Vira dan Ara pun terlelap sampai pagi. Kedua pun langsung bersiap siap untuk berangkat kuliah. Mereka lebih memilih sarapan di warung nasi. Daripada memasak di rumah Karna bisa membuat keduanya terlambat untuk berangkat ke kampus.
" Ada apa Vir?kok loe diam saja sepanjang perjalanan," tanya Ara bingung.
" Ngak apa apa, hanya aneh saja ada apa dengan pria semalam?dan kenapa hantu itu pake ngancam segala sih. Aish....kalo ngak hantu bakal aku timpuk tuh pake batu," kata Vira kesal. Semalam Vira memikirkan hantu aneh itu. Apalagi pria tampan yang tidak bisa di ramalnya itu. Memaksanya untuk di ramal. Sehingga Vira hanya memberikan ramalan acak asal asalan.Sebagai alternatif ramalannya. Karena Vira tak ingin hantu itu. Mengganggunya saat ia bekerja.
" Apa hantu itu mengikuti kita lagi?" tanya Ara melihat kebelakang.
" Tidak, dia hanya mengawasi pria tampan itu. Tunggu... bukannya loe bilang loe sangat familiar dengan wajah pria itu," kata Vira saat mereka sudah di dalam kelas.
" Ya....dia marga wijaya, salah satu keluarga nya pemilik kampus swasta yang di depan sana. Keren sih, tapi aneh saja dia datang ketempat kita. Untuk pake minta di ramal segala Tunggu, dari mana dia tahu !!" kata Ara berpikir
" Mana aku tahu," kata Vira. Sambil menatap Ara. Yang ikut bingung
Tak lama Aca pun masuk menghampiri keduanya. Lalu menarik kursi didepan Ara
" Woi kalian kenapa sih?Kaya orang linglung Gue telpon loe Vir, sedari tadi Tapi ngak loe angkat angkat ,"' kata Aca.
" Hah...!! apa iya?" kata Vira dengan cepat membuka tasnya. Dan benar saja, ada 5 panggilan tak terjawab dari Aca.
" Kita tadi lagi dijalan ca, kita baru juga nyampe," kata Ara memberi alasan.
" Pantas saja eh Vir , ada teman gue yang minta di ramal sama loe.Dia itu anak orang tajir. Nah tunangannya itu namanya Audi dia anak pemilik kampus swasta yang keren itu loh. Mereka di jodohkan. Tapi dia bilang tunangannya itu. Sudah punya gebetan sebelum mereka di jodohkan," jelas Aca.
Membuat Ara dan Vira saling pandang. Karna pria itu lah yang sedang mereka bicarakan barusan.
" Jadi loe yang ngasih tahu dia. Anak pemilik president university itu !!" kata Vira kaget tak percaya.
" Ho...oh....kok kalian tahu?" kata Aca
" Kami sudah meramalnya," kata Ara.
" Hah ...kapan? Maksudnya Luna sudah kalian ramal. Lalu hasilnya...?" kata Aca.
" Bukan Luna, tunangannya itu,"jelas Ara
" Hah....Audi, pria dua pintu itu minta di ramal? Apa iya, kalian ngak bercanda kan? " kata Aca tak percaya
" Kenapa loe yang kaget ca?" kata Ara.
" Aneh saja, kalo dia minta di ramal. Tuh cowok kan super pendiam, kuper dan dingin. Si Luna sampai bete sama tuh orang karna cuek dan judes. Sampai Luna sekarang juga nyari gebetan lain," kata Aca.
" Gebetan lain??" kata Vira
" Ups ...sorry ini rahasia. Jangan kasih tahu pria itu ya. Gue rasa mereka sama sama ngak mau di jodohkan,"jelas Aca.
" Apa kalian teman dekat?" Vira pun menatap Aca serius.
" Ya, dia teman SMA gue, cuma orang tuanya lebih kaya," kata Aca.
Vira dan Ara pun diam. Kini teka teki mereka terjawab. Namun kenapa pria itu datang untuk minta di ramal padanya.
" Kenapa kalian diam?" kata Aca heran
" Tidak....kami hanya merasa aneh saja ada orang kaya minta di ramal. Bahkan sampai," kata Vira tak melanjutkan perkataannya. Karna tidak mungkin ia menjelaskan pria itu berteman dengan hantu pada Aca
" Sampai ....apa?" tanya Aca penasaran.
" Sampai nyariin kita ke pasar malam,"jawab Ara melirik Vira.
" Oh...mungkin dia penasaran. Oh ya nanti loe ramal aja tuh si Luna Vir. Kasih dia ramalan yang baik baik. Agar dia senang. Dan kalian berdua pasti dapat bayaran yang lumayan," kata Aca pelan Saat melihat teman teman mereka masuk kelas.
" Sudah, nanti lagi kita lanjutkan," kata Vira. Tidak mau membahas ramalan. Saat teman teman sekelasnya sudah kumpul di kelas.
" Ya, tuh dosen sudah masuk," kata Ara cepat cepat menyiapkan buku catatan. Dan mereka duduk diam. Fokus pada dosen yang baru saja masuk ke kelas mereka
**************
Malam seperti biasanya Ara dan Vira bekerja di pasar malam. Keduanya cukup senang. Karna masih banyak orang yang tertarik pada ramalan Vira.
" Huh...lumayan Vira, biar ngak banyak Tapi tetap ada masukan," kata Ara senang Saat mereka istirahat sejenak untuk makan malam.
" Ya lumayan buat bertahan hidup," kata Vira. Paling tidak mereka punya uang untuk pengeluaran sehari hari.
Awalnya Vira tak pernah berpikir menjadi seorang peramal. Namun karna baginya itu cukup menguntungkan. Apa salah nya bila ia mencoba untuk mencari uang dengan jalan meramal nasib orang. Apalagi bukan hal mudah baginya mencari pekerjaan di jakarta. Saat masih berkuliah.
" Hem.. ..apa kalian sudah tutup?" kata seorang pria muncul tiba tiba di depan Ara dan Vira.
" Kau !!" kata Vira dan Ara kaget. Menatap pria yang tadi malam. Pria yang tidak bisa ia ramal masa depannya itu.
" Hei bang, kami masih istirahat. Apa tidak bisa menunggu di luar saja, "kata Ara.
" Aku bukan orang yang sabar," jawab pria itu santai. Duduk di sebuah kursi kosong di pojok ruangan.
" Apa mau abang?" kata Vira Yang sudah menghabiskan nasi bungkusnya.
" Ingin melihat ramalan garis tangan ku," kata pria itu yang tak lain Audi.
" Abang harus antri, keluar lah kami sudah selesai dan akan buka," kata Ara Membuat Ara beranjak dari kursinya. Untuk kembali bekerja. Karna sudah banyak pasien yang minta di ramal.
Hampir jam 10 malam keduanya pun selesai bekerja. Semua pengunjung sudah dapat giliran. Begitu juga Audi yang sudah pergi setelah di ramal Vira.
" Ada apa dengan pria itu ?" kata Ara bingung.
" Kenapa ?" kata Vira heran.
" Bukannya loe sudah tahu Vir, dia itu tunangannya si Luna teman akrab nya Aca waktu di SMA. Dia seorang pengusaha muda. Yang baru lulus 4 tahun ini. Ganteng sih anaknya orang tajir. Tapi aneh kenapa dia juga datang kesini?" kata Ara heran.
" Mana aku tahu, ngapain dipikir berat. Kita hanya nyari duit disini. Jadi ngak perlu mikirin dia ," Kata Vira menatap Ara. Sambil merapikan peralatan mereka sebelum pulang.
" Ya kau benar Vir, lagi pula itu urusan mereka," kata Ara. Lalu bersiap siap untuk pulang. Dan keduanya pun lalu mengunci pintu seperti biasa. Dan pulang ke rumah kontrakan untuk beristirahat.
***************
Hari berputar dengan cepat. Pagi seperti biasanya. Ara dan Vira berangkat kuliah. Masalah mengisi perut mereka lebih memilih makan di warteg tiap pagi. Dari pada repot memasak di dapur. Kecuali memang darurat saat mereka tidak dalam keadaan sibuk.
" Ra... nanti siang gue pulang kerumah ya. Karna ibu kirim pesan tadi pagi. Kita besok malam masih kerja kan?" kata Ara. Karena tiap malam jum,at Vira sengaja meliburkan rumah ramalnya
" Ya....loe hati hati dijalan," jawab Vira
" Loe ngak mau ikut? Mau gue kenalin sama nyokap sama adik gue," kata Ara
" Lain kali saja ya ra, aku lagi ada urusan," kata Vira.
" Hah....urusan apa ?" kata Ara penasaran
" Mau bicara sama kakek dan paman ," kata Vira. Tak mungkin menjelaskan nya pada Ara. Jika ia ingin melihat rumah orang tuanya dulu. Sekalian menengok makam papah dan mamahnya. Yang hampir tidak pernah Vira kunjungi. Sejak ia pindah 12 tahun lalu.
" Ya sudah loe hati hati ya dirumah," kata Ara pamit.
" Ya loe juga, salam buat nyokap dan ade loe," kata Vira. Saat mereka berpisah di parkiran kampus. Dan Vira memilih naik angkutan umum. Untuk pergi ke makam orang tuanya.
" Huh... aku harus kesana ," batin Vira yang lalu berjalan menuju halte bis. Namun belum lagi Vira sampai di halte bis. Sebuah tangan menariknya.
" Ikut gue!!" kata pria itu.
" Aish... apaan sih .. Lepas...mau ngapain?" kata Vira ketus. Menghempaskan tangan pria itu.
" Bodo amat..." kata pria itu menarik tangan Vira dan membawanya masuk ke dalam mobil
" Brak....jalan pa" perintah pria itu pada sopirnya.
" Ada apa ini, abang mau apa ?" kata Vira menatap pria itu tajam. Karna ia di paksa untuk masuk kedalam mobil
" Nanti juga kau akan tahu!!" kata pria itu menyeringai penuh arti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
ada yg berkenan dgn vira nie
2024-09-15
1
neng ade
waduh .. ada apa ini .
semoga Vira baik2 aja. ..
2024-07-18
1