PERANG BESAR BAGIAN 13

Perlahan, kabut tebal yang menyelimuti mulai memudar, menyingkap wujud siluet itu semakin jelas. Senyuman hangat terukir di wajah sosok tersebut—senyuman yang begitu kontras dengan hawa mengerikan yang ia pancarkan sebelumnya.

Ketika sosok itu sepenuhnya terlihat, para prajurit elit dibuat tertegun. Bentuknya menyerupai manusia, nyaris tidak ada ciri fisik yang menunjukkan dirinya sebagai iblis, kecuali empat tanduk pendek yang mencuat di kepalanya dan sepasang sayap hitam yang terlipat rapi di punggungnya.

Rambut hitam pendeknya menjuntai hingga ke bawah telinga, kulitnya kecoklatan dengan bola mata merah menyala—ciri khas bangsa iblis. Ia mengenakan armor hitam legam dengan detail yang begitu rumit, dihiasi ukiran bunga teratai emas yang menyusuri sarung pedang hitam mengkilap di punggungnya. Desain pedang itu mencolok, tampak seperti milik salah satu dari empat Maha Dewi Penjuru Arah.

"Oi, kalian yang di sana," suara sosok itu terdengar ringan namun tegas. "Apakah ini jalan menuju Istana Langit?"

Para prajurit elit membeku. Hati mereka masih terpaku oleh tekanan mengerikan yang baru saja mereka rasakan. Tidak ada yang menjawab.

Sosok itu, yang tak lain adalah Raja Iblis Zhask, tersenyum lebih lebar, memperlihatkan giginya yang rapi. "Kenapa kalian diam saja? Aku bertanya, apakah ini benar-benar jalan menuju Istana Langit?"

Ketua pasukan elit akhirnya memberanikan diri menjawab meski suaranya bergetar. "Ya... ini jalan satu-satunya menuju Istana Langit. Apa ada yang bisa kami bantu?"

Zhask tertawa pelan, seakan lega mendengar jawaban itu. "Bagus, akhirnya aku menemukan jalan yang benar. Terima kasih, paman."

Para prajurit elit semakin bingung. Tak ada sedikit pun tanda-tanda permusuhan dari sosok di hadapan mereka, meski mereka tahu betapa mengerikannya kekuatan yang tersembunyi di balik senyum itu.

Zhask menatap mereka lagi, kali ini dengan nada ramah. "Aku sarankan kalian tidak pergi ke bawah sana. Tempat itu penuh jebakan ilusi. Aku terjebak cukup lama di sana—menyebalkan sekali. Terlihat menggoda, tapi pada akhirnya hanya ilusi belaka."

Sang kapten menelan ludah, mencoba menjaga ketenangannya. Ia akhirnya memberanikan diri bertanya, "Kau benar-benar Raja Iblis Zhask, penguasa alam Neraka itu?"

Zhask mengangguk santai. "Tentu saja. Nama itu sering disebut penduduk neraka, kan? Aku Raja Iblis Zhask Agung. Senang berkenalan dengan kalian."

"Sekarang, aku akan pergi ke Istana Langit," lanjutnya. Senyuman di wajahnya tak luntur sedikit pun, meski kata-katanya terdengar seperti ancaman. "Aku datang untuk menghajar Kaisar Langit habis-habisan. Dia telah melakukan terlalu banyak kerusakan dan ketidakadilan, terutama terhadap kami, penghuni Alam Neraka."

Mendengar pernyataan itu, sang kapten mencoba berpikir cepat. Ia tahu situasinya genting, namun harus berhati-hati agar tak memicu amarah raja iblis. "Kenapa kau tidak membicarakannya secara damai melalui jalur diplomat antar alam? Tidakkah ada cara lain selain konfrontasi seperti ini?"

Zhask menghela napas panjang, tangannya terlipat di dada. "Diplomat? Hah. Itu sudah pernah kucoba. Apa hasilnya? Penghinaan, penolakan, dan bahkan perang kecil yang memakan banyak korban di pihak kami. Diplomasi tidak ada artinya bagi penguasa sombong seperti Kaisar Langit."

Zhask menatap langsung ke arah kapten, senyumnya menghilang untuk pertama kalinya. "Tapi jangan khawatir, paman. Aku tidak berniat melukai kalian—selama kalian tidak menghalangiku. Tugasku hanya menghancurkan tirani di atas sana."

Sang kapten memberi kode halus kepada pasukannya untuk tetap tenang, meski ia tahu Zhask tidak mungkin bisa dibohongi. Aura ublis itu terlalu dalam untuk disembunyikan dengan gerakan sederhana.

"Aku mengerti," jawab kapten hati-hati. "Kami hanyalah penjaga gerbang. Jika itu tujuanmu, maka kami tidak punya hak untuk menghalangi mu. Namun..." Ia berhenti sejenak, mencoba menyusun kata-kata. "Aku mohon, pikirkan lagi jalan yang kau pilih ini."

Zhask tertawa kecil, kali ini terdengar lebih dingin. "Pikirkan lagi? Jangan khawatir, aku sudah memikirkannya selama ratusan tahun."

Dia melangkah maju, melewati barisan prajurit yang masih mematung di tempat. Setiap langkahnya meninggalkan hawa yang membuat udara seolah membeku.

“Sebetulnya, aku hanya ingin bersenang-senang saja. Tidak lebih dari itu,” ucap ringan raja iblis setelah melewati barisan mereka, senyum tipis menghiasi wajahnya yang tampak tenang, seolah dunia hanyalah permainan kecil baginya.

Ia lalu melangkah balik, pandangannya jatuh pada sosok ketua pasukan elit yang berdiri tegap meski tubuhnya bergetar. “Bagaimana kalau paman bergabung denganku, menjadi aliansi ku untuk menumbangkan Kaisar Langit? Kalau paman setuju, nanti aku akan memerintahkan Lucifer memberimu jabatan tinggi di bawah pemerintahan ku.”

Ketegangan di udara kian pekat. Para prajurit menahan napas, menunggu jawaban sang ketua.

“Tawaran yang… menarik,” jawab sang ketua akhirnya, nadanya rendah namun penuh ketegasan. “Namun maaf, aku tak bisa melakukannya. Kaisar Langit adalah atasanku. Aku tak ingin mengecewakan beliau.”

Zhask tersenyum, kali ini lebih lebar, menunjukkan kehangatan yang hampir tampak tulus. Ia mendekat, matanya yang merah menyala bersinar tajam namun ramah. “Wah, sayang sekali, paman. Padahal kau ini prajurit yang baik hati. Kau bahkan telah menunjukkan jalan menuju istana langit kepadaku.”

Namun, momen damai itu mendadak pecah. Sebuah kapak besar bersinar dengan energi surgawi Count 2 melesat dari arah prajurit bertubuh kekar. Senjata itu mengarah langsung ke ke kepala Zhask, memotong udara dengan desing mematikan.

“Jaga ucapanmu, Iblis rendahan!” bentak prajurit itu, suaranya bergema, penuh amarah. “Kau tak pantas berkata buruk tentang Kaisar Langit!”

Zhask hanya menggeser tubuhnya sedikit, dan kapak itu meleset, menghantam lantai di sampingnya. Dentuman keras menggetarkan tanah, menciptakan retakan yang menyebar seperti jaring laba-laba. Zhask berbalik perlahan, ekspresi ramahnya menghilang digantikan oleh aura dingin dan penuh tekanan.

“Bodoh.” Kata itu meluncur dari bibirnya, suaranya rendah namun mengandung ancaman yang menusuk jiwa. “Apa kau mencoba membunuhku?”

Prajurit bertubuh besar, Rega, tidak gentar. Ia melangkah maju, dadanya membusung penuh keberanian. “Iblis rendahan sepertimu tidak pantas bertemu dengan Kaisar Langit! Kalian hanyalah makhluk hina yang seharusnya menjadi budak kami, bangsa Langit!”

“Cukup, Rega!” bentak sang ketua, suaranya menggema tegas. Namun, Rega tidak bergeming, kemarahan sudah menguasainya. Ucapan buruk raja Iblis Zhask kepada Kaisar Langit membuat Rega naik pitam, menghancurkan rencana yang telah mereka semua susun dengan rapi.

“Ia perlu diberi pelajaran, Ketua!” jawab Rega dengan suara keras. “Sebagai makhluk rendahan, ia harus tahu tempatnya!”

Zhask menutup matanya sejenak, mengambil napas panjang. Ketika ia membuka matanya kembali, energi kutukan yang begitu masif menyebar dari tubuhnya, menciptakan pusaran angin yang membuat para prajurit tersentak mundur. “Diamlah, kau mahluk bodoh…” desisnya, suaranya seperti guntur di tengah badai.

Namun sang ketua segera maju, berdiri di antara Zhask dan Rega. Ia menundukkan kepala dalam-dalam, sikapnya penuh hormat. “Maafkan kelancangan prajuritku, wahai Raja Iblis. Aku memohon, maafkan dia atas tindakan bodohnya.”

Zhask menatap sang ketua cukup lama sebelum akhirnya menghela napas panjang. Aura mengerikannya perlahan mereda. “Karena paman telah menolongku, aku akan memaafkannya. Tapi ajarkan dia sopan santun lain kali, paman.”

Sang ketua mengangguk cepat. “Terima kasih atas kebaikan Anda, wahai Raja Iblis Zhask Agung.”

Zhask kembali tersenyum, kali ini senyuman yang tampak benar-benar hangat. “Baiklah, paman. Aku akan pergi ke Istana Langit sekarang. Sampai bertemu lagi lain waktu, dan semoga kalian semua tetap sehat selalu.”

Ketua pasukan membalas dengan hormat. “Semoga dirimu juga sehat selalu.”

Zhask melangkah menjauh perlahan, tubuhnya mulai menyatu dengan gelapnya awan di atas. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti. Sebuah kilauan merah terang muncul di tanah tempat ia berpijak, membentuk pola segitiga besar dengan simbol-simbol kuno yang bercahaya seperti api.

Zhask melirik ke bawah, alisnya terangkat. “Hmm… teknik penyegelan, ya?” desisnya.

Simbol itu meledak dengan cahaya, mengurungnya dalam lingkaran energi yang memancar ke segala arah. Dari dalam cahaya itu, suara keras terdengar, menggema dengan kekuatan suci. “Raja Iblis Zhask, kau tidak akan pernah mencapai Istana Langit!”

Zhask berdiri diam di tengah pusaran energi yang mencoba menekannya. Namun, bukannya terlihat terancam, ia justru tersenyum kecil. “Penyegelan tingkat tinggi, ya? Cukup mengesankan.”

Episodes
1 PERAN BESAR BAGIAN 1
2 PERANG BESAR BAGIAN 2
3 PERANG BESAR BAGIAN 3
4 PERANG BESAR BAGIAN 4
5 PERANG BESAR BAGIAN 5
6 PERANG BESAR BAGIAN 6
7 PERANG BESAR BAGIAN 7
8 PERANG BESAR BAGIAN 8
9 PERANG BESAR BAGIAN 9
10 PERANG BESAR BAGIAN 10
11 PERANG BESAR BAGIAN 11
12 PERANG BESAR BAGIAN 12
13 PERANG BESAR BAGIAN 13
14 PERANG BESAR BAGIAN 14
15 PERANG BESAR BAGIAN 15
16 PERANG BESAR BAGIAN 16
17 PERANG BESAR BAGIAN 17
18 PERANG BESAR BAGIAN 18
19 PERANG BESAR BAGIAN 19
20 PERANG BESAR BAGIAN 20
21 PERANG BESAR BAGIAN 21
22 PERANG BESAR BAGIAN 22
23 PERANG BESAR BAGIAN 23
24 AKHIR PERANG BAGIAN 1
25 AKHIR PERANG BAGIAN 2
26 AKHIR PERANG BAGIAN 3
27 AKHIR PERANG BAGIAN 4
28 AKHIR PERANG BAGIAN 5
29 AKHIR PERANG BAGIAN 6
30 AKHIR PERANG BAGIAN 7
31 AKHIR PERANG BAGIAN 8
32 AKHIR PERANG BAGIAN 9
33 AKHIR PERANG BAGIAN 10
34 AKHIR PERANG BAGIAN 11
35 HARAPAN BAGIAN 1
36 HARAPAN BAGIAN 2
37 HARAPAN BAGIAN 3
38 KISAH DI MULAI BAGIAN 1
39 KISAH DI MULAI BAGIAN 2
40 KISAH DI MULAI BAGIAN 3
41 KISAH DI MULAI BAGIAN 4
42 KISAH DI MULAI BAGIAN 5
43 KISAH DI MULAI BAGIAN 6
44 KISAH DI MULAI BAGIAN 7
45 KISAH DI MULAI BAGIAN 8
46 KISAH DI MULAI BAGIAN 9
47 KISAH DI MULAI BAGIAN 10
48 KISAH DI MULAI BAGIAN 11
49 KISAH DI MULAI BAGIAN 12
50 KISAH DI MULAI BAGIAN 13
51 KISAH DI MULAI BAGIAN 14
52 KISAH DI MULAI (BAB 15) REVISI
53 KISAH DI MULAI (BAB 16) REVISI
54 KISAH DI MULAI (BAB 17) REVISI
55 KISAH DI MULAI (BAB 18) REVISI
56 KISAH DI MULAI (BAB 19) REVISI
57 JENIS KUTUKAN RAJA IBLIS
58 KUTUKAN TINGKAT 3
59 HADES
60 WUJUD SEMPURNA
61 Lilith sang iblis mistis
62 Pilihan Sulit
63 PENYESALAN
64 Mode Byon
65 Segel surgawi
66 Babak baru
67 Di mulai kembali
68 Kekalahan Lilith
69 Pertemuan dua iblis mistis
70 Salah musuh
71 Soe vs Enzo
72 Sosok iblis yang sesungguhnya
73 Belenggu jiwa
74 Hades sang iblis kematian
75 Ampunan
76 Kebingungan narator
77 Selesai
78 Perjalanan sengit
79 Azuel the Paradise
80 Kereta
81 Sora
82 Party pahlawan
83 Operasi
84 Jail (REVISI)
85 raja serigala
86 Mahluk mitologi
87 menu masakan
88 Aliansi
89 selesai oprasi
90 Berbincang santai
91 Dante
92 Leo
Episodes

Updated 92 Episodes

1
PERAN BESAR BAGIAN 1
2
PERANG BESAR BAGIAN 2
3
PERANG BESAR BAGIAN 3
4
PERANG BESAR BAGIAN 4
5
PERANG BESAR BAGIAN 5
6
PERANG BESAR BAGIAN 6
7
PERANG BESAR BAGIAN 7
8
PERANG BESAR BAGIAN 8
9
PERANG BESAR BAGIAN 9
10
PERANG BESAR BAGIAN 10
11
PERANG BESAR BAGIAN 11
12
PERANG BESAR BAGIAN 12
13
PERANG BESAR BAGIAN 13
14
PERANG BESAR BAGIAN 14
15
PERANG BESAR BAGIAN 15
16
PERANG BESAR BAGIAN 16
17
PERANG BESAR BAGIAN 17
18
PERANG BESAR BAGIAN 18
19
PERANG BESAR BAGIAN 19
20
PERANG BESAR BAGIAN 20
21
PERANG BESAR BAGIAN 21
22
PERANG BESAR BAGIAN 22
23
PERANG BESAR BAGIAN 23
24
AKHIR PERANG BAGIAN 1
25
AKHIR PERANG BAGIAN 2
26
AKHIR PERANG BAGIAN 3
27
AKHIR PERANG BAGIAN 4
28
AKHIR PERANG BAGIAN 5
29
AKHIR PERANG BAGIAN 6
30
AKHIR PERANG BAGIAN 7
31
AKHIR PERANG BAGIAN 8
32
AKHIR PERANG BAGIAN 9
33
AKHIR PERANG BAGIAN 10
34
AKHIR PERANG BAGIAN 11
35
HARAPAN BAGIAN 1
36
HARAPAN BAGIAN 2
37
HARAPAN BAGIAN 3
38
KISAH DI MULAI BAGIAN 1
39
KISAH DI MULAI BAGIAN 2
40
KISAH DI MULAI BAGIAN 3
41
KISAH DI MULAI BAGIAN 4
42
KISAH DI MULAI BAGIAN 5
43
KISAH DI MULAI BAGIAN 6
44
KISAH DI MULAI BAGIAN 7
45
KISAH DI MULAI BAGIAN 8
46
KISAH DI MULAI BAGIAN 9
47
KISAH DI MULAI BAGIAN 10
48
KISAH DI MULAI BAGIAN 11
49
KISAH DI MULAI BAGIAN 12
50
KISAH DI MULAI BAGIAN 13
51
KISAH DI MULAI BAGIAN 14
52
KISAH DI MULAI (BAB 15) REVISI
53
KISAH DI MULAI (BAB 16) REVISI
54
KISAH DI MULAI (BAB 17) REVISI
55
KISAH DI MULAI (BAB 18) REVISI
56
KISAH DI MULAI (BAB 19) REVISI
57
JENIS KUTUKAN RAJA IBLIS
58
KUTUKAN TINGKAT 3
59
HADES
60
WUJUD SEMPURNA
61
Lilith sang iblis mistis
62
Pilihan Sulit
63
PENYESALAN
64
Mode Byon
65
Segel surgawi
66
Babak baru
67
Di mulai kembali
68
Kekalahan Lilith
69
Pertemuan dua iblis mistis
70
Salah musuh
71
Soe vs Enzo
72
Sosok iblis yang sesungguhnya
73
Belenggu jiwa
74
Hades sang iblis kematian
75
Ampunan
76
Kebingungan narator
77
Selesai
78
Perjalanan sengit
79
Azuel the Paradise
80
Kereta
81
Sora
82
Party pahlawan
83
Operasi
84
Jail (REVISI)
85
raja serigala
86
Mahluk mitologi
87
menu masakan
88
Aliansi
89
selesai oprasi
90
Berbincang santai
91
Dante
92
Leo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!