Pulang dari warung nasi keduanya masuk kamar. Ara menatap Vira penuh selidik. karena sedari tadi Vira hanya diam
" Ada apa Vira, loe ngak akan berniat berhenti meramal kan Vir, bagaimana kita dapat duit, kalo loe berubah pikiran?" kata Ara. Yang sudah merasa berada di zona nyaman.
" Apa kamu yakin ra, mau terus jadi asisten peramal. Ini bukan hal mudah. Kita akan berhadapan dengan hal hal mistis dan gaib.," kata Vira menatap Ara serius
" Kalo itu harus, ngak masalah. Selama kita bisa bertahan hidup, Kenapa ngak. Gue capek Vir hidup miskin. Jujur saja, banyak masalah dalam hidup gue. Tapi gue mencoba bertahan selama ini. Kasihan nyokap kalo harus menanggung beban hidup kami. Ini lebih baik dari pada gue berhutang dan menjual diri," kata Ara.
" Tapi ini syirik dalam agama loe ra!!" kata Vira mengingatkan.
" Ya aku tahu Vir, tapi ini hanya pekerjaan. Bukan percaya seutuhnya. Setelah uang kita banyak dan kita lulus kuliah. Aku janji akan berhenti," kata Ara lirih.
" Ok ....kita jalani, tapi ingat !! Jangan sampai loe melewati batas. Karna ini hanya untuk sementara. Untuk kita mencari nafkah. Dan kita tidak boleh pergi ke dukun," kata Vira.
" Hah... kenapa ?"tanya Ara heran.
" Karna kita sendiri sudah meramal orang, sama artinya kita juga dukun. Dan jangan sampai loe mencari pengecualian. Biar begini saja, apa adanya pekerjaan kita," jelas Vira menatap Ara.
" Baik," kata Ara. Yang menganggap itu sebagai tantangan hidupnya.
" Ayo tidur, besok kita pikirkan cara dan trik lain. Agar cuan kita semakin lancar," kata Vira sambil naik ketempat tidur.
Begitu juga dengan Ara. Ia pun ikut berbaring di samping Vira. Karna Ara ingin bisa merubah hidupnya. Walau selama ini mereka menyembunyikan nya dari semua orang dan teman temanya. Hanya mereka berdua yang menyimpan rahasia itu.
Keduanya pun mulai tidur lelap. Hembusan angin malam terasa sangat dingin di luar. Sedangkan hawa udara panas terasa di dalam kamar. Karna tak ada hujan beberapa minggu ini.. Hingga membuat suasana tidur mereka menjadi nyaman. Sehingga mata yang mengantuk tetap tak bisa di tahan.
**************
Seperti biasanya tiap malam. Vira kembali ke pasar malam untuk meramal orang. Ara dengan setia menjadi asistennya. Dan itu membuat pundi pundi keuangan mereka makin banyak. Untuk mereka simpan selagi rezeki mereka sangat lancar.
" Mba bagaimana bisnis saya. Apa akan berjalan lancar kedepannya?" kata seorang wanita saat terakhir datang ketika mereka ingin menutup rumah ramal. Karena Vira hanya bekerja sampai jam 10 malam.
" Baik baik saja bu, tapi sepertinya akan ada pesaing yang iri pada ibu," kata Vira
" Lalu bagaimana caranya saya melawan mereka?" tanya wanita itu.
" Apa ibu non muslim?" tanya Vira.
" Ya saya seorang kristiani" kata wanita itu
" Rangkul semua teman yang baik. Sayangi dan beri sedikit rezeki pada mereka. Dan jangan lupa mengisi uang kolekte di gereja Dan ibu juga harus banyak berdoa. Lawan rasa was was ibu. Karena sejatinya usaha ibu tidak akan bangkrut Bila ibu rajin berderma baik. Saya yakin usaha ibu akan terus menjadi usaha yang besar. Walau ibu hanya seorang janda." saran Vira
" Ya itu yang saya harapkan. Tapi bagaimana jika ada orang yang ingin membunuh saya, mba" kata wanita itu serius menatap Vira.
" Mereka tidak akan bisa membunuh ibu Karena aura keberuntungan ibu akan menolong diri ibu sendiri. Jadi tetaplah baik pada orang orang di sekitar anda. Sebab semua itu akan jadi tameng bagi ibu dan anak anak ibu," kata Vira. Bisa melihat wanita itu punya aura yang sangat kuat tak tertandingi.
" Baik mba terimakasih, apa saya boleh datang lagi kesini ?atau boleh saya minta nomor telpon mba," kata wanita itu
" Ya boleh," kata Vira. Membuat Ara tersenyum. Padahal saat ini mereka sedang bersiap siap untuk pulang.
" Terimakasih mba, ini buat mba nya. Saya akan beri lebih banyak lagi Bila nanti saya sukses benaran ," kata wanita itu.
" Amin terimakasih bu," kata Vira tersenyum.
Lalu wanita itu pun, cepat cepat keluar dari rumah ramal. Di temani ajudannya yang menunggunya sedari tadi di depan pintu. Dan berdiri dari bilik rumah peramal Vira Membuat Ara dan Vira lega. Dan cepat cepat menutup pintu rumah ramal.
" Ayo pulang !!" kata Vira.
" Siap bos ," kata Ara yang sudah sedari tadi sudah membereskan perkakas mereka.
" Kita dapat banyak Vir? Kata Ara.
" Ya buat bayar rumah sewa juga, dan biaya operasional kita," kata Vira yang memegang kendali keuangan mereka.
" Ya, yang penting lancar," kata Ara. Paling tidak mereka bisa dapat 1- 2 juta sehari. Dan itu di bagi rata oleh Vira. Setelah memisahkan hitungan uang sewa dan operasional mereka berdua. Yang membuat Ara lega. Paling tidak ia bisa menghasilkan uang. Untuk membantu ibu dan adiknya.
Malam semakin larut. Dan mereka keluar dari area pasar malam. Berkendara dengan motor butut Ara. Namun saat mereka berhenti di lampu merah. Terlihat jalanan masih ramai. Namun mata Ara tertuju pada kaca spion. Ara melihat sosok hitam duduk di belakang Vira
" Vir....loe ngak bawa apa apa kan?" kata Ara khawatir.
" Tidak, tapi sepertinya bulu kuduk ku berdiri. Seperti ada yang mau ikut kita pulang deh" kata Vira santai.
" Hua.....aaa. ..." teriak Ara melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Saat mereka sudah berada di jalanan sepi. Ara pun semakin ngebut. Menuju kontrakan mereka.
Brum......
" Ara ....awas....." teriak Vira.
" Ngapain dia mengikuti kita?" teriak Ara makin menambah laju motornya.
" Mana aku tahu, hati hati ra. Kita bisa mati konyol menabrak orang" teriak Vira. Saat merasakan motor makin berlari cepat menuju kontrakan.
" Bodo amat, gue ngak mau dia ikut kita pulang," kata Ara yang merasa takut setengah mati. Setelah mereka melewati tikungan jalan. Bayangan itu tak terlihat lagi. Sehingga Ara sedikit mengurangi kecepatan motor. Karena mereka sudah mendekati pasar dekat rumah kontrakan.
" Alhamdulilah pergi juga tuh hantu," kata Ara lega.
" Hahaha... loe takut, malah kita sudah dekat di permukiman hantu," kata Vira terkekeh.
" Hah....itu pasar Vir, bukan permukiman hantu" kata Ara. Sembari kembali melihat kaca spion.
" Pasar itu tempat sarang hantu, jin dan setan ra. Kalo loe takut harusnya bukan sama hantu jalanan. Tapi hantu yang jahat. Dia hanya ikut nebeng sebentar doang tadi.," kata Vira tertawa.
" Astaga, apa loe sekarang bisa bicara dengan hantu Vir. Sejak kapan ?" kata Ara Mendadak berhenti. Saat mereka sudah dekat dengan rumah kontrakan
" Ya tadi dia bilang nebeng di belakang gue cuma sampai depan " kata Vira.
" Ya Allah.....," kata Ara kembali melaju kan motornya dan berhenti lagi setelah berada di depan teras kontrakan.
" Kenapa hantu ngak boleh nebeng, selama mereka tidak menganggu. Apa salahnya kita menolongnya. Tuh mereka tidak menganggu kita. Ayo masuk!!!" kata Vira membuka pintu rumah.
" Hi.....ngeri ngeri sedap gue Vir, Tapi mau apa lagi ," kata Ara cepat cepat menuntun motornya masuk ke dalam rumah. Karna ia sudah hampir ngompol di celana.
" Cepat kunci !!" kata Ara bergegas masuk kamar mandi. Setelah menaruh motornya.
" Iya ...." kata Vira tersenyum. Karna ini lah tantangan mereka bila menjadi peramal. Harus berani bicara dengan hantu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
semangat
2024-09-15
1
Ari Chutez
ko jd tkt yaa baca ini xixixixi biasanya nongkrong diteras ga tkt ko skrg malah tkt
2024-08-23
1