Vira menatap Ara. Lalu berdiri dari tempat duduknya. Yang diikuti Aca dan Ara Dan Vira lalu berbisik di telinga Ara.
" Sepertinya dia tersinggung dengar kita bercanda. Jadi dia menampakan diri,"kata Vira berjalan lebih dulu ke lorong kampus.
" Hua . . ayo ca," kata Ara bergegas menyusul Vira. Dan cepat cepat ketiga meninggalkan taman itu.
" Untung gue, ngak bisa lihat tuh hantu," kata Ara
" Apa loe pernah lihat hantu ra?" kata Aca Melangkah di samping kedua temannya itu
" Bukan lihat lagi ca, malah kita di kejar kejar sama tuh hantu. Tapi gue lihat kadang kadang pas lagi ngak mood. Beda sama Vira yang bisa bicara. Karna dia sudah punya ilmu dewa pengusir hantu,"' kata Ara.
" Apa iya Vir?" kata Aca tak percaya.
" Ih apaan sih ra, bukan begitu ca. Itu hanya kebetulan saja. Tapi tidak semua hantu bisa di ajak bicara. Mungkin karna darurat saja Lagi pula alam kita berbeda. Dan kebetulan ada yang nyasar ke alam kita. Sejatinya hantu itu juga ngak mau di lihat sama manusia," kata Vira.
" Ya betul itu ca, Karna kadang mereka itu menyeramkan. Gue aja takut lihatnya. Dan untungnya dia ngak pernah mau bicara sama gue. Bayangkan kalo dia ada di depan gue hi... seram" kata Ara bergidik ngeri.
" Vir, apa jadi peramal juga bisa mengusir hantu,?" tanya Aca
" Ya, tapi tergantung ca. Tak tidak semua hantu mau di usir begitu saja," jawab Vira.
" Ya ca, kita juga harus bikin janji tuh sama mereka. Kita dulu pernah di sewa buat ngusir hantu. Untungnya tuh hantu baik. Mau diajak kerjasama sama kita. Kalo tidak pasti kita bakal di hantui tiap malam," kara Ara. Menceritakan pengalamannya saat mengikuti Vira.
" Benaran Vir, wah loe berbakat Vir. Pantas saja ramalan loe ngak meleset Pasti loe juga punya piaraan jin dan hantu kan Vir?" kata Aca.
" Entahlah ca, awalnya itu hanya buat kita iseng saja. Tapi saat aku sadar. Aku merasa aneh saja dengan semua penglihatan ku," kata Vira jujur.
" Pasti loe punya indra keenam dan ke tujuh Vir, makanya itu bisa buat loe meramal. Mungkin dulu mata batin loe belum terbuka Vir. Nah sekarang sudah saatnya loe mengunakannya saat loe butuh," kata Ara
" Ya benar tuh Vir, tidak semua orang bisa dan punya bakat seperti itu Vir. Apalagi meramal masa depan. Tapi apa loe bisa meramal nasib loe sendiri ?" tanya Aca
" Tidak ca, seorang peramal hanya bisa melihat kehidupan orang lain. Bukan dirinya sendiri. Namun kadang ada firasat yang bisa menuntunnya. Untuk bisa menjaga dirinya sendiri. Itu yang di sebut Guardian Angel," jelas Vira
" Ya betul itu namanya Malaikat penjaga," kata Ara.
" Ho oh, berarti sama kaya khodam ya" kata Aca.
" Yoi itu bisa jadi," sahut Ara.
" Huh...seru juga. Wah itu bisa jadi pengalaman kita ra. Kita bisa cerita ke youtube Buat bikin konten, kan menarik," kata Aca punya inisiatif.
" Loe aja ca, kita sibuk meramal. Jadi ngak enak kalo semua pada tahu. Malah nanti kita bisa di fitnah anak anak. Kalo kita ini jadi dukun santet," kata Ara pelan.
" Hehehe...iya juga. Ya sudah nikmati lah. Gue ngak ikutan," kata Aca terkekeh.
" Ck....gaya loe ca, awas saja kalo loe buka kartu gue sama Vira. Kalo gue mati di keroyok massa. Seumur hidup gue bakal ngejar loe, " kata Ara
" Hi....ogah , tuh Vira aja ," tunjuk Aca.
" Dih gue sih ngak takut hantu ca, apalagi kalo hantunya ganteng ," kata Vira terkekeh
" Hi.....amit amit loe Vir, emang ada hantu ganteng," kata Aca.
" Adalah pangeran jin juga ada ca, seperti di film film itu. Ada cerita vampir ganteng Biar dia seram kalo digigit sana tuh vampir. Enak enak sedap rasanya ," kata Ara ngakak
" Aish pikiran loe ra, parah nih anak," kata Aca manyun
" Hahaha....biasa aja ca, dia maniak nonton drakor. Jadi di otaknya hanya ada opa opa macho ," kata Vira ikut tertawa. Karna ulah lelucon Ara.
" Hei ca, gue cuma bercanda. Biar ngak tegang ngomongin tuh hantu. Lagian kok bisa, siang siang gini tuh hantu ngintip kita bertiga. Apa jangan jangan dia naksir salah satu dari kita. Hi......" kata Ara asal.
" Hush...sudah ayo masuk. Ngak usah di bahas lagi," kata Vira Saat mereka sudah memasuki kelas.
**************
Disisi lain seorang pria duduk diam di kursi kebesarannya. Tak lama seorang pria masuk keruangannya. Dan cepat cepat menutup pintu.
" Kau sudah mengawasinya?"kata pria itu
" Sudah tuan muda, tuan muda benar dia tinggal di dekat pasar. Dan sementara ini dia masih aman," kata pria itu melapor.
" Baguslah, awasi terus. Aku takut orang orang Kevin akan mencarinya. Bila tahu ia sudah muncul di jakarta," Kata pria itu membuang nafas kasarnya
" Lalu apa rencana tuan muda?" tanya si pelapor.
" Aku harus bergerak cepat. Kalo tidak dia akan dalam bahaya. Yang aku takutkan dia belum tahu penyebab kematian orang tua nya.," kata pria itu. Sambil mengetuk getuk meja dengan jarinya.
" Ya tuan, tapi apa dia tahu tentang warisan itu?," kata si pelapor menatap tuan mudanya itu.
" Cepat atau lambat dia akan tahu. Dan dia akan jadi incaran lawan bisnis papinya," kata pria itu. Karna keuntungan saham milik Irwan Salim cukup besar.
" Itu pasti tuan, siapa yang mau menolak keuntungan 2 milyar perbulan. Tanpa nona bekerja pun. Ia sudah bisa duduk manis. Apalagi semua sahamnya sangat menguntungkan siapa saja.," kata si pelapor
" Itulah yang aku khawatirkan selama ini. Kehadiran nya pasti akan mengusik orang orang yang sudah nyaman menikmati hasil uang warisan itu. Dan mereka pasti akan ketakutan. Bila dia datang untuk mengambilnya."
" Ya tuan muda benar. Mereka yang berkepentingan pasti akan mengincar nya," kata si pelapor terdiam. Karna ini akan jadi perebutan saham di dalam perusahaan.
" Ya sudah, kau awasi dia. Karna aku masih ada pekerjaan lain," kata pria itu
" Baik tuan," kata si pelapor membungkuk memberi hormat. Lalu kembali keluar dari ruangan itu
" Huh...apa dia sudah tahu? Atau dia tidak tahu sama sekali," pikir pria itu. Sambil menatap berkas berkasnya. Khawatir itu akan jadi masalah kedepannya.
**************
Malam nya Vira dan Ara bekerja seperti biasanya. Tapi malam ini sedikit sepi. Karna hujan turun lebat saat selepas magrib. Membuat semua wahana permainan sepi pengujung malam ini.
" Vir, cuma 520 ribu ," kata Ara. Memperlihatkan kotak uang hasil meramal mereka hari ini.
" Ngak apa apa, yang penting ada masukan. Kita tidak bisa memaksa keadaan. Gimana nyokap loe sudah pulang dari rumah sakit?" Vira menatap Ara.
" Beliau sudah baik kan, tadi barusan telp gue. Nanti pas pulang. Gue antar loe dulu baru pulang ke rumah. Gue mau nebus obat ibu Vir," kata Ara
" Ya, loe hati hati di jalan," kata Vira menatap ke luar jendela
" Ya sudah ra, kayanya ngak bakalan ada pengujung lagi. Dari pada kemalaman kita pulang yuk," kata Vira.
" Ya sudah, ambil mantelnya di belakang. Ayo kita pulang sekarang" kata Ara. Yang juga teringat obat sang ibu.
Keduanya pulang ke kontrakan Vira. Dan setelah mengantar Vira. Ara pulang ke rumahnya. Sebelum hujan deras turun lagi.
Sedangkan Vira setelah di rumah ia cepat cepat berganti pakaian tidur. Namun tiba tiba...
" Astaga aku lupa beli kuota," batin Vira mengambil payung untuk pergi ke warung terdekat. Yang membuat Vira berjalan ke jalan raya untuk mencari counter yang masih buka
Namun saat ingin berjalan ke arah counter dua orang pria menghadang Vira.
" Hai cantik, dari mana ? Ayo ikut kami "kata seorang preman menarik tangan Vira. Yang dengan cepat di hempaskan Vira dan Vira cepat berlari
" Hei jangan lari," kata kedua pria itu mengejar Vira
" Aish sialan aku salah jalan" kata Vira berlari lebih cepat
Namun tiba tiba...
Mpt.....diam jangan berisik ," kata seseorang menarik Vira ke balik drum. Yang membuat kedua pria itu melewatinya.
" Siapa kau !!" kata Vira Menatap pria bermasker itu.
Pug. . Pug....Vira pun langsung pingsan. Pria itu langsung cepat menggendongnya ke dalam mobil. Lalu pergi dari tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
aduh masalah.
2024-09-15
1
Marsiyah Minardi
Ya ampun Vira, takut + ceroboh jadi di pukul pingsan
moga bukan penjahat
2024-07-20
2