Hibrid Kera lalu melesat dengan kecepatan yang tak tertandingi, nyaris seperti kilat yang mengoyak langit. Sorot matanya menatap tajam Raja Iblis, tanpa sedetik pun berpaling.
Ada sesuatu yang berbeda—auranya memancar, bukan lagi seperti seorang petarung, melainkan ancaman yang murni dan absolut, melampaui kekuatannya yang sebelumnya.
Pedang di genggamannya bersinar benderang, pancarannya begitu menyilaukan hingga mampu menembus kabut gelap yang menyelimuti medan perang. Dalam tiap ayunan gerakan, energi surgawi terpancar, menyebar bagai gelombang yang mengguncang istana langit.
Raja Iblis mulai menyadari ada sesuatu yang aneh. Sebuah kekuatan yang asing terasa mengusik tekanan aura kutukannya. Realita di sekitarnya tampak berubah, seolah-olah terdistorsi oleh keberadaan energi surgawi yang bahkan tidak ia pahami. Aura itu tidak hanya mengusik, tetapi juga memancarkan intimidasi balik yang menusuk hingga ke kedalaman jiwanya.
Tanpa berpikir panjang, Raja Iblis melesat setinggi mungkin, menembus udara dengan kecepatan yang sulit diikuti mata. Wajah yang biasanya memancarkan kesombongan kini terlihat penuh kecanggungan. Ada keresahan dalam gerakannya, seolah-olah ia mulai meragukan dominasi yang selama ini ia pegang erat.
Namun, Hybrid Naga dan Hybrid Phoenix tidak membiarkannya begitu saja. Dengan kecepatan luar biasa, mereka mengejar sang Raja Iblis, menciptakan gelombang udara yang menghancurkan apapun di jalurnya.
Di udara yang tinggi, pertempuran sengit pun dimulai. Serangan demi serangan saling menghujam tanpa henti. Tebasan hitam Raja Iblis melesat, membelah langit dengan kekuatan kegelapan yang mengerikan.
Namun, baik Hybrid Naga maupun Hybrid Phoenix berhasil menghindar dengan kelincahan udara yang luar biasa, membuat serangan itu hanya menyentuh kekosongan.
Hybrid Naga balik menyerang dengan brutal. Cakarnya mencengkeram tubuh Raja Iblis dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan apapun. Dengan satu gerakan penuh tenaga, ia melemparkan tubuh Raja Iblis ke arah bawah, seperti meteor yang siap menghantam tanah.
Namun, di tengah kejatuhannya, Raja Iblis tidak tinggal diam. Dengan satu tarikan mendadak, ia menjangkau ekor panjang Hybrid Naga, menghentikan gerakan lemparan itu. Tarikan keras tersebut membuat tubuh Hybrid Naga terputar, sebelum akhirnya dilemparkan balik dengan kecepatan yang luar biasa.
Tubuh Hybrid Naga meluncur tepat ke arah Hybrid Phoenix yang sedang bersiap melancarkan serangan berputar mengerikan. Keduanya bertabrakan di udara dengan kekuatan yang begitu dahsyat, menciptakan gelombang energi besar yang menggetarkan udara di sekitarnya. Suara dentuman keras menggema, seperti ledakan yang memecah keheningan langit.
Di sisi lain, tebasan penghancur Hybrid Kera akhirnya di lepaskan. Tebasan itu tidak hanya memotong, tapi mengoyak dimensi, menciptakan gempa maha dahsyat yang meruntuhkan sisa-sisa megah istana langit.
Mengunci tubuh raja iblis, suara retakan dan ledakan udara menggema, menyapu bersih puing-puing yang berserakan dan melesat menargetkan raja iblis dengan akurasi yang sangat amat presisi.
Kekuatannya seolah menantang batas-batas eksistensi. Getaran dari serangan itu menciptakan tekanan yang menyelimuti seluruh medan pertempuran, membuat udara terasa sesak dan berat.
Dinding-dinding ruang seperti hendak runtuh, dan istana langit yang perkasa tampak bergetar hebat, seakan menyerah di hadapan kedahsyatan tebasan tersebut.
Namun, ini baru permulaan.
Ketiga menteri lainnya tidak tinggal diam. Mereka bangkit dan bergerak cepat dalam harmoni yang jarang terlihat—sebuah paduan kekuatan yang langka namun dahsyat.
Dengan manifestasi senjata Hybrid masing-masing, mereka menyatukan tekad, melancarkan serangan mematikan yang langsung diarahkan ke Raja Iblis, tanpa ragu ataupun ampun.
Ledakan energi dari keempat makhluk Hybrid itu menciptakan gelombang cahaya yang menyala terang, menerangi langit dengan pancaran suci. Aura itu membakar dan melahap energi gelap yang berkerumun di sekitar medan pertempuran, bagaikan bayangan keadilan yang menyapu bersih dosa-dosa keji.
“Serangan ini benar-benar akan menghancurkan mu!” raung Hybrid Naga dengan suara yang mengguncang atmosfer. Cambuk naga di tangannya melesat liar, berputar di udara dengan nyala merah menyala, dikelilingi petir surgawi yang menggelegar, seolah-olah langit itu sendiri ikut menjerit.
Hybrid Babi menerjang dengan langkah-langkah yang menggema seperti guntur, setiap gerakannya mengguncang tanah di bawahnya. Pisau taring di tangannya bersinar semakin terang, memantulkan kilauan matahari yang dipenuhi energi penghancur, seperti cahaya terakhir yang dipancarkan sebelum kehancuran total.
Di sisi lain, Hybrid Phoenix berdiri dengan tubuh yang masi gemetar, jelas terkuras oleh pertarungan sengit sebelumnya. Namun, sorot matanya tetap tak gentar. Ia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi, tombak itu bersinar dengan cahaya kuning keemasan, membentuk pilar energi yang menusuk ke langit, seakan hendak menembus cakrawala itu sendiri.
Raja Iblis hanya tertawa tipis saat serangan mematikan itu melesat cepat ke arahnya. Namun, di balik senyuman itu, tampak guratan keringat yang mengalir di pelipisnya—entah karena panik atau sesuatu yang lebih mendalam. Tak ada celah untuk menghindar.
Ruang sekitarnya telah terkunci oleh rentetan bayangan serangan, seolah penglihatan masa depan telah membungkam setiap jalan keluar tanpa adanya celah menghindar.
"Sial... Ada apa dengan tubuh ku!"
Ia mencoba bergerak, tapi tubuh dan pikirannya tampak tak sinkron. Kaki yang ingin melangkah mundur, tangan yang hendak mengangkat pedang, semuanya seperti terhenti oleh sesuatu yang tak kasat mata.
Sebuah kengerian tak berwujud tampaknya telah mencengkeram jiwa Raja Iblis, membekukan kesadarannya di tengah badai maut yang semakin mendekat tak terkendali.
Mata merahnya terbelalak, menatap keempat serangan maha dahsyat itu semakin mendekat dan dekat, masing-masing membawa kehancuran absolut.
Dan di detik itu, kesadaran menyambar seakan menampar dirinya. Tekanan kekuatan surgawi dari keempat menteri itu bukan hanya menyerang tubuhnya, tetapi juga menghancurkan indra-indra vitalnya.
Pikiran yang dulu tajam kini berkabut, tak mampu membedakan kenyataan dari ilusi. Kekacauan pikiran yang tak terhingga membanjiri dirinya, membuat setiap gerakannya menjadi sia-sia.
Akhirnya, tak ada pilihan lain. Raja Iblis harus menerima serangan itu secara mentah-mentah—tanpa perlindungan, tanpa strategi, hanya dengan tubuh yang telah kehilangan kendali.
"Sialaaaaaaaan!"
Ledakan maha dahsyat pun terjadi, menghancurkan segala di sekitarnya. Istana Langit bergetar hebat, miring ke kanan dengan suara gemeretak yang menakutkan, hampir terjun bebas ke benua bawah.
Cahaya kehancuran menyapu medan perang, menyisakan pemandangan yang sangat mengerikan.
Tubuh Raja Iblis terhempas keras ke tanah reruntuhan surgawi, matanya melotot dengan tatapan putih kosong, seperti telah kehilangan kesadaran.
Seluruh tubuhnya berlumuran darah hitam yang terus menetes. Giginya berjatuhan, satu per satu, sementara kedua pedang yang menjadi kebanggaannya terpental ke arah berlawanan, seperti takdir yang sengaja mempermalukannya.
Asap tebal menyelimuti medan pertempuran, perlahan menyebar bersamaan dengan tumbangnya tubuh Raja Iblis yang tampak tak sadarkan diri.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, Raja Iblis harus merasakan kekuatan luar biasa dari kombo serangan yang begitu mematikan.
Keempat menteri telah menunjukkan kekuatan yang hampir tak terbayangkan, bahkan oleh makhluk sekaliber dirinya.
Mengejutkan. Benar-benar mengejutkan. Sosok yang sejak awal tampak mendominasi pertempuran dengan kutukan kehancurannya kini terkapar tak berdaya. Dominasi yang tampaknya tak tergoyahkan itu hancur dalam sekejap, dihantam serangan kombo surgawi ranah tidak di ketahui yang mengguncang langit, neraka dan bumi.
"Sudah berakhir..." suara pelan itu terdengar, menggema seiring keheningan yang makin mencekam.
Tubuh Raja Iblis tergeletak tak bergerak, seperti telah kehilangan segala kekuatan dan kemegahannya. Namun, medan pertempuran masih dipenuhi aura kutukan yang kental, menyelimuti Istana Langit dengan bayangan gelap yang mengerikan.
Kematian tampaknya hanya selangkah lagi, tetapi tekanan energi kutukan itu memberi peringatan bahwa ancaman belum sepenuhnya usai.
Keempat menteri berdiri berjejer, tatapan mereka penuh kewaspadaan. Tidak ada yang berani lengah sedikit pun. Tangan mereka tetap menggenggam erat senjata masing-masing, siap melancarkan serangan berikutnya untuk memastikan kematian sang raja iblis.
“Kita sampai dipaksa menggunakan energi surgawi Count 4. Dasar Iblis bajingan,” gumam Hybrid Babi dengan nada penuh kelelahan dan kemarahan terpendam.
“Sudah ratusan ribu tahun sejak terakhir kali kita menggunakan energi surgawi Count 4,” lanjut Hybrid Kera sambil mengamati tubuh Raja Iblis yang tak bergerak. “Dan sekarang… makhluk itu memaksa kita melakukannya. Dia benar-benar Iblis yang gila.”
Hybrid Phoenix mengangkat tombaknya yang masih bersinar redup, matanya menyipit penuh kewaspadaan. “Kekuatannya sangat mengerikan. Entah dari mana makhluk seperti itu mendapatkan kekuatan sebesar itu... Tapi sekarang, itu tidak penting.” Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan, “Karena sebentar lagi, dia akan menemui ajalnya.”
Usut punya usut, keempat menteri saat ini telah memasuki ranah energi surgawi Count 4, sebuah kekuatan misterius yang mereka sebut sebagai Tekanan Energi Semesta..
Energi surgawi Count 4 adalah tingkatan tertinggi yang diyakini mampu mengubah realitas menjadi kenyataan—sebuah konsep yang terdengar mustahil bagi kebanyakan makhluk, bahkan di Alam Langit. Keberadaan energi ini begitu rahasia, hingga hanya keempat menteri Kekaisaran Langit yang mengetahuinya.
Pada umumnya, energi surgawi terbagi ke dalam tiga golongan yang telah lama dikenal oleh penghuni Alam Langit dengan sebutan Count 1, Count 2, dan Count 3 (Nirwana).
Tingkatan ini bukan lagi rahasia, bahkan menjadi tolok ukur kekuatan bagi banyak makhluk di alam tersebut. Para Jenderal Langit Agung umumnya menguasai energi Surgawi Count 2, sementara hanya segelintir dari mereka yang mampu mencapai tingkatan Count 3 Nirwana.
Di antara para Jenderal Langit Agung, hanya empat nama yang dikenal mampu mencapai puncak Count 3 yakni Gabriel, Mikael, Azazel, dan Julius. Mereka adalah simbol kekuatan tertinggi di Alam Langit, sosok yang membawa harapan sekaligus ketakutan bagi musuh-musuh Kekaisaran.
Namun, untuk para prajurit alam langit lainnya, kebanyakan bahkan tidak dapat menyentuh energi surgawi. Hanya makhluk-makhluk terpilih dari Alam Langit yang diberkati kemampuan untuk memanfaatkan tekanan energi surgawi. Sisanya, hanyalah pengamat yang tak mampu melampaui batas alamiah mereka.
Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan para Jenderal Langit Agung sekalipun—keberadaan tentang energi surgawi Count 4.
Energi ini adalah misteri yang begitu mendalam, hingga mempelajarinya saja hampir tidak mungkin. Bahkan konsep dasarnya masih menjadi tanda tanya besar yang membingungkan para cendekiawan dan para petinggi Alam Langit.
Energi Count 4 bukan sekadar kekuatan. Ia adalah anomali, sebuah kekuatan yang mampu menciptakan realitas dari kehampaan. Kekuatan ini terlalu berbahaya, terlalu destruktif, hingga keberadaannya sengaja disembunyikan oleh para Menteri Kekaisaran.
Tak ada yang tahu pasti mengapa energi ini begitu dirahasiakan, tetapi satu hal yang jelas—Count 4 adalah kekuatan yang tidak hanya mampu menghancurkan, tetapi juga mengubah segalanya menjadi kehendak pemiliknya. Sebuah kekuatan yang, jika disalahgunakan, bisa menghapus keseimbangan alam semesta itu sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
palupi
semangat up lagi thor 🙏
2024-08-25
2