Bab 5 Penampakan

Setelah pintu terbuka. Keduanya pun cepat masuk ke dalam. Begitu juga Ara yang menuntun motornya. Lalu setelah itu Vira menutup pintu dan cepat menguncinya.

" Ya Tuhan terima kasih," kata Vira terduduk di kursi.

" Alhamdulilah, merinding gue Vir, lihat tuh penampakan," kata Ara ikut duduk di sofa usang depan kamar Vira

" Huh.... ngak usah di bahas, nanti dia bisa tahu kita berada di sini," kata Vira.

" Hah ...apa dia bisa ngikuti kita juga ya Allah ," kata Ara. Sambil komat kamit membaca ayat kursi. Karna ia benar benar shock. Saat tadi, tak sengaja. Ara melihat

penampakan hantu menyeramkan itu.

" Kok gitu amat sih ra, apa loe melihat jelas tuh muka hantunya?" kata Vira

" Iyalah menyeramkan begitu. Dengan mata berlubang dan berdarah darah. Bahkan lebih menakutkan dari wewe gombel seperti di film film itu Vir," kata Ara.

" Ish kau ini, ayo masuk kamar. Cuci kaki dan tangan loe dulu . Biar gue pinjamkan baju tidur" kata Vira yang memang menyewa rumah kontrakan. Sedikit lebih besar dari kost nya yang dahulu. Dan Vira juga sudah punya kulkas dan TV sendiri. Juga membeli laptop untuk kemudahan kuliahnya. Bahkan belum genap sebulan.

Sejak menjadi seorang peramal. Kehidupan Vira menjadi sedikit lebih baik. Dari pada awal Vira datang. Saat pertama kali Vira menginjakan kakinya di jakarta

" Rumah kontrakan loe cukup nyaman Vir, kapan kapan gue boleh nginap sini lagi ya. Pas kabur dari rumah," kata Ara.

" Astaga kenapa loe niat mau kabur dari rumah sih?" kata Vira menatap Ara

" Bokap gue cuma PNS biasa Vir, tapi kadang dia suka main judi online. Nyokap kerjanya cuma jualan nasi uduk. Tahu ngak loe, gue itu merasa hidup tersiksa Lihat nyokap pontang panting kerja. Apalagi gue masih punya adik yang masih sekolah di SD . Ngak kaya si Aca anak orang tajir. Tapi dia anak broken home. Ngak beda jauh sih dari gue. Cuma dia masih beruntung bokapnya lebih kaya," jelas Ara. Sembari ikut duduk.

" Tapi loe masih beruntung punya orang tua ra, paling tidak masih bisa dekat sama ibu dan adik loe. Nah gue ngak punya siapa siapa .Yang ada hanya paman dan kakek gue. Tapi untung mereka sayang sama gue,"' kata Vira lirih.

" Sudah yuk tidur. Besok kita kuliah pagi. Jangan sampai telat. Bisa di hukum kita sama dosen killer," kata Vira seraya beranjak dari tempat duduknya.

" Ya..." kata Ara.

Lalu keduanya pun masuk kamar. Berbaring di atas piring bed empuk milik Vira. Yang baru saja ia beli kemaren. Dari hasil Vira meramal om om teman bu Dewi pelanggan baru Vira.

" Ayo tidur, sudah malam," kata Vira naik keatas tempat tidur

" Hem....ya " dehem Ara ikut berbaring dan memejamkan matanya.

" Ra kenapa di jakarta banyak orang yang percaya sama ramalan .Bahkan loe orang islam juga .?" tanya Vira.

" Itu akibat stres Vir, di jakarta ini bukan cuma hanya pada peramal tapi juga sama para dukun. Karena berat nya persaingan hidup. Kadang membuat orang mengambil jalan pintas. Apalagi saat mereka putus asa,"' kata Ara yang banyak melihat orang bunuh diri Karena terlilit hutang.

" Separah itukan ?" kata Vira. Jika orang kalimatan hampir rata rata percaya itu hanya untuk berjaga jaga saja. Bukan untuk di percaya penuh. Tapi berbeda dengan di kota besar. Meramal di anggap sebagai kebutuhan.

" Parah lagi kalo di tanah jawa Vir, Muara nya sangat besar di sana. Banyak pondok dan pesantren didirikan. Tapi para ustad nya juga bermuka dua. Mereka mencampur adu kan iman dan ilmu santet. Juga pesugihan dan tumbal. Bahkan ada juga berkedok ustad tapi menggagahi para santrinya.,"kata Ara

" Astaga....apa itu yang di kata kan kiamat dunia. Manusia cacat moralnya," kata Vira.

" Bisa jadi," sahut Ara.

" Lalu bagaimana hukumnya. Bila agama kalian di campur adukan begitu?. Seperti dodol ketan saja ya," kata Vira

Tak ada jawaban dari Ara. Karna Ara sudah tertidur. Vira pun lalu melihat ke Ara yang sudah terlelap dengan mulut sedikit menganga.

" Yah sudah tidur dia " kata Vira yang lalu berbalik badan untuk bergeser sedikit. Lalu ikut memejamkan matanya. Namun belum lagi Vira memejamkan matanya. Sebuah sosok astral terlihat berdiri di sudut ruangan. Dekat lemari pakaian Vira.

Deg. ....

Vira pun langsung memejamkan matanya. Pura pura tidur, Karna tak mau melihat mahluk itu. Sambil membaca doa. Vira memang tidak melihat jelas mahluk itu Namun dari penampakannya, terlihat mahluk itu sangat mengerikan.

" Ya Tuhan, jaga kami dari hantu yang berniat jahat pada kami. Kami tak berniat menganggu siapapun. Kami hanya mencari sedikit rezeki. Untuk mengisi perut dan bertahan hidup ," kata Vira dalam hati.

Tak lama Vira pun ikut terlelap. Pagi nya keduanya bangun dan mandi. Lalu bersiap siap pergi kuliah.

" Kita sarapan di warteg aja ya ra, di depan pasar sana ada warung nasi. Lumayan enak kok dan harganya juga pas, sama kantong kita" kata Vira.

" Terserah loe, yang penting bisa makan," Kata Ara yang memakai jaketnya. Karena Ara meminjam baju Vira untuk berganti. Dan untungnya ukuran badan mereka sama.

" Ya ayo, nanti kita telat," kata Vira

" Ngak bakal Vir , kita bisa ngebut," kata Ara tersenyum

" Jangan ra , ingat kita ini masih muda. Kalo mati karena kecelakaan kan rugi ra," kata Vira Sambil mereka melangkah keluar pintu.

" Ya ngak lah, gue juga ngak mau mati muda Vir, karna belum merasakan surganya dunia," kata Ara

" Sama ," kata Vira sembari mengunci pintu kontrakannya

" Iya lah , makanya gue pengen cepat menyelesaikan kuliah. Lalu nyari kerja dan cari gebetan yang keren," kata Ara.

" Ya ....ayo berangkat" kata Vira.

" Tunggu Vir !!" kata Ara

" Apa lagi ?" kata Vira.

" Glia tuh cowok keren habis. Kok bisa sih dia tinggal di wilayah sini?" kata Ara terpesona pada pria yang barusan lewat. Karna jendela kaca mobilnya terbuka.

" Jangan macam macam. Tuh anak hanya ngantar nyokapnya paling itu anaknya bu hajjah Aminah. Pemilik toko beras terbesar di pasar ini," jelas Vira.

" Ya ngak masalah dia anak juragan beras. Yang penting cakep," kata Ara tersenyum.

" Astaga ...sudah ayo jalan. Jangan meleng pagi pagi begini. Pasti setelah itu loe bakal mengkhayal deh. Besar panjang dan keras dalam durasi lamanya kan?" kata Vira.

" Aish Vir, loe tuh yang otak nya ngeres. Pake tahu tuh ukuran anu nya. Emang loe sudah lihat bentuknya," kata Ara sembari menjalan kan motornya menuju pasar.

" Apa maksud loe ra. Gue cuma bilang Besar panjang keras dalam durasi lama itu Karna dia cowok berhati baik. Makanya dia ngantar emaknya tiap pagi. Besar itu artinya besar tangung jawabnya. Panjang pikirannya. Keras untuk berjuang mencari nafkah. Durasi lama dalam mencintai loe sampai ke surga. Itu maksud gue, Loe tuh yang aneh. Orang gue belum pernah lihat anunya di tuduh sembarangan," omel Vira membuat Ara seketika langsung ngakak.

" Hahaha.... sorry gue salah tangkap. Maklum otak gue error ," kata Ara. Lalu memberhentikan motornya di depan warung nasi yang di maksud Vira.

" Sudah turun, ngak usah di bahas. Nanti malah loe pengen kawin," kata Vira.

" Hahaha....iyalah mana tahan ...ogah gue menjadi perawan tua," kata Ara. Sembari mengambil kunci motornya. Lalu ikut masuk ke warung nasi.

" Bu nasi uduk dua!!" kata Vira

" Ya mba, pake lauk apa ?" tanya si pemilik warung. Menatap Vira dan Ara.

" Saya pake telur balado dan mie saja bu . Ngak tahu nih teman saya. Terserah dia," kata Vira.

" Pake hati dan telur bu," kata Ara.

" Ya mba tunggu sebentar ya," kata si ibu pemilik warung.

" Ya bu, sama teh hangat nya dua," kata Vira lagi.

" Saya juga bu !!" kata seorang pria duduk di sebelah Vira. Membuat Ara melongo Ketika pria yang mereka bicarakan tadi. Tiba tiba saja duduk di dekat mereka.

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

wahhhh ada yg tertarik ni

2024-09-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!