudah terlihat rapi dengan setelan jasnya tampak sedang menyuapi Noah makan sarapannya, dan hal ini memang rutinitas pria itu jika mau berangkat kerja, atau jika ia ada waktu. Sementara Sofia sendiri dalam mengurus Noah lebih menyerahkan pada Elin, baby sitter yang mengurus Noah sejak lahir. Wanita itu hanya ala kadarnya, dan sesungguhnya dalam hati Irfan sangat kecewa, namun ia tidak bisa memaksakan hati Sofia yang mungkin saja hingga saat ini belum bisa menerima kehadiran Noah 100% dan menyayanginya selayaknya anak yang dilahirkan sendiri.

Ya, pada kenyataan terkadang ada istri yang belum bisa menerima kenyataan jika ada anak suami dari wanita lain. Akan tetapi sampai kapankah bersikap seperti itu? Lagi pula kehadiran Noah juga atas permintaan Sofia sendiri.

Justru banyak juga pasutri yang tidak  bisa memiliki anak hingga bertahun-tahun, namun ketika mereka adopsi anak malah sangat menyayanginya melebihi kasih sayang orang tua kandungnya.

“Papi, Noah adi'kan itut ke kantol?” tanya Noah saat menerima suapan dari tangan Irfan.

“Iya jadi, Noah sama Mbak Elin ikut Papi ke kantor,” jawab Irfan.

Sofia mengernyit sembari menolehkan wajahnya. “Kenapa Noah harus diajak segala Mas, biarkan di mansion saja. Nanti dia malah mengganggu Mas kerja,” sahut Sofia tampak tidak setuju.

Irfan mendesah, lalu kembali menyuapi Noah makan. “Dia minta ikut, dan hanya sebentar saja, lagian Elin juga ikut ke kantor untuk menemaninya,” jawab Irfan merendahkan suaranya, jangan sampai ia meninggikan suaranya.

Sofia mencebik, lalu mengiring tatapan pada Noah. “Noah, dengarkan Mami lain kali jangan minta ikut Papi ke kantor! Nanti kamu malah merepotkan Papi kerja di sana!” tegas Sofia dengan sorot matanya terlihat galak.

Noah berhenti mengunyah, lalu bocah tampan itu melirik papinya. “Papi, Noah anji ndak akan epotin Papi,” ujar Noah pelan, dan kelihatan ia enggan menatap Sofia.

Irfan yang memang sangat menyayangi putranya, mengusap kepala Noah dengan lembut. “Oke, anak Papi harus pegang janjinya, jangan berbohong,” balas Irfan.

Noah pun mengangguk pelan, lalu Irfan memandang istrinya dengan tatapan kecewanya. “Sofia, jika bicara dengan Noah tidak perlu pakai emosi. Dia mengerti kalau dikasih pemahaman secara lembut,” tegur Irfan.

Sofia berdecak sembari merapikan ujung hijabnya yang super mahal harganya itu. “Iya, tahu!” jawab Sofia masih dengan ketusnya.

Irfan hanya bisa mendesah pelan lalu ia menyelesaikan sarapan  paginya setelah selesai menyuapi Noah.

“Mas Irfan, jangan lupa ya aku minta uang yang tempo hari aku bicarakan. Aku mau mulai buka usaha skincare, buka salon kecantikan dan butik muslimah sama temanku. Hari ini aku mau pergi ke lab pabriknya mau lihat sampel produk skincarenya,” ujar Sofia sembari menyelesaikan makannya.

Di Indonesia sedang menjamur usaha skincare, ada beberapa owner skincare menunjukkan keberhasilannya. Hingga muncullah berbagai brand skincare baru, lantas Sofia merasa tertantang untuk memiliki usaha tersebut, apalagi diprovokasi sama teman-temannya untuk memanfaatkan kekayaan suaminya. Ibarat kata latah, apalagi suaminya memiliki harta yang sangat banyak. Ets, tunggu dulu sepertinya Sofia lupa. Jika Grup Mahesa itu milik kedua orang tua Irfan, bukan perusahaan milik Irfan sejak awal, meskipun memang perusahaan itu diwariskan pada Irfan dan adik perempuannya.

“Berapa waktu itu kamu pinta? Aku harus cek dulu,” tanya Irfan, yang memang tidak bisa gegabah memberikan uang.

“Untuk saat ini aku butuh tiga milyar, Mas. Sebenarnya lebih, karena aku harus beli ruko buat salon dan butik muslimahku,” jawab Sofia dengan entengnya, maklumlah punya suami dari keluarga sultan.

Irfan meneguk minumnya terlebih dahulu, setelah itu baru berkata,” Aku minta kamu bikin proposal bisnis, bukan hanya sekedar meminta uang. Jika kita mau memulai berbisnis maka dari segi anggaran kamu harus memperhitungkannya. Ini bukan tanda aku pelit, aku mendukungmu jika ingin berbisnis tapi harus ada manajemen keuangannya. Jika semuanya sudah ada kasih ke aku untuk dipelajari,” pinta Irfan dengan tegasnya, lalu pria itu beranjak dari duduknya.

Sofia mengangga mendengar permintaan suaminya. Pikirnya tidak akan sesulit itu ia meminta uang, seperti saat ia minta perhiasan, barang-barang branded, atau mobil, pasti uangnya langsung masuk ke saldo blackcardnya, lalu kenapa sekarang jadi ada persyaratannya?

“Mas, kok harus bikin proposal? Apa susahnya tinggal transfer aja uangnya, masa Mas gak percaya sama aku?” rengek Sofia ikutan beranjak dari duduknya.

“Sofia, buat apa selama ini aku menguliahi kamu jika ilmu kamu tidak dipakai. Jika kamu tidak menyetujuinya, berarti tidak ada bisnis!” tegas Irfan. Jika berhadapan dengan Irfan mengenai bisnis maka ia akan menunjukkan profesionalnya meskipun sama istrinya sendiri.

Bersambung ... ✍️

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅 Nengnong3 ²²¹º

🍒⃞⃟🦅 Nengnong3 ²²¹º

ya gitu lah.. ada perempuan yg berhati peri, dgn anak anak dy pasti sayang walau itu bukan anak kandung nya, tapi ada juga perempuan yg biasa2 aja melihat anak anak.. n salah satu nya ya sofia ini..
kasian irfan, buta mata hati nya demi perempuan macam ini😏

2025-02-07

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

emang duit tinggal nyerok di empang sophia mentang2 suami tajir....kayaknya sophia tipikal org yg kurang bersyukur dan tdk menghargai org lain hanya di hadapan suami dia jaim

2025-01-10

0

LENY

LENY

TERNYATA SOFIA TIDAK SEBAIK PENAMPILANNYA DAN TDK TULUS MENYAYANGI NOAH KASIHAN KAMU NOAH. PENAMPILAN BERHIJAB TAPI KELAKUAN JAUH DARI BAIK KAMU SOFIA.

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jatuh Talak
2 Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3 Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Bab 4. Sambutan Irfan
5 Bab 5. Sikap Irfan
6 Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7 Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8 Bab 8. Curhatan Naura
9 Bab 9. Telepon Dari Irfan
10 Bab 10. Permintaan Sofia
11 Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12 Bab 12. Terjebak Di Lift
13 Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14 Bab 14. Naura Pingsan
15 Bab 15. Adiba Curiga
16 Bab 16. Kebencian Irfan
17 Bab 17. Keinginan Adiba
18 Bab 18. Amarah Irfan
19 Bab 19. Kata-kata Alma
20 Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21 Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22 Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23 Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24 Bab 24. Tukang Bohong
25 Bab 25. Menyambangi Sofia
26 Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27 Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28 Bab 28. Makan Bersama
29 Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30 Bab 30. Dasar Istri Matre
31 Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32 Bab 32. Pisah Ranjang!
33 Bab 33. Mengundurkan Diri
34 Bab 34. Perlawanan Naura
35 Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36 Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37 Bab 36. Dirumahkan!
38 Bab 37. Noah Rewel
39 Bab 38. Mulai Terkuak
40 Bab 39. Keputusan Irfan
41 Bab 40. Bukti Yang Lain
42 Bab 41. Noah Sakit
43 Bab 42. Hasil Tes DNA
44 Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45 Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46 Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47 Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48 Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49 Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50 Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51 Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52 Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53 Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54 Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55 Bab 54. Papi Mana, Mami?
56 Bab 55. Penculikan Noah
57 Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58 Bab 57. Saran Dari Sahabat
59 Bab 58. Masa Kritis Irfan
60 Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61 Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62 Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63 Bab 62. Kebangkitan Irfan
64 Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65 Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66 Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67 Bab 66. Lembaran Baru
68 Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69 Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70 Curhat Dulu
71 Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72 Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73 Bab 71. Kala Rindu Terobati
74 Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75 Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76 Bab 74. Permintaan Noah
77 Bab 75. Restu Adiba
78 Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79 Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80 Bab 78. Melamar Naura Kembali
81 Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82 Bab 80. Jawaban Naura
83 Bab 81. Pengakuan Bagas
84 Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85 Bab 83. Naura Dikeroyok
86 Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87 Bab 85. Happy Ending
88 Promo Karya Santi Suki
89 Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90 Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92 Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93 Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Jatuh Talak
2
Bab 2. Empat Tahun Kemudian
3
Bab 3. Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Bab 4. Sambutan Irfan
5
Bab 5. Sikap Irfan
6
Bab 6. Perdana Kedekatan Naura Dan Noah
7
Bab 7. Perkara Pengunduran Naura
8
Bab 8. Curhatan Naura
9
Bab 9. Telepon Dari Irfan
10
Bab 10. Permintaan Sofia
11
Bab 11. Bertemu Kembali Dengan Noah
12
Bab 12. Terjebak Di Lift
13
Bab 13. Masih Terjebak Di Lift
14
Bab 14. Naura Pingsan
15
Bab 15. Adiba Curiga
16
Bab 16. Kebencian Irfan
17
Bab 17. Keinginan Adiba
18
Bab 18. Amarah Irfan
19
Bab 19. Kata-kata Alma
20
Bab 20. Adiba Tahu Rahasia Naura
21
Bab 21. Tolong Jaga Rahasia, Bu!
22
Bab 22. Sering Dipukul Dan Dicubit
23
Bab 23. Tante Sayang Sama Noah
24
Bab 24. Tukang Bohong
25
Bab 25. Menyambangi Sofia
26
Bab 26. Mengajak Noah Bermain
27
Bab 27. Jangan Campuri Urusanku!
28
Bab 28. Makan Bersama
29
Bab 29. Ketemu Sofia Lagi
30
Bab 30. Dasar Istri Matre
31
Bab 31. Ribut Di Dalam Mobil
32
Bab 32. Pisah Ranjang!
33
Bab 33. Mengundurkan Diri
34
Bab 34. Perlawanan Naura
35
Info sejenak : Penyesalan Suami-Mengejar Cinta Istri
36
Bab 35. Api Jangan Dilawan Dengan Api
37
Bab 36. Dirumahkan!
38
Bab 37. Noah Rewel
39
Bab 38. Mulai Terkuak
40
Bab 39. Keputusan Irfan
41
Bab 40. Bukti Yang Lain
42
Bab 41. Noah Sakit
43
Bab 42. Hasil Tes DNA
44
Bab 43. Meminta Bantuan Alma
45
Bab 44. Kedatangan Adiba, Damar Dan Noah
46
Bab 45. Anakku Belum Meninggal, Bu!!
47
Bab 46. Noah Harus Bersamaku!
48
Bab 47. Rembukan Atas Permintaan Adiba
49
Bab 48. Bukan Akhir Nasib Sofia Dan Deni
50
Bab 49. Warisan Irfan Ditarik
51
Bab 50. Mengalihkan Permintaan Noah
52
Bab 51. Pertemuan Yang Tak Teduga
53
Bab 52. Luka Lama Belum Sembuh
54
Bab 53. Penyesalan Yang Terlambat
55
Bab 54. Papi Mana, Mami?
56
Bab 55. Penculikan Noah
57
Bab 56. Di Bawah Bayang Gelap
58
Bab 57. Saran Dari Sahabat
59
Bab 58. Masa Kritis Irfan
60
Bab 59. Mami, Apan Kita Lihat Papi?
61
Bab 60. Harapan di Tengah Duka
62
Bab 61. Keajaiban Di Tengah Keputusasaan
63
Bab 62. Kebangkitan Irfan
64
Bab 63. Meniti Luka, Membangun Harapan
65
Bab 64. Penyesalan Yang Tiada Akhir
66
Bab 65. Tinggal Di Mansion Mahesa
67
Bab 66. Lembaran Baru
68
Bab 67. Menjalani Takdir Baru
69
Bab 68. T a m p a ran Untuk Naura
70
Curhat Dulu
71
Bab 69. Boleh Aku Bicara, Naura?
72
Bab 70. Meluapkan Isi Hati
73
Bab 71. Kala Rindu Terobati
74
Bab 72. Aku Mencintaimu, Naura
75
Bab 73. Adakah Kesempatan Kedua?
76
Bab 74. Permintaan Noah
77
Bab 75. Restu Adiba
78
Bab 76. Pertemuan Tak Terduga di Ruang Rawat
79
Bab 77. Mulai Melangkah Maju
80
Bab 78. Melamar Naura Kembali
81
Bab 79. Kejutan Untuk Naura
82
Bab 80. Jawaban Naura
83
Bab 81. Pengakuan Bagas
84
Bab 82. Maukah Jadi Istri Mas?
85
Bab 83. Naura Dikeroyok
86
Bab 84. Hari Yang Di Nanti
87
Bab 85. Happy Ending
88
Promo Karya Santi Suki
89
Promosi: Pembalasan Istri: Aku Yang Dianggap Boneka
90
Promosi: Belenggu Pernikahan Dengan Pria Narsistik
91
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
92
Promosi: Pesona Istri Yang Haram Disentuh
93
Promosi Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!