Ara membayar uang bakso yang mereka makan. Lalu menarik tangan Aca. Agar bisa cepat cepat meninggalkan kantin. Karna tak mau bicara pada pria itu.
" Ara...tunggu!!" panggil pria itu.
" Jangan mencari ku, kita sudah tak punya hubungan apapun," jawab Ara ketus. Pada mantan pacar semasa SMA nya itu. Yang juga kuliah di kampus yang sama.
Membuat pria itu terdiam. Dan hanya bisa menatap punggung Ara dan Aca yang berjalan melewatinya begitu saja. Lalu menjauh dan hilang di lorong kampus.
" Ah sial, dia belum memaafkan ku," guman pria itu. Lalu ia pun masuk ke dalam kantin.
**************
Pulangnya dari kampus Vira menuju rumah seseorang. Karna tadi bu Dewi menelponnya Karna ada seorang temannya yang minta di ramal oleh Vira hari ini.
" Kok lama ?" kata wanita paruh baya itu gelisah menunggu Vira
" Tenang jeng, biasa jalanan macet begini. Biasanya jadi kendala buat tuh gadis ," kata bu Dewi santai.
" Astaga, kenapa ngak di beli motor saja," kata wanita paruh baya itu. Yang masih terlihat cantik dan seksi.
" Kau saja yang belikan mobil untuknya, uang mu kan banyak jeng. Kalo ramalannya bagus. Itu akan menguntungkan mu. Lagi pula warisan mu cukup banyak. Tujuh turunan juga ngak bakal habis. Kenapa pelit cuma untuk beli mobil. Yang murah paling ngak seberapa," kata bu Dewi memancing nurani wanita itu. Karna bu Dewi saja sering di beri berlian oleh temannya itu.
" Ok ngak masalah, kalo memang dia bisa melihat masa depan ku dengan baik ke depannya nanti. Aku akan membelikannya mobil pajero sport baru untuknya.,"kata wanita itu. Yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di indonesia. Bahkan orang tuanya juga. Banyak mempunyai perusahaan. Bahkan hampir di seluruh tiap negara diluar negri.
" Baguslah, derma mu pasti akan di amin kan tuhan. Tidak seperti diri ku. Suami ku usaha nya masih dalam masa transisi," kata bu Dewi.
Tak lama seorang pelayan datang bersama Vira. Karna bu Dewi sudah meminta pelayan nya. Untuk mengantar Vira langsung keruang tengah. Bila Vira sudah datang.
" Siang tante, maaf saya terlambat. Karna tadi sedikit macet di jalan.," kata Vira
" Tidak masalah, ini kenalkan teman tante jeng Ana dia pengusaha besar di kota ini. Ayo duduk Vir, jeng ini anaknya. Mudahan saja ramalannya bisa membuat jeng puas," kata bu Dewi. Bersamaan Vira duduk di depan kedua wanita paruh baya itu.
" Baiklah, tak perlu basa basi. Aku ingin melihat masa depanku sekarang juga. Apa kau bisa melihatnya dengan jelas," kata jeng Ana menaruh tangannya.
" Baik lah, akan saya lihat dulu. Semoga nyonya beruntung hari ini," kata Vira yang mengambil kartu tarotnya. Lalu meminta wanita itu mengambilnya satu persatu. Untuk melihat nasib wanita cantik itu.
Vira pun tersenyum melihat tujuh kartu itu tersusun rapi di atas meja. Lalu menatap wanita itu dengan lekat.
" Apa keinginan nyonya tahun ini?" tanya Vira melihat lekat wanita itu.
" Aku ingin semua bisnis dan saham ku berjalan lancar dan putraku juga. Akan punya keturunan di tahun ini ," kata wanita itu berharap ramalan Vira bisa membawa kabar baik untuknya. Karna sudah tiga kali Menantunya itu keguguran.
" Saya doakan putranya nyonya bahagia dan saat ini istrinya akan segera hamil. Saya berikan jimat keberuntungan untuknya. Agar ia selamat sampai waktu ia akan melahir kan ," kata Vira. Memberikan sebuah batu giok hijau. Pada jeng Ana di depannya.
" Terimakasih, apa kau yakin ia akan hamil lagi?" kata wanita itu ingin kepastian.
" Ya nyonya. Dan itu akan membawa kemakmuran untuk keluarga nyonya," kata Vira. Sembari membuka sebuah kartu.
" Usaha nyonya akan berjalan lancar seperti harapan nyonya. Dan nyonya akan berjaya di 5 tahun kedepan," kata Vira.
" Hah ...!! Apa kau serius?" kata wanita itu kaget tak percaya.
" Ya nyonya," kata Vira yakin saat melihat kartu yang dibukanya semua penuh dengan tanda keberuntungan dobel.
" Tuh jeng, apa kataku. Dia benar benar hebat kan," kata bu Dewi tersenyum. Senang temannya itu pasti akan memberinya hadiah besar. Karna sudah membuat Vira meramal hal baik tentang temannya itu.
" Apa kau yakin anak muda?, tahun tahun ini cukup berat untuk kami," kata wanita itu menatap Vira lekat.
" Saya tidak berbohong nyonya. Mungkin ini buah kesabaran nyonya. Jadi di tahun ke depannya. Anda akan semakin berjaya, Tapi nyonya juga harus berhati hati. Karna akan banyak pesaing pesaing bisnis nyonya akan menaruh rasa iri pada nyonya. Dengan segala apa yang nyonya dapat.,"kata Vira.
" Aku sudah tahu itu, terimakasih. Lalu bagaimana kesehatan ku?" kata wanita itu lagi menelisik Vira.
" Anda akan baik baik saja, sedikit pusing akan sering menyerang anda karna terlalu stress memikirkan bisnis. Beristirahat lah untuk beberapa hari. Agar pikiran anda tenang.," kata Vira.
" Baik, ok ramalan mu cukup membuat ku puas. Aku akan memberimu hadiah nanti Jika bulan depan, tender ku berjalan lancar ," kata wanita itu.
" Terimakasih nyonya, semoga anda berlimpah rahmat dari tuhan," kata Vira tersenyum. Lalu merapikan kartunya dengan cepat Saat sekelebat pikiran buruk terlintas di pikiran Vira. Namun di tepis kan nya.
" Terimakasih ya Vir, ayo minum dulu. Apa kau masih kuliah," kata bu Dewi. Ber basa basi. Yang sudah banyak mengenalkan Vira pada teman temannya dari bu Desi.
" Ya tante," jawab Vira tersenyum.
" Baguslah, Vira ini masih kuliah jeng. Dia anak yatim piatu. Bahkan dia merantau di kota ini," kata bu Dewi memberitahu teman nya itu. Tentang siapa Vira sebenarnya.
" Oh ya, baguslah bila kau masih kuliah. Apa kau mencari uang dengan meramal?" kata wanita itu.
" Ya nyonya, hanya sebagai sampingan. Karna saya butuh makan," jawab Vira jujur.
" Baguslah, aku akan memanggil mu lagi nanti. Bila aku membutuhkan mu. Dan ini untuk mu.," kata wanita itu mengeluarkan sebuah bungkusan coklat dengan isi tebal.
" Apa ini untuk saya nyonya," kata Vira kaget Karna pastinya uang di dalamnya tidak berjumlah sedikit. Karna terlihat sangat tebal.
" Ya, simpanlah !! karna aku senang dengan ramalan mu. Dan aku juga berharap itu akan menjadi kenyataan. Jika itu nyata, kau akan dapat bonus dari ku. Jika ramalan mu itu benar benar terbukti untuk beberapa bulan ke depan," kata wanita itu serius.
" Ya nyonya, terimakasih," kata Vira sembari menghela nafasnya. Karena memang Vira bisa melihat jelas. Karier wanita itu sedang berada diatas puncak.
" Ya sama sama, ayo minum !! Jangan sungkan pada bu Dewi. Dia ini sahabat ku," kata wanita itu tersenyum.
" Ya nyonya," kata Vira yang menerima bungkusan itu dan menyimpannya di dalam tas ranselnya. Lalu meminum minuman yang sudah tersedia di meja. Sebelum Vira datang.
Setelah itu Vira pun pamit pulang. Vira langsung mampir ke bank. Untuk menyimpan uangnya. Mumpung masih jam 2 siang. Karena pastinya uang itu, tidak aman bila Vira simpan di dalam lemari.
" Astaga, dua puluh juta ...!!, nyonya itu baik sekali," kata Vira senang. Saat Vira membuka bungkusan uang di dalam tasnya. Sambil menunggu antrian di kursi tunggu.
" Ya tuhan, apa menjadi peramal jadi jalan hidup ku. Bahkan saat aku meramal orang orang kaya, tidak sedikit yang aku dapat kan. Ini seperti air bah yang datang begitu saja," kata Vira bicara dalam hati. Karna sepertinya nya nasib nya cukup beruntung akhir akhir ini. Apalagi rezekinya lancar tanpa berhenti. Ketika Vira sudah mulai bekerja menjadi peramal.
" No antrian 130 ," kata suara teller memangil. Membuat Vira beranjak dari kursinya. Menuju teller untuk menyerahkan uangnya. Untuk Vira simpan di tabungan. Agar saat butuh saja ia mengambilnya lewat ATM.
" Vira...." bisik sebuah suara di dekat telinga Vira. Mengangetkan Vira, saat teller bank sedang menghitung uangnya.
" Siapa ?" kata Vira menoleh. Namun tak ada seorang pun ada di belakangnya.
" Ada apa?" kata mba teller mengira Vira bicara padanya.
" Ah bukan apa apa mba," kata Vira lalu diam. Mengamati di sekelilingnya. Namun dari sudut ruangan terlihat ada sosok bayangan hitam. sedang mengawasi Vira Membuat Vira cepat cepat melihat arah lain. Karna ada rasa takut di hatinya
" Siapa dia? apa dia mengenaliku?" batin Vira merasa seperti di ikuti hantu.
*** Maaf kemaren tidak update, sekarang author tambah. Karna kemaren ada zoom meeting dari kantor. Yang buat author ngak bisa menulis. Terimakasih masih setia menunggu.***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
ngak apa2 rezeki jgn ditolak.
2024-09-15
1
neng ade
tak apa2 Vit jika dngn meramal bisa mendapatkan penghasilan utk menyambung hidup mu dan biaya kuliah mu yang terpenting tak menyalahi aturan
2024-07-18
1
Nita Anita
lanjut Thor
2024-07-16
1