Bab 14 Alternatif Meramal.

Vira pun langsung menelpon Ara. Ara pun mengeja pria yang barusan pergi. Untuk di ramal kembali oleh Vira.

" Apa mau mu hantu jelek," kata Vira menatap hantu di depan nya.

" Astaga, wajah ku tampan begini kau bilang jelek. Dasar manusia aneh," protes hantu itu menatap Vira.

Membuat Vira hampir tertawa pada hantu aneh itu. Bagaimana tidak, ada hantu yang bisa bergaya bak artis. Padahal sudah mati dan jadi hantu gentayangan.

" Aish, memang kau jelek. Kau itu hantu aneh Malah aku yang di bilang manusia aneh. Padahal loe yang mengikuti gue.," guman Vira mengomel. Sambil melipat tangan di dada

" Pria itu orang baik. Harusnya kau menolong nya," kata hantu itu lalu duduk di pojok ruangan dan ....

"Ada apa ,bukan nya kau bilang, kau tidak bisa meramal?" kata pria itu heran. Saat di suruh Ara kembali.

" Huh...ra, apa pasien kita sudah habis?" kata Vira menarik nafas. Sambil bertanya pada Ara yang mengantar pria itu.

" Tinggal dua ra, mereka masih menunggu gimana?" kata Ara.

" Loe tunggu di situ, biar aku bereskan mereka dulu. Baru kita ramal ulang," kata Vira menyuruh pria itu duduk. Di sebelah hantu aneh tadi.

" Astaga, apa kau ingin mempermainkan ku," kata pria itu. Namun ia tetap menuruti Vira Karna Vira akan melanjutkan pekerjaannya. Lalu pria itu duduk. Dan menunggu Vira dengan sabar di pojok ruangan.

Setelah Vira selesai. Vira pun menyuruh Ara menutup pintu rumah ramal. Lalu kembali duduk di meja ramalnya.

" Apa kau berteman dengan hantu itu??" kata Vira bertanya. Sembari menatap pria yang duduk di depannya.

" Hah...!!.apa maksudnya ? Hantu..hantu apa Apa..? "kata pria itu balik bertanya sembari berpikir sebentar.

" Jujur saja aku tak bisa meramal mu. Hanya dengan melihat auramu saja. Tapi aku punya alternatif lain. Yaitu lewat garis tangan. Hantu itu menyuruh ku menolong mu. Apa kau dekat dengannya?" kata Vira.

" Hantu....aku tidak tahu apa maksudmu. Tapi memang ada hal aneh yang terjadi di hidupku akhir akhir ini. Apa aku di ikuti hantu? Aku hanya ingin melihat masa depan ku. Yang akhir akhir ini membuat kepalaku pusing," kata pria itu tersenyum tipis.

" Buka tangan mu dan taruh di atas meja," kata Vira. Yang tidak pernah menyentuh pelanggannya.

" Begini," Kata pria itu menatap Ara

" Ya ," angguk Vira lalu menoleh sekilas kepada hantu. Yang berdiri dipojok ruangan. Karna sedari tadi. Hantu itu duduk diam mengawasi Vira.

" Huh.....apa kau dalam masalah. Tapi hanya masalah pribadi kan. Orang orang yang ada di sekeliling mu. Hanya memanfaatkan mu. Maka jaga dirimu dengan baik,"kata Vira.

" Apa hanya itu yang kau bisa, tanpa kau beritahu. Aku sudah tahu," kata pria itu terlihat kecewa.

" Astaga... Khodam mu masih melindungi mu. Sehingga kau terhindar dari perbuatan orang orang jahat"kata Vira lagi. Membuat pria itu menatapnya.

" Aku tidak punya khodam, dan siapa khodam itu?" kata pria itu bingung Sembari menatap Vira lekat.

" Khodam adalah jin pendamping mu atau penjagamu !!. Entah itu titipan atau bawaan lahir. Aku juga kurang tahu asalnya. Dari mana kau dapatkan itu. Tapi pastinya itu sudah menjadi takdirmu. Mereka mengikuti mu kemana pun kau pergi," jelas Vira kesal

" Hanya itu!! ada yang lain?" kata pria itu. Menatap manik mata Vira seakan mencari cari kejujuran disana.

" Pria ini... tapi ada satu hal lagi. Tapi berhati hatilah pada tunanganmu itu," kata Vira. Membuat mata pria itu melotot menatap Vira lekat.

" Tunangan ...hahaha..bagaimana kau bisa tahu? Kenapa aku harus berhati hati" kata pria itu kaget

" Kau hanya alat untuknya, dan takutnya dia ingin menghancurkan mu," kata Vira dengan suara pelan.

Sedangkan pria itu terdiam. Lalu menatap sekeliling ruangan ramal Vira. Karna memang

ia bisa merasakan hantu itu mengikutinya.

" Sudah selesai sekarang pulanglah!! Kami sudah tutup!!" kata Vira.

" Baik, namaku Audi Candra Wijaya. Kau bisa memanggil Audi atau Candra saja. Terimakasih sudah meramal ku," kata pria itu bangkit dari duduknya. Tersenyum penuh arti yang tak bisa dimengerti oleh Vira.

" Sama sama ," jawab Vira cuek.

" Tunggu, bukan namamu Avira Arista Mentari kan?" kata pria itu.

Deg ... .

" Bagaimana dia bisa tahu?" batin Vira terkejut. Ada orang yang tahu nama lengkapnya.

" Kau selalu datang dalam mimpiku. Itu lah sebabnya aku datang kesini. Ya sudah selamat malam," kata Audi. Lalu pergi begitu saja meninggalkan bilik Vira.

" Astaga...apa iya. Ngapain gue masuk ke dalam mimpinya," batin Vira bingung. Karna pria itu mengaku mengenal dirinya.

" Aish itu tidak mungkin," kata Vira bingung sendiri. Lalu Vira pun cepat cepat berkemas untuk pulang.

Mereka pun lalu pulang ke rumah kontrakan. Sepanjang jalan Vira hanya diam. Membuat Ara heran pada temannya itu. Karena Vira bersikap seperti orang bingung.

" Loe kenapa sih Vir, nih uangnya kita dapat 3 juta 4 ratus malam ini,"kata Ara. Menaruh uang diatas tempat tidur. Saat mereka sudah masuk ke dalam kamar.

" Ya, yang empat ratus simpan untuk dana operasional. Yang tiga juta kita bagi dua.

Aku hanya merasa aneh saja," kata Vira

" Aneh kenapa? apa tuh pria ngancam loe lagi ?"kata Ara penasaran. Karena melihat sedari tadi Vira banyak diam.

" Pria itu tidak bisa ku ramal ra. Tapi dia ingin aku meramalnya. Dia bilang, dia melihat ku datang di dalam mimpinya. Dan dia ingin memaksaku meramalnya. Mau ngak mau aku terpaksa meramalnya. Hanya lewat garis tangannya. Dia sepertinya banyak punya masalah. Begitu juga dengan tunangan nya,"kata Vira duduk di sisi tempat tidur.

" Sepertinya dia bukan orang biasa Vir, dia itu pria tajir. Dia pasti berasal dari keluarga konglomerat. Di lihat dari pakaiannya saja cukup mahal. Dan sepertinya dia sedang mencari jalan pintas.

" Hah jalan pintas!! maksud loe apa ra?" kata Vira menatap Ara kaget.

" Maksud gue, biasanya orang kaya itu kalo sedang putus asa. Akan lari ke bar atau diskotik dan narkoba. Tapi pria ini seperti melarikan diri dari keluarganya. Mungkin dia mau bunuh diri," kata Ara mengira ngira.

" Hah. apa iya? bagaimana bisa begitu. Apa bunuh diri. Bisa menyelesaikan masalah?" kata Vira kaget tak percaya.

" Entah lah, biasanya orang orang cina begitu Vir, Kalau mereka putus asa. Mereka akan bunuh diri. Kalau tidak di bunuh ya membunuh," kata Ara

" Ngak...ra, tidak semua orang berpikir begitu Kadang itu tergantung keyakinan masing masing individu. Bila mereka ateis mungkin bisa jadi ya seperti itu. Seperti masyarakat jepang. Tapi seorang Kristiani tidak mungkin melakukan hal begituan. Ah loe jangan asal bicara deh ra. Entar kita bisa terlibat,"kata Vira

" Memang kita terlibat, dia datang ke kita. Untuk minta di ramal, pake maksa lagi. Tapi apa loe yakin tuh orang beragama kristen.?" kata Ara.

" Sepertinya begitu," kata Vira

" Tapi dia lumayan tampan, sepertinya dia memang anak orang kaya Vir," kata Ara berpikir. Membuat Vira menarik nafas dalam Sambil menghempaskan badannya di tempat tidur.

" Tahu ah, ngapain di pikirin. Dia cuma datang untuk minta diramal. Selanjutnya bukan urusan kita," kata Vira.

" Iya memang begitu faktanya Vir. Tapi sepertinya kita bakal bertemu dia lagi deh. Kalo tidak salah dia itu seperti masih kuliah deh Vir," kata Ara. Ikut berbaring disebelah Vira. Setelah menyimpan uangnya.

" Hah dari mana loe tahu?" kata Vira kaget.

" Gue pernah lihat dia. Saat ada kunjungan kampus kita kemaren. Dan gue sepertinya familiar dengan wajah itu," kata Ara mencoba mengingat sesuatu.

" Tahu ah, aku ngantuk. Ayo tidur capek nih," kata Vira. Tak mau ambil pusing memikirkan orang lain.

" Ya sudah," kata Ara manyun. Sambil mengingat wajah pria tadi. Yang menurut Ara. ia seperti pernah melihatnya. Tapi dimana??

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

😍😍😍

2024-09-15

1

Nita Anita

Nita Anita

masih teka teki ,siapa kah cowo itu kenapa dia bisa kenal sama vira

2024-07-17

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!