Bab 3. Merasa Aneh

Sedangkan pria itu hanya tersenyum tipis. Tak lama Vira pun bergegas turun. Saat bis berhenti tak jauh dari halte kampusnya.

" Aneh ....kenapa dia bisa tahu. Kalo aku bisa melihat hantu," kata Vira. Saat sudah turun dari bis

" Tapi....astaga .. apa aku benaran bisa melihat hantu. Hi.... kok bisa," kata Vira bingung. Sambil melangkah masuk ke area kampus. Bertanya tanya ada apa dengan dirinya. Membuat dirinya merasa aneh sendiri Saat ia juga bisa meramal orang.

*************

Setelah kejadian beberapa hari lalu. Vira mulai meramal orang. Vira juga mulai di tanyakan. Teman teman wanita yang pernah di ramalnya tempo hari. Sehingga Vira menjadi seperti seorang peramal benaran .

Padahal saat itu ia hanya iseng. Namun penglihatannya. Seperti menuntun nya kearah itu. Membuat Vira terpaksa, belajar mengasah kemampuannya.

" Vira, gila loe ya. Gara gara ramalan mu itu si Aca mutusin pacarnya," kata Ara.

" Hah....lalu...?" kata Vira

" Ya begitulah, dia jadi galau beberapa hari ini. Karna cowoknya itu, benaran ketahuan selingkuh Vir. Parahnya lagi si Aca memergoki mereka di hotel ," cerita Ara.

" Astaga...loe benaran. Padahal aku cuma iseng pada kalian berdua saja ra," kata Vira tak percaya dengan cerita Ara.

" Apa loe sadar, mungkin loe itu, punya kemampuan meramal Vir. Atau loe punya kelebihan. Apa loe pernah belajar membaca kartu tarot," kata Ara serius

" Entahlah ra, aku belum tahu pasti. Tapi beberapa hari ini .Banyak orang yang minta diramal. Aku sih senang senang saja . Dan lagi pula aku juga baru belajar, membaca kartu tarot," kata Vira jujur.

" Wah itu bisa buat nyari duit tuh Vir, kita bisa bikin iklan untuk loe Biar jadi seorang peramal," kata Ara terkekeh.

" Emang loe mau?" kata Vira.

" Ya tak masalah. Asal ngak ketahuan. Kita bisa bekerja di pasar malam. Karna di sana biasanya banyak orang yang akan minta di ramal," kata Ara

" Ide bagus, boleh ayo kerja cari duit," kata Vira yang tertarik pada tawaran Ara.

" Ok, siapa takut, bahkan kita bisa berpakaian ala gipsi dan beli bola kristal," kata Ara memainkan alisnya.

" Apa harus??" kata Vira merasa aneh.

" Iya lah biar makin menyakinkan. Bahwa kita ini bisa meramal. Supaya banyak pengunjung yang akan datang," kata Ara Yang punya kenalan seorang teman. Yang bekerja di pasar malam.

" Ok, mulai kapan ?" tanya Vira.

" Malam minggu besok, dan kita bisa berdandan. Agar tak di kenali anak anak kampus," kata Ara berbisik. Saat beberapa temannya masuk kelas.

" Baiklah," kata Vira yang senang bisa mendapat uang. Apalagi itu tidak sulit bagi Vira. Yang merasa aneh, jika dirinya bisa merasa meramal nasib orang.

**************

Besok paginya Vira berangkat kekampus. Seperti biasanya. Dan naik bis yang biasa melewati jalan menuju kampus. Lagi lagi Vira kembali melihat hantu itu. Saat Vira duduk di kursi. Vira pun pura pura tak melihat hantu itu. Namun tanpa Vira sadari. Tiba tiba saja hantu itu sudah duduk di sebelahnya.

" Kau...!!"

Vira pun kaget. Mendadak tangannya menjadi dingin dan gemetaran. Saat hantu itu menatap dirinya.

" Apa kau bisa melihat ku?" kata hantu itu

Vira hanya diam. Karna merasa ketakutan. Apalagi hantu itu, terlihat sangat menyeramkan. Membuat lidah Vira menjadi kelu saat itu juga.

" Tidak perlu takut. Kau pasti melihat ku dengan jelas. Aku hanya menumpang bis ini untuk pulang," jelas hantu itu lagi.

" Hem...dehem Vira. Karna tak mungkin ia bicara pada hantu itu. Bisa bisa semua orang di dalam bis akan menganggapnya dirinya gila. Bila ia bicara sendiri.

" Hi.....hi....hi.....kau tak perlu bicara.. Aku hanya ingin menyapa mu saja," kata hantu itu tertawa.

" Pergilah !! Jangan ganggu aku" kata Vira pelan.Akhirnya bisa melihat hantu itu dengan jelas.

" Hei jangan ngambek, aku tidak menganggu mu. Baiklah akan duduk tenang di sana saja, " kata hantu itu tersenyum , Sambil meringis. Dengan wajah pucat pasi.

" Hem..." dehem Vira yang tak sengaja tersentuh tangan hantu itu. Dan bayangan masa lalu hantu itu pun terlihat jelas. Saat hantu ini mati mengenaskan terbakar api.

" Apa kau membakar dirimu?" kata Vira.

" Tidak aku korban tragedi 98 Saat terjadi penjarahan besar besaran. Aku dan saudara ku sedang belanja di mall saat itu. Namun entah mengapa siang itu. Tiba tiba saja terjadi kebakaran. Mengakibatkan kami mati terbakar bersama para penjarah. Karna ada orang yang menutup pintu mall. Mereka sepertinya sengaja mengurung kami. Dan membuat kami semua mati didalam mall itu," kata hantu itu curhat .

Membuat Vira membuang nafas kasarnya Karna merasa miris mendengar cerita hantu itu. Vira pun menoleh pada hantu itu, sambil tersenyum. Saat akan turun dari bis.

" Dadah....hati hati," teriak hantu itu tersenyum. Dan Vira pun balas tersenyum pada hantu itu. Agar hantu itu senang Sambil memberi kode dengan tangannya.

" Vira....!!!" sapa Aca saat turun dari mobil. Ketika Vira ingin berjalan masuk halaman kampus.

" Aca....kok baru kelihatan, kenapa ngak kuliah kemaren?" tanya Vira basa basi Melihat wajah Aca sembab. Seperti habis menangis. Padahal ia sudah tahu .Apa yang terjadi pada temannya itu.

" Oh itu, aku lagi ngak enak badan," jawab Aca lalu melangkah bersama Vira di lorong kampus. Menuju kelas mereka.

**************

Sesuai perjanjian Vira dan Ara. Malam minggu keduanya pun sudah berada di pasar malam. Dan saat itu, orang orang pun mulai ramai berdatangan. Untuk minta di ramal Vira.

" Mba ayo gimana nih dengan nasib saya ," kata seorang gadis pada Vira. Saat sudah duduk didepan Vira. Membuat Ara melirik Vira yang mempersiapkan kartu tarotnya.

"' Mba nya akan dapat rezeki nomplok bulan depan. Tapi untuk dua minggu kedepan mba banyak banyak berdoa biar apa yang mba inginkan menjadi kenyataan.

Dan jangan keluar dari rumah saat malam satu suro. Karena mba ini si tulang wangi. Kata orang jawa. Mudah di dekati hantu dan dedemit. ," kata Vira

" Astaga...kenapa bisa begitu?" kata wanita itu kaget tak percaya.

" Ya karna aura mba nya menarik para mahluk halus. Dan mba juga harus prihatin berpuasa di bulan muharam ini. Agar tidak mendapat sial dan mengalami kecelakaan. Sebab mba punya banyak musuh," kata Vira lagi.

" Baik mba, saya akan berpuasa di tanggal 9, 10 saja ya.," kata gadis itu.

" Terserah mba, yang penting mba mau prihatin dulu," kata Vira.

" Lalu bagaimana dengan jodoh saja mba, apa saja akan menikah tahun ini?" tanya gadis itu

" Tidak..." jawab Vira

" Hah !! ....trus gimana, saya pasti akan malu pada semua orang. Kalo saya batal menikah. Padahal kekasih saya sudah melamar saya bulan kemaren," kata gadis kecewa Dengan wajah di tekuk. Mendengar perkataan Vira.

" Itu lebih baik, karna kekasih mba itu seorang gigolo. Apa mba mau di nikahi pria seperti itu. pake sama tante tante ," kata Vira.

" Apa .....!! " kata gadis itu kaget. Dengan wajah memerah. Sedangkan Ara melongo mendengar ramalan Vira pada pelanggan baru mereka itu.

" Jangan bercanda mba, mba pasti bohong kan?" kata gadis itu tak percaya Lalu bangkit dari tempat duduknya.

" Ya kalo ngak percaya, ya ngak apa apa kok mba. Kan mba nya sendiri yang minta ramal,"' kata Vira santai.

Membuat gadis itu terdiam. Lalu cepat cepat berdiri. Dan membayar tarif ramalan Vira dan Ara. Setelah itu ,gadis itu pun pergi keluar dari tenda peramal.

" Astaga Vir...apa itu benaran," kata Vira

" Entah lah, aku juga tidak yakin. Tapi seperti itu lah gambaran di kartu tarotnya.," kata Vira yang juga sempat kaget Dengan terawangan nya.

" Apa kau peramal Ava?" kata seorang pria masuk setelah gadis itu keluar.

" Ya pak, apa bapak mau diramal juga,?" tanya Ara menelisik pria yang terlihat modis itu.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

semangat

2024-09-15

0

neng ade

neng ade

wah .. km hebat Aba.. semoga sukses ya

2024-07-12

1

DHIwa diaryNT

DHIwa diaryNT

pas baca ini darah ku mendesir🥺..kayak ngrasain 🙈

2024-07-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!