Berpindah ke wilayah pertempuran bagian selatan, masih di benua tujuh alam langit. Di sini, pasukan langit terpojok, perlahan tetapi pasti dipukul mundur hingga akhirnya tak berdaya. Bagaimana tidak? Tiga eksekutif jenderal iblis berada di tempat itu, menebar teror yang begitu mencekam. Suasana di medan pertempuran berubah menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan oleh siapa pun.
“Ini di luar kemampuan kita! Bagaimana ini?” seru seorang prajurit dengan suara gemetar, matanya menyapu medan pertempuran yang penuh kekacauan.
“Tiga eksekutif jenderal iblis ada di sini... Kita semua pasti akan mati! Cepat panggil bala bantuan secepatnya!” tegas komandan dengan suara yang berusaha terdengar tenang, meski kegelisahan tampak jelas di wajahnya. Perintah itu segera dijalankan oleh prajurit bagian informasi yang berlari dengan napas tersengal.
“Kami sudah mengirimkan permintaan bala bantuan! Kemungkinan sebentar lagi mereka akan datang! Kita hanya perlu bertahan sedikit lebih lama!” jawab prajurit informasi dengan penuh harapan, meskipun hatinya dipenuhi keraguan.
Namun, ketakutan itu tidak bisa disembunyikan. Trauma mendalam tercermin dari raut wajah pasukan langit. Tiga eksekutif jenderal iblis tidak memberikan ampun sedikit pun, menyerang tanpa henti dengan kekuatan yang tampaknya tak terbatas.
Guncangan demi guncangan terus menerpa wilayah selatan. Tanah retak, pohon-pohon tumbang, dan langit menjadi gelap oleh asap pertempuran. Teriakan kesakitan menggema, melukiskan pemandangan neraka di dunia fana. Formasi pertempuran pasukan langit hancur berantakan. Dalam satu serangan, mereka kehilangan dua puluh wakil jenderal langit agung, sebuah pukulan telak yang membuat semangat prajurit runtuh.
“Matilah kalian! Kha-ha-ha! Dasar tidak berguna!” tawa Belhegar bergema, penuh dengan kesenangan sadis. Sosoknya berdiri di tengah reruntuhan, menikmati penderitaan yang ia ciptakan.
“Kalian semua harus tunduk di hadapan yang mulia Zhask Agung!” lanjut Satan dengan nada lembut tetapi dingin. Ia duduk di atas ribuan mayat pasukan langit, matanya memancarkan kekejaman tanpa batas.
Tidak ada harapan yang tersisa di medan pertempuran selatan. Pasukan iblis telah mendominasi, menguasai setiap sudut wilayah. Keberadaan tiga eksekutif jenderal iblis benar-benar mengubah jalannya pertempuran menjadi mimpi buruk tanpa akhir.
“Kalian akan binasa! Keadilan tidak pernah kalah!” ucap seorang prajurit langit dengan suara tertatih, darah mengalir dari luka-lukanya. Ia berdiri dengan sisa-sisa keberanian, meski tahu ajal sudah di depan mata.
“Keadilan? Aku ingin tahu siapa yang kau maksud dengan keadilan itu. Ha-ha-ha! Matilah, bodoh!” Balasan penuh kesombongan itu diakhiri dengan tebasan brutal. Kepala prajurit langit jatuh ke tanah, membawa serta harapan yang semakin menipis.
Namun, di tengah keputusasaan itu, sesuatu terjadi. Sebuah tekanan energi luar biasa kuat tiba-tiba terasa, menggetarkan seluruh medan pertempuran. Bahkan para iblis merasakan bulu kuduk mereka merinding. Aura itu semakin mendekat, membawa ancaman yang tidak bisa diabaikan.
“Ada yang datang! Tekanan besar ini... pasti dia!” seru Satan, memperingatkan dua rekannya yang masih asyik menyiksa para prajurit langit yang tersisa.
Seketika, cahaya terang menyilaukan memenuhi hamparan medan pertempuran di bagian selatan. Cahaya itu begitu suci, membawa harapan baru bagi pasukan langit. Tidak salah lagi, bala bantuan telah tiba. Kini, waktu bagi pasukan langit untuk membalikkan keadaan sudah datang.
Satan segera memberitahu dua rekannya sesama eksekutif jenderal iblis yang masih asyik menyiksa dan mempermainkan prajurit langit yang sudah tak berdaya.
“Tekanan besar ini... pasti dia!” serunya dengan nada panik.
Seketika, cahaya terang keadilan kembali menyilaukan seluruh hamparan pertempuran di wilayah bagian selatan. Tidak salah lagi, itu adalah bala bantuan dari pihak langit. Akhirnya, saatnya bagi pasukan langit untuk membalikkan keadaan.
“Kesenangan ini akan segera berakhir. Lihatlah siapa yang datang!” lanjut Satan, menatap sosok Mikael yang melesat terbang dengan kecepatan penuh menuju arah mereka bertiga.
“Sial... kenapa harus dia yang datang!” keluh Belhegar, raut wajahnya berubah tidak nyaman. Ia tahu, kehadiran Mikael akan sangat merepotkan.
Luapan energi tempur Mikael terasa begitu mengerikan, membuat mereka bertiga langsung memasang kewaspadaan penuh. Musuh yang datang kali ini jelas bukan lawan sembarangan. Jenderal Langit Agung Mikael, sang Keadilan Absolut, akhirnya memutuskan untuk bergerak.
“Aku merasakan energi iblis kutukan tingkat kuno di wilayah ini! Aku kira yang ada di tempat ini adalah Lucifer... ternyata dugaanku salah. Kalian bertiga tak lebih dari makhluk kotor!” Suara Mikael dingin, tatapannya penuh dengan kesombongan saat melirik mereka bertiga.
“Apa katamu? Kami bertiga adalah eksekutif jenderal iblis! Apa kau meremehkan kami, wahai Keadilan Absolut Mikael?” kesal Belhegar sambil menunjuk Mikael dengan marah.
Tanpa berkata banyak, Mikael mengeluarkan aura tekanan intimidasi yang begitu kuat ke arah Belhegar. Dalam sekejap, iblis itu terdiam, tubuhnya gemetar. Dalam hatinya, ia sadar bahwa Mikael bukanlah makhluk yang bisa diremehkan.
“Lama tak bertemu, Mikael! Senang berjumpa denganmu kembali,” sapa Satan dengan nada santai. Anehnya, ia tidak terpengaruh oleh efek skill intimidasi Mikael, yang saat itu sedang bekerja dengan sempurna pada Belhegar.
Skill unik Mikael memungkinkan dirinya untuk memanipulasi jiwa lawan yang memiliki rasa takut sekecil apa pun. Namun, skill ini tidak berfungsi jika lawan tidak memiliki rasa takut sama sekali terhadapnya.
“Sepertinya kau tidak terpengaruh oleh skill-ku? Menarik... Aku akui keberanianmu, iblis!” Mikael menatap Satan dengan sinis, penuh rasa meremehkan. Tidak butuh waktu lama, Mikael langsung masuk ke mode tempur.
Mikael adalah salah satu dari tujuh Jenderal Langit Agung serta penyandang gelar Keadilan Absolut. Gelar itu sendiri adalah julukan yang diberikan oleh Kaisar Langit kepada tiga Jenderal Langit Agung terkuat saat ini.
“Kalian sudah terlalu lama bersenang-senang di tempat ini! Tapi itu tidak akan lama lagi, karena aku sudah datang!” seru kembali Mikael dengan suara lantang. Enam sayap keadilan muncul dengan gemilang di punggungnya, menandakan bahwa ia benar-benar serius akan menghabisi mereka bertiga.
Semua penduduk langit memiliki sayap putih di punggung mereka sebagai ciri khas bangsa langit. Semakin banyak sayap yang mereka miliki, semakin hebat pula kekuatan yang mereka punya. Jumlah maksimal sayap adalah enam, tanda kekuatan yang luar biasa.
Di tengah keterpurukan dan hampir putus asanya prajurit langit wilayah selatan, kedatangan Jenderal Langit Agung Mikael membakar kembali semangat mereka. Kobaran api kemenangan menyala terang, seperti arti sejati keadilan yang tidak pernah padam.
“Jenderal Langit Agung Mikael telah datang! Kemenangan akan datang bersama perdamaian sejati!” seru para wakil jenderal langit agung serempak, disambut pekik semangat prajurit yang tersisa.
“Yeaaaaah!”
“Yeaaaaah!”
“Yeaaaaah!”
“Yeaaaaah!”
Sorak-sorai penuh harapan menggema di tengah puing-puing kehancuran. Semua mata kini tertuju pada sosok Mikael, sang pemimpin yang dianggap simbol dari harapan tak tergoyahkan.
Pertempuran sesungguhnya di wilayah selatan baru saja dimulai. bantuan personel langit juga tak lama kemudian muncul tanpa henti, menyusul Mikael dari belakang.
Sekitar kurang lebih 20 juta pasukan terus berdatangan, memadati medan perang yang kini bergetar oleh langkah kaki mereka serta kepakan sayap tanpa henti.
Mikael berdiri gagah di garis depan, enam sayap keadilan yang terpampang di punggungnya memancarkan aura kemegahan luar biasa. Sosoknya bak mercusuar di tengah lautan kehancuran, memimpin jutaan personel langit menuju pertempuran yang menentukan.
“Keadilan Absolut tidak pernah berbelas kasih... Sebentar lagi kalian akan binasa, wahai makhluk-makhluk kotor!” suara Mikael bergema tegas, memenuhi udara dengan keteguhan yang tidak tergoyahkan.
Beberapa prajurit iblis yang masih berada di barisan depan tampak saling pandang, raut wajah mereka perlahan berubah, campuran antara kebingungan dan ketakutan. Aura Mikael begitu besar hingga udara di sekitar mereka terasa berat, seperti menekan seluruh keberanian yang tersisa.
“Siapkan formasi! Kita tidak akan membiarkan mereka melangkah lebih jauh!” teriak Satan, mencoba menguasai situasi. Namun dalam hati, ia tahu, pertempuran ini tidak akan berjalan seperti sebelumnya.
Di bawah langit yang kini dipenuhi gemuruh pasukan, pertempuran antara keadilan dan kegelapan benar-benar akan mencapai klimaksnya. Setiap detik yang berlalu membawa mereka semakin dekat pada akhir yang tak terhindarkan.
_________________
Nama : Belhegar.
Status : Bangsa iblis/salah satu dari 10 Eksekutif raja iblis.
Skill : - ( belum di sebutkan)
_________________
_________________
Nama : Satan.
Status : Bangsa iblis/salah satu dari 10 Eksekutif raja iblis.
Skill : - ( belum di sebutkan)
_________________
Nama : Belial
Status : Bangsa iblis/salah satu dari 10 Eksekutif raja iblis.
Skill : - ( belum di sebutkan)
_________________
_________________
Nama : Mikael.
Status : Bangsa dewa/salah satu dari 7 jendral langit agung penyandang gelar keadilan Absolut (3 yang terkuat dari 7 jendral langit agung)
Skill : - ( belum di sebutkan).
_________________
Berpindah menyorot bagian wilayah pertempuran sebelah barat, kedua pasukan di tempat ini sama-sama seimbang satu sama lain, berbeda halnya dengan wilayah selatan sebelumnya. Namun, keseimbangan ini tidak berarti ketegangan mereda—sebaliknya, penuh kegelisahan yang menyayat hati.
Jual beli serangan begitu sangat intens, ledakan dan bunyi benturan senjata terdengar di mana-mana. Asap dan debu memenuhi udara, menyelimuti medan perang yang dipenuhi jeritan kesakitan dan pekikan penuh amarah. Setiap serangan yang diluncurkan membawa dampak besar, setiap benturan meninggalkan jejak kehancuran yang sulit dihapus. Ketegangan kedua pasukan tak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Namun semuanya berubah drastis ketika salah satu eksekutif jendral iblis muncul. Dengan satu gerakan tangan, ia memanggil lima ribu monster Numbers besar yang langsung turun ke medan perang. Bayangan mereka yang masif menutupi matahari, memberikan aura suram yang menekan seluruh pasukan langit.
Numbers adalah raksasa setinggi 500 meter dari alam Neraka yang sudah berumur puluhan ribu tahun. Tubuh mereka dipenuhi simbol kutukan kuno yang memancarkan energi hitam pekat. Setiap langkah mereka mengguncang tanah, dan suara raungan mereka memekik bagai deru kematian. Dalam hitungan detik, Numbers menyerbu tanpa kendali, menghancurkan formasi pasukan langit dengan brutal.
"Hancurkan mereka, wahai teman-temanku!" seru Kaiju, Jenderal Langit Agung, dengan suara penuh kesenangan. Matanya berbinar seperti seorang maestro yang menikmati simfoni kehancuran.
Numbers bertarung dengan insting liar, tanpa rasa belas kasihan. Keunggulan badan besar mereka membuat setiap perlawanan tampak sia-sia. Pedang-pedang pasukan langit yang menghujani tubuh Numbers hanya meninggalkan luka dangkal yang dengan cepat sembuh, seolah waktu tunduk pada kehendak monster-monster itu.
"Monster keparat! Apa yang akan kita lakukan, Komandan?" teriak seorang prajurit langit, suaranya serak oleh ketakutan.
"Monster besar bodoh itu terus bergerak maju! Jika dibiarkan, formasi pasukan kita akan hancur berantakan!" balas yang lain, matanya penuh kekhawatiran.
"Sialan! Apa tidak ada cara untuk menghentikan amukannya?" seorang wakil jenderal menggertakkan giginya. Keringat dingin membasahi wajahnya.
Pasukan langit mencoba berbagai cara untuk menahan amukan Numbers, tetapi semua usaha mereka terasa seperti debu di tengah badai. Setiap serangan yang diluncurkan, meskipun tampak dahsyat, hanya berhasil menumbangkan segelintir Numbers, sementara ribuan lainnya terus melaju, tak terhentikan.
"Mundur! Perintahkan pasukan memperkuat formasi garda belakang!" seru komandan dengan suara bergetar, lebih sebagai upaya menyelamatkan nyawa daripada strategi.
"Apa-apaan monster bodoh ini... tidak ada habisnya! Sialan!" salah satu prajurit menahan amarah sekaligus keputusasaan yang meluap di dadanya.
Seorang wakil jenderal langit agung melompat dengan keberanian luar biasa, memotong tubuh salah satu Numbers paling besar hingga terbelah dua. Namun, sebelum ia sempat kembali ke posisinya, tubuh Numbers yang terluka langsung menyatu kembali. Monster itu berdiri seakan-akan tidak pernah terluka.
"Keparat! Bahkan tebasan terkuatku tidak berguna! Apa kita harus terus menggunakan serangan gabungan seperti tadi?" pikir sang wakil jenderal dengan getir. Matanya berkaca-kaca, menahan rasa frustasi yang semakin menyesakkan dada.
Di tengah kebingungan pasukan langit, situasi semakin buruk. Numbers semakin brutal, menyapu medan perang tanpa terkendali. Pasukan langit terlempar ke sana kemari, seperti daun kering di tengah badai.
Namun, tiba-tiba, ledakan besar menghantam para Numbers satu per satu. Gelombang energi dahsyat menghancurkan mereka hingga tak mampu beregenerasi. Suara jeritan kesakitan Numbers menggema, merobek keheningan yang sempat menyelimuti.
Slash!
Slash!
Slash!
Rentetan ledakan terus menghujani Numbers. Tebasan cahaya kuning keemasan turun dari langit seperti hujan meteor, langsung menghancurkan ribuan Numbers tanpa ampun. Setiap tebasan memancarkan aura yang begitu murni, membawa harapan yang selama ini nyaris padam.
"Apa itu?" seorang prajurit langit berseru dengan mata terbelalak.
"Bantuan! Itu bala bantuan dari pihak kita!" seru prajurit lainnya, suaranya penuh harapan.
Rentetan ledakan dan tebasan itu menghentikan amukan Numbers. Perlahan, pasukan langit kembali menemukan harapan. Mata mereka yang tadinya redup kini menyala dengan semangat baru.
“Berani-beraninya kau menyakiti teman-temanku... Aku pastikan kau akan membayar semua ini!” teriak Kaiju dengan suara penuh amarah, menatap sosok yang telah menghancurkan Numbersnya.
Di tengah langit yang mendung, muncul Julius, seorang Jenderal Langit Agung dengan enam sayap keadilan yang bersinar terang. Cahaya dari sayapnya seolah memotong kegelapan, mengisi setiap sudut medan perang dengan aura kemenangan.
“Kalian bangsa rendahan sangat lancang telah melakukan pemberontakan ini. Aku, Julius, sang Keadilan Absolut, tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya!” Suara Julius bergema lantang, membawa ketegasan yang membuat gemetar siapa saja yang mendengarnya.
Dengan satu gerakan, Julius memancarkan energi penghancur yang luar biasa, meluluhlantakkan sebagian besar wilayah barat. Tanah berguncang, udara bergetar. Bahkan pasukan iblis yang berada jauh di belakang merasa tekanan energi itu menusuk hingga ke jiwa mereka.
“Energi penghancur sebesar ini... Apa kau ingin pamer kekuatan, anak muda?” sebuah suara dingin terdengar dari balik dimensi. Perlahan, muncul Asmodeus, Eksekutif Jenderal Iblis yang bangkit dari tidurnya. Dengan tunggangan kura-kura besar miliknya, ia melangkah ke medan perang dengan tenang, seolah keberadaan Julius tidak mengganggunya sedikit pun.
“Mundur, Kaiju. Kau bukan lawan yang sepadan untuknya. Biarkan aku yang akan menghadapi anak muda ini!” Asmodeus berkata santai namun penuh kewibawaan. Matanya yang tajam menatap Julius dengan senyum sinis.
Namun Julius hanya terkekeh. “Jangan sok kuat, kau iblis rendahan. Aku bahkan bisa mengalahkan kalian berdua dengan mudah!” balasnya, matanya memancarkan kepercayaan diri yang tak tergoyahkan.
______________
Nama : Kaiju.
Status : Bangsa iblis/salah satu dari 10 Eksekutif raja iblis.
Skill : - ( belum di sebutkan)
______________
Nama : Asmodeus.
Status : Bangsa iblis/salah satu dari 10 eksekutif jendral iblis (Entitas)
Ultimate : - (belum di sebutkan).
______________
______________
Nama : Julius.
Status : Bangsa dewa (langit)/salah satu dari 7 jendral langit agung (Keadilan Absolut).
Ultimate : - (belum di sebutkan)
______________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
sompel kjb
terimakasih sebelumnya, saya akan melakukan revisi mulai dari chapter pertama dalam segi penulis an kata-kata agar mudah di pahami tanpa merubah sedikit pun makan cerita yang sudah du tulis
2024-08-23
0
palupi
ikut menyimak.. 🥰
suka sama chapter nya yg panjang. authornya gk pelit 👍
semangat ya... 💐💕🙏
2024-08-23
0