Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu

Ara pun tersenyum. Sembari memejamkan mata. Agar besok bisa bangun pagi. Hawa dingin terasa menusuk kulit. Sehingga Vira dan Ara menarik selimut masing masing.

" Vira ....awas...." teriak seorang wanita Membuat Vira menoleh. Dan melindungi tubuh mungil Vira

" Ade disini saja, jangan kemana mana ya," kata wanita cantik itu. Menghampiri seorang pria.

" Mah....." Vira kaget. Ketika melihat mamah nya menjauh. Bersamaan sebuah mobil melesat cepat menabrak kedua orang itu.

Brak ....bug....bug.....

" Mamah ....papah....." teriak Vira histeris. Saat melihat mamah dan papahnya. Di tabrak sebuah mobil hitam. Namun terlihat mobil itu tidak berhenti.

" Tolong ....." teriak Vira. Sembari melihat plat mobil itu. Dan berlari menghampiri mamah dan papahnya.

" Mamah.... mah...jangan tinggalkan Vira mah," isak Vira menangis. Menghampiri tubuh mamahnya yang bersimbah darah.

" Pergilah ....pergilah nak...!! Bawa ini untukmu," kata mamah Vira.

" Mah.....Vira takut."isak Vira menangis.

" Tidak Vira harus kuat ,cepat pergi !!pergi Sebelum mereka membunuh Vira nak," kata mamah Vira dengan mulut penuh darah dan ....miu....miu....

Sebuah mobil ambulans datang kembali bersama mobil hitam yang menabrak mamah dan papah Vira.

" Mah.....mah.....mah...." teriak Vira histeris

" Vir....Vira bangun, bangun...Vir..." kata Ara kaget. Menggoyang tubuh Vira yang mengigau

" Hah....huh....huh ..."

Vira pun langsung terduduk. Mengingat mimpi buruknya. Sembari mengingat plat mobil yang sudah menabrak mobil kedua orang tuanya.

" Ada apa, apa kau mimpi buruk lagi?" tanya Ara. Menatap Vira yang basah berkeringat.

" Ya .. hanya mimpi," kata Vira. Turun dari tempat tidur. Menuju meja riasnya. Dan mengambil sebotol air mineral. Sembari duduk meneguknya sampai habis.

" Jangan di ingat, mungkin hanya kembang tidur saja," kata Ara.

" Ya ," kata Vira. Yang kini mengingat masa lalunya. Bahwa misteri kematian orang tuanya terkuak dengan sendirinya.

" Ya sudah , ayo tidur lagi," kata Ara kembali berbaring.

" Ya tidurlah dulu !!" kata Vira terdiam. Selama ini Vira tak pernah mengingat masa lalunya. Karna Vira masih trauma dengan kecelakaan itu. Kakek dan pamannya juga tak pernah mengungkitnya. Apalagi untuk mengingat kan kejadian masa silam itu. Kecelakaan yang terjadi 12 tahun lalu. Saat mereka pulang dari Surabaya.

" Nomor mobil itu.." guman Vira. Yang menyimpan rapat cerita hidupnya. Sejak ia pindah ke Kalimatan.

Mamah Vira memang asli dayak kalimatan. Sedangkan papahnya Asli tionghoa yang sudah lama tinggal di jakarta. Orang tuanya bertemu. Saat papah dan mamahnya sama sama berkuliah di jakarta. Vira di jemput pulang kakek dan neneknya. Saat tahu mamah dan papah Vira meninggal. Vira di bawa pulang ke kalimantan. Karna Opa dan oma Vira sudah meninggal saat tragedi 1998. Akibat usaha mereka bangkrut di jarah para orang orang yang tak mereka kenal. Dan setelah kejadian itu papah Vira membangun kembali bisnis orang tuanya dari nol. Namun naasnya kecelakaan itu mengakibatkan Vira menjadi seorang yatim piatu. Dan saat itu Vira baru masih berusia 6 tahun.

" Aku ingat...aku mengingatnya kembali," kata Vira. Mengingat sebuah benda yang diberikan mamahnya.

Dulu Vira berpikir orang tuanya meninggal karena sakit. Karna kakek dan pamannya hanya menceritakan apa adanya padanya. Kakek dan paman nya juga tak pernah membahas lagi, tentang kematian orang tua Vira. Takut Vira akan trauma dan depresi. Karna saat itu Vira itu menangis berhari hari. Namun mimpi Vira barusan. Mengingat kan Vira kembali tentang masa lalunya. Kisah nyata hidupnya yang sempat hilang dalam memori ingatan nya. Karena Vira memang sengaja melupakan kejadian itu.

" Ya tuhan, apakah ini waktunya aku membuka kotak pandora itu. Atau Tuhan sengaja mengingatkan ku atas semua yang terjadi. Saat aku sudah siap menerimanya," batin Vira. Sembari melihat Ara sudah kembali tidur pulas.

" Mah , pah, Vira sudah kembali pulang. Vira akan mencari tahu kebenaran itu.," kata Vira Mendekati lemari pakaian nya. Mencari sebuah kunci yang di berikan mamahnya Saat terakhir kali mamahnya bicara pada Vira. Dan benda itu menjadi gantungan kunci tas Vira untuk seumur hidupnya.

" Ini ....." kata Vira menatap lekat kunci kecil itu.

" Huh....besok aku akan menelpon kakek," batin Vira lega. Menggenggam erat kunci itu. Dan menyimpan tasnya kembali ke dalam lemari. Lalu Vira beranjak dari tempatnya kembali atas ranjang untuk tidur.

***********

Paginya keduanya berangkat kuliah seperti biasa. Dan saat jam istirahat. Vira sengaja memilih pergi ke perpustakaan. Saat Ara dan Aca sedang ngobrol.

" Ra , ca gue ke perpus sebentar ya. Kalian ngobrol saja dulu," kata Vira.

" Ya jangan lama lama , kita tunggu loe di kantin.," kata Ara.

" Ya kalian duluan aja, bila gue belum datang tinggalkan saja," kata Vira yang ingin menelpon kakeknya.

" Ok, sampai nanti," kata Ara.

" Ya sudah, kita ke kantin duluan ya Vir," kata Aca. Hingga Vira mengangguk kan kepalanya. Lalu memandangi punggung kedua temannya itu. Lalu Vira bergegas menelpon sang kakek.

Cukup lama Ara menanyakan tentang alamat rumah mereka. Rumah yang di kontrakan sang paman pada seorang pengusaha batubara. Dan satu tahun lagi masanya kontraknya akan habis.

" Vira mau kesana kek?? Kata Vira ingin memastikan sesuatu.

" Apa Vira yakin Vir, rumah itu tidak pernah kami tengok nak. Namun pengontraknya masih tetap membayar nya setiap tahun. Namun tahun ini dia bilang akan pindah ke Kaltara," kata kakek di sebrang sana.

" Itu lebih baik kek, jadi Vira bisa menempati rumah itu.," kata Vira. Yang tahu rumah itu. Merupakan satu satunya harta peninggalan orang tuanya. Yang sengaja tidak di jual paman dan kakeknya. Karena mereka yakin dan percaya. Pasti suatu hari nanti. Vira akan kembali ke jakarta. Dan pulang ke rumah itu.

" Terserah Vira saja nak, nanti biar paman mu, yang akan mengurus semuanya.," kata kakek dengan suara serak. Karna pada akhirnya Vira pasti akan kembali mencari jati dirinya.

" Ya kek, terimakasih. Apa kakek dan paman sehat sehat saja. Salam buat tante. Vira baik baik saja disini," kata Vira menyakinkan kakeknya.

" Ya kakek tahu," suara kakek serak. Yang menghela nafas kasarnya. Karna tahu Vira anak yang di latih mandiri dari sejak kecil oleh neneknya. Sebelum neneknya meninggal karena sakit. Begitu juga paman nya. Yang melatih Vira untuk bersemangat mengejar impiannya. Agar bisa menjadi orang sukses

" Ya sudah ya kek, Vira lagi di kampus. Ini sudah mau jam pelajaran lagi. Besok Vira telpon lagi ya kek," kata Vira.

" Ya nak, hati hati jaga dirimu," kata kakek dari sebrang sana.

" Ya kek," kata Vira yang lalu memutuskan pembicaraannya. Sambil melihat alamat rumahnya dulu. Yang ia dapat dari kakeknya.

" Ya tuhan, aku yakin pasti ada orang yang sengaja membunuh orang tua ku," kata Vira dalam hati. Sambil berpikir untuk menerawang masa lalunya. Sembari Vira melangkah kembali ke kelasnya. Untuk mengikuti mata kuliah sesi kedua.

Sedangkan Ara dan Aca masih duduk di kantin. Yang baru selesai makan bakso pesanan mereka.

" Apa Vira lupa ?" kata Aca.

" Bisa jadi, mungkin dia sedang nyari sesuatu buat tugas kemaren," kata Ara.

" Ya bisa jadi, oh ya apa dia masih bisa meramal?" kata Aca.

" Ya kenapa, apa loe mau diramal lagi?" kata Ara menatap Aca.

" Ya ," angguk Aca

" Siapa yang diramal?" sebuah suara mengangetkan keduanya.

" Loe !!!" kata Aca dan Ara kaget. Melihat mantan Ara berada di depan mereka berdua

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

seru nie

2024-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!