Bab 17 Avira

Vira terbangun saat merasakan matanya silau Terkena cahaya matahari yang masuk dari sela sela jendela. Yang membuat Vira tersadar. Ia sedang tidur di tempat asing.

" Astaga, ya Tuhan aku dimana?" kata Vira duduk dan matanya mencari jam Melihat jarum jam menunjukan jam 7 pagi.

" Aish sial ....bagaimana aku bisa sampai kesiangan," kata Vira. Cepat cepat beranjak dan merapikan pakaiannya Karna jam 9 ia ada mata kuliah di kampus.

Clek...

" Syukurlah, pintunya tidak di kunci," kata Vira bergegas ke luar kamar dan menuju ke pintu depan. Sambil berjalan pelan.

Clek...

" Puji tuhan...pintunya tidak terkunci," kata Vira bergegas keluar dari apartemen itu. Dan berjalan cepat menuju lift.

" Huh....selamat" Kata Vira mengingat pasti Audi pasti akan mencarinya. Lalu menekan tombol turun menuju lantai bawah.

Ting....

" Aku harus cepat pulang," Vira Berjalan menuju parkiran dan keluar dari area basement apartemen itu. Untuk segera pulang ke rumah kontrakannya.

Sedangkan Audi yang baru bangun terkejut Saat melihat kamar yang di tempati Vira kosong. Dan mencoba mencari Vira. Namun nihil Vira sudah pergi.

" Astaga... bagaimana dia bisa keluar!!"Audi dengan cepat menuju pintu depan Dan....

" Sial , bagaimana dia bisa kabur. Aish....ya sudah aku harus kekantor," batin Audi bergegas masuk kamar. Karna ia yakin pasti ada orang yang sudah masuk ke apartemennya. Hingga lupa mengunci pintu Membuat Vira kabur dari apartemennya.

**************

Siangnya setelah mata kuliah selesai. Vira langsung cepat cepat keluar dari kelasnya. Dan berjalan cepat mencari taxi untuk menuju pemakaman. Karna kemaren ia sudah berniat pergi kesana. Tapi gara gara Audi. Waktunya berziarah tertunda.

" Pak pemakaman Kalibata," Vira pun menyetop taxi. Dan Vira pun bergegas masuk dan duduk.

" Vira loe mau kemana ..?" teriak Ara dari kejauhan.

" Ada urusan, sampai ketemu nanti malam," kata Vira menutup pintu taxi.

" Jalan pak" kata Vira sambil melihat ke jam tangannya.

" Ya mba," kata si sopir melajukan taxi nya Membawa Vira ke tempat tujuan.

Hampir 40 menit Vira di perjalanan. Taxi pun berhenti di pinggir jalan. Setelah membayar tarif argo. Vira pun bergegas turun. Dan masuk ke area pemakaman.

" Ma, pah Vira datang. Maaf Vira baru bisa datang sekarang," kata Vira berhenti di depan dua makam yang terlihat bersih dan rapi. Juga masih terawat. Lalu berjongkok menatap batu batu nisan kedua orang tuanya.

Cukup lama Vira terdiam. Hanya air matanya yang terlihat basah. Dan Vira cepat cepat menghapusnya.

" Maaf mah, pah, Vira tidak sempat membelikan bunga buat papah dan mamah. Vira sangat rindu pada kalian. Isak Vira mengusap batu Nisan dengan air mata yang terus mengalir. Karna kini ia tahu, kematian orang tuanya bukan kecelakaan murni. Tapi ada orang yang dengan sengaja. Ingin membuat papah dan mamahnya meninggal.

" Vira janji, akan membuat mereka membayarnya," kata Vira terisak cukup lama Sambil mengingat sesuatu.

" Jangan menangis, kak Andra ada untuk mu !!" tergiang suara itu jelas di telinga Vira yang membuat Vira menghapus air matanya.

" Apa dia baik baik saja. Pasti kak Andra sudah lupa padaku," kata Vira yang lebih dulu berdoa untuk kedua orang tuanya Dan setelah itu, Vira bergegas pergi. Karna ingin melihat rumah lamanya.

Disisi lain seorang pria datang menghadap bosnya di kantornya. Karena memang kedatangan sudah di tunggu.

" Bagaimana?" kata wanita yang duduk di kursi kebesarannya.

" Ini nyonya," kata pria itu menyodorkan foto di atas meja .

" Kau yakin dia berkuliah disana?" kata si penerima menegaskan.

" Ya nyonya dan sepulang dari sana ia ke makam mendiang tuan Irwan Salim ," kata pria itu.

" Apa....tidak mungkin ..." kata wanita itu seperti terkejut. Mengingat putranya itu sudah meniduri wanita muda itu.

" Apa dia .....? mata wanita itu menutup." Baik pergilah !! Terimakasih ," kata wanita itu Terpaku menatap melihat foto Vira di tangannya. Karena tak mungkin orang kepercayaan nya itu salah orang. Apalagi foto itu sangat mirip.

***************

Malamnya Vira dan Ara kembali bekerja seperti biasanya. Sebab biasanya di malam sabtu mereka tidak banyak pengunjung.

" Vir, loe benaran ngak mau nih makan nasi padang. Enak pakai rendang," kata Ara melahap makan malamnya dengan lahap

" Habiskan saja, mubazir,"kata Vira. Merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya hari ini. Dengan semua teka teki kematian orang tuanya.

Karna siang tadi ia melihat rumah lama itu masih terawat. Dan makam orang tuanya juga bersih dan seperti ada yang sudah mengurusnya. Padahal selama ini Vira tidak pernah pulang ke jakarta.

" Apa kak Andra merawatnya, bagaimana dia sekarang?" batin Ara mecoba mengingat teman masa kecilnya itu. Yang hampir Vira lupakan.

" Apa dia tumbuh dengan baik, astaga kenapa aku jadi penasaran padanya. Kenapa aku baru mengingatnya sekarang ,"kata Vira bingung. Selama ini Vira tak pernah mengingat apapun. Selain kematian kedua orang tuanya.

" Vir, loe lagi mikirin apa ?"tanya Ara.

" O.. bukan apa apa ra, cuma masalah pelajaran," jawab Vira cepat .Karna tak ingin menceritakan masalah rahasia hidupnya kepada orang lain.

Disisi lain seorang pria baru saja masuk kedalam apartemennya. Dan terkejut saat ada seseorang sudah berdiri menunggu nya di depan pintu

" Mami !!" kata Audi terkejut.

" Plak plak ...."

Dua tamparan melayang di pipi pria itu Yang terasa sangat panas. Karna tamparan nya cukup keras..

" Nikahi dia, berani sekali kau melakukan nya sebelum menikah,"

" Mi....apa mami mengawasi Candra lagi. astaga ini salah paham mi, Candra hanya menjebaknya. Agar bisa putus dari Luna Tidak ada yang terjadi dia antara kami. Candra hanya membuka pakaian atasnya saja," jelas Audi. Mengusap pipinya yang terasa perih. Dan melempar tas kerjanya ke atas sofa.

" Lagian Candra bukan anak kecil, kenapa mami selalu ikut campur," teriak pria itu kesal Sambil melonggarkan dasinya.

" Apa kau bodoh. Papi mu menjodohkan mu dengan Luna. Kakek mu minta kau menikahi Helena. Apa kau gila, sampai kau melaku kan hal seperti itu. Untuk lari dari masalah. Padahal kau tahu akibatnya, Bila mereka tahu kejadian semalam.,"

" Itu urusan ku" kata Audi kesal.

" Urusan mu, juga urusan mami. Nikahi dia dengan cepat Bila kau ingin selamat," kata mami menatap Audi tajam.

" Mi...!!"

" Apa kau tahu siapa dia? Pemilik saham 30 persen di perusahaan mu itu. Kini sudah datang. Pasti ia akan mengambil haknya kembali," kata mami Audi

" Apa ...pemilik !! siapa?" kata Audi terkejut

" Siapa lagi, dia Avira kan !!" kata mami menaruh foto foto dari orang suruhannya ke depan Audi. Membuat Audi terpaku menatap foto itu.

" Tidak mungkin dia... !!" kata Audi dengan tangan bergetar. Menatap foto di depannya.

" Dia ....!!"

Flash back

" Tuan bisa mencarinya di sebuah pasar malam. Dia gadis gipsi si peramal. Saya tidak tahu asalnya. Tapi namanya Avira Arista Mentari yang berkuliah di kampus xxx dengan jalur prestasi," kata orang Audi siang itu. Memberi kan infomasi

" Baik, kerja mu bagus. Aku akan kesana nanti malam,untuk di ramal. Semoga ramalan nya tidak meleset," kata Audi

" Baik tuan muda, saya pamit" kata pria itu

" Ya, terimakasih," kata Audi bersandar lega. Karna ia ingin tahu. Apa yang akan terjadi di masa depannya.

Flash off

" Tidak mungkin....apa mami yakin dia Ava !!"

" Kenapa? Kau tidak percaya. Cari tahu sendiri ," kata mami berlalu meninggalkan Audi seorang diri. Dan keluar dengan menutup pintu cukup keras.

Blam........

" Tidak mungkin," .geleng Audi meraup wajahnya kasar.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

wah dibuat pusing nie🤣🤣🤣

2024-09-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!