Sedangkan pria itu hanya tersenyum tipis. Tak lama Vira pun bergegas turun. Saat bis berhenti tak jauh dari halte kampusnya.
" Aneh ....kenapa dia bisa tahu. Kalo aku bisa melihat hantu," kata Vira. Saat sudah turun dari bis
" Tapi....astaga .. apa aku benaran bisa melihat hantu. Hi.... kok bisa," kata Vira bingung. Sambil melangkah masuk ke area kampus. Bertanya tanya ada apa dengan dirinya. Membuat dirinya merasa aneh sendiri Saat ia juga bisa meramal orang.
*************
Setelah kejadian beberapa hari lalu. Vira mulai meramal orang. Vira juga mulai di tanyakan. Teman teman wanita yang pernah di ramalnya tempo hari. Sehingga Vira menjadi seperti seorang peramal benaran .
Padahal saat itu ia hanya iseng. Namun penglihatannya. Seperti menuntun nya kearah itu. Membuat Vira terpaksa, belajar mengasah kemampuannya.
" Vira, gila loe ya. Gara gara ramalan mu itu si Aca mutusin pacarnya," kata Ara.
" Hah....lalu...?" kata Vira
" Ya begitulah, dia jadi galau beberapa hari ini. Karna cowoknya itu, benaran ketahuan selingkuh Vir. Parahnya lagi si Aca memergoki mereka di hotel ," cerita Ara.
" Astaga...loe benaran. Padahal aku cuma iseng pada kalian berdua saja ra," kata Vira tak percaya dengan cerita Ara.
" Apa loe sadar, mungkin loe itu, punya kemampuan meramal Vir. Atau loe punya kelebihan. Apa loe pernah belajar membaca kartu tarot," kata Ara serius
" Entahlah ra, aku belum tahu pasti. Tapi beberapa hari ini .Banyak orang yang minta diramal. Aku sih senang senang saja . Dan lagi pula aku juga baru belajar, membaca kartu tarot," kata Vira jujur.
" Wah itu bisa buat nyari duit tuh Vir, kita bisa bikin iklan untuk loe Biar jadi seorang peramal," kata Ara terkekeh.
" Emang loe mau?" kata Vira.
" Ya tak masalah. Asal ngak ketahuan. Kita bisa bekerja di pasar malam. Karna di sana biasanya banyak orang yang akan minta di ramal," kata Ara
" Ide bagus, boleh ayo kerja cari duit," kata Vira yang tertarik pada tawaran Ara.
" Ok, siapa takut, bahkan kita bisa berpakaian ala gipsi dan beli bola kristal," kata Ara memainkan alisnya.
" Apa harus??" kata Vira merasa aneh.
" Iya lah biar makin menyakinkan. Bahwa kita ini bisa meramal. Supaya banyak pengunjung yang akan datang," kata Ara Yang punya kenalan seorang teman. Yang bekerja di pasar malam.
" Ok, mulai kapan ?" tanya Vira.
" Malam minggu besok, dan kita bisa berdandan. Agar tak di kenali anak anak kampus," kata Ara berbisik. Saat beberapa temannya masuk kelas.
" Baiklah," kata Vira yang senang bisa mendapat uang. Apalagi itu tidak sulit bagi Vira. Yang merasa aneh, jika dirinya bisa merasa meramal nasib orang.
**************
Besok paginya Vira berangkat kekampus. Seperti biasanya. Dan naik bis yang biasa melewati jalan menuju kampus. Lagi lagi Vira kembali melihat hantu itu. Saat Vira duduk di kursi. Vira pun pura pura tak melihat hantu itu. Namun tanpa Vira sadari. Tiba tiba saja hantu itu sudah duduk di sebelahnya.
" Kau...!!"
Vira pun kaget. Mendadak tangannya menjadi dingin dan gemetaran. Saat hantu itu menatap dirinya.
" Apa kau bisa melihat ku?" kata hantu itu
Vira hanya diam. Karna merasa ketakutan. Apalagi hantu itu, terlihat sangat menyeramkan. Membuat lidah Vira menjadi kelu saat itu juga.
" Tidak perlu takut. Kau pasti melihat ku dengan jelas. Aku hanya menumpang bis ini untuk pulang," jelas hantu itu lagi.
" Hem...dehem Vira. Karna tak mungkin ia bicara pada hantu itu. Bisa bisa semua orang di dalam bis akan menganggapnya dirinya gila. Bila ia bicara sendiri.
" Hi.....hi....hi.....kau tak perlu bicara.. Aku hanya ingin menyapa mu saja," kata hantu itu tertawa.
" Pergilah !! Jangan ganggu aku" kata Vira pelan.Akhirnya bisa melihat hantu itu dengan jelas.
" Hei jangan ngambek, aku tidak menganggu mu. Baiklah akan duduk tenang di sana saja, " kata hantu itu tersenyum , Sambil meringis. Dengan wajah pucat pasi.
" Hem..." dehem Vira yang tak sengaja tersentuh tangan hantu itu. Dan bayangan masa lalu hantu itu pun terlihat jelas. Saat hantu ini mati mengenaskan terbakar api.
" Apa kau membakar dirimu?" kata Vira.
" Tidak aku korban tragedi 98 Saat terjadi penjarahan besar besaran. Aku dan saudara ku sedang belanja di mall saat itu. Namun entah mengapa siang itu. Tiba tiba saja terjadi kebakaran. Mengakibatkan kami mati terbakar bersama para penjarah. Karna ada orang yang menutup pintu mall. Mereka sepertinya sengaja mengurung kami. Dan membuat kami semua mati didalam mall itu," kata hantu itu curhat .
Membuat Vira membuang nafas kasarnya Karna merasa miris mendengar cerita hantu itu. Vira pun menoleh pada hantu itu, sambil tersenyum. Saat akan turun dari bis.
" Dadah....hati hati," teriak hantu itu tersenyum. Dan Vira pun balas tersenyum pada hantu itu. Agar hantu itu senang Sambil memberi kode dengan tangannya.
" Vira....!!!" sapa Aca saat turun dari mobil. Ketika Vira ingin berjalan masuk halaman kampus.
" Aca....kok baru kelihatan, kenapa ngak kuliah kemaren?" tanya Vira basa basi Melihat wajah Aca sembab. Seperti habis menangis. Padahal ia sudah tahu .Apa yang terjadi pada temannya itu.
" Oh itu, aku lagi ngak enak badan," jawab Aca lalu melangkah bersama Vira di lorong kampus. Menuju kelas mereka.
**************
Sesuai perjanjian Vira dan Ara. Malam minggu keduanya pun sudah berada di pasar malam. Dan saat itu, orang orang pun mulai ramai berdatangan. Untuk minta di ramal Vira.
" Mba ayo gimana nih dengan nasib saya ," kata seorang gadis pada Vira. Saat sudah duduk didepan Vira. Membuat Ara melirik Vira yang mempersiapkan kartu tarotnya.
"' Mba nya akan dapat rezeki nomplok bulan depan. Tapi untuk dua minggu kedepan mba banyak banyak berdoa biar apa yang mba inginkan menjadi kenyataan.
Dan jangan keluar dari rumah saat malam satu suro. Karena mba ini si tulang wangi. Kata orang jawa. Mudah di dekati hantu dan dedemit. ," kata Vira
" Astaga...kenapa bisa begitu?" kata wanita itu kaget tak percaya.
" Ya karna aura mba nya menarik para mahluk halus. Dan mba juga harus prihatin berpuasa di bulan muharam ini. Agar tidak mendapat sial dan mengalami kecelakaan. Sebab mba punya banyak musuh," kata Vira lagi.
" Baik mba, saya akan berpuasa di tanggal 9, 10 saja ya.," kata gadis itu.
" Terserah mba, yang penting mba mau prihatin dulu," kata Vira.
" Lalu bagaimana dengan jodoh saja mba, apa saja akan menikah tahun ini?" tanya gadis itu
" Tidak..." jawab Vira
" Hah !! ....trus gimana, saya pasti akan malu pada semua orang. Kalo saya batal menikah. Padahal kekasih saya sudah melamar saya bulan kemaren," kata gadis kecewa Dengan wajah di tekuk. Mendengar perkataan Vira.
" Itu lebih baik, karna kekasih mba itu seorang gigolo. Apa mba mau di nikahi pria seperti itu. pake sama tante tante ," kata Vira.
" Apa .....!! " kata gadis itu kaget. Dengan wajah memerah. Sedangkan Ara melongo mendengar ramalan Vira pada pelanggan baru mereka itu.
" Jangan bercanda mba, mba pasti bohong kan?" kata gadis itu tak percaya Lalu bangkit dari tempat duduknya.
" Ya kalo ngak percaya, ya ngak apa apa kok mba. Kan mba nya sendiri yang minta ramal,"' kata Vira santai.
Membuat gadis itu terdiam. Lalu cepat cepat berdiri. Dan membayar tarif ramalan Vira dan Ara. Setelah itu ,gadis itu pun pergi keluar dari tenda peramal.
" Astaga Vir...apa itu benaran," kata Vira
" Entah lah, aku juga tidak yakin. Tapi seperti itu lah gambaran di kartu tarotnya.," kata Vira yang juga sempat kaget Dengan terawangan nya.
" Apa kau peramal Ava?" kata seorang pria masuk setelah gadis itu keluar.
" Ya pak, apa bapak mau diramal juga,?" tanya Ara menelisik pria yang terlihat modis itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
semangat
2024-09-15
0
neng ade
wah .. km hebat Aba.. semoga sukses ya
2024-07-12
1
DHIwa diaryNT
pas baca ini darah ku mendesir🥺..kayak ngrasain 🙈
2024-07-10
1