Malam pertama

Setelah pesta benar-benar usai, Yaya dan Andrian pun segera naik ke lantai 3 dimana kamar yang sudah dibooking keluarga Yaya berada. Yaya amat sangat gugup. Sesekali ia melirik Andrian yang sudah resmi menjadi suaminya. Di saat bersamaan ternyata Andrian pun sedang memperhatikannya. Yaya tertunduk malu. Meskipun ia sudah mengenal dekat Andrian sejak dua tahun yang lalu, tapi mereka tidak pernah benar-benar pacaran. Mereka hanya saling mengenal. Andrian kerap mengajaknya ketemuan di luar. Mereka kerap makan, nonton, dan jalan berdua.

Namun sejak setahun yang lalu, mereka sudah tidak pernah jalan berdua lagi. Sejak kemunculan Marissa, setiap bertemu, maka Andrian pasti akan membawa Tania. Yaya tidak pernah mempermasalahkannya. Apalagi setelah tahu nasib bocah yang kini berusia 3 tahun itu sudah ditinggalkan ayahnya yang menikah lagi dengan perempuan lain. Yaya yang memang sudah iba, ikut merasakan kesedihan Tania. Oleh sebab itu, Yaya tidak mempermasalahkan kehadiran Tania di antara mereka sama sekali.

Bahkan saat Andrian melamarnya beberapa bulan yang lalu pun, gadis kecil itu turut serta bersama ibunya. Yaya yang memang sudah menaruh hati pada Andrian pun segera menerima lamaran itu. Dua tahun saling mengenal satu sama lain, baginya sudah cukup untuk menjadi alasan pernikahan mereka. Meskipun tidak pernah tercetus secara langsung kata cinta itu, namun kedekatan mereka sudah selayaknya sepasang kekasih. Maka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, bukankah merupakan sesuatu yang lebih mulia daripada sekedar pacaran.

Denting lift terdengar jelas. Mereka akhirnya sudah sampai di lantai yang dituju. Andrian pun membantu Yaya yang kesulitan melangkah karena gaunnya yang cukup panjang.

Saat masuk ke kamar, degup jantung Yaya jauh lebih kencang. Meskipun mereka sudah begitu dekat, tapi mereka tidak pernah melakukan interaksi lebih apalagi intim. Jadi wajar 'kan kalau Yaya gugup setengah mati saat ini.

"Mas mau mandi dulu apa aku duluan?" tanya Yaya lembut.

"Kamu aja dulu. Aku masih mau merokok. Mulutku masam sekali. Sudah sejak tadi belum merokok. Nggak papa 'kan?" ujar Andrian.

"Nggak papa, Mas. Kalau begitu, Yaya ke kamar mandi dulu ya."

Andrian mengangguk. Yaya pun segera menuju koper yang sudah disiapkan ibunya di kamar itu. Ia mengambil salah satu gaun tidur yang sudah dibelinya sebelumnya. Dengan tersenyum, ia mengambil gaun malam berwarna hitam berbahan satin tersebut dan membawanya ke kamar mandi. Di kamar mandi, Yaya mandi sebersih mungkin. Setelah mengenakan pakaian, pipinya memerah saat melihat penampilannya di cermin.

"Ck, kamu kok centil banget sih, Ya? Duh, gimana ya? Kok aku jadi malu sendiri?" gumam Yaya sambil mematut dirinya di depan cermin.

"Tapi kenapa harus malu? Bukankah kami sekarang sudah suami istri. Artinya apa yang ada padaku semua sudah menjadi milik Mas Rian. Semoga Mas Rian suka dengan penampilanku ini," gumamnya sambil menggigit bibir. Jantungnya bertalu-talu. Seakan ada genderang perang yang ditabuh kencang di dalam sana.

Yaya menutup tubuhnya dengan bathrobe yang tersedia di lemari kecil yang ada di dekat cermin. Setelahnya, ia keluar dan mempersilahkan suaminya mandi. Selama Andrian mandi, Yaya menyiapkan pakaian suaminya. Melihat segitiga milik Andrian, seketika membuat pipi Yaya bersemu merah. Dengan perasaan gugup luar biasa, ia mengambil salah satu segitiga yang tersimpan di dalam koper milik suaminya dan meletakkannya di atas ranjang. Tak lama kemudian, Andrian keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk putih melingkari pinggangnya. Yaya pun mengatakan kalau ia sudah menyiapkan pakaian sang suami.

"Terima kasih," ucap Andrian sambil tersenyum geli saat melihat pipi Yaya yang sudah memerah.

Andrian memakai celana pendek yang Yaya siapkan, tapi tidak dengan baju kaosnya. Dengan langkah pelan, ia mendekati Yaya yang sedang duduk di tepi ranjang dengan wajah menunduk. Rasa gugup kian menjadi-jadi. Apalagi saat posisi Andrian sudah berada di hadapannya.

"Apa lantai itu terlihat lebih menarik daripada aku?" ucap Andrian.

"Ah, ma-maksudnya?"

Degh ...

Yaya seketika salah tingkah saat Andrian menatapnya penuh arti. Ia ingin memalingkan wajahnya, tapi Andrian sudah lebih dulu menahan dagunya sehingga kini wajah mereka berhadapan.

"Kenapa? Malu?" goda Andrian membuat pipi Yaya makin memerah.

"Udah tau, nanya," jawab Yaya pelan dengan bola mata mencoba berlari ke arah lain. Andrian terkekeh mendengarnya.

"Kalau malu, gimana kita bisa melakukan malam pertama?" ucap Andrian seraya tersenyum.

"Na-namanya juga baru menikah. Jadi ... jadi wajar masih malu."

"Hm, benar juga. Bahkan dulu saat pertama aku menggenggam tanganmu pun kamu gugup sekali. Kamu tuh lucu banget tau, Ya."

"Memangnya aku badut dibilang lucu? Namanya aku baru kali itu dekat sama cowok jadi wajar 'kan gugup. Beda sama kamu yang pasti udah dekat dengan banyak perempuan. Bahkan dengan Mbak Marissa pun kalian dekat sekali. Kayak bukan sahabat aja. Kalau yang nggak kenal kalian pasti akan mengira kalian itu pasangan lho."

"Oh ya?" Yaya mengangguk. "Masih gugup?" Pertanyaan Andrian membuat Yaya ingat kembali dengan situasi saat ini. Ini merupakan malam pertama mereka. Jelas saja Yaya gugup luar biasa. Padahal tadi rasa gugupnya sempat hilang. Kini ia justru kembali gugup.

"Aku gugup lagi," ujar Yaya polos.

Andrian tergelak. "Yah, kalau gitu, kita langsung mulai aja ya? Lama kalau nunggu kamu hilang gugupnya. Kamu siap?"

Meskipun gugup luar biasa, Yaya tetap mengangguk. Lalu dengan perlahan, Andrian pun mendekatkan bibirnya dengan bibir Yaya. Awalnya hanya kecupan, tapi lambat laun kecupan itu berganti jadi lumatan. Andrian melumat bibir Yaya dengan lembut. Yaya awalnya merasa bingung bagaimana membalas lumatan Andrian, tapi Andrian dengan sabar mengajarinya. Hingga akhirnya, kini mereka pun saling beradu bibir dan lidah. Bunyi decapan mulai memenuhi kamar pengantin itu.

Andrian mencumbu Yaya sambil membimbingnya ke atas ranjang. Dibaringkannya tubuh Yaya dengan perlahan di atas sana. Tangannya pun tak tinggal diam. Ia mulai bergerilya menyentuh apa yang sudah seharusnya menjadi miliknya.

Kamar itupun semakin panas. Bahkan bathrobe Yaya sudah dilempar entah kemana. Berikut gaun malam yang Yaya pakai pun sudah tersingkap tidak karuan. Suara keduanya semakin memburu. Seiring dengan rasa panas yang kian menjalari sekujur tubuh.

Keduanya kini sudah polos tanpa busana. Momen penyatuan sudah berada di depan mata. Namun saat pusaka Andrian sudah berada di ambang pintu masuk kepunyaan Yaya, tiba-tiba ponsel Andrian berdering nyaring. Andrian yang sangat hafal dengan nada dering itupun segera beranjak tanpa melihat wajah Yaya lagi. Andrian segera mengangkat panggilan itu tanpa meminta izin pada wanita yang masih terengah di atas ranjang.

Lalu beberapa saat kemudian, Andrian pun kembali mendekat. Yaya pikir Andrian hendak melanjutkan aktivitas mereka. Namun sesuatu yang tak pernah ia duga terjadi. Andrian justru mengatakan sesuatu yang sungguh tak pernah Yaya duga.

"Ya, aku harus segera pergi. Tania tiba-tiba demam. Aku harus ke sana saat ini juga," ujar Andrian cepat sambil memungut pakaian dalamnya dan mengenakannya. Setelahnya, ia berlari menuju koper dan mengambil pakaiannya.

"Tapi Mas, ini 'kan malam pertama kita? Apa tidak ada orang lain yang bisa kau suruh ke sana?" ucap Yaya pelan.

"Kita masih punya banyak waktu, Ya. Tania sedang membutuhkan aku saat ini. Aku pergi," ucapnya tanpa memiliki perasaan Yaya sama sekali.

Yaya terperangah tidak percaya. Ia pikir malam pertamanya akan berakhir indah. Siapa sangka malam pertamanya justru akan berakhir seperti ini.

Dipandanginya pintu yang sudah tertutup. Lalu ia mengarahkan pandangannya ke tubuhnya yang sudah tidak tertutup sehelai benangpun. Jujur saja ia kecewa. Namun Yaya mencoba menabahkan hati.

"Sudahlah. Mungkin saat ini Tania lebih membutuhkan Mas Rian," ujarnya berusaha berpikir positif.

...***...

...Happy reading 🥰 🥰 🥰 ...

Terpopuler

Comments

👏zhendiel🏚️ ²²¹º

👏zhendiel🏚️ ²²¹º

baru awal lho.. tapi kok aq udah kesel ya.. pen bgt ngebejeg muka nya tuh laki😒

2024-12-01

2

Umi Maryam

Umi Maryam

aku benci dih kalau ada yg seperti marisa da andrian ,mau gimana rumah tangga kalau harus ngurusin sahabat sementara istri nya ga di hargai sampe mlm pertama pun di tinggal istri nya , pelakor terselubung.🖕🖕

2025-01-02

0

betriz mom

betriz mom

suami ga bener...ga ada perasaan sama sekali..dia lebih memilih anak yang bukan siapa siapa nya sampai meninggalkan istri dalam keadaan begitu dimalam pertama pula 😡😡😡😡

2024-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta Pernikahan
2 Malam pertama
3 Kecewa
4 Alasan kebencian
5 Di pantai
6 6
7 Pulang
8 Tempat kembali
9 Dilema
10 Layu sebelum berkembang
11 Pulang
12 Foto
13 Makan siang
14 Tercabik-cabik
15 ide
16 Mengikuti
17 Hancur
18 FWB
19 Akhirnya tahu
20 Geram
21 Djiwa in action
22 Pengadilan agama
23 Kedatangan ...
24 Curi-curi pandang
25 I-itu ...
26 Hati seorang ibu
27 Lho, kok ...
28 28
29 Dinding
30 Dia ...
31 Dapur
32 Kamar mandi
33 Tawaran tak terduga
34 Restoran
35 Pergi
36 Kehilangan
37 Di rumah sakit
38 Menyesal
39 Terbayang
40 Mall
41 Terbelalak dan menganga
42 42
43 43
44 44
45 Diusir
46 46
47 47
48 Suara familiar
49 49
50 50
51 51
52 Usaha Andrian
53 Jodohku
54 Ini ...
55 55
56 Misi
57 kerja sama
58 Berliku
59 Pingin buruan dihalalin
60 60
61 Kepergok
62 62
63 Laki-laki mokondo?
64 Terkezoet
65 Trauma
66 Kamu
67 67
68 68
69 Panic attack
70 Malu
71 Riuh
72 Teriak
73 Ambyar
74 Panas
75 75
76 Gagal lagi?
77 Sunshine, kamu ...
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 Patah
90 Ali
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109 (S2 bag. 1)
110 110 (S2 bag. 2)
111 111 (S2 bag. 3)
112 112 (S2 Bag. 4)
113 113 (S2 Bag. 5)
114 114 (S2 Bag. 6)
115 115 (S2 Bag. 7)
116 116 (S2 Bag. 8)
117 117 (S2 Bag. 9)
118 118 (S2 Bag. 10)
119 119 (S2 Bag. 11)
120 120 (S2 Bag. 12)
121 121 (S2 Bag. 13)
122 122 (S2 Bag. 14)
123 123 (S2 Bag. 15)
124 124 (S2 Bag. 16)
125 125 (S2 Bag. 17)
126 126 (S2 Bag. 18)
127 127 (S2 Bag. 19)
128 128 (S2 Bag. 20)
129 129 (S2 Bag. 21)
130 130 (S2 Bag. 22)
131 131 (S2 Bag. 23)
132 132 (S2 Bag. 24)
133 133 (S2 Bag. 25)
134 134 (S2 Bag. 26)
135 135 (S2 Bag. 27)
136 136 (S2 Bag. 28)
137 137 (S2 Bag. 29)
138 138 (S2 Bag. 30)
139 Bonchap uhuy
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Pesta Pernikahan
2
Malam pertama
3
Kecewa
4
Alasan kebencian
5
Di pantai
6
6
7
Pulang
8
Tempat kembali
9
Dilema
10
Layu sebelum berkembang
11
Pulang
12
Foto
13
Makan siang
14
Tercabik-cabik
15
ide
16
Mengikuti
17
Hancur
18
FWB
19
Akhirnya tahu
20
Geram
21
Djiwa in action
22
Pengadilan agama
23
Kedatangan ...
24
Curi-curi pandang
25
I-itu ...
26
Hati seorang ibu
27
Lho, kok ...
28
28
29
Dinding
30
Dia ...
31
Dapur
32
Kamar mandi
33
Tawaran tak terduga
34
Restoran
35
Pergi
36
Kehilangan
37
Di rumah sakit
38
Menyesal
39
Terbayang
40
Mall
41
Terbelalak dan menganga
42
42
43
43
44
44
45
Diusir
46
46
47
47
48
Suara familiar
49
49
50
50
51
51
52
Usaha Andrian
53
Jodohku
54
Ini ...
55
55
56
Misi
57
kerja sama
58
Berliku
59
Pingin buruan dihalalin
60
60
61
Kepergok
62
62
63
Laki-laki mokondo?
64
Terkezoet
65
Trauma
66
Kamu
67
67
68
68
69
Panic attack
70
Malu
71
Riuh
72
Teriak
73
Ambyar
74
Panas
75
75
76
Gagal lagi?
77
Sunshine, kamu ...
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
Patah
90
Ali
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109 (S2 bag. 1)
110
110 (S2 bag. 2)
111
111 (S2 bag. 3)
112
112 (S2 Bag. 4)
113
113 (S2 Bag. 5)
114
114 (S2 Bag. 6)
115
115 (S2 Bag. 7)
116
116 (S2 Bag. 8)
117
117 (S2 Bag. 9)
118
118 (S2 Bag. 10)
119
119 (S2 Bag. 11)
120
120 (S2 Bag. 12)
121
121 (S2 Bag. 13)
122
122 (S2 Bag. 14)
123
123 (S2 Bag. 15)
124
124 (S2 Bag. 16)
125
125 (S2 Bag. 17)
126
126 (S2 Bag. 18)
127
127 (S2 Bag. 19)
128
128 (S2 Bag. 20)
129
129 (S2 Bag. 21)
130
130 (S2 Bag. 22)
131
131 (S2 Bag. 23)
132
132 (S2 Bag. 24)
133
133 (S2 Bag. 25)
134
134 (S2 Bag. 26)
135
135 (S2 Bag. 27)
136
136 (S2 Bag. 28)
137
137 (S2 Bag. 29)
138
138 (S2 Bag. 30)
139
Bonchap uhuy

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!