Bab 18 Misteri

Setelah maminya pergi Audi pun menelpon seseorang. Sambil mondar mandir di dalam kamarnya.

" Avira....Avira....tidak mungkin. Kenapa baru muncul sekarang. Aish...apa ini kebetulan. Atau dia datang ...." guman Audi gelisah. Menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.

" Ava ....kau kembali. Setelah hilang tanpa kabar bertahun tahun. Bahkan kau tak mengenaliku," guman Audi menatap foto di tangannya.Sambil memejamkan matanya.

************

Disisi lain Vira dan Ara baru saja masuk kamar. Dan mereka sudah berganti pakaian.

Sambil duduk diatas tempat tidur. Untuk menghitung pendapatan mereka malam ini

" Alhamdulilah lumayan, masih ada lebihnya," kata Ara senang.

" Puji Tuhan, kita masih bisa bertahan. Aku dengar tempat itu akan di bangun hotel. Kita harus berhemat ra. Sambil mencari alternatif usaha lain," kata Vira.

" Bagaimana kalo kita bikin warung tenda Vir, lumayan ada ibuku yang bisa bantu bantu kita," kata Ara memberi ide

" Boleh, kita kumpulkan modal dulu," kata Vira tersenyum.

" Trus apa loe akan berhenti meramal?" kata Ara menatap Vira lekat.

" Tidak, jari emasku masih bisa di pakai dengan menunggu panggilan. Paling tidak ada satu dua pelanggan," kata Vira.

" Ya, tapi Vir penghasilan kita pasti akan berkurang," kata Ara khawatir.

" Tuhan tidak tidur ra, berdoa saja. Agar rezeki kita lancar. Dan fokus pada kuliah. Pasti semuanya akan baik baik saja," jawab Vira yakin.

" Ya aku percaya itu," kata Ara menarik nafas dalam. Karna memang selama ini mereka juga sudah cukup berhemat. Tidak membuang buang uang dengan berfoya foya. Menabung untuk berjaga jaga. Bila mereka dalam kesusahan.

" Ya sudah ayo kita tidur," kata Vira.

" Entar gue simpan dulu nih duit Takut ke bawa mimpi. Iya kalo nih duit beranak pas di alam mimpi. Lumayan buat beli rumah ," kata Ara terkekeh.

" Amin...ya semoga mimpi kita terwujud. Walau harus bekerja nyambi kuliah. Aku percaya kita bisa melewatinya," kata Vira membaringkan tubuhnya.

" Itu pasti Vir, Allah tidak akan pernah memberi cobaan. Melampaui kemampuan umatnya.," kata Ara. Berjalan ke arah lemari. Untuk menyimpan uangnya. Dan kembali berbaring di samping Vira.

" Ya, semoga saja kita beruntung," kata Vira tersenyum. Lalu memejamkan matanya Karna sudah mengantuk.

Begitu juga Ara yang langsung menarik selimutnya. Sehingga tak lama keduanya sudah tertidur pulas Setelah pulang kuliah langsung bekerja keras Demi menghidupi diri mereka sendiri.

*************

Pagi ini seorang pria tampan duduk manis di depan dua pria tua beda usia yang menatapnya tajam. Karna semalam mereka berdebat cukup lama dengan egonya masing masing.

" Kau masih ingin menolak?" tanya sang kakek.

" Hm ...Candra punya kandidat sendiri,"

" Kau yakin, siapa dia dan apa marga nya," kata papi menatap tajam putranya sendiri

" Kurasa papi juga tahu. Karna 30 persen sahamnya dalam pengawasan ku. Dan aku ingin sisanya bisa aku ambil kembali dari relasi kakek," kata pria itu tegas.

" Hahaha....apa kau yakin? Atau kau hanya di tipu perempuan itu. Selama ini belum ada kabar ia akan kembali. Dan rumah itu masih di tempati orang lain," tawa sang kakek cukup keras.

" Terserah, akan kita lihat nanti. Tapi yang jelas Candra tak berminat dengan Helena," tegas Audi.

Membuat kedua pria itu terdiam. Dan pria tua itu menelisik wajah Audi dengan rahang mengeras. Seakan pemuda itu sedang memikirkan sesuatu.

" Baik bawa dia saat undangan keluarga Salim group berlangsung. Dan itu batas mu untuk melobi. Jika tidak, Kakek tetap akan memilih Helena," kata pria tua itu dengan suara serak penuh tekanan.

" Baik, tunggu saja kami datang," kata Audi santai. Karena ia sedang berpikir keras Untuk merencanakan sesuatu.

**************

Disisi lain Vira termenung saat Ara dan Aca asyik ngobrol. Sembari mendengar obrolan kedua sahabatnya itu di taman kampus. Saat mereka menunggu jam masuk mata kuliah kedua.

" Kasihan juga ya, padahal mereka sudah di jodohkan. Dasar pria brengsek. Bisa bisa nya dia tidur dengan wanita lain. Kalo gue yang jadi Luna, bakal gue jambak tuh perempuan," kata Ara.

" Dih kok loe ikuti emosi. Luna nya aja santai. Sambil ngedate sama pacar barunya. Tapi kurasa dia pasti juga sakit hati Karna si Audi bersikap kurang ajar begitu," kata Aca manyun.

" Ya namanya juga pria tampan, mentang mentang kaya dan banyak duit seenak saja berselingkuh. Namanya perempuan tetap butuh duit, pasti dia mau mau aja di celap celup ," kata Ara dengan wajah kesal

" Yah....kenapa loe yang emosi sih ra, itu urusan mereka. Kita ngak mungkin bisa ikut campur. Memang begitulah masalah orang kaya. Agar harta mereka makin bertambah. Mereka akan mengikat relasi dengan perjodohan," Vira pun ikut bicara.

" Ya tapi bang Audi itu orangnya cuek dan gampang bikin jutek Vir. Apa mungkin dia melakukan hal senonoh begitu. Orang sama perempuan saja sikapnya dingin," kata Aca bingung.

" Tahu ah, ngapain juga kita ngomongin mereka. Yang bukan urusan kita. Ngak ada untungnya kan?"kata Ara.

" Tapi kok loe tadi bersemangat banget ra, ngurusin tuh si abang tengil. Padahal dia menyebalkan begitu orangnya ," kata Vira.

" Apa dia juga pernah datang kesana untuk minta di ramal Vir?" kata Aca penasaran

" Bukan minta lagi, bahkan maksa kita ca. Tuh si pintu kulkas bikin gue gedek saja. Rasanya pengen gue timpuk," kata Ara terlihat sangat kesal.

" Tapi ganteng kan ra, apa loe tega ?" kata Aca terkekeh.

" Tampang sih lumayan ca, rapi sikap arogannya itu bikin kita shock. Karna gue secara pribadi tidak suka dengan laki laki sedingin kutub utara. Bikin kita stress sendiri. Ngak bisa bikin hati kita melow saat ingin romantis" kata Vira terkekeh.

" Iya ca, mending juga si Devan atau bang Wandi. Lebih keren dan bikin gue klepek klepek beb," kata Ara

" Yah yah mulai halu loe ya ra, jangan mimpi terlalu tinggi. Takut jatuh ke jalan aspal. Ingat para pengusaha itu cukup pemilih sama jodohnya. Sebab mereka menang karna punya banyak duit. Kita ini cuma rakyat jelata. Mau jadi cinderella..... Hanya ada satu dari seribu. Jadi sebelum gila. Mending sadar diri deh," kata Aca mendorong bahu Ara.

" Astaga ca, gue belum segila itu juga kali Tapi kalo mau nyoba gila sedikit boleh kan. Mumpung tak ada larangan. Mengoda pria pengusaha jomlo dan tajir. Siapa tahu gue kecipratan hoki, ya ngak Vir,?" kata Ara tersenyum.

" Boleh dong, ngak waras juga ngak ada yang larang. Orang kita menikmati hidup sebentar kok. Asal tidak melanggar batas saja.," kata Vira terkekeh. Melayani kegilaan kedua temannya itu.

" Aish....parah loe Vir, mentang mentang bisa meramal. Tapi apa ramalan juga bisa mengubah takdir hidup," kata Aca

" Mana aku tahu, gue sih yang penting happy ," kata Vira tertawa.

" Ya itu pasti Vir, semua orang itu pengen nya punya hidup dengan ending happy di akhir cerita. Cuma apa iya, kita bisa membuatnya dengan apik. Apalagi dengan drama berkesan. Iya kalau drama nya mulus Tapi pas galau dan merana. Ujung ujung nya pasti bunuh diri, gimana ?" kata Aca dengan mimik serius.

" Astaga.....kenapa pake drama bunuh diri sih, kalo begitu endingnya bakal jadi hantu dong," kata Ara protes. Membuat Vira terdiam. Saat mata Vira melihat sosok hantu pria itu. Berdiri menatap mereka bertiga dengan wajah dingin dan datar.

" Hantu......" kata Vira menunjuk pohon di depannya

" Vir.... Jangan macam macam loe, ini masih siang," pekik Aca. Karna bulu kuduknya berdiri seketika.

" Vir, jangan loe bilang tuh hantu gentayangan. Pas dengar kita nyindir dia bunuh diri," rengek Ara ikut merinding. Sambil mengikuti arah mata Vira.

.

Terpopuler

Comments

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Tabir kehidupan Avira mulai terkuak
Ga sabar nunggu konfliknya

2024-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!