Vira terbangun saat merasakan matanya silau Terkena cahaya matahari yang masuk dari sela sela jendela. Yang membuat Vira tersadar. Ia sedang tidur di tempat asing.
" Astaga, ya Tuhan aku dimana?" kata Vira duduk dan matanya mencari jam Melihat jarum jam menunjukan jam 7 pagi.
" Aish sial ....bagaimana aku bisa sampai kesiangan," kata Vira. Cepat cepat beranjak dan merapikan pakaiannya Karna jam 9 ia ada mata kuliah di kampus.
Clek...
" Syukurlah, pintunya tidak di kunci," kata Vira bergegas ke luar kamar dan menuju ke pintu depan. Sambil berjalan pelan.
Clek...
" Puji tuhan...pintunya tidak terkunci," kata Vira bergegas keluar dari apartemen itu. Dan berjalan cepat menuju lift.
" Huh....selamat" Kata Vira mengingat pasti Audi pasti akan mencarinya. Lalu menekan tombol turun menuju lantai bawah.
Ting....
" Aku harus cepat pulang," Vira Berjalan menuju parkiran dan keluar dari area basement apartemen itu. Untuk segera pulang ke rumah kontrakannya.
Sedangkan Audi yang baru bangun terkejut Saat melihat kamar yang di tempati Vira kosong. Dan mencoba mencari Vira. Namun nihil Vira sudah pergi.
" Astaga... bagaimana dia bisa keluar!!"Audi dengan cepat menuju pintu depan Dan....
" Sial , bagaimana dia bisa kabur. Aish....ya sudah aku harus kekantor," batin Audi bergegas masuk kamar. Karna ia yakin pasti ada orang yang sudah masuk ke apartemennya. Hingga lupa mengunci pintu Membuat Vira kabur dari apartemennya.
**************
Siangnya setelah mata kuliah selesai. Vira langsung cepat cepat keluar dari kelasnya. Dan berjalan cepat mencari taxi untuk menuju pemakaman. Karna kemaren ia sudah berniat pergi kesana. Tapi gara gara Audi. Waktunya berziarah tertunda.
" Pak pemakaman Kalibata," Vira pun menyetop taxi. Dan Vira pun bergegas masuk dan duduk.
" Vira loe mau kemana ..?" teriak Ara dari kejauhan.
" Ada urusan, sampai ketemu nanti malam," kata Vira menutup pintu taxi.
" Jalan pak" kata Vira sambil melihat ke jam tangannya.
" Ya mba," kata si sopir melajukan taxi nya Membawa Vira ke tempat tujuan.
Hampir 40 menit Vira di perjalanan. Taxi pun berhenti di pinggir jalan. Setelah membayar tarif argo. Vira pun bergegas turun. Dan masuk ke area pemakaman.
" Ma, pah Vira datang. Maaf Vira baru bisa datang sekarang," kata Vira berhenti di depan dua makam yang terlihat bersih dan rapi. Juga masih terawat. Lalu berjongkok menatap batu batu nisan kedua orang tuanya.
Cukup lama Vira terdiam. Hanya air matanya yang terlihat basah. Dan Vira cepat cepat menghapusnya.
" Maaf mah, pah, Vira tidak sempat membelikan bunga buat papah dan mamah. Vira sangat rindu pada kalian. Isak Vira mengusap batu Nisan dengan air mata yang terus mengalir. Karna kini ia tahu, kematian orang tuanya bukan kecelakaan murni. Tapi ada orang yang dengan sengaja. Ingin membuat papah dan mamahnya meninggal.
" Vira janji, akan membuat mereka membayarnya," kata Vira terisak cukup lama Sambil mengingat sesuatu.
" Jangan menangis, kak Andra ada untuk mu !!" tergiang suara itu jelas di telinga Vira yang membuat Vira menghapus air matanya.
" Apa dia baik baik saja. Pasti kak Andra sudah lupa padaku," kata Vira yang lebih dulu berdoa untuk kedua orang tuanya Dan setelah itu, Vira bergegas pergi. Karna ingin melihat rumah lamanya.
Disisi lain seorang pria datang menghadap bosnya di kantornya. Karena memang kedatangan sudah di tunggu.
" Bagaimana?" kata wanita yang duduk di kursi kebesarannya.
" Ini nyonya," kata pria itu menyodorkan foto di atas meja .
" Kau yakin dia berkuliah disana?" kata si penerima menegaskan.
" Ya nyonya dan sepulang dari sana ia ke makam mendiang tuan Irwan Salim ," kata pria itu.
" Apa....tidak mungkin ..." kata wanita itu seperti terkejut. Mengingat putranya itu sudah meniduri wanita muda itu.
" Apa dia .....? mata wanita itu menutup." Baik pergilah !! Terimakasih ," kata wanita itu Terpaku menatap melihat foto Vira di tangannya. Karena tak mungkin orang kepercayaan nya itu salah orang. Apalagi foto itu sangat mirip.
***************
Malamnya Vira dan Ara kembali bekerja seperti biasanya. Sebab biasanya di malam sabtu mereka tidak banyak pengunjung.
" Vir, loe benaran ngak mau nih makan nasi padang. Enak pakai rendang," kata Ara melahap makan malamnya dengan lahap
" Habiskan saja, mubazir,"kata Vira. Merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya hari ini. Dengan semua teka teki kematian orang tuanya.
Karna siang tadi ia melihat rumah lama itu masih terawat. Dan makam orang tuanya juga bersih dan seperti ada yang sudah mengurusnya. Padahal selama ini Vira tidak pernah pulang ke jakarta.
" Apa kak Andra merawatnya, bagaimana dia sekarang?" batin Ara mecoba mengingat teman masa kecilnya itu. Yang hampir Vira lupakan.
" Apa dia tumbuh dengan baik, astaga kenapa aku jadi penasaran padanya. Kenapa aku baru mengingatnya sekarang ,"kata Vira bingung. Selama ini Vira tak pernah mengingat apapun. Selain kematian kedua orang tuanya.
" Vir, loe lagi mikirin apa ?"tanya Ara.
" O.. bukan apa apa ra, cuma masalah pelajaran," jawab Vira cepat .Karna tak ingin menceritakan masalah rahasia hidupnya kepada orang lain.
Disisi lain seorang pria baru saja masuk kedalam apartemennya. Dan terkejut saat ada seseorang sudah berdiri menunggu nya di depan pintu
" Mami !!" kata Audi terkejut.
" Plak plak ...."
Dua tamparan melayang di pipi pria itu Yang terasa sangat panas. Karna tamparan nya cukup keras..
" Nikahi dia, berani sekali kau melakukan nya sebelum menikah,"
" Mi....apa mami mengawasi Candra lagi. astaga ini salah paham mi, Candra hanya menjebaknya. Agar bisa putus dari Luna Tidak ada yang terjadi dia antara kami. Candra hanya membuka pakaian atasnya saja," jelas Audi. Mengusap pipinya yang terasa perih. Dan melempar tas kerjanya ke atas sofa.
" Lagian Candra bukan anak kecil, kenapa mami selalu ikut campur," teriak pria itu kesal Sambil melonggarkan dasinya.
" Apa kau bodoh. Papi mu menjodohkan mu dengan Luna. Kakek mu minta kau menikahi Helena. Apa kau gila, sampai kau melaku kan hal seperti itu. Untuk lari dari masalah. Padahal kau tahu akibatnya, Bila mereka tahu kejadian semalam.,"
" Itu urusan ku" kata Audi kesal.
" Urusan mu, juga urusan mami. Nikahi dia dengan cepat Bila kau ingin selamat," kata mami menatap Audi tajam.
" Mi...!!"
" Apa kau tahu siapa dia? Pemilik saham 30 persen di perusahaan mu itu. Kini sudah datang. Pasti ia akan mengambil haknya kembali," kata mami Audi
" Apa ...pemilik !! siapa?" kata Audi terkejut
" Siapa lagi, dia Avira kan !!" kata mami menaruh foto foto dari orang suruhannya ke depan Audi. Membuat Audi terpaku menatap foto itu.
" Tidak mungkin dia... !!" kata Audi dengan tangan bergetar. Menatap foto di depannya.
" Dia ....!!"
Flash back
" Tuan bisa mencarinya di sebuah pasar malam. Dia gadis gipsi si peramal. Saya tidak tahu asalnya. Tapi namanya Avira Arista Mentari yang berkuliah di kampus xxx dengan jalur prestasi," kata orang Audi siang itu. Memberi kan infomasi
" Baik, kerja mu bagus. Aku akan kesana nanti malam,untuk di ramal. Semoga ramalan nya tidak meleset," kata Audi
" Baik tuan muda, saya pamit" kata pria itu
" Ya, terimakasih," kata Audi bersandar lega. Karna ia ingin tahu. Apa yang akan terjadi di masa depannya.
Flash off
" Tidak mungkin....apa mami yakin dia Ava !!"
" Kenapa? Kau tidak percaya. Cari tahu sendiri ," kata mami berlalu meninggalkan Audi seorang diri. Dan keluar dengan menutup pintu cukup keras.
Blam........
" Tidak mungkin," .geleng Audi meraup wajahnya kasar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
wah dibuat pusing nie🤣🤣🤣
2024-09-15
1