FWB

Sekilas masa lalu Andrian dan Marissa.

Marissa dan Andrian memang sejak kecil berteman dekat. Namun pertemanan itu berubah menjadi sebuah hubungan yang saling menguntungkan saat mereka beranjak dewasa. Pergaulan mengubah keduanya.

Friends with benefits.

Pasti semua orang pernah mendengar kalimat ini. Dan inilah yang Andrian serta Marissa jalani.

Friends With Benefit (FWB) ini dimaknai sebagai hubungan di mana dua orang secara fisik intim satu sama lain namun tanpa ikatan asmara. Kedua orang tersebut tidak berkomitmen terhadap satu sama lain, dengan cara apa pun. Friends with benefits juga kerap dikenal dengan istilah teman tapi mesra.

FWB atau teman tapi mesra. Di mata semua orang keduanya tampak seperti teman biasa. Tapi siapa tahu apa yang sudah terjadi diantara mereka. Rumah yang bersebelahan juga semakin melancarkan segala kegiatan mereka. Yang dari awalnya hanya sekedar saling bercumbu mesra, berlanjut saling sentuh di tempat terlarang, hingga berakhir saling berbagi peluh dan kenikmatan. Mereka melakukan itu selama bertahun-tahun. Tanpa ikatan apapun.

Hingga beberapa tahun yang lalu, mereka pun akhirnya berpisah karena kedua orang tua Marissa yang bercerai. Marissa pun memilih ikut dengan ayahnya. Ia pindah lalu tiba-tiba menikah dan kembali lagi setahun yang lalu.

Nyatanya kebiasaan itu tak pernah berubah. Setelah bertemu kembali, mereka kembali menjalin hubungan tanpa kepastian. Hubungan tanpa ikatan yang jelas. Padahal sudah jelas saat itu Andrian sedang dekat dengan Yaya. Meskipun mereka tidak menjalin hubungan seperti pasangan lainnya, tapi kedekatan itu membuat Yaya menaruh harapan pada Andrian.

Hingga suatu hari Andrian mengajak Yaya berkomitmen dalam ikatan pernikahan. Yaya pun menerima.

Namun sesuatu tak terduga terjadi. Satu hari sebelum pernikahan, setelah pergulatan panas mereka di malam itu, Andrian mengatakan kalau ia mungkin tidak bisa menjalani hubungan itu lagi setelah menikah. Marissa pun marah dan kecewa. Lalu tanpa Andrian duga, Marissa mengungkapkan fakta siapa sebenarnya Tania.

"Tania adalah putri kita. Dia anakmu. Aku sedang mengandung anakmu saat menikah. Dan kenapa aku sampai dicerai, itu karena mantan suamiku akhirnya tau siapa Tania sebenarnya. Lalu setelah apa yang ku berikan padamu, setelah apa yang sudah aku lalui dan alami, termasuk melahirkan anakmu, kalau lantas ingin membuang ku begitu saja? Kau jahat, Ian. Kau tega. Kau kejam," teriak Marissa sambil beranjak dari ranjang dengan tubuh polosnya.

Andrian cukup tersentak. Ia benar-benar terkejut. Ia pun tidak menyangka kalau gadis kecil itu merupakan anaknya.

"Kau tidak sedang bercanda 'kan?"

"Aku serius, Ian. Tania anakmu. Anak kita." Marissa berjongkok. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menangis tergugu.

"Kalau Tania anakku, kenapa kau dulu tidak memberitahukannya padaku? Kenapa kau justru baru memberitahu ku sekarang? Di saat aku sudah akan menikah dengan Yaya?"

"Kau pikir apa yang bisa aku harapkan darimu? Apa kau pernah menganggap ku? Kau hanya menjadikanku pelampiasan mu. Pemuas ranjangmu. Budak seksmu. Dan saat aku akhirnya kembali berharap bisa mengatakan segalanya padaku, kau justru dekat dengan perempuan lain. Kau tau, aku masih terus melayani mu karena apa? Karena aku berharap kau mau membuka hatimu untukku. Aku ingin kau menikah denganku dan memberikan keluarga yang lengkap pada Tania. Tapi kau .. apa yang kau lakukan sungguh keterlaluan. Kau justru hendak membuang ku hanya karena dia anak seorang dokter, iya 'kan? Kau tidak perlu berkilah denganku. Aku tau, kau tidak mencintainya. Jadi apa salahnya kalau kita tetap menjalin hubungan di belakangnya. Dan akan lebih baik lagi kalau suatu hari nanti kita menikah. Kau tidak ingin 'kan Tania besar tanpa kasih sayang seorang ayah? Kau tidak ingin 'kan Tania seperti dirimu, tumbuh tanpa sosok seorang ayah? Meskipun pada akhirnya kau memiliki ayah, tapi kau tahu bukan, kasih sayang ayah kandung itu beda dengan ayah tiri. Rasanya tidaklah sama. Apa kau ingin Tania pun menjadi seperti dirimu?"

Andrian terhenyak. Ia dan kakaknya memang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah. Itu karena ayahnya memilih pergi dengan wanita lain. Saat ia remaja, barulah ibunya kembali menikah. Namun tetap saja, baginya ayah tiri berbeda dengan ayah kandung. Meskipun ayah sambungnya saat ini perhatian, tetap saja rasanya berbeda.

"Aku tidak ingin Tania mengalami apa yang aku alami."

Memikirkannya perasaan Tania, Andrian pun mengurungkan niatnya menjaga jarak dengan Marissa. Sebaliknya, ia justru berniat menikahi Marissa suatu hari nanti agar ia mengesahkan nama Tania sebagai putrinya. Tentu agar dapat mewujudkan keinginannya itu, ia harus meminta persetujuan dari Yaya terlebih dahulu.

...***...

"Maaf, Ya, sejujurnya awalnya aku memang jatuh cinta padamu. Tapi ... semua rasa itu tiba-tiba berubah saat Icha kembali. Saat itu Icha belum resmi bercerai, jadi aku tidak mungkin menikahinya. Sementara papamu selalu bertanya, kapan kita menikah. Maaf kalau kata-kataku barusan melukai hatimu. Namun ini tetap harus aku sampaikan. Maaf karena sudah membuatmu terluka dan sakit hati. Tapi kalau kau memintaku memilih, aku lebih memilih Marissa dan Tania."

Kata-kata Andrian bagai sambaran petir di sore hari yang cerah. Tubuh Yaya bergetar hebat. Disekanya kasar air mata yang sempat jatuh menetes. Ia tersenyum getir sambil menatap nanar Marissa dan Tania yang sedang berpelukan.

Ingin rasanya ia marah dan berteriak pada keduanya. Namun saat melihat wajah Tania, ia mengurungkan niat itu. Yaya sadar, Tania terlalu kecil untuk memahami apa yang terjadi pada orang dewasa di sekitarnya termasuk orang tuanya.

Yaya pun tidak ingin merusak mental Tania saat melihat mereka bertengkar dan berdebat. Dengan hati yang hancur lebur, Yaya pun segera membalikkan badannya.

"Aku tunggu pembatalan pernikahan kita. Segera," tegas Yaya tanpa mau menoleh lagi.

Andrian ingin mengejar Yaya khawatir terjadi sesuatu padanya, tapi saat mendengar panggilan Marissa dan Tania, ia mengurungkan niatnya.

Dengan langkah gontai, Yaya pun masuk ke dalam mobil. Ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Tujuannya adalah danau tempat ia biasa merenungi seorang diri.

Sesampai di sana, Yaya keluar mobil dan berdiri di depan genangan air yang tenang nan jernih. Semburat senja mulai mewarnai langit. Di bawah langit jingga kemerahan, Yaya pun berteriak sekencang mungkin. Melampiaskan segala sesak yang mencengkeram hati dan jiwanya.

"Aaaaaaaa ... "

"Kenapa kau begitu jahat padaku, Rian? Kenapa? Kau jahat. Kau tega. Kau kejam. Aku membencimu. Sangat membencimu."

Yaya berteriak mengeluarkan segala sumpah serapah yang sejak tadi memenuhi otaknya. Mengurai sesak. Berharap setelah ini segala sakit, luka, dan kecewa itu segera pergi terbawa semilir angin yang berhembus di sore itu.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰 ...

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

teriak lah biar plong sesak di dada mu yaya,,, biar tidak usah di sesalkan laki laki luknat,,, beruntung juga kamu masih segel,,,biar nanti ketemu laki laki yang setia',,,tapi bukan setiap tikungan ya,, original setia,,,ketemu dr Rafi setelah sudah jadi dr tiga tahun lagi,

2024-11-01

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

lepaskan emosimu Yaya...teriak dan menangislah sepuas mu...tapi sesudah hari ini tolong hapus air matamu...kau hanya perlu menguatkan hati mu...hapus nama Andrian dalam hidup mu...untung kau masih suci,dan pernikahan mu masih bisa di batalkan...

2024-07-22

18

⋆.˚mytha🦋

⋆.˚mytha🦋

menangis lah yaya.... percayalah laki baik² buat wanita baik² ,nah sebaliknya laki² yg gak baik kaya rian emang buat wanita yg bukan baik² juga kaya marisa..


siniiii peyuuuuuk yaya🤗🥹

2024-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta Pernikahan
2 Malam pertama
3 Kecewa
4 Alasan kebencian
5 Di pantai
6 6
7 Pulang
8 Tempat kembali
9 Dilema
10 Layu sebelum berkembang
11 Pulang
12 Foto
13 Makan siang
14 Tercabik-cabik
15 ide
16 Mengikuti
17 Hancur
18 FWB
19 Akhirnya tahu
20 Geram
21 Djiwa in action
22 Pengadilan agama
23 Kedatangan ...
24 Curi-curi pandang
25 I-itu ...
26 Hati seorang ibu
27 Lho, kok ...
28 28
29 Dinding
30 Dia ...
31 Dapur
32 Kamar mandi
33 Tawaran tak terduga
34 Restoran
35 Pergi
36 Kehilangan
37 Di rumah sakit
38 Menyesal
39 Terbayang
40 Mall
41 Terbelalak dan menganga
42 42
43 43
44 44
45 Diusir
46 46
47 47
48 Suara familiar
49 49
50 50
51 51
52 Usaha Andrian
53 Jodohku
54 Ini ...
55 55
56 Misi
57 kerja sama
58 Berliku
59 Pingin buruan dihalalin
60 60
61 Kepergok
62 62
63 Laki-laki mokondo?
64 Terkezoet
65 Trauma
66 Kamu
67 67
68 68
69 Panic attack
70 Malu
71 Riuh
72 Teriak
73 Ambyar
74 Panas
75 75
76 Gagal lagi?
77 Sunshine, kamu ...
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 Patah
90 Ali
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109 (S2 bag. 1)
110 110 (S2 bag. 2)
111 111 (S2 bag. 3)
112 112 (S2 Bag. 4)
113 113 (S2 Bag. 5)
114 114 (S2 Bag. 6)
115 115 (S2 Bag. 7)
116 116 (S2 Bag. 8)
117 117 (S2 Bag. 9)
118 118 (S2 Bag. 10)
119 119 (S2 Bag. 11)
120 120 (S2 Bag. 12)
121 121 (S2 Bag. 13)
122 122 (S2 Bag. 14)
123 123 (S2 Bag. 15)
124 124 (S2 Bag. 16)
125 125 (S2 Bag. 17)
126 126 (S2 Bag. 18)
127 127 (S2 Bag. 19)
128 128 (S2 Bag. 20)
129 129 (S2 Bag. 21)
130 130 (S2 Bag. 22)
131 131 (S2 Bag. 23)
132 132 (S2 Bag. 24)
133 133 (S2 Bag. 25)
134 134 (S2 Bag. 26)
135 135 (S2 Bag. 27)
136 136 (S2 Bag. 28)
137 137 (S2 Bag. 29)
138 138 (S2 Bag. 30)
139 Bonchap uhuy
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Pesta Pernikahan
2
Malam pertama
3
Kecewa
4
Alasan kebencian
5
Di pantai
6
6
7
Pulang
8
Tempat kembali
9
Dilema
10
Layu sebelum berkembang
11
Pulang
12
Foto
13
Makan siang
14
Tercabik-cabik
15
ide
16
Mengikuti
17
Hancur
18
FWB
19
Akhirnya tahu
20
Geram
21
Djiwa in action
22
Pengadilan agama
23
Kedatangan ...
24
Curi-curi pandang
25
I-itu ...
26
Hati seorang ibu
27
Lho, kok ...
28
28
29
Dinding
30
Dia ...
31
Dapur
32
Kamar mandi
33
Tawaran tak terduga
34
Restoran
35
Pergi
36
Kehilangan
37
Di rumah sakit
38
Menyesal
39
Terbayang
40
Mall
41
Terbelalak dan menganga
42
42
43
43
44
44
45
Diusir
46
46
47
47
48
Suara familiar
49
49
50
50
51
51
52
Usaha Andrian
53
Jodohku
54
Ini ...
55
55
56
Misi
57
kerja sama
58
Berliku
59
Pingin buruan dihalalin
60
60
61
Kepergok
62
62
63
Laki-laki mokondo?
64
Terkezoet
65
Trauma
66
Kamu
67
67
68
68
69
Panic attack
70
Malu
71
Riuh
72
Teriak
73
Ambyar
74
Panas
75
75
76
Gagal lagi?
77
Sunshine, kamu ...
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
Patah
90
Ali
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109 (S2 bag. 1)
110
110 (S2 bag. 2)
111
111 (S2 bag. 3)
112
112 (S2 Bag. 4)
113
113 (S2 Bag. 5)
114
114 (S2 Bag. 6)
115
115 (S2 Bag. 7)
116
116 (S2 Bag. 8)
117
117 (S2 Bag. 9)
118
118 (S2 Bag. 10)
119
119 (S2 Bag. 11)
120
120 (S2 Bag. 12)
121
121 (S2 Bag. 13)
122
122 (S2 Bag. 14)
123
123 (S2 Bag. 15)
124
124 (S2 Bag. 16)
125
125 (S2 Bag. 17)
126
126 (S2 Bag. 18)
127
127 (S2 Bag. 19)
128
128 (S2 Bag. 20)
129
129 (S2 Bag. 21)
130
130 (S2 Bag. 22)
131
131 (S2 Bag. 23)
132
132 (S2 Bag. 24)
133
133 (S2 Bag. 25)
134
134 (S2 Bag. 26)
135
135 (S2 Bag. 27)
136
136 (S2 Bag. 28)
137
137 (S2 Bag. 29)
138
138 (S2 Bag. 30)
139
Bonchap uhuy

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!