Bab 9 Tantangan

Pulang dari warung nasi keduanya masuk kamar. Ara menatap Vira penuh selidik. karena sedari tadi Vira hanya diam

" Ada apa Vira, loe ngak akan berniat berhenti meramal kan Vir, bagaimana kita dapat duit, kalo loe berubah pikiran?" kata Ara. Yang sudah merasa berada di zona nyaman.

" Apa kamu yakin ra, mau terus jadi asisten peramal. Ini bukan hal mudah. Kita akan berhadapan dengan hal hal mistis dan gaib.," kata Vira menatap Ara serius

" Kalo itu harus, ngak masalah. Selama kita bisa bertahan hidup, Kenapa ngak. Gue capek Vir hidup miskin. Jujur saja, banyak masalah dalam hidup gue. Tapi gue mencoba bertahan selama ini. Kasihan nyokap kalo harus menanggung beban hidup kami. Ini lebih baik dari pada gue berhutang dan menjual diri," kata Ara.

" Tapi ini syirik dalam agama loe ra!!" kata Vira mengingatkan.

" Ya aku tahu Vir, tapi ini hanya pekerjaan. Bukan percaya seutuhnya. Setelah uang kita banyak dan kita lulus kuliah. Aku janji akan berhenti," kata Ara lirih.

" Ok ....kita jalani, tapi ingat !! Jangan sampai loe melewati batas. Karna ini hanya untuk sementara. Untuk kita mencari nafkah. Dan kita tidak boleh pergi ke dukun," kata Vira.

" Hah... kenapa ?"tanya Ara heran.

" Karna kita sendiri sudah meramal orang, sama artinya kita juga dukun. Dan jangan sampai loe mencari pengecualian. Biar begini saja, apa adanya pekerjaan kita," jelas Vira menatap Ara.

" Baik," kata Ara. Yang menganggap itu sebagai tantangan hidupnya.

" Ayo tidur, besok kita pikirkan cara dan trik lain. Agar cuan kita semakin lancar," kata Vira sambil naik ketempat tidur.

Begitu juga dengan Ara. Ia pun ikut berbaring di samping Vira. Karna Ara ingin bisa merubah hidupnya. Walau selama ini mereka menyembunyikan nya dari semua orang dan teman temanya. Hanya mereka berdua yang menyimpan rahasia itu.

Keduanya pun mulai tidur lelap. Hembusan angin malam terasa sangat dingin di luar. Sedangkan hawa udara panas terasa di dalam kamar. Karna tak ada hujan beberapa minggu ini.. Hingga membuat suasana tidur mereka menjadi nyaman. Sehingga mata yang mengantuk tetap tak bisa di tahan.

**************

Seperti biasanya tiap malam. Vira kembali ke pasar malam untuk meramal orang. Ara dengan setia menjadi asistennya. Dan itu membuat pundi pundi keuangan mereka makin banyak. Untuk mereka simpan selagi rezeki mereka sangat lancar.

" Mba bagaimana bisnis saya. Apa akan berjalan lancar kedepannya?" kata seorang wanita saat terakhir datang ketika mereka ingin menutup rumah ramal. Karena Vira hanya bekerja sampai jam 10 malam.

" Baik baik saja bu, tapi sepertinya akan ada pesaing yang iri pada ibu," kata Vira

" Lalu bagaimana caranya saya melawan mereka?" tanya wanita itu.

" Apa ibu non muslim?" tanya Vira.

" Ya saya seorang kristiani" kata wanita itu

" Rangkul semua teman yang baik. Sayangi dan beri sedikit rezeki pada mereka. Dan jangan lupa mengisi uang kolekte di gereja Dan ibu juga harus banyak berdoa. Lawan rasa was was ibu. Karena sejatinya usaha ibu tidak akan bangkrut Bila ibu rajin berderma baik. Saya yakin usaha ibu akan terus menjadi usaha yang besar. Walau ibu hanya seorang janda." saran Vira

" Ya itu yang saya harapkan. Tapi bagaimana jika ada orang yang ingin membunuh saya, mba" kata wanita itu serius menatap Vira.

" Mereka tidak akan bisa membunuh ibu Karena aura keberuntungan ibu akan menolong diri ibu sendiri. Jadi tetaplah baik pada orang orang di sekitar anda. Sebab semua itu akan jadi tameng bagi ibu dan anak anak ibu," kata Vira. Bisa melihat wanita itu punya aura yang sangat kuat tak tertandingi.

" Baik mba terimakasih, apa saya boleh datang lagi kesini ?atau boleh saya minta nomor telpon mba," kata wanita itu

" Ya boleh," kata Vira. Membuat Ara tersenyum. Padahal saat ini mereka sedang bersiap siap untuk pulang.

" Terimakasih mba, ini buat mba nya. Saya akan beri lebih banyak lagi Bila nanti saya sukses benaran ," kata wanita itu.

" Amin terimakasih bu," kata Vira tersenyum.

Lalu wanita itu pun, cepat cepat keluar dari rumah ramal. Di temani ajudannya yang menunggunya sedari tadi di depan pintu. Dan berdiri dari bilik rumah peramal Vira Membuat Ara dan Vira lega. Dan cepat cepat menutup pintu rumah ramal.

" Ayo pulang !!" kata Vira.

" Siap bos ," kata Ara yang sudah sedari tadi sudah membereskan perkakas mereka.

" Kita dapat banyak Vir? Kata Ara.

" Ya buat bayar rumah sewa juga, dan biaya operasional kita," kata Vira yang memegang kendali keuangan mereka.

" Ya, yang penting lancar," kata Ara. Paling tidak mereka bisa dapat 1- 2 juta sehari. Dan itu di bagi rata oleh Vira. Setelah memisahkan hitungan uang sewa dan operasional mereka berdua. Yang membuat Ara lega. Paling tidak ia bisa menghasilkan uang. Untuk membantu ibu dan adiknya.

Malam semakin larut. Dan mereka keluar dari area pasar malam. Berkendara dengan motor butut Ara. Namun saat mereka berhenti di lampu merah. Terlihat jalanan masih ramai. Namun mata Ara tertuju pada kaca spion. Ara melihat sosok hitam duduk di belakang Vira

" Vir....loe ngak bawa apa apa kan?" kata Ara khawatir.

" Tidak, tapi sepertinya bulu kuduk ku berdiri. Seperti ada yang mau ikut kita pulang deh" kata Vira santai.

" Hua.....aaa. ..." teriak Ara melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Saat mereka sudah berada di jalanan sepi. Ara pun semakin ngebut. Menuju kontrakan mereka.

Brum......

" Ara ....awas....." teriak Vira.

" Ngapain dia mengikuti kita?" teriak Ara makin menambah laju motornya.

" Mana aku tahu, hati hati ra. Kita bisa mati konyol menabrak orang" teriak Vira. Saat merasakan motor makin berlari cepat menuju kontrakan.

" Bodo amat, gue ngak mau dia ikut kita pulang," kata Ara yang merasa takut setengah mati. Setelah mereka melewati tikungan jalan. Bayangan itu tak terlihat lagi. Sehingga Ara sedikit mengurangi kecepatan motor. Karena mereka sudah mendekati pasar dekat rumah kontrakan.

" Alhamdulilah pergi juga tuh hantu," kata Ara lega.

" Hahaha... loe takut, malah kita sudah dekat di permukiman hantu," kata Vira terkekeh.

" Hah....itu pasar Vir, bukan permukiman hantu" kata Ara. Sembari kembali melihat kaca spion.

" Pasar itu tempat sarang hantu, jin dan setan ra. Kalo loe takut harusnya bukan sama hantu jalanan. Tapi hantu yang jahat. Dia hanya ikut nebeng sebentar doang tadi.," kata Vira tertawa.

" Astaga, apa loe sekarang bisa bicara dengan hantu Vir. Sejak kapan ?" kata Ara Mendadak berhenti. Saat mereka sudah dekat dengan rumah kontrakan

" Ya tadi dia bilang nebeng di belakang gue cuma sampai depan " kata Vira.

" Ya Allah.....," kata Ara kembali melaju kan motornya dan berhenti lagi setelah berada di depan teras kontrakan.

" Kenapa hantu ngak boleh nebeng, selama mereka tidak menganggu. Apa salahnya kita menolongnya. Tuh mereka tidak menganggu kita. Ayo masuk!!!" kata Vira membuka pintu rumah.

" Hi.....ngeri ngeri sedap gue Vir, Tapi mau apa lagi ," kata Ara cepat cepat menuntun motornya masuk ke dalam rumah. Karna ia sudah hampir ngompol di celana.

" Cepat kunci !!" kata Ara bergegas masuk kamar mandi. Setelah menaruh motornya.

" Iya ...." kata Vira tersenyum. Karna ini lah tantangan mereka bila menjadi peramal. Harus berani bicara dengan hantu.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

semangat

2024-09-15

1

Ari Chutez

Ari Chutez

ko jd tkt yaa baca ini xixixixi biasanya nongkrong diteras ga tkt ko skrg malah tkt

2024-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!