PERANG BESAR BAGIAN 4

Singkat cerita, perang besar ini telah berlangsung selama lebih dari lima bulan, membawa kehancuran yang luar biasa di kedua belah pihak. Pasukan langit dan iblis terus bertempur mati-matian demi kepentingan masing-masing, meninggalkan jejak kerusakan yang sulit untuk diperbaiki.

Kondisi alam langit telah mengalami kerusakan yang tak terbayangkan, dengan 60% wilayahnya hancur akibat bencana besar. Kebakaran hebat, tornado yang memutar ganas, gempa bumi yang menggetarkan setiap sudut, serta berbagai kehancuran lain menjadi pemandangan sehari-hari.

Jeritan kesakitan, tangisan pilu, dan rintihan penderitaan memekakkan telinga siapa pun yang mendekat. Tidak ada kebahagiaan yang tersisa, hanya keputusasaan yang terus melingkupi medan perang.

Selama lima bulan penuh ini, tak terhitung banyaknya perubahan yang terjadi, baik dalam strategi maupun gaya bertempur. Namun, semua itu tampaknya sia-sia. Tidak banyak yang tersisa dari peperangan panjang selain kerugian besar di kedua belah pihak.

Pasukan iblis kini hanya memiliki lima juta personel yang masih bertahan, sedangkan pasukan langit tersisa lima belas juta personel di sisi mereka.

Ratusan juta mayat berserakan, memenuhi dataran pertempuran seperti lautan mahluk hidup yang tak lagi bernyawa. Bau darah menguar begitu menyengat, menusuk hidung siapa saja yang berani mendekat.

Lahan perang berubah menjadi merah oleh genangan darah yang melimpah hingga setinggi lutut, menciptakan pemandangan yang memilukan dan meninggalkan trauma mendalam bagi semua pihak.

Langit yang dahulu biru cerah kini memantulkan rona merah dari darah yang tumpah. Keindahan alam telah berubah menjadi simbol kehancuran dan kesedihan.

Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan dahsyatnya pertempuran ini. Inilah harga yang harus dibayar oleh mereka yang memilih jalan peperangan.

 

Kembali menyorot pertarungan saat ini, masih di Benua 7, alam langit.

Di tengah medan yang telah luluh lantak, Lucifer bertarung sengit melawan Mikael. Kedua tokoh legendaris itu saling bertukar serangan dengan intensitas yang sulit dipercaya oleh siapapun yang menyaksikannya.

Benturan energi suci dan gelap menciptakan gelombang kejut yang meremukkan tanah di sekitar pertarungan, meninggalkan kawah-kawah besar sebagai saksi bisu. Tidak ada satu pun prajurit yang berani mendekat, apalagi mencoba menghentikan duel mengerikan tersebut. Duel itu adalah pertarungan yang hanya bisa diakhiri oleh salah satu dari mereka.

Mikael, dengan wajah serius dan tubuhnya yang bersinar terang, memasuki mode pertempuran tingkat 4—level yang menandakan lawannya adalah ancaman penghancur mengerikan.

Lucifer, mantan pemimpin neraka, jelas merupakan salah satu ancaman terbesar yang pernah ada. Mata Mikael memancarkan keteguhan, tetapi di balik itu terlihat sedikit kelelahan akibat duel panjang ini.

“Apakah hanya sebatas ini kekuatan dari Mikael, sang monster keadilan? Tidak... maksudku Mikael, sang Keadilan Absolut,” ucap Lucifer dengan nada mengejek, senyumnya menyeringai tajam. Tawanya bergema, merendahkan lawannya.

 

Sementara itu, masih di Benua 7 tetapi di wilayah yang berbeda, suasana jauh lebih suram.

Hera dan Salomon, dua jenderal langit agung, terkapar di tanah yang telah retak dan tercemar energi kutukan. Mereka, yang selama ini dianggap hampir menyamai para Keadilan Absolut, kini terlihat tak berdaya di hadapan Asmodeus, sang Bencana Kehampaan.

Kehadiran Asmodeus bagaikan lubang gelap yang menyerap semua harapan di sekitar mereka. Aura kutukan yang keluar dari tubuhnya begitu brutal, mencabik-cabik bukan hanya fisik tetapi juga jiwa Hera dan Salomon.

Asmodeus berdiri dengan kesombongan yang tak tertandingi. Tatapannya dingin dan penuh penghinaan, seolah dua musuh di hadapannya tak lebih dari sekadar serangga.

“Sepertinya kalian harus menjadi jauh lebih kuat lagi untuk sekadar menyentuhku,” ucap Asmodeus dengan nada datar, tetapi setiap katanya menancap seperti pisau tajam di hati Hera dan Salomon.

Dengan langkah santai, ia memanggil kura-kura raksasa peliharaannya, Pipsi, bersiap untuk meninggalkan medan pertempuran yang ia anggap telah ia menangkan.

Namun, suara lirih Hera terdengar, meski tubuhnya masih gemetar dan sulit untuk berdiri.

“Ke-kemana kau akan pergi, Asmodeus? Lawanmu... adalah aku,” ujarnya dengan penuh tekad, meski tubuhnya jelas sudah melewati batasnya.

Asmodeus menghentikan langkahnya, menoleh dengan senyum mengejek. “Menyedihkan. Sadari posisimu, lemah. Kau bahkan tak pantas mengucapkan namaku.”

Dari kedua tangannya, energi kutukan hitam pekat mulai berkumpul, disertai percikan listrik ungu yang menggelegar. Asmodeus bersiap mengakhiri nyawa Hera dan Salomon dengan satu serangan mematikan.

Aura itu begitu kuat hingga tanah di sekitar mereka retak semakin dalam, dan udara menjadi begitu berat, seolah menekan semua yang ada di sekitarnya.

Hera, meski tak berdaya, menatap Asmodeus dengan mata yang penuh kebencian dan rasa kesal. Dalam batinnya, ia berteriak, “Sial! Apakah aku akan mati di tangan iblis ini?” Namun, meskipun tubuhnya tak lagi mampu berdiri tegak, ia menolak menyerah.

Serangan Asmodeus hampir diluncurkan, ketika tiba-tiba, sebuah portal besar bercahaya biru muncul di antara mereka. Cahaya itu begitu terang hingga memaksa semua mata untuk menyipit. Dari dalam portal, muncul sosok tinggi dengan armor keemasan yang bercahaya seperti matahari.

Jenderal langit agung Julius melangkah keluar, matanya menyala dengan amarah yang tak tertahankan menatap Asmodeus yang tampak akan segera melancarkan serangan terkahir buat Hera.

“Asmodeus!” serunya dengan suara yang mengguncang tanah. Tatapannya tajam, penuh dengan luapan dendam dan niat untuk mengakhiri pertarungan ini.

Asmodeus, untuk pertama kalinya, menunjukkan ekspresi serius. Ia menurunkan kedua tangannya dan menatap Julius dengan penuh perhatian. “Ah, Julius... kau akhirnya muncul. Pertarungan ini akan menjadi jauh lebih menarik,” ucapnya, menyunggingkan senyum dingin.

Hera dan Salomon hanya bisa terdiam, menyaksikan pertemuan dua kekuatan besar di hadapan mereka. Meski tubuh mereka lemah, di mata mereka terlihat harapan kecil yang kembali menyala. Julius, harapan terakhir mereka, kini berdiri di antara mereka dan kehancuran mutlak yang di sebut Asmodeus sang kehampaan.

“Iblis keparat! Kau akan benar-benar membayar semua ini, bajingan!” Julius berteriak penuh amarah, matanya melotot tajam memendam kemarahan yang tak tertahan. Sorot matanya seperti bara api yang siap meledak kapan saja, penuh dendam kesumat.

Jelas sekali ada sesuatu yang mengerikan terjadi dalam pertemuan mereka sebelumnya. Apa pun itu, kini hanya amarah yang memandu langkah Julius.

“Beraninya kau mempermainkanku! Kali ini kupastikan kau akan mati!” seru Julius, suaranya bergemuruh di langit penuh kehancuran, seolah membelah udara.

Di hadapannya, Asmodeus hanya tersenyum kecil. “Wah... kau hebat juga bisa keluar dari tempat gelap itu, wahai Jenderal Langit Agung Julius,” ucapnya santai, seperti seorang pemain catur yang baru saja memindahkan pion dengan sempurna. Mata hitamnya menyiratkan kesombongan, aura intimidasinya tak tergoyahkan.

Nyatanya, di pertarungan sebelumnya, Asmodeus berhasil mengirim Julius ke Lembah Hitam, bagian terdalam dari Alam Neraka, dengan menggunakan skill ultimate miliknya.

Di sana, batas antara kenyataan dan ilusi kabur, menjadikannya ruang kehampaan tanpa ujung. Itu adalah salah satu tempat paling mengerikan, di mana tidak ada energi yang bisa dihantarkan. Bahkan bangsa iblis sekalipun menghindari tempat itu.

Ketika Julius berhasil kembali ke Alam Langit, ia terkejut mendapati tanah kelahirannya porak-poranda. Kerusakan telah mencapai 60%. Sebagai salah satu dari Tiga Keadilan Absolut, penghinaan semacam ini adalah sesuatu yang tak bisa ia terima.

“Bagaimana dengan tempat itu? Apa kau menyukainya?” ejek Asmodeus sambil menyeringai. Nada santainya seolah menyulut bensin ke kobaran api di hati Julius.

Julius mengepalkan tangannya. “Jadi itu alasanmu lari ke sini? Pantas saja aku terus kembali ke titik awal saat mencoba keluar! Tapi sekarang, bersiaplah, Asmodeus! Aku akan menunjukkan padamu sesuatu yang lebih mengerikan dari tempat itu!” serunya.

Sebuah ledakan energi hijau-emas muncul dari tubuhnya, menciptakan tekanan besar yang membuat seluruh area sekitar berguncang hebat terus-menerus.

Tubuh Julius kini berubah. Rambut kuningnya yang semula pendek memanjang hingga ke lutut, sementara enam sayap bercahaya muncul di punggungnya, bersinar terang seperti bintang di tengah kehancuran.

Aura kekuatan surgawi tingkat empat seperti yang di lakukan Mikael kini menyelimuti seluruh tubuhnya, menandakan bahwa Julius telah memasuki mode pertempuran tertinggi.

Asmodeus, yang berdiri di atas kepala kura-kura raksasanya, hanya menatap santai. “Sepertinya engkau sedang marah besar padaku,” ucapnya dengan senyum sinis.

Julius balas menatap, tatapan penuh tekad. “Aku tidak suka melihat kesombonganmu, Asmodeus. Kali ini, kau benar-benar mati di tanganku.” Suaranya penuh keyakinan, tanpa sedikit pun ragu.

Asmodeus menghela napas, lalu tertawa kecil. “Aku jadi sedikit gemetar mendengarnya,” ujarnya penuh sarkasme. Tapi aura santainya tetap tak tergoyahkan, menunjukkan kepercayaan diri yang mutlak.

Di kejauhan, Hera berusaha bangkit sambil menyeret tubuh Salomon yang hampir tak sadarkan diri. Keduanya terluka parah setelah dihajar oleh Asmodeus. Wajah Hera penuh peluh, namun tekadnya tetap kuat.

“Asmodeus sangat kuat... terlalu kuat. Kami benar-benar dipecundangi olehnya,” batinnya sambil menggigit bibir, mencoba menahan rasa frustrasi.

Hera terbang menuju benua yang lebih rendah, tempat yang relatif aman untuk memulihkan luka-lukanya. Namun, tanpa sepengetahuannya, Kaiju diam-diam mengikuti dari belakang, seperti bayangan yang tak bisa dihindari.

Sebelum menjadi salah satu dari 10 Jenderal Iblis, Asmodeus adalah pemimpin Lembah Hitam. Ia adalah sosok yang menyukai kehampaan, enggan terlibat dalam politik Alam Neraka.

Bahkan Lucifer, saat masih memimpin Neraka sebelum kedatangan Raja Iblis Zhask Agung, enggan berurusan dengan Asmodeus. Bagi Lucifer, Asmodeus adalah entitas tidak diketahui, dengan umur yang setara tiga iblis kuno, atau bahkan lebih.

Lembah Hitam, wilayah kekuasaan Asmodeus, adalah tempat yang dihindari semua makhluk. Tidak ada energi yang bisa dihantarkan di sana, menjadikannya tempat mati bagi siapa pun yang terperangkap. Julius tahu ini, dan itulah sebabnya ia menyimpan dendam membara terhadap Asmodeus.

Kembali ke medan pertempuran, Julius kini berdiri dengan kekuatan penuh di hadapan Asmodeus. Tekanan energi dari keduanya menciptakan badai besar yang mengguncang benua ketujuh. Semua orang yang berada di sekitar hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, tak berani mendekat.

“Apa kau siap, Asmodeus?” Julius mengangkat senjatanya, cahaya hijau-emas dari tubuhnya berpendar terang, siap menghancurkan apa pun yang menghalangi jalannya.

“Selalu,” jawab Asmodeus dengan tenang, energi kutukan hitamnya mulai mengalir dari kedua tangannya. Pertarungan besar ini baru saja dimulai, dan hasilnya akan menentukan nasib Alam Langit dan Alam Neraka.

Berpindah ke tempat lain, masih dalam lingkup alam langit. Lebih tepatnya di jalur antara benua 7 dengan Istana langit.

Di sebuah tempat yang begitu megah bak istana berlapis emas dan permata berkilau, berdiri seorang sosok prajurit gagah perkasa. Ia berdiri tegak, tanpa kelengahan sedikit pun, seakan dirinya adalah simbol sempurna dari kewaspadaan dan kekuatan.

Di sisinya terdapat dua pedang bercahaya, memancarkan aura yang sama kuatnya dengan senjata milik Mikael.

Rambut putih panjang bergelombang, memancarkan kilauan seperti sutra di bawah sinar matahari. Wajahnya begitu tampan, dihiasi rahang tegas dan mata biru cemerlang yang penuh kharisma.

Tubuhnya yang kekar dan tinggi menjulang gagah menyamai Mikael bahkan bisa di katakan jauh lebih sempurna, menambah wibawa yang memancarkan intimidasi alami.

Di punggungnya, enam sayap keadilan membentang megah, memancarkan cahaya yang tak bisa ditandingi oleh makhluk mana pun bahkan keindahan sayap Mikael dan Julius kalah telak jika di sandingkan.

Di hadapannya terdapat meja besar dengan ukiran sisik naga yang memukau. Di atas meja, sebuah bola proyeksi kecil menampilkan jalannya pertempuran di berbagai titik medan perang.

Sosok misterius ini mengamati dengan penuh perhatian, memendam ketidaksabaran yang semakin sulit dibendung. Matanya menyorotkan kemarahan yang nyaris meledak, namun dia kembali dengan mudah mengontrol nya.

“Menghadapi iblis rendahan seperti itu saja tidak mampu, sebagai penyandang gelar keadilan absolut, sungguh memalukan,” gumamnya dingin, penuh cemoohan.

Ia baru saja menerima perintah langsung dari Jenderal Tertinggi Iskandar Agung untuk turun ke medan perang dan membantai para iblis tanpa ampun. Tanpa membuang waktu, ia mulai bersiap, mengenakan perlengkapannya dengan penuh ketelitian dan determinasi.

Dahulu, ia pernah bertempur mati-matian melawan Lucifer di neraka. Ia menyiksa Lucifer hingga nyaris mati berkali-kali, namun iblis itu selalu mampu bangkit. Kali ini, ia bersumpah akan memastikan bahwa Lucifer benar-benar lenyap dari keberadaan.

Ketika gerbang keadilan terbuka perlahan, sosok itu keluar dengan langkah mantap. Setiap langkahnya seolah mengguncang dunia di sekitarnya. Energi luar biasa memancar dari tubuhnya, menjalar cepat seperti badai yang menggulung langit, menciptakan tekanan hebat yang mampu membuat siapa pun terdiam dalam ketakutan.

“Kau terlalu lamban, Mikael! Seharusnya dirimu tahu bahwa aku sangat tidak suka disuruh menunggu,” ucapnya dingin, penuh ketidaksabaran yang menusuk.

 

Di tengah pertarungan yang tak kunjung usai, Lucifer tiba-tiba terhenti. Ekspresinya yang penuh percaya diri berubah. Sebuah getaran energi yang tak asing dirasakannya, membuatnya tersentak. Tatapan matanya menyipit tajam, dan senyumnya merekah penuh gairah adrenalin.

“Jadi, dia akhirnya bergerak? He-he-he... menarik,” ucap Lucifer perlahan, suaranya bergetar antara rasa takut dan antusiasme liar. Ia mengarahkan pandangan tajamnya ke Mikael.

Mikael yang juga menyadari kehadiran sosok tersebut tersenyum dingin. “Kau menyadarinya? Kemenangan kami sudah berada di depan mata. Menyerahlah, Lucifer. Pertarungan ini sudah berakhir.”

Namun, Lucifer hanya menatap Mikael dengan sorot mata penuh santai bercampur gairah bertarung. “Berakhir? Heh. Kau belum melihat seluruh kekuatanku, Mikael. Kalian semua belum siap menghadapi apa yang akan terjadi.”

Energi di sekitar mereka terus bergejolak, menciptakan badai yang semakin menggila. Di tempat yang sangat amat jauh, suara langkah sosok agung itu mulai terdengar, membawa serta tekanan yang seakan menindas semua kejahatan.

Bahkan Lucifer, dengan segala kesombongannya, tidak bisa menahan rasa gentar yang merayap di hatinya. Dirinya tau jika situasi akan menjadi lebih menghawatirkan.

“Dia datang,” gumam Lucifer, suaranya nyaris tak terdengar, pertempuran besar ini baru saja memasuki babak yang lebih menegangkan, dan bangsa iblis harus bersiap menyambut bencana yang tak terelakkan.

Episodes
1 PERAN BESAR BAGIAN 1
2 PERANG BESAR BAGIAN 2
3 PERANG BESAR BAGIAN 3
4 PERANG BESAR BAGIAN 4
5 PERANG BESAR BAGIAN 5
6 PERANG BESAR BAGIAN 6
7 PERANG BESAR BAGIAN 7
8 PERANG BESAR BAGIAN 8
9 PERANG BESAR BAGIAN 9
10 PERANG BESAR BAGIAN 10
11 PERANG BESAR BAGIAN 11
12 PERANG BESAR BAGIAN 12
13 PERANG BESAR BAGIAN 13
14 PERANG BESAR BAGIAN 14
15 PERANG BESAR BAGIAN 15
16 PERANG BESAR BAGIAN 16
17 PERANG BESAR BAGIAN 17
18 PERANG BESAR BAGIAN 18
19 PERANG BESAR BAGIAN 19
20 PERANG BESAR BAGIAN 20
21 PERANG BESAR BAGIAN 21
22 PERANG BESAR BAGIAN 22
23 PERANG BESAR BAGIAN 23
24 AKHIR PERANG BAGIAN 1
25 AKHIR PERANG BAGIAN 2
26 AKHIR PERANG BAGIAN 3
27 AKHIR PERANG BAGIAN 4
28 AKHIR PERANG BAGIAN 5
29 AKHIR PERANG BAGIAN 6
30 AKHIR PERANG BAGIAN 7
31 AKHIR PERANG BAGIAN 8
32 AKHIR PERANG BAGIAN 9
33 AKHIR PERANG BAGIAN 10
34 AKHIR PERANG BAGIAN 11
35 HARAPAN BAGIAN 1
36 HARAPAN BAGIAN 2
37 HARAPAN BAGIAN 3
38 KISAH DI MULAI BAGIAN 1
39 KISAH DI MULAI BAGIAN 2
40 KISAH DI MULAI BAGIAN 3
41 KISAH DI MULAI BAGIAN 4
42 KISAH DI MULAI BAGIAN 5
43 KISAH DI MULAI BAGIAN 6
44 KISAH DI MULAI BAGIAN 7
45 KISAH DI MULAI BAGIAN 8
46 KISAH DI MULAI BAGIAN 9
47 KISAH DI MULAI BAGIAN 10
48 KISAH DI MULAI BAGIAN 11
49 KISAH DI MULAI BAGIAN 12
50 KISAH DI MULAI BAGIAN 13
51 KISAH DI MULAI BAGIAN 14
52 KISAH DI MULAI (BAB 15) REVISI
53 KISAH DI MULAI (BAB 16) REVISI
54 KISAH DI MULAI (BAB 17) REVISI
55 KISAH DI MULAI (BAB 18) REVISI
56 KISAH DI MULAI (BAB 19) REVISI
57 JENIS KUTUKAN RAJA IBLIS
58 KUTUKAN TINGKAT 3
59 HADES
60 WUJUD SEMPURNA
61 Lilith sang iblis mistis
62 Pilihan Sulit
63 PENYESALAN
64 Mode Byon
65 Segel surgawi
66 Babak baru
67 Di mulai kembali
68 Kekalahan Lilith
69 Pertemuan dua iblis mistis
70 Salah musuh
71 Soe vs Enzo
72 Sosok iblis yang sesungguhnya
73 Belenggu jiwa
74 Hades sang iblis kematian
75 Ampunan
76 Kebingungan narator
77 Selesai
78 Perjalanan sengit
79 Azuel the Paradise
80 Kereta
81 Sora
82 Party pahlawan
83 Operasi
84 Jail (REVISI)
85 raja serigala
86 Mahluk mitologi
87 menu masakan
88 Aliansi
89 selesai oprasi
90 Berbincang santai
91 Dante
92 Leo
Episodes

Updated 92 Episodes

1
PERAN BESAR BAGIAN 1
2
PERANG BESAR BAGIAN 2
3
PERANG BESAR BAGIAN 3
4
PERANG BESAR BAGIAN 4
5
PERANG BESAR BAGIAN 5
6
PERANG BESAR BAGIAN 6
7
PERANG BESAR BAGIAN 7
8
PERANG BESAR BAGIAN 8
9
PERANG BESAR BAGIAN 9
10
PERANG BESAR BAGIAN 10
11
PERANG BESAR BAGIAN 11
12
PERANG BESAR BAGIAN 12
13
PERANG BESAR BAGIAN 13
14
PERANG BESAR BAGIAN 14
15
PERANG BESAR BAGIAN 15
16
PERANG BESAR BAGIAN 16
17
PERANG BESAR BAGIAN 17
18
PERANG BESAR BAGIAN 18
19
PERANG BESAR BAGIAN 19
20
PERANG BESAR BAGIAN 20
21
PERANG BESAR BAGIAN 21
22
PERANG BESAR BAGIAN 22
23
PERANG BESAR BAGIAN 23
24
AKHIR PERANG BAGIAN 1
25
AKHIR PERANG BAGIAN 2
26
AKHIR PERANG BAGIAN 3
27
AKHIR PERANG BAGIAN 4
28
AKHIR PERANG BAGIAN 5
29
AKHIR PERANG BAGIAN 6
30
AKHIR PERANG BAGIAN 7
31
AKHIR PERANG BAGIAN 8
32
AKHIR PERANG BAGIAN 9
33
AKHIR PERANG BAGIAN 10
34
AKHIR PERANG BAGIAN 11
35
HARAPAN BAGIAN 1
36
HARAPAN BAGIAN 2
37
HARAPAN BAGIAN 3
38
KISAH DI MULAI BAGIAN 1
39
KISAH DI MULAI BAGIAN 2
40
KISAH DI MULAI BAGIAN 3
41
KISAH DI MULAI BAGIAN 4
42
KISAH DI MULAI BAGIAN 5
43
KISAH DI MULAI BAGIAN 6
44
KISAH DI MULAI BAGIAN 7
45
KISAH DI MULAI BAGIAN 8
46
KISAH DI MULAI BAGIAN 9
47
KISAH DI MULAI BAGIAN 10
48
KISAH DI MULAI BAGIAN 11
49
KISAH DI MULAI BAGIAN 12
50
KISAH DI MULAI BAGIAN 13
51
KISAH DI MULAI BAGIAN 14
52
KISAH DI MULAI (BAB 15) REVISI
53
KISAH DI MULAI (BAB 16) REVISI
54
KISAH DI MULAI (BAB 17) REVISI
55
KISAH DI MULAI (BAB 18) REVISI
56
KISAH DI MULAI (BAB 19) REVISI
57
JENIS KUTUKAN RAJA IBLIS
58
KUTUKAN TINGKAT 3
59
HADES
60
WUJUD SEMPURNA
61
Lilith sang iblis mistis
62
Pilihan Sulit
63
PENYESALAN
64
Mode Byon
65
Segel surgawi
66
Babak baru
67
Di mulai kembali
68
Kekalahan Lilith
69
Pertemuan dua iblis mistis
70
Salah musuh
71
Soe vs Enzo
72
Sosok iblis yang sesungguhnya
73
Belenggu jiwa
74
Hades sang iblis kematian
75
Ampunan
76
Kebingungan narator
77
Selesai
78
Perjalanan sengit
79
Azuel the Paradise
80
Kereta
81
Sora
82
Party pahlawan
83
Operasi
84
Jail (REVISI)
85
raja serigala
86
Mahluk mitologi
87
menu masakan
88
Aliansi
89
selesai oprasi
90
Berbincang santai
91
Dante
92
Leo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!