Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.

Vira dan Ara pun terlelap sampai pagi. Kedua pun langsung bersiap siap untuk berangkat kuliah. Mereka lebih memilih sarapan di warung nasi. Daripada memasak di rumah Karna bisa membuat keduanya terlambat untuk berangkat ke kampus.

" Ada apa Vir?kok loe diam saja sepanjang perjalanan," tanya Ara bingung.

" Ngak apa apa, hanya aneh saja ada apa dengan pria semalam?dan kenapa hantu itu pake ngancam segala sih. Aish....kalo ngak hantu bakal aku timpuk tuh pake batu," kata Vira kesal. Semalam Vira memikirkan hantu aneh itu. Apalagi pria tampan yang tidak bisa di ramalnya itu. Memaksanya untuk di ramal. Sehingga Vira hanya memberikan ramalan acak asal asalan.Sebagai alternatif ramalannya. Karena Vira tak ingin hantu itu. Mengganggunya saat ia bekerja.

" Apa hantu itu mengikuti kita lagi?" tanya Ara melihat kebelakang.

" Tidak, dia hanya mengawasi pria tampan itu. Tunggu... bukannya loe bilang loe sangat familiar dengan wajah pria itu," kata Vira saat mereka sudah di dalam kelas.

" Ya....dia marga wijaya, salah satu keluarga nya pemilik kampus swasta yang di depan sana. Keren sih, tapi aneh saja dia datang ketempat kita. Untuk pake minta di ramal segala Tunggu, dari mana dia tahu !!" kata Ara berpikir

" Mana aku tahu," kata Vira. Sambil menatap Ara. Yang ikut bingung

Tak lama Aca pun masuk menghampiri keduanya. Lalu menarik kursi didepan Ara

" Woi kalian kenapa sih?Kaya orang linglung Gue telpon loe Vir, sedari tadi Tapi ngak loe angkat angkat ,"' kata Aca.

" Hah...!! apa iya?" kata Vira dengan cepat membuka tasnya. Dan benar saja, ada 5 panggilan tak terjawab dari Aca.

" Kita tadi lagi dijalan ca, kita baru juga nyampe," kata Ara memberi alasan.

" Pantas saja eh Vir , ada teman gue yang minta di ramal sama loe.Dia itu anak orang tajir. Nah tunangannya itu namanya Audi dia anak pemilik kampus swasta yang keren itu loh. Mereka di jodohkan. Tapi dia bilang tunangannya itu. Sudah punya gebetan sebelum mereka di jodohkan," jelas Aca.

Membuat Ara dan Vira saling pandang. Karna pria itu lah yang sedang mereka bicarakan barusan.

" Jadi loe yang ngasih tahu dia. Anak pemilik president university itu !!" kata Vira kaget tak percaya.

" Ho...oh....kok kalian tahu?" kata Aca

" Kami sudah meramalnya," kata Ara.

" Hah ...kapan? Maksudnya Luna sudah kalian ramal. Lalu hasilnya...?" kata Aca.

" Bukan Luna, tunangannya itu,"jelas Ara

" Hah....Audi, pria dua pintu itu minta di ramal? Apa iya, kalian ngak bercanda kan? " kata Aca tak percaya

" Kenapa loe yang kaget ca?" kata Ara.

" Aneh saja, kalo dia minta di ramal. Tuh cowok kan super pendiam, kuper dan dingin. Si Luna sampai bete sama tuh orang karna cuek dan judes. Sampai Luna sekarang juga nyari gebetan lain," kata Aca.

" Gebetan lain??" kata Vira

" Ups ...sorry ini rahasia. Jangan kasih tahu pria itu ya. Gue rasa mereka sama sama ngak mau di jodohkan,"jelas Aca.

" Apa kalian teman dekat?" Vira pun menatap Aca serius.

" Ya, dia teman SMA gue, cuma orang tuanya lebih kaya," kata Aca.

Vira dan Ara pun diam. Kini teka teki mereka terjawab. Namun kenapa pria itu datang untuk minta di ramal padanya.

" Kenapa kalian diam?" kata Aca heran

" Tidak....kami hanya merasa aneh saja ada orang kaya minta di ramal. Bahkan sampai," kata Vira tak melanjutkan perkataannya. Karna tidak mungkin ia menjelaskan pria itu berteman dengan hantu pada Aca

" Sampai ....apa?" tanya Aca penasaran.

" Sampai nyariin kita ke pasar malam,"jawab Ara melirik Vira.

" Oh...mungkin dia penasaran. Oh ya nanti loe ramal aja tuh si Luna Vir. Kasih dia ramalan yang baik baik. Agar dia senang. Dan kalian berdua pasti dapat bayaran yang lumayan," kata Aca pelan Saat melihat teman teman mereka masuk kelas.

" Sudah, nanti lagi kita lanjutkan," kata Vira. Tidak mau membahas ramalan. Saat teman teman sekelasnya sudah kumpul di kelas.

" Ya, tuh dosen sudah masuk," kata Ara cepat cepat menyiapkan buku catatan. Dan mereka duduk diam. Fokus pada dosen yang baru saja masuk ke kelas mereka

**************

Malam seperti biasanya Ara dan Vira bekerja di pasar malam. Keduanya cukup senang. Karna masih banyak orang yang tertarik pada ramalan Vira.

" Huh...lumayan Vira, biar ngak banyak Tapi tetap ada masukan," kata Ara senang Saat mereka istirahat sejenak untuk makan malam.

" Ya lumayan buat bertahan hidup," kata Vira. Paling tidak mereka punya uang untuk pengeluaran sehari hari.

Awalnya Vira tak pernah berpikir menjadi seorang peramal. Namun karna baginya itu cukup menguntungkan. Apa salah nya bila ia mencoba untuk mencari uang dengan jalan meramal nasib orang. Apalagi bukan hal mudah baginya mencari pekerjaan di jakarta. Saat masih berkuliah.

" Hem.. ..apa kalian sudah tutup?" kata seorang pria muncul tiba tiba di depan Ara dan Vira.

" Kau !!" kata Vira dan Ara kaget. Menatap pria yang tadi malam. Pria yang tidak bisa ia ramal masa depannya itu.

" Hei bang, kami masih istirahat. Apa tidak bisa menunggu di luar saja, "kata Ara.

" Aku bukan orang yang sabar," jawab pria itu santai. Duduk di sebuah kursi kosong di pojok ruangan.

" Apa mau abang?" kata Vira Yang sudah menghabiskan nasi bungkusnya.

" Ingin melihat ramalan garis tangan ku," kata pria itu yang tak lain Audi.

" Abang harus antri, keluar lah kami sudah selesai dan akan buka," kata Ara Membuat Ara beranjak dari kursinya. Untuk kembali bekerja. Karna sudah banyak pasien yang minta di ramal.

Hampir jam 10 malam keduanya pun selesai bekerja. Semua pengunjung sudah dapat giliran. Begitu juga Audi yang sudah pergi setelah di ramal Vira.

" Ada apa dengan pria itu ?" kata Ara bingung.

" Kenapa ?" kata Vira heran.

" Bukannya loe sudah tahu Vir, dia itu tunangannya si Luna teman akrab nya Aca waktu di SMA. Dia seorang pengusaha muda. Yang baru lulus 4 tahun ini. Ganteng sih anaknya orang tajir. Tapi aneh kenapa dia juga datang kesini?" kata Ara heran.

" Mana aku tahu, ngapain dipikir berat. Kita hanya nyari duit disini. Jadi ngak perlu mikirin dia ," Kata Vira menatap Ara. Sambil merapikan peralatan mereka sebelum pulang.

" Ya kau benar Vir, lagi pula itu urusan mereka," kata Ara. Lalu bersiap siap untuk pulang. Dan keduanya pun lalu mengunci pintu seperti biasa. Dan pulang ke rumah kontrakan untuk beristirahat.

***************

Hari berputar dengan cepat. Pagi seperti biasanya. Ara dan Vira berangkat kuliah. Masalah mengisi perut mereka lebih memilih makan di warteg tiap pagi. Dari pada repot memasak di dapur. Kecuali memang darurat saat mereka tidak dalam keadaan sibuk.

" Ra... nanti siang gue pulang kerumah ya. Karna ibu kirim pesan tadi pagi. Kita besok malam masih kerja kan?" kata Ara. Karena tiap malam jum,at Vira sengaja meliburkan rumah ramalnya

" Ya....loe hati hati dijalan," jawab Vira

" Loe ngak mau ikut? Mau gue kenalin sama nyokap sama adik gue," kata Ara

" Lain kali saja ya ra, aku lagi ada urusan," kata Vira.

" Hah....urusan apa ?" kata Ara penasaran

" Mau bicara sama kakek dan paman ," kata Vira. Tak mungkin menjelaskan nya pada Ara. Jika ia ingin melihat rumah orang tuanya dulu. Sekalian menengok makam papah dan mamahnya. Yang hampir tidak pernah Vira kunjungi. Sejak ia pindah 12 tahun lalu.

" Ya sudah loe hati hati ya dirumah," kata Ara pamit.

" Ya loe juga, salam buat nyokap dan ade loe," kata Vira. Saat mereka berpisah di parkiran kampus. Dan Vira memilih naik angkutan umum. Untuk pergi ke makam orang tuanya.

" Huh... aku harus kesana ," batin Vira yang lalu berjalan menuju halte bis. Namun belum lagi Vira sampai di halte bis. Sebuah tangan menariknya.

" Ikut gue!!" kata pria itu.

" Aish... apaan sih .. Lepas...mau ngapain?" kata Vira ketus. Menghempaskan tangan pria itu.

" Bodo amat..." kata pria itu menarik tangan Vira dan membawanya masuk ke dalam mobil

" Brak....jalan pa" perintah pria itu pada sopirnya.

" Ada apa ini, abang mau apa ?" kata Vira menatap pria itu tajam. Karna ia di paksa untuk masuk kedalam mobil

" Nanti juga kau akan tahu!!" kata pria itu menyeringai penuh arti.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

ada yg berkenan dgn vira nie

2024-09-15

1

neng ade

neng ade

waduh .. ada apa ini .
semoga Vira baik2 aja. ..

2024-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!