Keduanya pun pamit pulang setelah menjelang subuh. Karena urusan mereka sudah selesai. Dan hantu di rumah itu, berjanji akan ikut menjaga si pemilik rumah. Membuat Vira lega. Lalu pulang setelah mendapat bayaran dari pak Agus.
" Nih sama separo," kata Vira saat mereka sudah sampai di kontrakan. Membagi uang hasil bekerja mengusir hantu.
"' Alhamdulilah lumayan banyak Vir , dua juta setengah ya ampun. Gampang banget kita dapat duit, kalo jadi peramal Dari pada jadi karyawan toko," kata Ara senang. Sambil mengipas ngipas duitnya.
" Ya tapi apa kau tidak takut bertemu hantu lagi. Karna ini resiko dari pekerjaan kita. Untung kita di tolong. Kalo tidak kita bisa di cekik sama tuh hantu," kata Vira.
" Aish ngak usah dibahas. Tapi iya juga sih, bikin gue ngeri ngeri sedap. Ya mau apa lagi. Kalo jadi duit ngak masalahkan Vir," kata Ara tersenyum.
Sedangkan Vira hanya menarik nafas dalam. Sebenarnya Ia juga belum bisa mengusir hantu. Tapi entah mengapa Vira nekat dan untungnya nasib mereka beruntung. Ada seseorang yang menolongnya. Dan Vira belum tahu siapa yang sudah menolongnya. Entah itu leluhurnya atau tanpa di sengaja. Vira hanya bertanya tanya dalam hati. Karna ia hanya mengikuti kata hatinya.
" Vir...lho kenapa? Besok kita masih kerja meramal lagi kan,?" kata Ara
" Ya , sekarang aku mau tidur dulu. Ngantuk nih semalaman bergadang. Menunggu si dukun itu mengirim bala," kata Vira naik ketempat tidur.
" Gue juga, untung ini hari minggu," kata Ara ikut berbaring di samping Vira. Karna kini ia bisa nebeng hidup bersama Vira. Sekalian ikut bekerja jadi peramal. Dari pada ia menjual diri.
Sedangkan Vira langsung memejamkan matanya. Dan entah mengapa ia tiba tiba berada di sebuah tempat. Yang menurut nya merasa aneh.
" Hua .... kebakaran ....kebakaran...." teriak suara orang banyak. Dan melihat orang orang berlari kesana kemari. Dan mereka berusaha untuk keluar. Namun ada juga sebagian orang yang sedang menjarah. Dan satu jam kemudian kebakaran itu makin besar membakar semua orang orang di dalam tempat itu. Vira pun mencoba menolong mereka. Namun ia tak bisa. Karna ia hanya menebus bayangan. Dan api lama kelamaan makin membesar. Dan membakar tubuh tubuh manusia itu sampai gosong yang membuat Vira hanya bisa berteriak minta tolong. Namun tak ada seorang pun bisa menolong mereka dan....
" Vir ...Vir.... bangun...!!, loe mimpi?" kata Ara menggoyang tubuh Vira
" Huh....huh....huh...." nafas Vira pun naik turun Dengan tubuh berkeringat. Saat terbangun dari mimpi buruk.
" Apa loe mimpi buruk lagi ?" tanya Ara khawatir.
" Ya aku mimpi mayat mayat gosong," kata Vira menceritakan mimpi yang ia alami barusan.
" Ish... hantu itu pasti ingin memberitahu kan loe Vir, kalo mereka itu korban dari kebakaran tragedi 98 di mall klender," kata Ara
" Hah...!! hantu apa dan tragedi apa?" kata Vira kaget. Karena ia tidak tahu apa yang maksud Ara.
" Begini, mayat mayat gosong itu benar adanya. Karna itu tragedi dekat rumah pak Agus itu. Karna lokasi rumah itu tak jauh dari mall klender. Yang dulu jadi tempat penjarahan. Tapi naasnya para sebagian penjarah dan pembeli mati terbakar di dalam mall. Sampai mereka mati gosong. Karena tiba tiba saja pintu mall tertutup otomatis," cerita Ara yang dulu mendengar cerita kakeknya. Yang pernah bekerja menjadi satpam di mall itu. Dan kini mall itu sudah kembali di bangun lagi seperti semula. Karena sudah di renovasi ulang.
" Hantu gosong, Mr x ?" kata Vira mencoba mengingat sesuatu.
" Hah maksud loe apa Mr X Vir" kata Ara menatap Vira.
" Ada seorang dari hantu itu yang menolong ku tadi malam. Dan ia juga ikut menghalau cahaya merah itu. Hi.....apa ini firasat?" kata Vira bertanya tanya.
" Hi....firasat apa sih?" kata Ara kepo ingin tahu.
"Jujur saja ra, aku bisa meramal lantaran ada yang bantu kita ra, Awalnya gue hanya iseng saja. Untuk sekedar bermain main sama loe berdua saat itu. Tapi entah mengapa ada bayangan hitam . Tiba tiba saja masuk ke dalam pikiranku. Membuat aku bisa jadi peramal.," kata Vira.
" Ish.. mungkin itu hanya kebetulan saja Vir
Mungkin itu juga memang bawaan loe sejak lahir. Dan itu tanpa loe sadari. Atau memang dulu para leluhur loe . Juga bisa meramal seperti kata loe kemaren," kata Ara menatap Vira.
" Ya kakek dan paman ku. Tapi ini aneh
Padahal aku tak pernah belajar tentang kartu tarot. Aku takut apa yang aku ramal bisa terjadi beneran . Bagaimana saat kita meramal orang baik, mereka bisa percaya. Sehingga mereka bisa menjadi jahat," kata Vira menatap Ara
" Shut... ngak usah memikirkan yang aneh aneh deh. Kita jalani saja apa adanya. Lagi pula ini hanya buat kita nyari duit doang Jadi ngak perlu di pusingkan," kata Ara. Agar Vira tak berpikir macam macam.
" Ya...baiklah, mungkin aku terlalu capek dan ngantuk. Ayo kita tidur lagi," kata Vira kembali memejamkan matanya. Membuat Ara terdiam. Karna ia ikut kepikiran dengan perkataan Vira.
" Ah sudah lah, ngak perlu di pusingkan. Yang penting nyari duit," guman Ara yang juga ikut memejamkan matanya.
Dan mereka pun terlelap sampai pulas. Tanpa mereka sadari sesosok bayangan hitam. Mengawasi mereka sedari tadi dari samping lemari.
**************
Malamnya Ara dan Vira mencari makan di luar. Yang tak jauh dari pasar. Warung bakso itu terlihat sangat ramai. Karna memang begitulah aktivitas di pasar. Semua kiriman barang dan sayur mereka datang dan di bawa di waktu malam. Supaya subuh dan paginya mereka bisa berjualan.
" Neng... ini baksonya," kata abang si penjual bakso. Mengantar pesanan Ara dan Vira
" Terimakasih bang," kata Vira.
" Bang tambah satu mangkok lagi ya bang. Ngak pake mie, baksonya saja," pesan Ara.
Sedangkan Vira mulai menyantap baksonya Namun saat ia ingin menyuap baksonya ke mulut. Tiba tiba saja matanya tertuju pada sekumpulan orang orang bertubuh hitam. Seperti gosong, yang duduk berkumpul di batas trotoar bahu jalan.
Deg ...
" Apa ini mimpi buruk lagi atau hanya...?" kata Vira dalam hati. Karna sejak jadi peramal. Vira tiba tiba saja. Bisa melihat hantu dan hal hal aneh.
" Ada apa?" senggol Ara.
" Ah bukan apa apa" kata Vira tersadar. Lalu ia pun kembali fokus menatap mangkok baksonya. Sembari melihat para hantu itu Pada nongkrong bersantai di pinggir jalan.
" Kenapa ? mikirin apa ?kata Ara menatap Vira serius
" Apa di dunia perhantuan hidup mereka juga seperti manusia,?" kata Vira.
" Ya bisa jadi, kata orang hantu juga seperti manusia. Hidup dan makan juga bersenang senang seperti manusia.
Tapi bedanya kita beda alam Vir" kata Ara
" Ya aku tahu...kita beda alam. Tapi juga bisa tembus pandang," kata Vira asal
" Hahaha.... ya seperti di terawang Vir, kau ini aneh. Kita ini lagi makan. Kenapa masih membahas masalah hantu lagi. Bukannya loe ngak mau kita membahas ini tadi?" kata Ara menegaskan.
" Ya ayo makan, ngak usah di bahas. Maaf aku lupa, " kata Vira sambil matanya melirik segerombolan hantu gosong itu lagi. Yang masih asyik nongkrong menonton orang orang berlalu lalang.
" Ya tuhan, ada apa dengan mataku," batin Vira mengeleng. Mencoba mengalihkan pandangannya pada tempat lain. Karna kini mau tak mau. Vira harus melihat hal hal aneh. Sebab Vira sudah bekerja menjadi seorang peramal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
wahhh hijab nya sudah terbuka yaa
2024-09-15
1