Bab 13 Hantu Aneh

Vira pun hanya terdiam. Seakan tidak melihat sosok hantu itu. Lalu keluar dari bank. Setelah urusannya selesai

" Huh.. apa dia sengaja mengikuti ku. Bukannya dia hantu yang juga sering ke rumah kontrakan," batin Vira. Sambil menunggu angkutan umum yang melintas di depan halte bus. Sambil sesekali melihat pesan di gawainya.

" Hi...." kata Vira. Saat melihat bayangan sosok hantu itu, lewat ponselnya. Saat ia mengunakan kamera ponsel.

" Astaga, ada apa dengan ku. Sampai hantu itu selalu mengikuti ku. Aneh padahal aku belum pernah bicara padanya.,"batin Vira.

Lalu Vira cepat cepat memberhentikan bis. Saat bis itu datang ke arah nya. Dan Vira naik sambil mencari tempat duduk. Namun mata Vira kembali..Melihat hantu yang dulu pernah bertemu dengannya.

" Kau ...." kata Vira. saat hantu itu menghampirinya.

" Hai .. apa kau bawa teman baru, dia cakep banget," kata hantu itu tersenyum.

Namun Vira hanya diam. Karna tak mungkin ia bicara sendiri. Saat berada di dalam bis. Apalagi banyak orang yang menatapnya.

" Hai , bisa bergeser ," sapa seorang pria ikut naik dan ingin duduk di dekat Vira.

" Ya ," kata Vira duduk bergeser ke kursi sebelah. Dengan wajah dingin tanpa menoleh pada pria itu.

" Mau kemana?" tanya pria di sebelah Vira.

" Pulang," jawab Vira cuek.

" Baguslah, ada hantu yang mengikuti mu," kata pria itu tersenyum.

Deg...

Vira pun menoleh pada pria di sampingnya Pria yang dulu pernah bertemu dengannya. Saat pertama kalinya Vira naik bis.

" Kau...." kata Vira terkejut.

" Ini semua bukan kebetulan kan ," kata pria itu tersenyum. Membuat Vira membuang nafas kasarnya.

" Apa kau bisa melihat mereka?" tanya Vira

" Kalau iya kenapa?" kata pria itu balas cuek pada Vira.

" Apa kau seorang peramal ?" kata Vira lagi.

" Peramal !!" kata pria itu kaget. Lalu menatap Vira.

" Kenapa kaget?" kata Vira.

" Tidak , aku bukan peramal. Tapi pawang hantu,"bisik pria itu. Membuat Vira melongo tak percaya. Dengan apa yang ia dengar barusan.

" Pawang han..tu., tunggu apa kau bisa mengusir hantu. Bisa aku minta nomor ponselmu. Agar saat aku butuh, aku bisa menghubungi abang," kata Vira.

" Baik, berikan gawai mu, tapi ingat jangan katakan pada hantu itu. Jika aku ini seorang pawang," bisik pria itu pelan.

" Hah ... maksudnya ?" kata Vira bingung

" Nama ku Andi, kita satu kampus.Tapi aku jurusan Teknik komputer. Hantu itu cukup tampan. Dia sepertinya menyukai mu" bisik Andi Membuat mata Vira mendelik.

" Hah...!!"' kata Vira kaget. Kalo hantu yang mengikutinya adalah seorang hantu pria.

" Bagaimana kau bisa tahu ?"kata Vira menatap Andi lekat.

" Aku melihatnya, saat kau berada di kampus," kata Andi.

" Ya tuhan,"kata Vira shock. Bergidik ngeri Sedangkan Andi tersenyum tipis melihat reaksi Vira.

" Kenapa? apa kau tidak mau bicara pada nya. Agar ia berhenti mengikuti mu.,"kata Andi berbicara pelan.

" Apa dia hantu gosong yang pernah kau lihat dulu?" kata Vira.

" Bukan ini kakak kelas kita yang mati di bunuh. Dia korban penculikan. Namun dia tidak selamat" kata Andi.

" Astaga , bagaimana kau tahu?" kata Vira melihat sosok bayangan itu dari kamera gawainya.

" Aku pernah ngobrol dengannya. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia katakan. Tapi secara langsung. Karna dia tidak percaya dengan siapapun. Bicaralah padanya, jika kau punya waktu. Agar dia tidak bergentayangan di sekitar kampus kita,"' kata Andi yang berdiri. Saat seorang memberi kode untuk segera turun.

" Siapa namamu ?" kata Andi saat berdiri Saat ingin keluar.

"Avira" jawab Vira. Membuat Andi tersenyum Lalu turun dari bis. Setelah itu, bis pun kembali melaju cepat.

" Astaga dia, itu tidak mungkin....," kata Vira menggelengkan kepalanya. Tidak percaya dengan perkataan Andi. Yang mengatakan sosok hantu itu mengikutinya. Apalagi sosok hantu adalah hantu pria tampan.

" Hi....apaan sih, kenapa bisa," kata Vira bergidik ngeri. Karena hantu itu selalu saja mengikutinya.

*************

Malamnya Vira dan Ara bekerja seperti biasanya. Cukup banyak orang yang datang Untuk minta di ramal malam ini.

" Mba sudah selesai belum, cepat dong ini kok lama sih ," kata seorang wanita muda yang tak sabar ingin segera di ramal.

" Sabar mba, ini masnya sebentar lagi kok," kata Ara mencoba mengatur pengunjung yang datang. Membuat wanita itu cemberut Karna cukup lama dia menunggu gilirannya. Sampai gilirannya ia pun langsung banyak bertanya pada Vira. Tentang apa yang ingin ia tanyakan.

Sedangkan Vira sedang fokus meramal di ruangannya.

" Mba bisa mengeceknya dulu semuanya. Agar tak ada kesalahpahaman ," kata Vira Melihat aura tidak baik pada gadis itu Yang sepertinya banyak punya masalah dalam hidupnya.

"' Tapi apa papi saya selingkuh mba?" kata gadis itu penasaran.

" Tidak, hanya mungkin dekat dengan beberapa teman wanita lamanya," kata Vira.

" Baik terimakasih mba," kata gadis itu berlalu. Setelah puas bertanya pada Vira.

Membuat Vira menghela nafas kasarnya. . Lega gadis itu sudah selesai di ramal.

" Mba tunggu...!!" kata Vira. Membuat gadis muda itu berhenti melangkah.

" Ada apa ?" kata gadis itu berbalik badan

" Jangan diri mba baik baik, jangan keluar sendirian kalo di malam hari," kata Vira mengingatkan.

" Ya mba terimakasih.," kata gadis itu pergi keluar dari bilik ramal. Dan tak lama ada seorang pria muda masuk dan duduk di depan Vira

" Cepat ramal saya mba. Ini sudah malam Saya harus pulang sebelum jam 10 malam ," kata pria itu. Membuat Vira menelisik wajah pria muda itu.

" Tidak bisa bang, minta saja pada asisten saya. Biayanya akan kembali. Karena saya tidak melihat aura abang. Yang ada di dalam diri abang," kata Vira.

" Hahaha....kau bercanda bagaimana bisa. Bukannya kau seorang peramal?" kata pria muda itu kaget. Terlihat sangat tampan dengan wajah pucat nya. Karna beberapa hari ini ia mengawasi Vira.

" Ada khodam yang melindungi diri abang Mungkin abang bisa bertanya pada seorang ustad atau orang pintar. Karna saya tidak bisa membacanya. Abang punya banyak khodam," jelas Vira jujur dengan apa yang ia lihat.

" Bagaimana bisa?" kata pria itu tak percaya.

" Entahlah, cek dulu khodam abang bila mau datang kesini," kata Vira.

" Khodam itu apa ?" kata pria itu bingung. Dan kenapa pakai cek khodam segala?" kata pria itu semakin bingung.

" Abang tak bisa di ramal, karna saya hanya melihat kabut. Dalam diri abang. Karna aura abang tertutup. Jadi saya juga tidak bisa meramal masa depan abang," Jelas Vira panjang lebar. Membuat pria itu tertegun. Menatap wajah Vira dengan mata intens. Sambil menarik nafas dalamnya.

" Kau tidak sedang menipuku kan," kata pria muda itu.

" Untuk apa saya menipu abang, pergi lah!! Ara kembali kan uang maharnya," kata Vira pada Ara dari balik tirai.

" Siap !!" kata Ara yang sudah di WA Vira sedari tadi. Membuat pria itu beranjak dari tempat duduknya. Dan Vira pun memanggil pelanggan berikutnya .

Pria itu keluar dengan perasan penasaran. Karna sebenar nya ia ingin tahu. Apa yang terjadi pada dirinya. akhir akhir ini, karna ada sesuatu yang mengganggu pikirannya . Tiap kali ia ingin tidur di malam hari

" Bang ini uangnya," kata Ara. Saat pria itu melewatinya.

" Ambil saja untuk kalian,"' kata pria itu pergi begitu saja. Keluar dari rumah ramal.

Meninggal kan tempat Vira. Mencari hiburan lain di area wahana.

Ting... .tiba tiba sosok hantu itu muncul di depan Vira. Saat seorang wanita baru saja selesai di ramal.

" Kau ..!!" kata Vira kaget.

" Tolong bantu dia !!" kata hantu itu.

" Siapa?" kata Vira bingung.

" Dia !! pria yang tidak bisa kau ramal tadi," kata hantu itu.

" Untuk apa ?" kata Vira tak mengerti.

" Bantu saja, nanti juga kau akan tahu apa masalahnya," kata hantu itu menatap Vira.

" Aku tidak bisa ," jawab Vira. Sambil merapikan peralatan ramalnya.

" Bantu dia, atau aku akan menganggu mu dan menghancurkan rumah ramal mu ini," ancam hantu itu.

" Astaga kau !!" kata Vira terkejut. Karna hantu itu sudah berani mengancamnya.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

yaa makin seru

2024-09-15

1

Ari Chutez

Ari Chutez

seru bacanya

2024-08-23

1

neng ade

neng ade

mungkin pria itu saudara nya si hantu ..

2024-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!