Hancur

"Kenapa, Mas? Kau terkejut melihat kedatanganku yang tidak diundang ini?" sinis Yaya getir. Bahkan tenggorokannya rasa tercekat. Namun ia tetap berusaha tegar menghadapi para manusia yang menurutnya tidak tahu malu itu.

Yaya melirik Marissa yang sedang membenahi pakaiannya. Lipstiknya tampak berantakan. Pun rambutnya yang sedikit acak-acakan. Entah apa yang akan terjadi bila ia tidak segera datang. Ah, jangan-jangan mereka sudah sering melakukan yang lebih dari ini.

 Segala prasangka dan praduga muncul di benak Yaya. Apalagi dari cara mereka bercumbu, Yaya dapat pastikan kalau ini bukanlah yang pertama.

"Yaya, maafkan, Mas, Sayang. Mas benar-benar tidak sengaja," ucap Andrian yang mencoba mendekati Yaya. Namun Yaya justru menggeser tubuhnya saat Andrian mendekat.

"Tidak sengaja? Cih, kau pikir aku percaya?" sinis Yaya sambil mengarahkan kamera ponsel di tangannya diam-diam ke arah keduanya. Yaya memang memegang ponselnya dengan tangan posisi lurus ke bawah. Ia menggenggam ponsel itu dengan kamera ke arah depan.

"Ya, ini tidak seperti yang kau duga. Kami ... kami ... "

"Kami apa, Mbak? Kami hanya khilaf? Kami nggak sengaja? Atau kami terbawa suasana? Mbak, mbak itu perempuan, seharusnya Mbak bisa menjaga sikap. Apa Mbak sadar, sikap Mbak inilah yang mencoreng status janda. Mbak tau kalau Mas Rian itu suami aku, tapi Mbak justru main belakang dengan dia. Mbak tau, hanya wanita murahan yang mau berhubungan dengan suami orang," ucap Yaya dengan tatapan nyalang yang menghunus tajam keduanya.

"Tutup mulutmu, Yaya! Jangan bicara sembarangan tentang Icha. Dia tidak seperti yang kau katakan!" bentak Andrian membuat Yaya terperangah. Ia tak percaya kalau Andrian akan membentaknya seperti ini karena kata-katanya tadi. Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata suaminya memiliki panggilan sayang pada Marissa.

"Apa Mas katamu tadi? Icha? Dan ... kau membelanya di depan aku? Kau bahkan tega membentak ku demi membela dia? Sebegitu berharganya dia kah dibandingkan aku--- istrimu?" ucap Yaya merasa speechless.

Luka yang bahkan masih basah kini jadi bernanah. Hal ini menambah kekecewaannya pada laki-laki itu.

"Ng-nggak. Mas nggak bermaksud membelanya, Ya. Mas hanya nggak mau kamu sembarangan bicara seperti itu," kelit Andrian.

"Tutup mulutmu, Mas! Kau pikir aku bodoh? Setiap saat, setiap waktu, yang kau pedulikan hanyalah dia. Bahkan kalian pun memiliki panggilan sayang, iya? Kalau panggilan sayangnya adalah Icha, lantas kau apa?"

"Ya sudah. Tolong tenangkan dirimu! Mari kita duduk! Aku akan menjelaskan semuanya."

"Bagaimana aku bisa tenang, Mas? Jelaskan padaku bagaimana caranya aku bisa tenang sementara di depan mata kepalaku sendiri aku melihat suamiku sedang bercumbu dengan perempuan lain yang dia akui sebagai sahabatnya. Dan menjelaskan apa lagi? Apa yang ingin Mas jelaskan? Mas ingin menjelaskan kalau kalian sebenarnya sudah menjalin hubungan sejak lama! Iya? Kau benar-benar, Brengsek, Mas. Sangat brengsek!" raung Yaya tak peduli kalau suaranya itu akan terdengar sampai keluar.

"Mama, Papa," panggil Tania yang entah sudah sejak kapan berada di ruangan itu. Ia hendak berlari mendekat ke arah Andrian dan Marissa, tapi baby sitter-nya mencegahnya dengan menahan pundaknya.

"Papa? Hahaha ... Bisa Mas jelaskan, kenapa dia memanggilmu Papa? Atau jangan-jangan kalau dia sebenarnya anakmu dan perempuan itu?" sinis Yaya.

"Tania. Namanya Tania, bukan dia. Dan perempuan itu adalah Marissa. Ya, dia anakku, kenapa, hah? Kau ingin marah? Marahlah padaku, tapi jangan pada mereka karena mereka tidak bersalah," ucap Andrian dengan rahang mengeras.

"Ian," pekik Marissa sambil menggelengkan kepalanya. Yaya menatap Andrian dan Marissa bergantian. Lalu ia beralih menatap Tania yang sedang meronta ingin dilepaskan.

"Papa," panggil Tania lagi yang akhirnya berhasil melepaskan diri dari pegangan baby sitter-nya dan berlari ke arah Andrian.

"Anakmu? Bagaimana bisa?" lirih Yaya yang semakin speechless. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Tania adalah anak suaminya dan perempuan yang ia akui sebagai sahabat.

"Yaya, maafkan kami. Kami menyesal. Kami ... tidak bermaksud untuk menusuk mu dari belakang."

"Bukankah kau sudah menikah sebelumnya. Lantas bagaimana bisa anak itu anak Mas Rian? Apa kau juga berselingkuh di belakang suamimu?" Yaya tidak menanggapi kata-kata Marissa barusan. Ia jauh lebih penasaran bagaimana bisa Tania merupakan putri mereka berdua.

"Itu bukan urusanmu. Lebih baik kau pulang dulu. Kita selesaikan masalah kita di rumah," ucap Andrian yang kini sudah bisa mengontrol sedikit emosinya. Ia tidak mungkin marah-marah di depan Tania.

"Tidak. Aku tidak ingin pulang sebelum semuanya selesai dan terang benderang. Katakan padaku, apa benar kau selingkuh di belakang suamimu? Atau ... "

"Tania anak kami sebelum aku menikah. Puas? Yaya, Mbak tau kamu sakit hati dan kecewa, tapi tolong, tolong jangan bahas dulu itu di sini. Kita bisa membicarakannya baik-baik nanti."

"Yang Marissa ucapkan benar, Ya. Ayo, Mas antar kau pulang. Tidak baik pulang dengan kondisi seperti itu."

Yaya tidak peduli. Ia justru menggeleng tegas. Ia harus memastikan segalanya saat itu juga. Termasuk akhir hubungan mereka.

"Mbak, Mbak tau aku sakit hati dan kecewa, tapi kenapa? Kenapa mbak setega ini padaku? Dan kau, Mas, kenapa kau pun begitu tega padaku? Apa salah dan dosaku pada kalian? Kenapa kalian bisa berbuat sekejam ini padaku? Kenapa?" lirih Yaya dengan derai air mata yang jatuh tak tertahankan. Padahal sejak tadi ia setengah mati menahan desakan di matanya agar tidak tumpah ruah. Setengah mati ia menahannya meskipun sesak di dadanya kian menjadi-jadi. Sekuat tenaga pula iya menahan diri agar tidak terlihat lemah dan rapuh di hadapan keduanya. Namun pada akhirnya, pertahanannya runtuh jua. Kenyataan yang ia dapatkan sungguh di luar dugaan.

Baik Andrian maupun Marissa bungkam. Mereka tak tahu harus berkata apa lagi. Melihat keduanya diam, Yaya lantas kembali mengajukan pertanyaan.

"Oke, baiklah. Aku akan memberikan Mas dua pilihan. Mas tau, aku paling benci diduakan. Jadi aku berikan Mas pilihan, tinggalkan dia dan kembali padaku atau ... lepaskan aku karena aku tidak mungkin sanggup bertahan bila ada dua ratu dalam hatimu," ucap Yaya. Sebenarnya ia ingin meninggalkan laki-laki itu begitu saja, tapi memikirkan nama baik keluarganya, Yaya pun mencoba memberi pilihan. Siapa tahu kalau Andrian lebih memilih dia dan ingin mempertahankan rumah tangga mereka. Namun, jawaban dari Andrian ternyata cukup menohok relung hati terdalam Yaya.

"Tidakkah kita bisa hidup bersama, Ya? Aku yakin, hidup kita akan jauh lebih sempurna dan bahagia bila kita bisa berjalan saling berjalan berdampingan?"

Yaya menggeleng tegas. "Nggak, Mas. Aku nggak bisa. Mas harus memilih, aku atau dia. Mas hanya bisa memilih salah satu dari kami."

"Papa, kenapa Tante itu mayah-mayah?" cicit Tania. Marissa pun segera mengambil Yaya dari Andrian.

Andrian menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Beberapa detik kemudian, ia pun kembali bersuara. Namun siapa sangka, kata-kata yang Andrian ucapkan mampu mengoyak hati dan perasaannya hingga berkeping-keping.

"Maaf, Ya, aku tidak mungkin meninggalkan mereka jadi ... aku memilih mereka," putus Andrian akhirnya.

Dunia Yaya seakan runtuh. Impiannya pun seketika hancur berantakan.

"Aku ingin bertanya sekali lagi padamu, tolong jujur padaku, apa kau mencintai dia?" Yaya menunjuk pada Marissa. Entah kenapa, lidahnya rasanya kelu hendak menyebut nama Marissa.

Dengan tanpa ragu, Andrian menganggukkan kepalanya membuat Yaya rasanya dijatuhi bom atom tepat di kepalanya.

"Ya, aku ... mencintai Icha."

Tungkai Yaya sontak melemah. Ia mundur selangkah dengan wajah pias.

"Untuk apa kau menikahi ku kalau kau mencintainya?" lirih Yaya saat mengetahui fakta hubungan suaminya dengan wanita yang selama ini diakui suaminya sebagai sahabat itu.

...***...

...Happy reading 🥰🥰 🥰...

Terpopuler

Comments

Budi Paryanti

Budi Paryanti

ternyata benar kannn kalau marisa dan rian sudah melakukan perbuatan haram hingga lahir lah tania.....uhhhh pediiiih pasti perasaan yaya hancur.. jelas lah, Alloh tlah menunjukan siapa rian yg sesungguh xa untung juga mobil yaya berulah mungkin itu jalan Alloh ingin menunjjukan kebusukan rian

2024-11-25

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

untung kepergok kalau tidak selamanya akan menyalahkan Yaya,,,ayo talak Yaya sekarang tiga sekaligus biar Yaya masih tingting,,dasar laki laki luknat

2024-11-01

4

Yus Nita

Yus Nita

dasar pecundang serakah kau Andrian.
udahmundut aja yaya, gak perlu fi pertahan kan lelaki sprti itu. atur langkah susun rencana, hancur kan mereka secara elegan. buat usaha mereka bangkrut dan Andrian fi pecat dari perusahaan yg menaungi ny.

2024-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta Pernikahan
2 Malam pertama
3 Kecewa
4 Alasan kebencian
5 Di pantai
6 6
7 Pulang
8 Tempat kembali
9 Dilema
10 Layu sebelum berkembang
11 Pulang
12 Foto
13 Makan siang
14 Tercabik-cabik
15 ide
16 Mengikuti
17 Hancur
18 FWB
19 Akhirnya tahu
20 Geram
21 Djiwa in action
22 Pengadilan agama
23 Kedatangan ...
24 Curi-curi pandang
25 I-itu ...
26 Hati seorang ibu
27 Lho, kok ...
28 28
29 Dinding
30 Dia ...
31 Dapur
32 Kamar mandi
33 Tawaran tak terduga
34 Restoran
35 Pergi
36 Kehilangan
37 Di rumah sakit
38 Menyesal
39 Terbayang
40 Mall
41 Terbelalak dan menganga
42 42
43 43
44 44
45 Diusir
46 46
47 47
48 Suara familiar
49 49
50 50
51 51
52 Usaha Andrian
53 Jodohku
54 Ini ...
55 55
56 Misi
57 kerja sama
58 Berliku
59 Pingin buruan dihalalin
60 60
61 Kepergok
62 62
63 Laki-laki mokondo?
64 Terkezoet
65 Trauma
66 Kamu
67 67
68 68
69 Panic attack
70 Malu
71 Riuh
72 Teriak
73 Ambyar
74 Panas
75 75
76 Gagal lagi?
77 Sunshine, kamu ...
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 Patah
90 Ali
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109 (S2 bag. 1)
110 110 (S2 bag. 2)
111 111 (S2 bag. 3)
112 112 (S2 Bag. 4)
113 113 (S2 Bag. 5)
114 114 (S2 Bag. 6)
115 115 (S2 Bag. 7)
116 116 (S2 Bag. 8)
117 117 (S2 Bag. 9)
118 118 (S2 Bag. 10)
119 119 (S2 Bag. 11)
120 120 (S2 Bag. 12)
121 121 (S2 Bag. 13)
122 122 (S2 Bag. 14)
123 123 (S2 Bag. 15)
124 124 (S2 Bag. 16)
125 125 (S2 Bag. 17)
126 126 (S2 Bag. 18)
127 127 (S2 Bag. 19)
128 128 (S2 Bag. 20)
129 129 (S2 Bag. 21)
130 130 (S2 Bag. 22)
131 131 (S2 Bag. 23)
132 132 (S2 Bag. 24)
133 133 (S2 Bag. 25)
134 134 (S2 Bag. 26)
135 135 (S2 Bag. 27)
136 136 (S2 Bag. 28)
137 137 (S2 Bag. 29)
138 138 (S2 Bag. 30)
139 Bonchap uhuy
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Pesta Pernikahan
2
Malam pertama
3
Kecewa
4
Alasan kebencian
5
Di pantai
6
6
7
Pulang
8
Tempat kembali
9
Dilema
10
Layu sebelum berkembang
11
Pulang
12
Foto
13
Makan siang
14
Tercabik-cabik
15
ide
16
Mengikuti
17
Hancur
18
FWB
19
Akhirnya tahu
20
Geram
21
Djiwa in action
22
Pengadilan agama
23
Kedatangan ...
24
Curi-curi pandang
25
I-itu ...
26
Hati seorang ibu
27
Lho, kok ...
28
28
29
Dinding
30
Dia ...
31
Dapur
32
Kamar mandi
33
Tawaran tak terduga
34
Restoran
35
Pergi
36
Kehilangan
37
Di rumah sakit
38
Menyesal
39
Terbayang
40
Mall
41
Terbelalak dan menganga
42
42
43
43
44
44
45
Diusir
46
46
47
47
48
Suara familiar
49
49
50
50
51
51
52
Usaha Andrian
53
Jodohku
54
Ini ...
55
55
56
Misi
57
kerja sama
58
Berliku
59
Pingin buruan dihalalin
60
60
61
Kepergok
62
62
63
Laki-laki mokondo?
64
Terkezoet
65
Trauma
66
Kamu
67
67
68
68
69
Panic attack
70
Malu
71
Riuh
72
Teriak
73
Ambyar
74
Panas
75
75
76
Gagal lagi?
77
Sunshine, kamu ...
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
Patah
90
Ali
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109 (S2 bag. 1)
110
110 (S2 bag. 2)
111
111 (S2 bag. 3)
112
112 (S2 Bag. 4)
113
113 (S2 Bag. 5)
114
114 (S2 Bag. 6)
115
115 (S2 Bag. 7)
116
116 (S2 Bag. 8)
117
117 (S2 Bag. 9)
118
118 (S2 Bag. 10)
119
119 (S2 Bag. 11)
120
120 (S2 Bag. 12)
121
121 (S2 Bag. 13)
122
122 (S2 Bag. 14)
123
123 (S2 Bag. 15)
124
124 (S2 Bag. 16)
125
125 (S2 Bag. 17)
126
126 (S2 Bag. 18)
127
127 (S2 Bag. 19)
128
128 (S2 Bag. 20)
129
129 (S2 Bag. 21)
130
130 (S2 Bag. 22)
131
131 (S2 Bag. 23)
132
132 (S2 Bag. 24)
133
133 (S2 Bag. 25)
134
134 (S2 Bag. 26)
135
135 (S2 Bag. 27)
136
136 (S2 Bag. 28)
137
137 (S2 Bag. 29)
138
138 (S2 Bag. 30)
139
Bonchap uhuy

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!