Vira pun hanya terdiam. Seakan tidak melihat sosok hantu itu. Lalu keluar dari bank. Setelah urusannya selesai
" Huh.. apa dia sengaja mengikuti ku. Bukannya dia hantu yang juga sering ke rumah kontrakan," batin Vira. Sambil menunggu angkutan umum yang melintas di depan halte bus. Sambil sesekali melihat pesan di gawainya.
" Hi...." kata Vira. Saat melihat bayangan sosok hantu itu, lewat ponselnya. Saat ia mengunakan kamera ponsel.
" Astaga, ada apa dengan ku. Sampai hantu itu selalu mengikuti ku. Aneh padahal aku belum pernah bicara padanya.,"batin Vira.
Lalu Vira cepat cepat memberhentikan bis. Saat bis itu datang ke arah nya. Dan Vira naik sambil mencari tempat duduk. Namun mata Vira kembali..Melihat hantu yang dulu pernah bertemu dengannya.
" Kau ...." kata Vira. saat hantu itu menghampirinya.
" Hai .. apa kau bawa teman baru, dia cakep banget," kata hantu itu tersenyum.
Namun Vira hanya diam. Karna tak mungkin ia bicara sendiri. Saat berada di dalam bis. Apalagi banyak orang yang menatapnya.
" Hai , bisa bergeser ," sapa seorang pria ikut naik dan ingin duduk di dekat Vira.
" Ya ," kata Vira duduk bergeser ke kursi sebelah. Dengan wajah dingin tanpa menoleh pada pria itu.
" Mau kemana?" tanya pria di sebelah Vira.
" Pulang," jawab Vira cuek.
" Baguslah, ada hantu yang mengikuti mu," kata pria itu tersenyum.
Deg...
Vira pun menoleh pada pria di sampingnya Pria yang dulu pernah bertemu dengannya. Saat pertama kalinya Vira naik bis.
" Kau...." kata Vira terkejut.
" Ini semua bukan kebetulan kan ," kata pria itu tersenyum. Membuat Vira membuang nafas kasarnya.
" Apa kau bisa melihat mereka?" tanya Vira
" Kalau iya kenapa?" kata pria itu balas cuek pada Vira.
" Apa kau seorang peramal ?" kata Vira lagi.
" Peramal !!" kata pria itu kaget. Lalu menatap Vira.
" Kenapa kaget?" kata Vira.
" Tidak , aku bukan peramal. Tapi pawang hantu,"bisik pria itu. Membuat Vira melongo tak percaya. Dengan apa yang ia dengar barusan.
" Pawang han..tu., tunggu apa kau bisa mengusir hantu. Bisa aku minta nomor ponselmu. Agar saat aku butuh, aku bisa menghubungi abang," kata Vira.
" Baik, berikan gawai mu, tapi ingat jangan katakan pada hantu itu. Jika aku ini seorang pawang," bisik pria itu pelan.
" Hah ... maksudnya ?" kata Vira bingung
" Nama ku Andi, kita satu kampus.Tapi aku jurusan Teknik komputer. Hantu itu cukup tampan. Dia sepertinya menyukai mu" bisik Andi Membuat mata Vira mendelik.
" Hah...!!"' kata Vira kaget. Kalo hantu yang mengikutinya adalah seorang hantu pria.
" Bagaimana kau bisa tahu ?"kata Vira menatap Andi lekat.
" Aku melihatnya, saat kau berada di kampus," kata Andi.
" Ya tuhan,"kata Vira shock. Bergidik ngeri Sedangkan Andi tersenyum tipis melihat reaksi Vira.
" Kenapa? apa kau tidak mau bicara pada nya. Agar ia berhenti mengikuti mu.,"kata Andi berbicara pelan.
" Apa dia hantu gosong yang pernah kau lihat dulu?" kata Vira.
" Bukan ini kakak kelas kita yang mati di bunuh. Dia korban penculikan. Namun dia tidak selamat" kata Andi.
" Astaga , bagaimana kau tahu?" kata Vira melihat sosok bayangan itu dari kamera gawainya.
" Aku pernah ngobrol dengannya. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia katakan. Tapi secara langsung. Karna dia tidak percaya dengan siapapun. Bicaralah padanya, jika kau punya waktu. Agar dia tidak bergentayangan di sekitar kampus kita,"' kata Andi yang berdiri. Saat seorang memberi kode untuk segera turun.
" Siapa namamu ?" kata Andi saat berdiri Saat ingin keluar.
"Avira" jawab Vira. Membuat Andi tersenyum Lalu turun dari bis. Setelah itu, bis pun kembali melaju cepat.
" Astaga dia, itu tidak mungkin....," kata Vira menggelengkan kepalanya. Tidak percaya dengan perkataan Andi. Yang mengatakan sosok hantu itu mengikutinya. Apalagi sosok hantu adalah hantu pria tampan.
" Hi....apaan sih, kenapa bisa," kata Vira bergidik ngeri. Karena hantu itu selalu saja mengikutinya.
*************
Malamnya Vira dan Ara bekerja seperti biasanya. Cukup banyak orang yang datang Untuk minta di ramal malam ini.
" Mba sudah selesai belum, cepat dong ini kok lama sih ," kata seorang wanita muda yang tak sabar ingin segera di ramal.
" Sabar mba, ini masnya sebentar lagi kok," kata Ara mencoba mengatur pengunjung yang datang. Membuat wanita itu cemberut Karna cukup lama dia menunggu gilirannya. Sampai gilirannya ia pun langsung banyak bertanya pada Vira. Tentang apa yang ingin ia tanyakan.
Sedangkan Vira sedang fokus meramal di ruangannya.
" Mba bisa mengeceknya dulu semuanya. Agar tak ada kesalahpahaman ," kata Vira Melihat aura tidak baik pada gadis itu Yang sepertinya banyak punya masalah dalam hidupnya.
"' Tapi apa papi saya selingkuh mba?" kata gadis itu penasaran.
" Tidak, hanya mungkin dekat dengan beberapa teman wanita lamanya," kata Vira.
" Baik terimakasih mba," kata gadis itu berlalu. Setelah puas bertanya pada Vira.
Membuat Vira menghela nafas kasarnya. . Lega gadis itu sudah selesai di ramal.
" Mba tunggu...!!" kata Vira. Membuat gadis muda itu berhenti melangkah.
" Ada apa ?" kata gadis itu berbalik badan
" Jangan diri mba baik baik, jangan keluar sendirian kalo di malam hari," kata Vira mengingatkan.
" Ya mba terimakasih.," kata gadis itu pergi keluar dari bilik ramal. Dan tak lama ada seorang pria muda masuk dan duduk di depan Vira
" Cepat ramal saya mba. Ini sudah malam Saya harus pulang sebelum jam 10 malam ," kata pria itu. Membuat Vira menelisik wajah pria muda itu.
" Tidak bisa bang, minta saja pada asisten saya. Biayanya akan kembali. Karena saya tidak melihat aura abang. Yang ada di dalam diri abang," kata Vira.
" Hahaha....kau bercanda bagaimana bisa. Bukannya kau seorang peramal?" kata pria muda itu kaget. Terlihat sangat tampan dengan wajah pucat nya. Karna beberapa hari ini ia mengawasi Vira.
" Ada khodam yang melindungi diri abang Mungkin abang bisa bertanya pada seorang ustad atau orang pintar. Karna saya tidak bisa membacanya. Abang punya banyak khodam," jelas Vira jujur dengan apa yang ia lihat.
" Bagaimana bisa?" kata pria itu tak percaya.
" Entahlah, cek dulu khodam abang bila mau datang kesini," kata Vira.
" Khodam itu apa ?" kata pria itu bingung. Dan kenapa pakai cek khodam segala?" kata pria itu semakin bingung.
" Abang tak bisa di ramal, karna saya hanya melihat kabut. Dalam diri abang. Karna aura abang tertutup. Jadi saya juga tidak bisa meramal masa depan abang," Jelas Vira panjang lebar. Membuat pria itu tertegun. Menatap wajah Vira dengan mata intens. Sambil menarik nafas dalamnya.
" Kau tidak sedang menipuku kan," kata pria muda itu.
" Untuk apa saya menipu abang, pergi lah!! Ara kembali kan uang maharnya," kata Vira pada Ara dari balik tirai.
" Siap !!" kata Ara yang sudah di WA Vira sedari tadi. Membuat pria itu beranjak dari tempat duduknya. Dan Vira pun memanggil pelanggan berikutnya .
Pria itu keluar dengan perasan penasaran. Karna sebenar nya ia ingin tahu. Apa yang terjadi pada dirinya. akhir akhir ini, karna ada sesuatu yang mengganggu pikirannya . Tiap kali ia ingin tidur di malam hari
" Bang ini uangnya," kata Ara. Saat pria itu melewatinya.
" Ambil saja untuk kalian,"' kata pria itu pergi begitu saja. Keluar dari rumah ramal.
Meninggal kan tempat Vira. Mencari hiburan lain di area wahana.
Ting... .tiba tiba sosok hantu itu muncul di depan Vira. Saat seorang wanita baru saja selesai di ramal.
" Kau ..!!" kata Vira kaget.
" Tolong bantu dia !!" kata hantu itu.
" Siapa?" kata Vira bingung.
" Dia !! pria yang tidak bisa kau ramal tadi," kata hantu itu.
" Untuk apa ?" kata Vira tak mengerti.
" Bantu saja, nanti juga kau akan tahu apa masalahnya," kata hantu itu menatap Vira.
" Aku tidak bisa ," jawab Vira. Sambil merapikan peralatan ramalnya.
" Bantu dia, atau aku akan menganggu mu dan menghancurkan rumah ramal mu ini," ancam hantu itu.
" Astaga kau !!" kata Vira terkejut. Karna hantu itu sudah berani mengancamnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
rhea
yaa makin seru
2024-09-15
1
Ari Chutez
seru bacanya
2024-08-23
1
neng ade
mungkin pria itu saudara nya si hantu ..
2024-07-18
1