Bab 19 Penolong

Vira menatap Ara. Lalu berdiri dari tempat duduknya. Yang diikuti Aca dan Ara Dan Vira lalu berbisik di telinga Ara.

" Sepertinya dia tersinggung dengar kita bercanda. Jadi dia menampakan diri,"kata Vira berjalan lebih dulu ke lorong kampus.

" Hua . . ayo ca," kata Ara bergegas menyusul Vira. Dan cepat cepat ketiga meninggalkan taman itu.

" Untung gue, ngak bisa lihat tuh hantu," kata Ara

" Apa loe pernah lihat hantu ra?" kata Aca Melangkah di samping kedua temannya itu

" Bukan lihat lagi ca, malah kita di kejar kejar sama tuh hantu. Tapi gue lihat kadang kadang pas lagi ngak mood. Beda sama Vira yang bisa bicara. Karna dia sudah punya ilmu dewa pengusir hantu,"' kata Ara.

" Apa iya Vir?" kata Aca tak percaya.

" Ih apaan sih ra, bukan begitu ca. Itu hanya kebetulan saja. Tapi tidak semua hantu bisa di ajak bicara. Mungkin karna darurat saja Lagi pula alam kita berbeda. Dan kebetulan ada yang nyasar ke alam kita. Sejatinya hantu itu juga ngak mau di lihat sama manusia," kata Vira.

" Ya betul itu ca, Karna kadang mereka itu menyeramkan. Gue aja takut lihatnya. Dan untungnya dia ngak pernah mau bicara sama gue. Bayangkan kalo dia ada di depan gue hi... seram" kata Ara bergidik ngeri.

" Vir, apa jadi peramal juga bisa mengusir hantu,?" tanya Aca

" Ya, tapi tergantung ca. Tak tidak semua hantu mau di usir begitu saja," jawab Vira.

" Ya ca, kita juga harus bikin janji tuh sama mereka. Kita dulu pernah di sewa buat ngusir hantu. Untungnya tuh hantu baik. Mau diajak kerjasama sama kita. Kalo tidak pasti kita bakal di hantui tiap malam," kara Ara. Menceritakan pengalamannya saat mengikuti Vira.

" Benaran Vir, wah loe berbakat Vir. Pantas saja ramalan loe ngak meleset Pasti loe juga punya piaraan jin dan hantu kan Vir?" kata Aca.

" Entahlah ca, awalnya itu hanya buat kita iseng saja. Tapi saat aku sadar. Aku merasa aneh saja dengan semua penglihatan ku," kata Vira jujur.

" Pasti loe punya indra keenam dan ke tujuh Vir, makanya itu bisa buat loe meramal. Mungkin dulu mata batin loe belum terbuka Vir. Nah sekarang sudah saatnya loe mengunakannya saat loe butuh," kata Ara

" Ya benar tuh Vir, tidak semua orang bisa dan punya bakat seperti itu Vir. Apalagi meramal masa depan. Tapi apa loe bisa meramal nasib loe sendiri ?" tanya Aca

" Tidak ca, seorang peramal hanya bisa melihat kehidupan orang lain. Bukan dirinya sendiri. Namun kadang ada firasat yang bisa menuntunnya. Untuk bisa menjaga dirinya sendiri. Itu yang di sebut Guardian Angel," jelas Vira

" Ya betul itu namanya Malaikat penjaga," kata Ara.

" Ho oh, berarti sama kaya khodam ya" kata Aca.

" Yoi itu bisa jadi," sahut Ara.

" Huh...seru juga. Wah itu bisa jadi pengalaman kita ra. Kita bisa cerita ke youtube Buat bikin konten, kan menarik," kata Aca punya inisiatif.

" Loe aja ca, kita sibuk meramal. Jadi ngak enak kalo semua pada tahu. Malah nanti kita bisa di fitnah anak anak. Kalo kita ini jadi dukun santet," kata Ara pelan.

" Hehehe...iya juga. Ya sudah nikmati lah. Gue ngak ikutan," kata Aca terkekeh.

" Ck....gaya loe ca, awas saja kalo loe buka kartu gue sama Vira. Kalo gue mati di keroyok massa. Seumur hidup gue bakal ngejar loe, " kata Ara

" Hi....ogah , tuh Vira aja ," tunjuk Aca.

" Dih gue sih ngak takut hantu ca, apalagi kalo hantunya ganteng ," kata Vira terkekeh

" Hi.....amit amit loe Vir, emang ada hantu ganteng," kata Aca.

" Adalah pangeran jin juga ada ca, seperti di film film itu. Ada cerita vampir ganteng Biar dia seram kalo digigit sana tuh vampir. Enak enak sedap rasanya ," kata Ara ngakak

" Aish pikiran loe ra, parah nih anak," kata Aca manyun

" Hahaha....biasa aja ca, dia maniak nonton drakor. Jadi di otaknya hanya ada opa opa macho ," kata Vira ikut tertawa. Karna ulah lelucon Ara.

" Hei ca, gue cuma bercanda. Biar ngak tegang ngomongin tuh hantu. Lagian kok bisa, siang siang gini tuh hantu ngintip kita bertiga. Apa jangan jangan dia naksir salah satu dari kita. Hi......" kata Ara asal.

" Hush...sudah ayo masuk. Ngak usah di bahas lagi," kata Vira Saat mereka sudah memasuki kelas.

**************

Disisi lain seorang pria duduk diam di kursi kebesarannya. Tak lama seorang pria masuk keruangannya. Dan cepat cepat menutup pintu.

" Kau sudah mengawasinya?"kata pria itu

" Sudah tuan muda, tuan muda benar dia tinggal di dekat pasar. Dan sementara ini dia masih aman," kata pria itu melapor.

" Baguslah, awasi terus. Aku takut orang orang Kevin akan mencarinya. Bila tahu ia sudah muncul di jakarta," Kata pria itu membuang nafas kasarnya

" Lalu apa rencana tuan muda?" tanya si pelapor.

" Aku harus bergerak cepat. Kalo tidak dia akan dalam bahaya. Yang aku takutkan dia belum tahu penyebab kematian orang tua nya.," kata pria itu. Sambil mengetuk getuk meja dengan jarinya.

" Ya tuan, tapi apa dia tahu tentang warisan itu?," kata si pelapor menatap tuan mudanya itu.

" Cepat atau lambat dia akan tahu. Dan dia akan jadi incaran lawan bisnis papinya," kata pria itu. Karna keuntungan saham milik Irwan Salim cukup besar.

" Itu pasti tuan, siapa yang mau menolak keuntungan 2 milyar perbulan. Tanpa nona bekerja pun. Ia sudah bisa duduk manis. Apalagi semua sahamnya sangat menguntungkan siapa saja.," kata si pelapor

" Itulah yang aku khawatirkan selama ini. Kehadiran nya pasti akan mengusik orang orang yang sudah nyaman menikmati hasil uang warisan itu. Dan mereka pasti akan ketakutan. Bila dia datang untuk mengambilnya."

" Ya tuan muda benar. Mereka yang berkepentingan pasti akan mengincar nya," kata si pelapor terdiam. Karna ini akan jadi perebutan saham di dalam perusahaan.

" Ya sudah, kau awasi dia. Karna aku masih ada pekerjaan lain," kata pria itu

" Baik tuan," kata si pelapor membungkuk memberi hormat. Lalu kembali keluar dari ruangan itu

" Huh...apa dia sudah tahu? Atau dia tidak tahu sama sekali," pikir pria itu. Sambil menatap berkas berkasnya. Khawatir itu akan jadi masalah kedepannya.

**************

Malam nya Vira dan Ara bekerja seperti biasanya. Tapi malam ini sedikit sepi. Karna hujan turun lebat saat selepas magrib. Membuat semua wahana permainan sepi pengujung malam ini.

" Vir, cuma 520 ribu ," kata Ara. Memperlihatkan kotak uang hasil meramal mereka hari ini.

" Ngak apa apa, yang penting ada masukan. Kita tidak bisa memaksa keadaan. Gimana nyokap loe sudah pulang dari rumah sakit?" Vira menatap Ara.

" Beliau sudah baik kan, tadi barusan telp gue. Nanti pas pulang. Gue antar loe dulu baru pulang ke rumah. Gue mau nebus obat ibu Vir," kata Ara

" Ya, loe hati hati di jalan," kata Vira menatap ke luar jendela

" Ya sudah ra, kayanya ngak bakalan ada pengujung lagi. Dari pada kemalaman kita pulang yuk," kata Vira.

" Ya sudah, ambil mantelnya di belakang. Ayo kita pulang sekarang" kata Ara. Yang juga teringat obat sang ibu.

Keduanya pulang ke kontrakan Vira. Dan setelah mengantar Vira. Ara pulang ke rumahnya. Sebelum hujan deras turun lagi.

Sedangkan Vira setelah di rumah ia cepat cepat berganti pakaian tidur. Namun tiba tiba...

" Astaga aku lupa beli kuota," batin Vira mengambil payung untuk pergi ke warung terdekat. Yang membuat Vira berjalan ke jalan raya untuk mencari counter yang masih buka

Namun saat ingin berjalan ke arah counter dua orang pria menghadang Vira.

" Hai cantik, dari mana ? Ayo ikut kami "kata seorang preman menarik tangan Vira. Yang dengan cepat di hempaskan Vira dan Vira cepat berlari

" Hei jangan lari," kata kedua pria itu mengejar Vira

" Aish sialan aku salah jalan" kata Vira berlari lebih cepat

Namun tiba tiba...

Mpt.....diam jangan berisik ," kata seseorang menarik Vira ke balik drum. Yang membuat kedua pria itu melewatinya.

" Siapa kau !!" kata Vira Menatap pria bermasker itu.

Pug. . Pug....Vira pun langsung pingsan. Pria itu langsung cepat menggendongnya ke dalam mobil. Lalu pergi dari tempat itu.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

aduh masalah.

2024-09-15

1

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Ya ampun Vira, takut + ceroboh jadi di pukul pingsan
moga bukan penjahat

2024-07-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!