Tempat kembali

Tiga hari sudah berlalu, semenjak kepulangannya dari Bali seorang diri, tak ada sekalipun Andrian mencoba menghubunginya. Yaya tertawa getir sambil duduk di meja kerjanya. Ia mengetuk-ngetukkan penanya ke atas meja. Ia sungguh tak menyangka, padahal baru juga 2 Minggu menikah, tapi ia sudah nelangsa seperti ini. Kehidupan rumah tangga yang diimpi-impikannya akan diwarnai kebahagiaan justru berakhir luka dan lara.

Ingin rasanya ia menyerah, tapi apa kata orang-orang saat tahu pernikahan yang bahkan belum seumur jagung ini tiba-tiba sudah harus berakhir. Belum lagi, haruskah ia menyerah secepat ini?

"Tidak. Aku tidak boleh menyerah secepat ini. Bukankah setiap rumah tangga itu ada ujiannya masing-masing. Lagipula, seperti yang orang-orang katakan, selagi tidak berselingkuh dan melakukan kdrt, rumah tangga masih bisa dipertahankan. Aku harap selama 3 hari ini Mas Rian memikirkan segalanya dan mencoba memperbaiki rumah tangga ini. Semoga aku bisa melewati kerikil-kerikil kecil ini. Semoga semuanya bisa kembali membaik sesuai harapanku."

Begitulah seorang perempuan, terlalu banyak yang dipikirkan maupun pertimbangkan. Ia tidak bisa serta merta mengambil keputusan. Saat melihat orang lain mengalami ketidakadilan, mereka akan dengan mudah memberikan saran untuk segera mengambil tindakan, namun saat diri sendiri yang mengalami, justru ia akan berpikir seribu kali sebelum bertindak. Bagaimanapun setiap tindakan yang mereka ambil akan menimbulkan risiko dan para perempuan terlalu takut atas risiko tersebut.

Begitu pun dengan Yaya. Menyadari ayah sambungnya merupakan seorang dokter, tentu ada nama baik yang harus dijaga. Apa kata orang bila anak perempuannya yang baru saja menikah tiba-tiba berpisah? Apalagi hanya karena permasalahan yang masih bisa dibicarakan. Yaya merasa banyak berhutang budi pada sang ayah. Kehadiran Danang dalam kehidupannya dan sang ibu bagaikan pelita dalam hidupnya yang sebelumnya suram. Dalam prinsipnya, kalau tidak bisa membuat bahagia, minimal tidak membuat orang yang ia sayangi kesusahan apalagi merasa sedih.

Terkadang Yaya merasa menyesal sendiri, mengapa ia terlalu cepat memberikan jawaban dan mengambil keputusan. Mengapa ia tidak berpikir matang-matang terlebih dahulu saat mengambil keputusan untuk menikah. Yaya selama ini tidak ingin berpacaran. Ia takut apa yang terjadi pada sang ibu kembali terulang di masa sekarang pada dirinya. Oleh karena itu, ia tidak pernah berpacaran. Lalu, saat Andrian melamarnya, ia tak berpikir panjang untuk memberikan jawaban. Apalagi selama ini Andrian selalu bersikap baik dan penuh perhatian.

Namun benar kata orang, baik buruk seorang laki-laki hanya bisa terlihat setelah menikah. Seperti yang kini ia alami. Andrian memang baik, tapi kebaikannya dirasa tak wajar. Berbuat baik pun ada batasnya. Apalagi sampai mengabaikan istri sendiri.

Yaya merasa dilema.

Pusing terlalu banyak yang dipikirkan, Yaya pun memilih beranjak dan mengambil seragam khusus karyawan restoran. Seperti biasa, ia akan cosplay menjadi karyawan restoran sehingga ia bisa bergerak lebih bebas membantu pekerjaan karyawannya. Bahkan tak jarang pengunjung mengira Yaya adalah manajer restoran, sedang Alifa adalah pemiliknya sebab Alifa cenderung bergaya lebih trendy. Ia jarang mengenakan seragam khusus karyawan meskipun seragam itu berbeda dari seragam pramusaji, kasir, dan koki di sana. Bahkan Andrian pun mengira Yaya adalah manajer di sana sebab selama saling mengenal, Yaya tidak pernah menceritakan kalau ia pemilik Kampung Kita Resto itu.

Saat sedang menggantikan kasir yang tiba-tiba sakit perut, seseorang mendekat dan memanggil namanya. Yaya sontak saja terkejut saat mendengar suara orang tersebut.

"Papa," kaget Yaya pun sang ayah yang juga benar-benar terkejut.

...***...

Kini Yaya dan Danang sudah berada di ruang kerja Yaya. Yaya meminta seseorang untuk membawakan sang ayah kopi sekaligus cemilan.

"Papa nggak makan nasi?" tanya Yaya.

"Nggak usah. Sebenarnya Papa masih kenyang. Nggak tau tadi pas lewat dekat sini, Papa tiba-tiba aja membelokkan mobil kemari. Sepertinya Papa udah ada firasat kalau anak Papa yang cantik ada di sini," ujar Danang seraya tersenyum kecil.

"Udah kayak cenayang aja si Papa." Yaya terkekeh kecil.

"Kok kamu pulang nggak kasi kabar lagi sih? Bukannya seharusnya lusa ya kalian pulang?" tanya Danang heran saat mendapati Yaya sudah pulang bahkan sudah kembali bekerja di salah satu restorannya.

Yaya kikuk sendiri. Dengan hati-hati ia pun menjawab.

"Ah, itu ... Mas Rian ada pekerjaan mendadak hari ini, Pa. Jadi tadi pagi-pagi sekali kita sudah pulang," kilah Yaya yang tidak mungkin berkata jujur. Ia tidak mau permasalahan rumah tangganya justru membuat pikiran sang ayah terbebani. Ia yakin, bila kedua orang tuanya mengetahui apa yang sudah ia alami, mereka pasti akan sangat sedih sekali.

Mata Danang memicing. "Benar?"

"Iya, Pa. Beneran kok. Kok Papa nggak percaya sama Yaya sih?" Yaya memasang jurus andalannya, apalagi kalau bukan berpura-pura merajuk.

Danang tergelak. "Iya, iya. Papa percaya kok. Papa yakin, Rian bisa membahagiakanmu. Tapi ingat ini, bila suatu hari kamu merasa tidak bahagia, ada kami, kedua orang tuamu tempat kamu kembali." Danang berucap dengan penuh emosional. Entah mengapa, ia tiba-tiba emosional seperti ini. Hatinya tiba-tiba merasa tidak nyaman. Apalagi saat melihat sorot mata Yaya yang tidak secerah biasanya.

Yaya mengangguk. Ia tersenyum. Senyum getir.

...***...

...Happy reading 🥰🥰🥰 ...

Terpopuler

Comments

Mariani Sri

Mariani Sri

karma nya Danang kenak ke anak sambung nya kasian Yaya Thor 😭😭😭

2024-11-01

1

Murniyati

Murniyati

mertua matre nih klo tau yaya warisannya byk

2024-12-04

1

Maryami

Maryami

ya Allah thor😭😭😭😭😭😭

2025-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta Pernikahan
2 Malam pertama
3 Kecewa
4 Alasan kebencian
5 Di pantai
6 6
7 Pulang
8 Tempat kembali
9 Dilema
10 Layu sebelum berkembang
11 Pulang
12 Foto
13 Makan siang
14 Tercabik-cabik
15 ide
16 Mengikuti
17 Hancur
18 FWB
19 Akhirnya tahu
20 Geram
21 Djiwa in action
22 Pengadilan agama
23 Kedatangan ...
24 Curi-curi pandang
25 I-itu ...
26 Hati seorang ibu
27 Lho, kok ...
28 28
29 Dinding
30 Dia ...
31 Dapur
32 Kamar mandi
33 Tawaran tak terduga
34 Restoran
35 Pergi
36 Kehilangan
37 Di rumah sakit
38 Menyesal
39 Terbayang
40 Mall
41 Terbelalak dan menganga
42 42
43 43
44 44
45 Diusir
46 46
47 47
48 Suara familiar
49 49
50 50
51 51
52 Usaha Andrian
53 Jodohku
54 Ini ...
55 55
56 Misi
57 kerja sama
58 Berliku
59 Pingin buruan dihalalin
60 60
61 Kepergok
62 62
63 Laki-laki mokondo?
64 Terkezoet
65 Trauma
66 Kamu
67 67
68 68
69 Panic attack
70 Malu
71 Riuh
72 Teriak
73 Ambyar
74 Panas
75 75
76 Gagal lagi?
77 Sunshine, kamu ...
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 Patah
90 Ali
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109 (S2 bag. 1)
110 110 (S2 bag. 2)
111 111 (S2 bag. 3)
112 112 (S2 Bag. 4)
113 113 (S2 Bag. 5)
114 114 (S2 Bag. 6)
115 115 (S2 Bag. 7)
116 116 (S2 Bag. 8)
117 117 (S2 Bag. 9)
118 118 (S2 Bag. 10)
119 119 (S2 Bag. 11)
120 120 (S2 Bag. 12)
121 121 (S2 Bag. 13)
122 122 (S2 Bag. 14)
123 123 (S2 Bag. 15)
124 124 (S2 Bag. 16)
125 125 (S2 Bag. 17)
126 126 (S2 Bag. 18)
127 127 (S2 Bag. 19)
128 128 (S2 Bag. 20)
129 129 (S2 Bag. 21)
130 130 (S2 Bag. 22)
131 131 (S2 Bag. 23)
132 132 (S2 Bag. 24)
133 133 (S2 Bag. 25)
134 134 (S2 Bag. 26)
135 135 (S2 Bag. 27)
136 136 (S2 Bag. 28)
137 137 (S2 Bag. 29)
138 138 (S2 Bag. 30)
139 Bonchap uhuy
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Pesta Pernikahan
2
Malam pertama
3
Kecewa
4
Alasan kebencian
5
Di pantai
6
6
7
Pulang
8
Tempat kembali
9
Dilema
10
Layu sebelum berkembang
11
Pulang
12
Foto
13
Makan siang
14
Tercabik-cabik
15
ide
16
Mengikuti
17
Hancur
18
FWB
19
Akhirnya tahu
20
Geram
21
Djiwa in action
22
Pengadilan agama
23
Kedatangan ...
24
Curi-curi pandang
25
I-itu ...
26
Hati seorang ibu
27
Lho, kok ...
28
28
29
Dinding
30
Dia ...
31
Dapur
32
Kamar mandi
33
Tawaran tak terduga
34
Restoran
35
Pergi
36
Kehilangan
37
Di rumah sakit
38
Menyesal
39
Terbayang
40
Mall
41
Terbelalak dan menganga
42
42
43
43
44
44
45
Diusir
46
46
47
47
48
Suara familiar
49
49
50
50
51
51
52
Usaha Andrian
53
Jodohku
54
Ini ...
55
55
56
Misi
57
kerja sama
58
Berliku
59
Pingin buruan dihalalin
60
60
61
Kepergok
62
62
63
Laki-laki mokondo?
64
Terkezoet
65
Trauma
66
Kamu
67
67
68
68
69
Panic attack
70
Malu
71
Riuh
72
Teriak
73
Ambyar
74
Panas
75
75
76
Gagal lagi?
77
Sunshine, kamu ...
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
Patah
90
Ali
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109 (S2 bag. 1)
110
110 (S2 bag. 2)
111
111 (S2 bag. 3)
112
112 (S2 Bag. 4)
113
113 (S2 Bag. 5)
114
114 (S2 Bag. 6)
115
115 (S2 Bag. 7)
116
116 (S2 Bag. 8)
117
117 (S2 Bag. 9)
118
118 (S2 Bag. 10)
119
119 (S2 Bag. 11)
120
120 (S2 Bag. 12)
121
121 (S2 Bag. 13)
122
122 (S2 Bag. 14)
123
123 (S2 Bag. 15)
124
124 (S2 Bag. 16)
125
125 (S2 Bag. 17)
126
126 (S2 Bag. 18)
127
127 (S2 Bag. 19)
128
128 (S2 Bag. 20)
129
129 (S2 Bag. 21)
130
130 (S2 Bag. 22)
131
131 (S2 Bag. 23)
132
132 (S2 Bag. 24)
133
133 (S2 Bag. 25)
134
134 (S2 Bag. 26)
135
135 (S2 Bag. 27)
136
136 (S2 Bag. 28)
137
137 (S2 Bag. 29)
138
138 (S2 Bag. 30)
139
Bonchap uhuy

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!