PERANG BESAR BAGIAN 3

 

Pertempuran di wilayah timur Benua 7 berlangsung sengit, tetapi hasilnya sudah hampir pasti. Pasukan Langit, yang dipimpin oleh dua Jenderal Langit Agung, berhasil memukul mundur pasukan iblis dengan telak. Tidak ada perlawanan berarti. Seolah-olah para iblis itu hanyalah domba-domba yang dilempar ke dalam kawanan singa lapar.

Langit di atas medan perang berwarna merah tua, seperti darah yang tumpah dari ribuan jiwa. Cambuk-cambuk cahaya melesat cepat, menyambar tubuh para iblis yang berusaha kabur, mematahkan semangat mereka untuk melawan. Tebasan pedang raksasa membelah udara, menciptakan suara menderu yang membuat bulu kuduk meremang. Para iblis yang terpotong tebasan lenyap tanpa bekas, hanya meninggalkan jejak asap gelap.

Hera, Jenderal Langit Agung, berdiri di tengah-tengah ladang pembantaian. Armornya yang berkilauan memantulkan sinar keemasan, menambahkan aura ilahiah pada sosoknya. Pedangnya berlumuran darah hitam iblis, tetapi wajahnya tetap tenang. Ia tidak menunjukkan emosi apa pun kecuali rasa dingin yang menusuk.

"Jangan lari, kalian makhluk rendahan!" suaranya menggema, keras dan tajam.

"Itulah harga yang harus kalian bayar jika berani melawan Pasukan Langit!" seru salah satu prajurit Pasukan Langit dari belakang, suaranya penuh kemenangan.

Di mana-mana, para iblis berjatuhan, terjerat oleh cahaya atau tertebas pedang tanpa ampun. Tidak ada belas kasih. Tidak ada kelonggaran. Pasukan Langit bertempur seperti mesin perang tanpa hati, dipandu oleh ketegasan Hera dan kebrutalan Salomon, rekan sesama Jenderal Langit Agung.

"Jangan biarkan satu pun dari mereka melarikan diri!" seru Hera dengan suara penuh wibawa, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. "Tangkap mereka semua. Habisi para pemberontak ini!"

Namun, suara lain terdengar di antara hiruk-pikuk pertempuran.

"Yho-ho-ho! Menarik sekali..." Salomon tertawa lepas, perutnya yang besar berguncang. Ia memakan cemilan dengan lahap, seolah tidak ada perang yang sedang terjadi di sekitarnya. "Apa hanya begini kekuatan eksekutif Jenderal Iblis? Memalukan!"

Tatapannya melewati dua sosok eksekutif jenderal iblis yang terkapar tak berdaya di tanah, darah mereka membasahi pasir hitam di bawah kaki. Wajah mereka dipenuhi luka, mata mereka memancarkan ketakutan bercampur kebencian.

"Butuh banyak pengalaman lagi bagi kalian untuk mengalahkanku," Hera berkata dingin, pandangannya menusuk seperti pedang. "Seharusnya kalian tahu itu."

Pertempuran yang awalnya berjalan seimbang berubah drastis saat Hera tiba di medan perang. Kehadirannya seperti badai yang menghancurkan semua halangan. Dengan keahliannya yang luar biasa, ia memimpin Pasukan Langit untuk mendominasi pertempuran ini sepenuhnya.

Tidak ada yang menyangka bahwa dua eksekutif jenderal iblis bisa ditumbangkan begitu cepat. Kekalahan mereka memperparah situasi bangsa iblis yang sudah berada di ambang kehancuran. Di kejauhan, sisa pasukan iblis berlarian tak tentu arah, kehilangan komando dan harapan.

“Pada akhirnya, kami tetap akan menjadi pemenang,” gumam Hera sambil mengangkat pedangnya yang bersinar terang. Ia melangkah maju dengan tenang, langkahnya penuh keyakinan. Tatapannya tajam, memindai medan perang untuk memastikan tidak ada lagi musuh yang tersisa.

Aura Hera memancarkan rasa hormat dan ketakutan. Tidak peduli berapa banyak iblis yang sudah tumbang, ia tetap siaga. Ia tahu, kemenangan sejati hanya datang saat tidak ada ancaman yang tersisa.

"Kakak memang hebat! Andai Kakak tidak datang, mungkin kami akan kesulitan menghentikan mereka!” seru Amon, adik angkat Hera, dengan nada penuh kekaguman.

Namun Hera hanya meliriknya dingin. “Hentikan, Amon. Ini belum waktunya untuk merayakan kemenangan. Jangan lengah sedikit pun,” tegurnya tegas. Suaranya seperti petir yang membangunkan adiknya dari angan-angan. Hera juga menambahkan, “Dan jangan pernah tiru tingkah Salomon.”

Belum sempat Amon menjawab, Salomon menyela dengan tawa khasnya. “Yho-ho-ho! Padahal aku masih punya skill ultimate yang kusimpan, tapi kau datang dan mengalahkan mereka semua! Akibatnya, aku jadi terlihat lemah!” katanya sambil menggigit cemilan di tangannya.

Hera menghela napas panjang. “Ini bukan waktunya bermain-main, Salomon. Kau seharusnya lebih fokus bertarung, bukan makan cemilan di medan tempur!” Teguran itu seperti menusuk, tetapi Salomon hanya meringis.

“Perempuan memang sulit diajak santai,” gumam Salomon dalam hati sambil mengunyah.

Hera memalingkan pandangannya, menatap ke sisih lain. “Pertempuran sengit masih terjadi di wilayah utara dan selatan. Kita harus segera ke sana setelah memastikan tempat ini benar-benar bersih.”

Alasan dua eksekutif jenderal iblis terkapar tak berdaya adalah karena skill ultimate Hera, sebuah kemampuan yang dapat melumpuhkan siapa pun, bahkan iblis tingkat mistis. Kedua jenderal iblis itu sebelumnya tidak menyangka bahwa Hera, yang tampak anggun, memiliki kekuatan yang melampaui ekspektasi mereka.

“Keparat! Kita kalah hanya dengan satu serangan. Ini memalukan!” geram salah satu eksekutif iblis, berbaring tak berdaya di tanah.

“Kau benar!” rekannya menimpali dengan nada penuh getir. “Azazel sudah memperingatkan kita untuk menghindari Tiga Keadilan Absolut, tapi apa-apaan kekuatan wanita jalang ini? Dia sangat mengerikan!”

Hera, tanpa memedulikan rintihan musuh, memandang Amon dengan tatapan serius. “Pergilah ke wilayah utara. Aku bisa merasakan aura kutukan mengerikan yang memporak-porandakan pasukan Langit di sana.”

Amon yang sejak tadi memperhatikan ekspresi Hera bertanya, “Ada apa, Kak? Kau terlihat murung.”

“Kutukan ini...” Hera menggigit bibirnya. “Tidak salah lagi, pasti iblis itu...”

Sebuah bayangan dari masa lalu melintas di benaknya. “Lucifer,” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.

“Aku penasaran sekuat apa Lucifer. Apa dia benar-benar sehebat yang dirumorkan, atau itu hanya kebohongan belaka?” Amon bertanya dengan nada riang, tetapi Hera langsung menghantam kepalanya dengan tangan terbuka.

“Jangan meremehkan iblis kuno! Mereka adalah monster yang sesungguhnya,” kesal Hera. Namun, nada suaranya menyiratkan kekhawatiran yang dalam.

“Aku akan berhati-hati, Kak. Jangan khawatir,” Amon akhirnya menjawab dengan nada lebih serius. Ia tahu, di balik sifat dingin Hera, ada kasih sayang yang tulus sebagai seorang kakak.

Beberapa saat setelah Amon pergi, Salomon akhirnya mengeluarkan skill ultimate-nya. Cahaya putih menyilaukan turun dari langit, menyerap energi dari para iblis yang telah tumbang. Tubuh para iblis itu mengejang, menyusut, hingga akhirnya tinggal kulit dan tulang.

“Yho-ho-ho! Sangat berenergi!” Salomon tertawa puas. Tubuhnya yang semula tambun kini berubah kekar, penuh otot yang menggambarkan kekuatan luar biasa.

“Bagaimana? Apakah kau sudah menganggapku serius sekarang, Hera? Yho-ho-ho!” tanyanya, memperlihatkan otot-ototnya dengan bangga.

“Dasar aneh,” balas Hera singkat, tanpa ekspresi.

Namun, suasana tiba-tiba berubah. Sebuah tekanan mengerikan meliputi medan perang. Hera merasakan hawa kutukan yang begitu kuat, membuatnya siaga penuh.

“Apakah kau merasakannya, Salomon?” tanya Hera dengan nada waspada.

“Ya! Aku juga menyadarinya,” jawab Salomon, meski ia tetap santai.

Tanpa peringatan, bola-bola air berwarna hijau meluncur deras dari langit, menghujani mereka tanpa henti. Hera dan Salomon berhasil menghindar, tetapi mata mereka melebar saat melihat bayangan besar di atas kepala mereka. Seekor kura-kura raksasa, dengan kulit berlumuran energi hitam, muncul dari balik awan.

“Sejak kapan makhluk itu di atas kita?” gumam Hera tak percaya.

Salomon, alih-alih khawatir, malah terkagum-kagum. “Itu besar sekali! Aku tidak sabar untuk menyerap energi itu sampai kurus kering. Yho-ho-ho!”

Hera memutar bola matanya. “Ini bukan waktu untuk kagum, Salomon! Makhluk ini memancarkan aura bahaya. Bersiaplah!”

Dari atas kura-kura raksasa itu, dua siluet iblis melompat turun. Salah satunya adalah Asmodeus, sosok dengan tanduk kambing melingkar, memancarkan aura yang hampir menyamai Lucifer. Hera mengerutkan dahi, matanya penuh tanda tanya.

“Keparat! Aku tidak akan memaafkan perbuatan kalian! Bersiaplah untuk mati!” Kaiju, yang dikenal dengan temperamennya yang meledak-ledak, membuka serangan tanpa basa-basi. Namun sebelum ia sempat mendekati Hera, Salomon menghantam wajahnya dengan palu emas, membuatnya terlempar ribuan meter.

“Yho-ho-ho! Itu pasti sakit sekali!” ejek Salomon, tertawa puas.

Mengetahui dua rekannya sesama eksekutif jenderal iblis telah tumbang, amarah Kaiju membara. Sorot matanya merah menyala penuh kebencian, cakar-cakarnya berkilauan, siap bangkit kembali menghantam lawan-lawannya tanpa ampun. Raungan Kaiju menggema di seluruh medan perang, memecah keheningan.

Kaiju lalu melesat dari puing-puing, mengusap darah hitam yang mengalir dari sudut mulutnya. "Kalian akan membayar semua ini," desisnya dengan suara rendah yang menggema penuh ancaman. Tatapan matanya, menunjukkan tekad yang tak tergoyahkan.

Kaiju dikenal sebagai salah satu jenderal iblis yang paling setia dan penuh solidaritas. Biasanya ia adalah sosok riang, selalu membawa kebahagiaan di tengah pasukannya.

Namun, ketika rekan-rekannya dalam bahaya atau membutuhkan bantuan, ia tak segan-segan maju ke depan, bahkan jika itu berarti menghadapi ancaman yang jauh lebih kuat darinya.

Dan hari ini, ia bertekad untuk membalas kekalahan rekan-rekannya, tidak peduli betapa besar harga yang harus ia bayar.

"Kau benar-benar keras kepala." ujar Hera dengan suara datar. Tatapannya tajam, penuh kehati-hatian, tetapi tidak ada sedikit pun rasa takut dalam dirinya. "Menghadapi kami tanpa perhitungan hanya akan mempercepat kehancuranmu."

Sementara itu, Salomon dengan santai mengeluarkan sekantong kecil cemilan dari balik jubah armor nya. Dia menggigit salah satu makanan ringan itu, lalu berkata dengan nada bercanda, "Yho-ho-ho, dia terlihat marah sekali. Kau pikir dia punya rencana? Atau hanya bertingkah gegabah?"

"Entahlah, tapi dia sepertinya tidak akan menyerah dengan mudah," jawab Hera.

Kaiju tidak memberikan mereka banyak waktu untuk berbicara. Tubuhnya kembali melesat dengan kecepatan luar biasa, menciptakan gelombang udara yang mengguncang tanah di sekitarnya. Kali ini, serangannya diarahkan langsung ke Hera.

Namun, dengan kelincahannya, Hera menghindari setiap cakar yang mengarah padanya. Serangan-serangan Kaiju menghantam tanah, menciptakan lubang-lubang besar di mana-mana.

"Aku tidak akan memaafkan kalian!" teriak Kaiju dengan suara yang penuh kemarahan dan kepedihan. Kepedihan itu bukan hanya karena kekalahan rekan-rekannya, tetapi juga karena dirinya merasa gagal melindungi mereka. Bagi Kaiju, kehormatan pasukan iblis adalah segalanya.

"Kau terlalu emosional," Hera berkata sambil melompat mundur untuk menciptakan jarak. "Kemampuanmu luar biasa, tapi amarahmu mengaburkan penilaianku."

Di kejauhan, Asmodeus berdiri diam, memperhatikan pertempuran dengan tatapan tajam. Sebelumnya, ia dan Kaiju tengah bertarung mati-matian melawan Julius, salah satu dari 3 Keadilan Absolut. Namun, entah bagaimana, mereka berdua tiba-tiba ada di tempat ini. Sungguh membingungkan dan penuh tanda tanya, lantas bagaimana kondisi Julius sekarang.

Asmodeus tidak mengatakan apa-apa, tetapi dari cara ia memandang Hera dan Salomon, jelas bahwa ia sedang menilai situasi dengan sangat hati-hati dan terstruktur.

"Kita harus menyelesaikan ini dengan cepat," gumam Asmodeus pada dirinya sendiri. Ia tahu, jika terlalu lama bertarung melawan Hera dan Salomon, peluang menyusul raja iblis Zhask agung ke istana langit tersendat.

Kaiju, dengan penuh tekad, kembali bangkit. Kali ini, energi gelap mengelilingi tubuhnya, menciptakan aura yang menakutkan. "Aku akan menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya," katanya dengan suara yang lebih rendah tetapi lebih mengancam.

Hera memperhatikan perubahan ini dengan serius. "Salomon, berhenti bermain-main. Dia mulai menunjukkan kekuatan aslinya. Kita tidak boleh lengah."

"Yho-ho-ho, baiklah, baiklah," Salomon menjawab sambil mengangkat palu emasnya. "Tapi aku masih merasa ini akan menyenangkan."

Pertarungan itu pun semakin memanas, dengan kedua belah pihak menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Kaiju terus menyerang tanpa henti, sementara Hera dan Salomon bekerja sama untuk menghadapinya. Di tengah-tengah semua itu, Asmodeus mulai bergerak, bersiap untuk melancarkan serangan kejutan yang bisa mengubah jalannya pertempuran atau bahkan membunuh mereka berdua dengan satu serangan yang sudah Asmodeus analisis.

____________

Nama : Salomon.

Status : Bangsa dewa/salah satu dari 7 jendral langit agung.

Ultimate : Penyerapan Super The Great.

_____________

_____________

Nama : Hera.

Status : Bangsa dewa/salah satu dari 7 jendral langit agung.

Ultimate : - (belum di sebutkan)

______________

Episodes
1 PERAN BESAR BAGIAN 1
2 PERANG BESAR BAGIAN 2
3 PERANG BESAR BAGIAN 3
4 PERANG BESAR BAGIAN 4
5 PERANG BESAR BAGIAN 5
6 PERANG BESAR BAGIAN 6
7 PERANG BESAR BAGIAN 7
8 PERANG BESAR BAGIAN 8
9 PERANG BESAR BAGIAN 9
10 PERANG BESAR BAGIAN 10
11 PERANG BESAR BAGIAN 11
12 PERANG BESAR BAGIAN 12
13 PERANG BESAR BAGIAN 13
14 PERANG BESAR BAGIAN 14
15 PERANG BESAR BAGIAN 15
16 PERANG BESAR BAGIAN 16
17 PERANG BESAR BAGIAN 17
18 PERANG BESAR BAGIAN 18
19 PERANG BESAR BAGIAN 19
20 PERANG BESAR BAGIAN 20
21 PERANG BESAR BAGIAN 21
22 PERANG BESAR BAGIAN 22
23 PERANG BESAR BAGIAN 23
24 AKHIR PERANG BAGIAN 1
25 AKHIR PERANG BAGIAN 2
26 AKHIR PERANG BAGIAN 3
27 AKHIR PERANG BAGIAN 4
28 AKHIR PERANG BAGIAN 5
29 AKHIR PERANG BAGIAN 6
30 AKHIR PERANG BAGIAN 7
31 AKHIR PERANG BAGIAN 8
32 AKHIR PERANG BAGIAN 9
33 AKHIR PERANG BAGIAN 10
34 AKHIR PERANG BAGIAN 11
35 HARAPAN BAGIAN 1
36 HARAPAN BAGIAN 2
37 HARAPAN BAGIAN 3
38 KISAH DI MULAI BAGIAN 1
39 KISAH DI MULAI BAGIAN 2
40 KISAH DI MULAI BAGIAN 3
41 KISAH DI MULAI BAGIAN 4
42 KISAH DI MULAI BAGIAN 5
43 KISAH DI MULAI BAGIAN 6
44 KISAH DI MULAI BAGIAN 7
45 KISAH DI MULAI BAGIAN 8
46 KISAH DI MULAI BAGIAN 9
47 KISAH DI MULAI BAGIAN 10
48 KISAH DI MULAI BAGIAN 11
49 KISAH DI MULAI BAGIAN 12
50 KISAH DI MULAI BAGIAN 13
51 KISAH DI MULAI BAGIAN 14
52 KISAH DI MULAI (BAB 15) REVISI
53 KISAH DI MULAI (BAB 16) REVISI
54 KISAH DI MULAI (BAB 17) REVISI
55 KISAH DI MULAI (BAB 18) REVISI
56 KISAH DI MULAI (BAB 19) REVISI
57 JENIS KUTUKAN RAJA IBLIS
58 KUTUKAN TINGKAT 3
59 HADES
60 WUJUD SEMPURNA
61 Lilith sang iblis mistis
62 Pilihan Sulit
63 PENYESALAN
64 Mode Byon
65 Segel surgawi
66 Babak baru
67 Di mulai kembali
68 Kekalahan Lilith
69 Pertemuan dua iblis mistis
70 Salah musuh
71 Soe vs Enzo
72 Sosok iblis yang sesungguhnya
73 Belenggu jiwa
74 Hades sang iblis kematian
75 Ampunan
76 Kebingungan narator
77 Selesai
78 Perjalanan sengit
79 Azuel the Paradise
80 Kereta
81 Sora
82 Party pahlawan
83 Operasi
84 Jail (REVISI)
85 raja serigala
86 Mahluk mitologi
87 menu masakan
88 Aliansi
89 selesai oprasi
90 Berbincang santai
91 Dante
92 Leo
Episodes

Updated 92 Episodes

1
PERAN BESAR BAGIAN 1
2
PERANG BESAR BAGIAN 2
3
PERANG BESAR BAGIAN 3
4
PERANG BESAR BAGIAN 4
5
PERANG BESAR BAGIAN 5
6
PERANG BESAR BAGIAN 6
7
PERANG BESAR BAGIAN 7
8
PERANG BESAR BAGIAN 8
9
PERANG BESAR BAGIAN 9
10
PERANG BESAR BAGIAN 10
11
PERANG BESAR BAGIAN 11
12
PERANG BESAR BAGIAN 12
13
PERANG BESAR BAGIAN 13
14
PERANG BESAR BAGIAN 14
15
PERANG BESAR BAGIAN 15
16
PERANG BESAR BAGIAN 16
17
PERANG BESAR BAGIAN 17
18
PERANG BESAR BAGIAN 18
19
PERANG BESAR BAGIAN 19
20
PERANG BESAR BAGIAN 20
21
PERANG BESAR BAGIAN 21
22
PERANG BESAR BAGIAN 22
23
PERANG BESAR BAGIAN 23
24
AKHIR PERANG BAGIAN 1
25
AKHIR PERANG BAGIAN 2
26
AKHIR PERANG BAGIAN 3
27
AKHIR PERANG BAGIAN 4
28
AKHIR PERANG BAGIAN 5
29
AKHIR PERANG BAGIAN 6
30
AKHIR PERANG BAGIAN 7
31
AKHIR PERANG BAGIAN 8
32
AKHIR PERANG BAGIAN 9
33
AKHIR PERANG BAGIAN 10
34
AKHIR PERANG BAGIAN 11
35
HARAPAN BAGIAN 1
36
HARAPAN BAGIAN 2
37
HARAPAN BAGIAN 3
38
KISAH DI MULAI BAGIAN 1
39
KISAH DI MULAI BAGIAN 2
40
KISAH DI MULAI BAGIAN 3
41
KISAH DI MULAI BAGIAN 4
42
KISAH DI MULAI BAGIAN 5
43
KISAH DI MULAI BAGIAN 6
44
KISAH DI MULAI BAGIAN 7
45
KISAH DI MULAI BAGIAN 8
46
KISAH DI MULAI BAGIAN 9
47
KISAH DI MULAI BAGIAN 10
48
KISAH DI MULAI BAGIAN 11
49
KISAH DI MULAI BAGIAN 12
50
KISAH DI MULAI BAGIAN 13
51
KISAH DI MULAI BAGIAN 14
52
KISAH DI MULAI (BAB 15) REVISI
53
KISAH DI MULAI (BAB 16) REVISI
54
KISAH DI MULAI (BAB 17) REVISI
55
KISAH DI MULAI (BAB 18) REVISI
56
KISAH DI MULAI (BAB 19) REVISI
57
JENIS KUTUKAN RAJA IBLIS
58
KUTUKAN TINGKAT 3
59
HADES
60
WUJUD SEMPURNA
61
Lilith sang iblis mistis
62
Pilihan Sulit
63
PENYESALAN
64
Mode Byon
65
Segel surgawi
66
Babak baru
67
Di mulai kembali
68
Kekalahan Lilith
69
Pertemuan dua iblis mistis
70
Salah musuh
71
Soe vs Enzo
72
Sosok iblis yang sesungguhnya
73
Belenggu jiwa
74
Hades sang iblis kematian
75
Ampunan
76
Kebingungan narator
77
Selesai
78
Perjalanan sengit
79
Azuel the Paradise
80
Kereta
81
Sora
82
Party pahlawan
83
Operasi
84
Jail (REVISI)
85
raja serigala
86
Mahluk mitologi
87
menu masakan
88
Aliansi
89
selesai oprasi
90
Berbincang santai
91
Dante
92
Leo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!