Setelah itu kedua ya pun masuk kamar. Dan mereka bisa tidur nyenyak seperti biasanya. Karna besok mereka akan kuliah dan bekerja seperti biasanya.
***********
Pagi pagi sekali Vira sudah bangun Begitu juga Ara. Keduanya memasak sarapan bersama di dapur. Sebelum keduanya berangkat kuliah.
" Ra loe ngak pengen pulang kerumah. Apa nyokap loe ngak nyariin?" tanya Vira.
" Gue sudah izin Vir, buat nyari kerja. Dan ada ade gue di rumah yang bisa bantu nyokap. Lagi pula gue malas ribut sama bokap.," kata Ara. Sembari menata piring di atas meja.
" Masalah seperti itu bisa diselesaikan baik baik kan ra, kasihan nyokap loe. Bila loe tinggal lama disini," kata Vira.
" Gue tahu, tapi gue janji pulang seminggu sekali. Jadi minggu depan saja ya Vir, gue pulangnya. Lagian kita juga baru masuk kuliah. Jadi gue ingin fokus kuliah saja Vir," kata Ara.
" Ya aku bisa ngerti. Tapi paling tidak sekali sekali tengok lah nyokap loe. Walau loe sekarang sudah bisa nyari uang sendiri. Paling tidak doa restu seorang ibu Bisa jadi perisai bagi diri loe sendiri ra," kata Vira yang sangat rindu sosok seorang ibu.
" Ya minggu depan saja, apa loe mau ikut gue pulang. Oh ya beberapa hari ini Aca sepertinya sedikit berubah. ," kata Ara.
" Mungkin dia sedang galau ra. Jadi dia menghindar dari kita. Tak apa apa, yang penting dia baik baik saja," kata Vira Menarik kursi untuk duduk. Sambil melihat nasi goreng buatan Ara.
" Ya gue harap begitu.," kata Ara yang juga ikut duduk . Lalu mulai menyantap sarapan nya dengan lahap.
" Hem.....ya itu juga yang aku pikirkan," kata Vira mengunyah makanannya. Lalu kedua nya terdiam . Sambil sibuk dengan pikiran masing masing.
************
Malamnya Vira dan Ara kembali beraksi
Karna akhir akhir ini , makin ramai dan banyak orang yang datang ke rumah ramal Kedua pun terlihat lebih bersemangat.
" Vir, kita makin berjaya," bisik Ara senang Karna makin banyak orang yang antri. Yang ingin minta di ramal.
Hampir jam 10 malam keduanya selesai. Untuk bersiap siap pulang. Untungnya masih banyak pengunjung di pasar malam Yang masih belum pulang. Karna masih dalam masa liburan. Jadi banyak anak anak remaja yang datang dan bermain . Membuat Vira dan Ara sedikit tenang. Karna Pasar malam itu belum sepi. Seperti malam malam biasanya. Dan saat mereka ingin pulang. Tiba tiba Vira di tegur bang Udin pemilik tempat itu.
" Vira ..!!"panggil bang Udin.
" Ya bang, kebetulan sekali. Ini saya mau bayar uang sewanya untuk bulan depan bang," kata Vira. Menghampiri bang Udin
" Astaga, abang bukan mau nagih loe berdua. Tapi hari ini abang melihat pengunjung kalian banyak sekali. Apa kalian benaran bisa meramal nasib orang ?" kata bang Udin penasaran. Pada kedua gadis muda itu. Yang terkesan nyentrik, sejak dari awal datang bergabung ke wahana pasar malam miliknya.
" Hehehe....sedikit bang, namanya juga trik mencari duit," kata Ara pelan yang kenal lama bang Udin dari teman SMP Ara.
" Ya baguslah, tumben sudah bayar uang sewa bulan depan. Apa sudah dapat banyak pelanggan ," kata bang Udin lagi.
" Lumayan bang bisa untuk bertahan hidup dan makan" kata Vira tersenyum.
" Ya sudah, hati hati kalo pulang. ini sudah larut malam," kata bang Udin yang tahu keduanya masih gadis belia.
" Siap bang," kata Ara tersenyum. Begitu juga dengan Vira. Lalu keduanya berjalan meninggalkan bang Udin. Menuju parkiran untuk mengambil motor. Dan saat sudah menunggangi motor. Tiba tiba....
Prank........
" Apa tuh!!" kata Ara kaget Saat sedang menghidupkan mesin motornya
" Mungkin kucing ra," kata Vira naik di boncengan Ara. Namun Ara tak menjawab Saat melihat bayangan hitam sudah berdiri di belakang Vira. Yang terlihat jelas dari kaca spion motornya.
Brum.......Ara pun tancap gas.
" Ara . ... " teriak Vira yang hampir jatuh, Untung tangannya masih memegang tubuh Ara. Membuat Vira kaget setengah mati.
Brum........brum........brum......
" Ada hantu dibelakang kita Vir," teriak Ara panik.
" Jangan panik, lihat jalan di depan," teriak Vira. Yang juga merasakan bulu kuduknya merinding. Saat Vira naik ke boncengan Ara.
" Ya Tuhan ...." teriak Ara spontan.
Saat melihat sosok hitam dengan mata merah masih mengejar mereka di belakang. Namun saat masuk jalan raya. Sosok itu tiba tiba menghilang. Karna masih banyak mobil yang berseliweran di jalanan.
" Sudah hilang ra," kata Vira merasakan bulu kuduknya tidak berdiri lagi.
" Hi....apaan sih tuh hantu pake ngikutin kita segala," kata Ara yang berhenti di lampu merah.
" Mungkin mau ikut kita pulang," Kata Vira Sembari melihat kebelakang nya.
" Aish....jangan macam macam loe Vir, gue ngak sudi di ikuti," kata Ara yang benar benar sudah kebelet ngompol. Karna saking takutnya. Membuatnya mempercepat laju motor setelah lampu hijau menyala.
Brum....wus.....wus...
" Ara ....pelan pelan...." teriak Vira yang sedikit takut. Saat Ara membawa ngebut motornya
" Gue kebelet pipis nih," teriak Ara . Hingga mereka berhenti di depan kontrakan.
Bruk....auw... Ara...apaan sih, "kata Vira kaget.
" Cepat buka pintunya," kata Ara cepat menuntun motornya. Membuat Vira cepat cepat turun dari motor. Langsung membuka kunci pintu rumah kontrakan. Dan setelah itu Ara langsung bergegas masuk. Berlari masuk ke dalam kamar mandi.
" Hi...sialan tuh hantu," guman Ara langsung berjongkok. Lantaran saking kagetnya. Saat ia melihat penampakan hantu yang mengikuti mereka tadi.
Sedangkan Vira mengunci pintu dengan perlahan. Dan menghela nafas melihat tingkah Ara yang terlihat aneh hari ini.
" Ada ada saja, takut tapi di tahan tahan. Tapi tetap ngak kapok, karna pengen punya duit banyak ," guman Vira tersenyum Sambil mengelengkan kepalanya. Lalu Vira masuk ke dalam kamar.
" Huh....brak..... "
" Astaga ra loe kenapa?"kata Vira kaget Saat Ara menutup pintu kamar dengan keras.
" Aku hanya takut, hantu itu mengikuti kita sampai rumah," kata Ara. Langsung naik ketempat tidur. Tanpa berganti pakaian
" Astaga, ganti baju dulu sana !!, ngak pake takut segitunya juga kali ra," kata Vira mengeleng. Sambil membuka pintu. Keluar dari kamar Untuk mencuci tangan dan kakinya di kamar mandi.
" Ih apa dia ngak takut sama tuh hantu, astaga Vir..." kata Ara beranjak membuka lemari untuk mengambil baju tidur nya. Lalu cepat cepat berganti pakaian. Dan naik kembali ketempat tidur. Sambil menarik selimut.
" Kret... apa sudah mengantuk ?"kata Vira
" Hem..." dehem Ara . Membuat Vira hanya tersenyum. Namun tiba tiba terlihat sosok bayangan hitam hilang begitu saja.
Deg.......
" Apa tadi ada orang di kamar kita?" kata Vira
" Hah..siapa ??" kata Ara kaget langsung melompat dari tempat tidur.
" Ups maaf, aku .." kata Vira yang baru sadar. Kalo Ara takut dengan hantu.
" Ah bukan siapa siapa. Ayo tidur, aku hanya berhalusinasi,"' kata Vira yang naik ketempat tidurnya. Yang kembali di susul Ara yang menatap Vira intens.
" Ada apa ?" kata Vira melihat Ara tegang.
" Jangan loe bilang tuh hantu ngikutin kita !!" kata Ara
" Bukan....itu !! Itu...ah lupakan saja. Ayo tidur ini sudah malam," kata Vira yang tak mau menakuti Ara. Karna bisa bisa Ara ngompol di celana.Jika tahu di rumah kontrakannya ada hantu.
Tak lama Vira kembali melihat hantu itu lewat menyelinap. Namun kali ini Vira memilih memejamkan matanya. Dari pada nanti Ara melihatnya dan berteriak.
" Apa??" kata Ara.
" Tidak ada apa apa," kata Vira sambil memejamkan matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
RJ 💜🐑
ara tu menyebalkan sudah kalau peramal tu akan berhubungan dengan hal mistis otomatis kamu harus terbiasa, pake ngebut segala lagi kalau kecelakaan bagaimana
2024-10-06
1
rhea
kuat semangat ya ara. 🤣🤣🤣
2024-09-15
0
neng ade
serem thor .. kasihan juga Ara nya
2024-07-18
1