Bab 7 Arwah Penasaran

Namun Vira cepat cepat mengalihkan pandangannya. Karna hantu itu sudah tahu. Hantu itu lalu mendekati Vira. Membuat bulu kuduk Vira berdiri. Karna tiba tiba saja, hantu itu sudah berdiri di sampingnya.

" Rumahnya cukup besar , Vir apa benaran ada hantu?" kata Ara

" Hem....sepertinya," kata Vira

" Bagaimana ? apa kalian benaran bisa mengusir hantu itu.!!" kata pak Agus

 Prank.......

" Tidak ......!!" teriak si hantu.

" Astaga " kata Vira dan Ara kaget Begitu pula pak Agus. Saat asbak melayang dari atas meja. Dan beberapa benda lain juga ikut bergerak.

" Vir ....apa itu."

Vira mengeleng dan menatap pak Agus membeli kode dengan tangannya. Agar pak Agus sedikit menjauh darinya. Yang di iyakan pak Agus.

" Jangan berani mengusik ku, kalian lah yang harus pergi !!" kata hantu wanita itu menatap Vira tajam.

" Maaf ,kami tidak bermaksud mengusik mu. Tapi bisakah kah kau berdamai dengan mereka. Karena keluarga ini tidak tahu apa apa," kata Vira.

" Hihihi......aku tidak menganggu mereka Tapi ada hantu lain yang dikirim datang ke sini. Untuk membunuh istri pria itu ," kata hantu itu menunjuk pak Agus.

" Hah.....hantu kiriman maksudnya!!" kata Vira kaget. Membuat Ara dan pak Agus hanya diam. Memperhatikan Vira bicara pada hantu penghuni rumah.

" Ya" kata hantu itu.

" Ok kita bicara baik baik. Begini saja, apa kau penunggu rumah ini?" kata Vira

" Ya ini rumah ku" kata hantu itu, yang terlihat pucat dan sedikit mengerikan.

" Ok bantu kami, untuk mengusir hantu jahat itu. Agar tidak menganggu pak Agus dan keluarganya. Apa kau bisa?" kata Vira.

" Apa itu harus, ini rumah ku" kata hantu itu seperti tak senang. Menatap Vira dengan mata tajam.

" Aku tahu, tapi pak Agus sudah membeli nya dari papi mu. Apa kau ini hantu arwah penasaran. Sehingga masih gentayangan di alam dunia," kata Vira.

" Kau...!! apa mau mu?" kata hantu itu seperti marah.

" Aku berjanji menolong pak Agus mengusir hantu jahat itu. Bila kau membantu kami. Aku akan memberi tahu pak Agus kau hantu yang baik. Dan kau bisa tinggal di sini dengan rasa aman. Asal kan hantu jahat itu tidak menganggu mereka," kata Vira mengajak berdiskusi dengan hantu itu

" Bagaimana aku bisa membantu mu. Mereka itu hanya hantu kiriman yang di suruh para dukun. Dan aku tak mungkin bisa membantu mu," kata hantu itu.

Sedangkan pak Agus dan Ara. Hanya diam melihat Vira bicara sendiri. Karna mereka tahu Vira sedang berkomunikasi dengan hantu di rumah itu.

Brak....

Tiba tiba semua kursi dan meja bergerak Membuat Ara dan pak Agus mundur menjauh dari Vira.

" Ada apa ini?" kata pak Agus.

" Bapak tenang dulu, sepertinya Vira belum bisa membujuknya. Kita harus menunggu," kata Ara. Sembari melihat Vira masih berdiri di dekat pintu

" Ya tapi apa benar, dia bisa mengusir hantu jahat itu.?" tanya pak Agus.

" Kita akan bekerja tengah malam nanti pak, kita harus menunggu. Karna mereka hantu kiriman para dukun. Dulu Istri bapak pernah berteman dengan seseorang Dan ia sakit hati dan dendam pada istri bapak. Entah apa masalahnya, saya tidak tahu pasti ," kata Vira sudah berdiri di dekat pak Agus dan Ara

" Astaga Vir, lho ngagetin kita,"kata Ara

" Bagaimana nak, apa roh jahat itu bisa di usir. Lalu tadi nak Vira bicara dengan siapa ?" tanya pak Agus.

" Saya bicara dengan hantu penunggu rumah ini, tapi dia tidak jahat pak" kata Vira menjelaskan panjang lebar.

" Baik lah, dengar dulu istriku memang punya masalah dengan seseorang. Karena warisan orang tuanya. Untuk itu kami sekeluarga sudah tahu.Karna itu sudah sangat lama sekali. Karna istri saya sudah mengikhlaskan semuanya. Tapi kenapa orang itu masih menganggunya?" kata pak Agus tak habis pikir.

Prank ......

Terdengar benda jatuh di kamar belakang. Membuat pak Agus menatap Vira lekat.

" Hantu itu hanya sedang kesal, biarkan saja dulu. Kita tunggu sampai ia tenang," Kata Vira menerawang rumah yang terlihat tua itu. Namun cukup kokoh.

************

Malamnya Vira dan Ara menyiapkan sesajen di tengah ruangan. Setelah hantu wanita itu tenang. Hantu itu pun masuk ke kamar dan berjanji tidak akan menganggu Vira. Karna Vira sendiri yang ingin menghadapi hantu jahat itu. Entah dari mana kekuatan Vira untuk melawan roh jahat itu. Namun yang pasti di otaknya Semuanya sudah terencana dengan baik.

" Vir loe gila, apa loe benar benar mau jadi peramal sungguhan?" tanya Ara takut.

" Apa selama ini loe kira aku berpura pura ? Kal aku berpura pura. Mana mungkin aku bisa bicara dengan arwah penasaran," kata Vira.

" Astaga...." kata Ara. Yang tak menyangka. Vira benar benar ingin menjadi peramal sungguhan untuk mencari uang.

" Jangan bertanya lagi. Rasakan hawa dinginnya. Bila roh itu datang. Akan ada sinar merah atau bola merah yang masuk. Itu berarti kiriman nya sudah datang.," kata Vira sambil mengamati sekeliling rumah. Sedangkan pak Agus sudah tidur di kamarnya

" Mungkin sebentar lagi, apa begini rasanya jadi peramal.? Kata Ara mencoba untuk merasakan sesuatu. Sedangkan Vira sudah mulai merasakan hawa mistis yang mulai masuk kedalam rumah itu.

"Wus.... wus...wus

Angin semilir mulai terasa sangat dingin. Membuat Vira langsung menyenggol Ara Saat melihat cahaya merah mulai terlihat dari kegelapan di luar rumah.

"Wahai leluhur bantu aku," kata Vira dalam hati sambil matanya terpejam. Dan cahaya merah itu mulai masuk mencari sesuatu . Dan saat ingin masuk ke kamar pak Agus

" Hei kemari lah !! teriak Vira. Membuat cahaya itu berbalik. Lalu menyerang Vira dengan cepat

" Aku tidak takut dengan mu dukun cabul . Di kampungku para leluhurku lebih mengerikan dari ini," kata Vira menantang cahaya merah itu.

Pyar. ...pyar.....

Dua cahaya merah berbenturan di depan mata Vira. Membuat Vira kaget..Karna tahu itu bantuan dari leluhurnya.

" Aaa.. .awas Vir," teriak Ara kaget. Mencoba menghindari ledakan cahaya merah kiriman dukun itu

" Jedar . .. pyar.."

Debu hitam berterbangan kesana kemari Bersamaan seseorang terbanting dari tempat duduknya. Dari depan perapian, di tempat lain.

" Aaa ....sialan ...." teriaknya. Debu hitam dan darah merah terlihat di wajah pias nya. Karna hantu yang di kirimnya kini sudah mati dan ia merasakan kutukan itu sedang berbalik arah padanya

" Aaa ...sial, bagaimana ini bisa terjadi," kata pria tua itu sangat kaget.

Sedangkan Vira terpaku menatap cahaya itu sudah lenyap. Begitu juga Ara. Dan bersamaan dengan itu. Sosok hantu cantik itu muncul di dekat keduanya.

" Kau berhasil, aku juga tidak suka hantu jahat itu," kata hantu itu. Membuat Vira menoleh pada sumber suara. Dan Ara langsung menutup mulutnya. Saat melihat ada sosok hantu menampakan diri di depan mereka.

" Pergilah !! kami sudah aman kau bisa beristirahat," kata Vira Sambil melihat sesajen sudah habis di makan si hantu cantik

" Astaga ,.apa dia mengawasi kita , dia ...."

" Dia hantu baik ra," Vira pun menatap hantu yang terlihat cantik itu.

" Biar baik, dia tetap hantu Vir," kata Ara bergidik ngeri. Karena baru kali ini Ara. Melihat langsung penampakan hantu benaran

" Hihihi.....apa kalian takut ?" kata hantu itu tertawa seperti kunti

" Tidak ," jawab Vira..

" Hah.. !!.kalian tidak takut pada ku?" kata hantu itu heran.

Sedangkan Ara yang mendengar tawa hantu itu. Langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karna takut

**** Maaf baru update karna kemaren kehabisan kuota lantaran buat nonton Netflix sama anak anak ****

.

Terpopuler

Comments

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

ceritanya bagus banget

2024-10-06

1

S_romant

S_romant

ceritanya kerenn, dulu waktu aku kuliah di malang aku juga punya temen yg bisa lihat hantu dan meramal dia berasal dari bima NTB

2024-09-21

2

rhea

rhea

ada yaa hantu baik

2024-09-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Avira
2 Bab 2 Dapat Ide
3 Bab 3. Merasa Aneh
4 Bab 4 pria pengusaha
5 Bab 5 Penampakan
6 Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7 Bab 7 Arwah Penasaran
8 Bab 8 Mimpi Buruk
9 Bab 9 Tantangan
10 Bab 10 Di kejar Hantu
11 Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12 Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13 Bab 13 Hantu Aneh
14 Bab 14 Alternatif Meramal.
15 Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16 Bab 16 Jebakan Audi
17 Bab 17 Avira
18 Bab 18 Misteri
19 Bab 19 Penolong
20 Bab 20 Terjebak
21 Bab 21 Avira Tenang
22 Bab 22 Teman Lama
23 Bab 23 Dapat Bonus Besar
24 Bab 24 Puncak Kemenangan
25 Bab 25 Di Bangkok
26 Bab 26 Berpikir
27 Bab 27 Menolong
28 Bab 28 Bingung
29 Bab 29 Melihat Sepintas
30 Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31 Bab 31 Aksi Nekad Vira
32 Bab 32 Menang
33 Bab 33 Pertolongan Vira
34 Bab 34 Pilihan
35 Bab 35 Mencari Fakta
36 Bab 36 Persiapan
37 Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38 Bab 38 Ngobrol
39 Bab 39 Ara kaget
40 Bab 40 Rencana Buka Usaha
41 Bab 41 Meramal Helena.
42 Bab 42 Meramal Helena 2
43 Bab 43 Bertemu Audi
44 Bab 44 Vira Menginap
45 Bab 45 Bertemu Pasien
46 Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47 Bab 47 Medis Dan Mistis
48 Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49 Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50 Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51 Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52 Bab 52 Meramal Lagi
53 Bab 53 Bertemu Kunti
54 Bab 54 Mengawasi Vira
55 Bab 55 Meramal Candra
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Ban 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Ekstra part 1
183 Bab ekstra part 2
184 Bab esktra part 3
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Bab 1 Avira
2
Bab 2 Dapat Ide
3
Bab 3. Merasa Aneh
4
Bab 4 pria pengusaha
5
Bab 5 Penampakan
6
Bab 6 Berkenalan Dangan Orang Baru
7
Bab 7 Arwah Penasaran
8
Bab 8 Mimpi Buruk
9
Bab 9 Tantangan
10
Bab 10 Di kejar Hantu
11
Bab 11 Mimpi Buruk Masa Lalu
12
Bab 12 Jari Emas Pembawa Rezeki.
13
Bab 13 Hantu Aneh
14
Bab 14 Alternatif Meramal.
15
Bab 15 Pria Itu Bernama Audi.
16
Bab 16 Jebakan Audi
17
Bab 17 Avira
18
Bab 18 Misteri
19
Bab 19 Penolong
20
Bab 20 Terjebak
21
Bab 21 Avira Tenang
22
Bab 22 Teman Lama
23
Bab 23 Dapat Bonus Besar
24
Bab 24 Puncak Kemenangan
25
Bab 25 Di Bangkok
26
Bab 26 Berpikir
27
Bab 27 Menolong
28
Bab 28 Bingung
29
Bab 29 Melihat Sepintas
30
Bab 30 Mencari Celah Keberuntungan.
31
Bab 31 Aksi Nekad Vira
32
Bab 32 Menang
33
Bab 33 Pertolongan Vira
34
Bab 34 Pilihan
35
Bab 35 Mencari Fakta
36
Bab 36 Persiapan
37
Bab 37 Meramal Aunty Jessie
38
Bab 38 Ngobrol
39
Bab 39 Ara kaget
40
Bab 40 Rencana Buka Usaha
41
Bab 41 Meramal Helena.
42
Bab 42 Meramal Helena 2
43
Bab 43 Bertemu Audi
44
Bab 44 Vira Menginap
45
Bab 45 Bertemu Pasien
46
Bab 46 Rezeki Untuk Ara.
47
Bab 47 Medis Dan Mistis
48
Bab 48 Buka Pertama Usaha Vira.
49
Bab 49 Di Ajak Ke Suatu Tempat
50
Bab 50 Bertemu Pengasuh Vira.
51
Bab 51 Berdebat Dan Ramalan
52
Bab 52 Meramal Lagi
53
Bab 53 Bertemu Kunti
54
Bab 54 Mengawasi Vira
55
Bab 55 Meramal Candra
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Ban 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Ekstra part 1
183
Bab ekstra part 2
184
Bab esktra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!