Perang di alam langit telah berlangsung selama hampir enam bulan. Namun, narasi kini berputar mundur, membawa kita ke empat bulan sebelumnya, tepatnya di alam dunia. Persiapan untuk perang besar antara bangsa dunia dan bangsa iblis mencapai titik yang tidak lagi dapat dihentikan.
Di hamparan padang savana yang begitu luas, 20 raja dari berbagai ras berkumpul dalam pertemuan yang jarang terjadi sepanjang sejarah. Ras manusia, elf, naga, binatang, dan banyak lainnya kini berdiri berdampingan, bersatu demi melawan ancaman yang lebih besar, bangsa iblis yang berambisi menghancurkan alam dunia.
Aliansi ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dahulu, konflik, perpecahan, dan dendam telah lama mengakar di antara mereka. Tetapi kini, di hadapan ancaman eksistensial, kebencian itu terpaksa mereka kubur dalam-dalam. Mereka menyadari bahwa jika tetap berseteru, kehancuran bangsa dunia hanyalah soal waktu.
Hampir 60 juta pasukan dari berbagai ras memenuhi padang savana yang meluas sejauh mata memandang. Rombongan demi rombongan prajurit terus berdatangan, membawa panji dan bendera kebanggaan masing-masing. Setiap kelompok memiliki ciri khas yang mencerminkan asal mereka: para elf dengan busur dan sihir anggun, prajurit naga yang mengenakan zirah besar dengan sisik naga asli, kaum manusia yang membawa pedang dan tameng bergemuruh dengan semangat perang, serta binatang buas yang menderu-deru, siap melindungi tanah mereka.
Suara derap langkah kaki prajurit bergemuruh layaknya badai, sementara langit sesekali bergetar karena sayap raksasa para naga yang terbang berpatroli di atas. Pemandangan pasukan ini begitu besar dan mengesankan, membuat hamparan padang savana yang luas seolah menjadi lautan manusia dan makhluk magis.
Di barisan terdepan berdiri para komandan perang, sosok-sosok tangguh dari masing-masing ras, bersiap memimpin pasukan besar ini. Perang yang akan segera pecah ini, kelak dikenal sebagai Perang Puncak, perang yang akan menentukan keberlangsungan kehidupan di alam dunia.
Di tengah suasana yang tegang, suara diskusi dan sorakan semangat pasukan memenuhi udara.
"Ini adalah perang hidup dan mati!" teriak salah satu komandan naga.
"Kita harus menang. Fajar harus membawa kemenangan!" balas seorang prajurit manusia.
"Kita tidak boleh menyerah!"
Tiba-tiba, dari balik awan, langit perlahan terbelah. Cahaya keemasan memancar, dan sosok anggun seorang wanita turun perlahan bersama 20 juta pasukan bersayap. Aura surgawi menyelimuti kehadirannya, membuat seluruh pasukan dunia terpana, tidak mampu berkata-kata.
Pasukan langit yang dipimpin wanita itu langsung bergabung dengan pasukan dunia, disambut oleh sorakan penuh semangat. Kehadiran sekutu dari alam langit adalah dorongan besar dalam menghadapi ancaman iblis.
Wanita itu adalah Freya, salah satu dari tujuh Jenderal Langit Agung. Ia turun ke alam dunia sebagai perwakilan Kaisar Langit, dengan misi untuk membantu aliansi bangsa dunia menghadapi ancaman Raja Iblis Zhask. Sosok Zhask telah membawa kehancuran dan kekacauan besar, mengancam keseimbangan ketiga alam.
Dengan langkah anggun dan penuh wibawa, Freya menghampiri para raja. Keheningan menyelimuti saat ia menyampaikan salamnya.
"Salam penuh kehormatan bagiku, wahai para raja bangsa Dunia. Kaisar Langit mengirim ku untuk membantu kalian melawan bangsa iblis." Suaranya tegas namun lembut, memberikan rasa tenang sekaligus semangat bagi siapa saja yang mendengarnya.
Serentak, 20 raja dari berbagai ras menundukkan kepala mereka sebagai tanda penghormatan, diikuti oleh riuh rendah teriakan semangat dari 60 juta pasukan di belakang mereka. Panji-panji dari seluruh penjuru dunia berkibar, menciptakan gelombang warna yang kontras dengan latar savana emas yang diterangi matahari sore.
Freya memandang lautan pasukan di hadapannya. "Fajar akan datang. Bersama, kita akan melindungi dunia ini dari kehancuran."
Di bawah sinar matahari yang terbenam perlahan di cakrawala, para prajurit bersumpah dalam hati mereka. Ini bukan hanya tentang perang, ini adalah tentang keberlangsungan hidup, tentang harapan, dan tentang melampaui batas perbedaan demi masa depan yang lebih baik.
____________
Nama : Freya.
Status : Bangsa dewa/salah satu dari 7 jendral langit agung.
Ultimate : - (belum di sebutkan).
____________
Persiapan penuh telah rampung. Padang savana luas yang kini penuh sesak dengan prajurit dari berbagai ras berdenyut dengan semangat yang meluap-luap.
Sorak-sorai para prajurit memenuhi udara, menggetarkan setiap jengkal tanah. Kedatangan pasukan langit dengan 20 juta prajuritnya memberikan kepercayaan diri yang kian membara di hati para pejuang dunia.
"Kita akan menang!"
"Kita akan menang!"
"Kita akan menang!"
Sorakan berulang itu bergema, membangun rasa persaudaraan yang tak tergoyahkan. Keyakinan mereka pada kemenangan terasa seperti cahaya yang memancar dari ribuan bendera yang berkibar di bawah langit biru.
Namun, keceriaan itu tiba-tiba terguncang. Tanah bergemuruh hebat, gunung-gunung di kejauhan tampak retak, dan burung-burung beterbangan tanpa arah.
Langit cerah yang tadinya memancarkan keindahan perlahan berubah. Retakan besar muncul, membentuk gerbang hitam pekat yang memancarkan aura kehancuran.
Seorang komandan dari bangsa manusia berteriak lantang, "Persiapkan diri kalian, musuh telah datang!"
Prajurit lainnya menanggapi dengan penuh semangat.
"Akhirnya dimulai juga!"
"Ini akan menjadi puncak pertempuran tertinggi."
"Kita pasti menang!"
"Kalahkan iblis-iblis durjana itu!"
Dari dalam gerbang hitam, jutaan iblis mulai bermunculan. Formasi mereka sangat teratur, mulai dari prajurit berpangkat rendah hingga pasukan elit, dan di barisan depan berdiri para komandan iblis dengan wajah penuh ancaman.
Sosok mereka begitu menyeramkan, dengan tanduk tajam, sayap lebar, dan taring yang berkilau di bawah sinar matahari yang terhalang debu dan bayangan gelap.
Suasana yang tadinya penuh semangat kini berubah menjadi ketegangan. Para prajurit dunia menatap jumlah pasukan iblis yang tampaknya tidak ada habisnya.
Meski begitu, 20 raja dari bangsa dunia tidak membiarkan semangat pasukan mereka meredup. "Ingat! Kita adalah benteng terakhir dunia ini! Jangan pernah gentar! Kemenangan sudah ada di depan mata!"
Sorak gembira kembali bergemuruh.
"Yeaaaaah!"
"Kita pasti menang!"
"Jangan ada yang gentar sedikit pun!"
Freya, Jenderal Langit Agung, maju ke depan. Dengan suara lantang, ia memotivasi pasukan.
"Jangan takut! Ada aku di sisi kalian! Bersama-sama, kita akan menghancurkan pasukan iblis dan memastikan fajar baru menyinari dunia ini!"
Seruan Freya membangkitkan semangat luar biasa dari para prajurit. Di bawah langit yang kini dipenuhi energi gelap, semangat mereka menyala seperti api yang tak dapat dipadamkan.
Namun, di tengah hiruk-pikuk semangat itu, suasana mendadak berubah ketika sebuah tekanan energi luar biasa mengerikan muncul.
Gerbang hitam yang masih terbuka memancarkan aura mencekam. Dari dalamnya, seorang sosok dengan langkah perlahan muncul. Sosok itu adalah Eksekutif Jenderal Iblis, pemimpin tunggal dari 50 juta pasukan iblis yang baru saja keluar dari gerbang dimensi hitam.
Raja Iblis, tidak main-main. Ia mengirim salah satu entitas terkuatnya untuk memimpin pertempuran ini. Sang Eksekutif Jenderal, dengan tenang, berjalan menuju singgasananya yang tiba-tiba terbentuk dari serpihan hitam yang mengapung di udara.
Ia duduk dengan sikap santai, memandang 80 juta pasukan dunia di depannya dengan tatapan dingin dan penuh percaya diri.
Freya, yang berdiri paling depan bersama para raja, mendadak membeku. Matanya terpaku pada sosok tersebut, mencoba memastikan bahwa penglihatannya tidak menipunya. Wajahnya memucat, dan tubuhnya sedikit gemetar. Sosok yang ia lihat di depan matanya adalah sesuatu yang ia kenali.
"Tidak mungkin… Ini pasti hanya angan-angan. Tapi… tidak salah lagi, itu dia," batin Freya penuh dengan kebingungan dan ketakutan yang sulit ia sembunyikan.
Sosok Eksekutif Jenderal Iblis itu tampak berbeda dari para iblis lainnya. Ia tidak memiliki tanduk atau sayap, wajahnya sangat tampan dan berkarisma serta berambut putih. Namun, aura yang ia pancarkan begitu mematikan, jauh lebih kuat daripada yang dapat dirasakan oleh para prajurit dunia lainnya.
Hanya Freya, sebagai Jenderal Langit Agung, yang mampu merasakan betapa dalamnya kekuatan yang dimiliki entitas tersebut.
Para prajurit dunia, yang tidak menyadari siapa sosok itu sebenarnya, tetap penuh keyakinan. Mereka menganggapnya tak lebih dari pemimpin iblis biasa yang harus dikalahkan. Namun, di dalam hati Freya, ia tahu bahwa perang ini baru saja berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
____________
Nama : Azazel sang monster keadilan (sama seperti gelar Gabriel dan Mikael).
Status : Bangsa dewa/langit mantan 7 jendral langit agung penyandang gelar 3 keadilan Absolute generasi pertama (Monster keadilan). Salah satu dari 10 eksekutif Jendral iblis (Entitas).
Ultimate : Belum du sebutkan.
____________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments