Sarapan Bersama ( Revisi )

"Terimakasih untuk makan malamnya Dis."ucap Attar saat dia belum benar-benar keluar dari apartemen Gendhis.

"Iya pak, itu juga bapak yang maksa." jawab Gendhis santai.

"Kamu nggak ikhlas Dis, padahal tadi saya kasih bonus pujian untuk masakan kamu loh, masih saja nggak ikhlas."ujar Attar dengan memasukkan kedua tangannya di saku celananya.

"Bercanda pak, hidup kok serius amat pak..nanti cepat tua loh."ucap Gendhis dengan terkekeh.

"Kamu sudah bisa ngatain saya, ah sudahlah..saya pulang dulu kalau gitu. Terimakasih sekali lagi buat makan malamnya. Cepat sana masuk, kunci jangan lupa. Langsung istirahat jangan begadang. Besok kita ada meeting penting."ucap Attar yang masih berdiri di depan pintu apartemen Gendhis.

"Kalau bapak terus-terusan nyerocos mana bisa saya nutup pintu, nggak sopan namanya.Sudah sana bapak pulang, nanti istrinya nyariin."ucap Gendhis dengan mengibaskan tangannya seperti mengusir Attar.

Mau tak mau walaupun terasa berat Attar pun langsung melangkah pergi meninggalkan apartemen Gendhis.

Sampai di dalam mobil nya Attar memejamkan matanya sejenak.

Mengingat bagaimana sikap dan sifat Gendhis sebenarnya membuat dia tersenyum.

"Ternyata memang gadis yang baik. Apa mama dan papa akan setuju kalau aku menikahi Gendhis. Apalagi mama sama Clara hubungan nya kurang baik dari awal aku menikah."gumam Attar mengingat bagaimana sikap Gendhis padanya adalah bentuk keinginan nya dari dulu saat berumah tangga.

Walaupun memang selama awal berumah tangga dengan Clara masih mau menyiapkan makanan dan keperluannya tapi, untuk masak dan mengerjakan pekerjaan lain Clara hanya mengandalkan asisten rumah tangga.

...----------------...

Sampai dirumahnya Clara sudah tertidur lelap. Tadi setelah makan malam dia melihat daftar panggilan di ponselnya ada banyak pesan dan telpon dari Clara yang sengaja dia tak mengangkat panggilan itu.

Attar membersihkan diri dan tak lama dia merebahkan tubuhnya di samping Clara.

Matanya menatap langit-langit kamarnya. Dia bertanya pada dirinya sendiri. Apa dia harus mengambil langkah besar untuk bisa membahagiakan orang tua nya. Sudah terlalu banyak dia mengecewakan papa dan mamanya.

Pagi hari jam enam pagi Attar sudah siap dengan pakaian kantor nya. Sementara itu Clara yang baru saja bangun mengernyitkan dahinya melihat suaminya yang sudah rapih dan siap untuk pergi ke kantor.

"Ini baru jam enam, kamu sudah rapih saja. Semalam pulang jam berapa, aku nungguin kamu pulang sampai aku ketiduran."ucap Clara dengan memeluk tubuh Attar dari belakang.

Attar sedikit terkejut dengan tindakan Clara. Walaupun memang sudah biasa dia lakukan namun, sudah lama mereka tidak sedekat dan seintim itu.

Attar dengan pelan mengurai pelukan Clara dan hal itu membuat Clara memicingkan matanya.

"Kenapa kamu nggak mau aku peluk, apa karena aku belum mandi, bukannya hal biasa yang sering kita lakukan. Aku kangen sama kamu sayang ..."ucap Clara dengan suara manjanya.

"Sorry Cla, hari ini aku nggak bisa. Aku harus kerumah mama dulu sebelum ke kantor."ucap Attar mencoba menolak keinginan Clara dengan cara halus.

"Kenapa harus sepagi ini, mama pasti yang maksa kamu ke sana pagi-pagi. Apa mama...

"Cla, aku nggak mau ribut sepagi ini. Aku berangkat, kamu hati-hati di jalan. Malam ini aku pulang telat. Assalamualaikum."ucap Attar pamit pada Clara dan mengusap lembut rambut sang istri.

"Wa'alaikum salam,"jawab Clara merasa kesal dengan penolakan Attar.

Tapi, menurut Clara ada yang aneh dari suaminya. Yah, biasanya Attar akan mencium kening Clara tapi, sekarang hanya mengusap kepala nya saja. Bahkan dia bilang tidak ingin ribut pagi-pagi.

Tapi, sedetik kemudian ekspresi Clara berubah saat ponselnya berdering dan menampilkan nama Andre di dalam ponselnya.

Sedangkan Attar melajukan mobilnya bukan ke arah kompleks orang tuanya namun, entah mengapa otaknya saat ini muncul satu nama yang tiba-tiba dia ingin mengunjungi nya sepagi ini.

Sampai di sebuah gedung tinggi yang merupakan apartemen di mana Gendhis tinggal. Attar memarkir mobilnya di dekat tower apartemen Gendhis.

Laki-laki itu pun langsung turun dari mobil dan segera menaiki lift menuju unit apartment milik Gendhis.

Didepan pintu unit apartment Gendhis dia membunyikan bel dan tak lama kemudian terdengar pintu terbuka dan menampakkan sosok gadis dengan daster batik dengan hijab instan nya berdiri di ambang pintu.

Dari ekspresi nya Gendhis merasa terkejut karena sepagi ini bosnya sudah menyambangi apartemen miliknya.

"Pak Attar, bapak pagi-pagi gini mau ngapain ke sini?" tanya Gendhis yang merasa heran dengan kedatangan bosnya itu.

"Aku mau sarapan di sini."jawab Attar dengan entengnya.

"Hahh...sarapan , emangnya istri bapak nggak masak, pembantu bapak pulang kampung, atau hp bapak rusak sampai buat pesen online nggak bisa?" tanya Gendhis berderet.

"CK...saya mau sarapan disini, istri saya baru bangun, pembantu di rumah lagi bersih-bersih."ucap Attar dengan menerobos masuk ke dalam apartemen Gendhis.

Gendhis hanya menghembuskan nafas kasarnya melihat tingkah bosnya itu.

"Bapak mau sarapan apa?" tanya Gendhis saat melihat sosok bosnya membuka jasnya.

"Kamu kayaknya nggak canggung nawarin saya mau sarapan apa, mau makan apa, kayak istri nanya ke suaminya gitu."ujar Attar dengan menaik turunkan alisnya.

"Bapak nggak usah mengada-ada. Saya juga harus bersikap baik dengan siapa pun jika ada orang di rumah saya apa lagi yang saya kenal. Jadi nggak perlu bapak ledekin saya. Saya mau masak nasi goreng ,bapak makan nasi goreng nggak papa?" tanya Gendhis dengan melangkah ke arah dapur.

"Nggak masalah. Eh iya Dis ada sangkutan buat baju saya nggak?" tanya Attar dengan membuka kemeja yang melekat di badannya.

"Ehhh..bapak mau apa, mendingan bapak pake saja baju itu. Bapak bisa tukar nanti kan, ada stok baju di mobil kan, nah...sudah gitu saja. Paling bapak gulung saja lengannya biar lebih nyaman."ujar Gendhis dengan menyiapkan bahan-bahan buat buat nasi goreng.

Attar pun menuruti kemauan Gendhis. Attar duduk di kursi mini bar dekat dapur dengan fokus menatap ponselnya. Tak lama secangkir kopi sudah ada di depan Attar. Lima belas menit kemudian ada nasi goreng tersaji di sana dengan telor mata sapi. Sebelum makan, Gendhis minta ijin untuk bersiap lebih dulu.

Attar pun hanya mengangguk karena dirinya sibuk dengan ponselnya.Tak butuh waktu lama, lima belas menit kemudian Gendhis sudah rapih dengan setelan kantor nya.

Sarapan pagi pun di lakukan berdua. Seperti pasangan suami istri yang mana Gendhis menyiapkan makanan untuk Attar dan dengan senang hati Attar menikmati momen itu. Tanpa sadar memang Attar sudah jatuh dalam pesona Gendhis dengan keahlian memasaknya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

ajak Gendhis ke rumah orang tua mu kenalan dulu

2024-11-03

0

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

pokoknya dr perut turunya ke hati ya Bos Attar hehe senangnya sarapan ber2 g ada yg recokin

2024-10-19

1

Ayesha Almira

Ayesha Almira

iylh dari perut naik k hate,..terpesona deh pak Atar ma gendis

2024-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal Mula ( Revisi)
2 2.Pertemuan Pertama ( Revisi )
3 Haruskah Menikah Lagi? ( Revisi )
4 Clara dan Andre ( Revisi )
5 Masalah Panti ( Revisi )
6 Bertemu Masalalu ( Revisi )
7 Dukungan Niko dan Sisil ( Revisi)
8 Clara Cemburu ( Revisi )
9 Attar Sakit (Revisi )
10 Jadi Istri Kedua (Revisi)
11 Alasan Menikah Lagi ( Revisi )
12 Menerima Lamaran ( Revisi)
13 Perang Dingin ( Revisi )
14 Minta Ijin Poligami (Revisj )
15 Kesal ( Revisi )
16 Merenggang ( Revisi )
17 Suka Yang Cerewet. ( Revisi)
18 Penolakan Clara ( Revisi )
19 Dari Perut Turun Kehati?? ( Revisi )
20 Sarapan Bersama ( Revisi )
21 Pendekatan ( Revisi )
22 Mengunjungi Calon Mertua
23 Harus Menikah Lagi??
24 Surat Ijin Berpoligami.
25 Pernikahan
26 SAH
27 Kepergok Luna
28 Mencari Kebahagiaan Masing-masing.
29 Sebuah Takdir.
30 Jiwa Murni
31 Hal Yang Berbeda.
32 Cemburu??
33 Menghindar
34 Jatuh Cinta ???
35 Memiliki Kamu Sesuai Porsinya.
36 Rencana Pindah Rumah.
37 Mulai Cinta??
38 Mulai Cemburu
39 Hamil??
40 Positif
41 Hamil.
42 Simalakama
43 Sebuah Rahasia
44 Luka Hati
45 Merasa Bersalah
46 Clara Mulai Menyesal
47 Melahirkan
48 Kejar Setoran
49 Melepas Rindu
50 Talak
51 Bertemu??
52 Clara Datang
53 Terungkap
54 Orang Asing
55 Merenggang
56 Bertemu Bram
57 Kesepian Attar
58 Menyusul Ke Panti
59 Terjadi Lagi
60 Penyesalan Clara
61 Kebahagiaan
62 Semua Berakhir Bahagia.
Episodes

Updated 62 Episodes

1
1.Awal Mula ( Revisi)
2
2.Pertemuan Pertama ( Revisi )
3
Haruskah Menikah Lagi? ( Revisi )
4
Clara dan Andre ( Revisi )
5
Masalah Panti ( Revisi )
6
Bertemu Masalalu ( Revisi )
7
Dukungan Niko dan Sisil ( Revisi)
8
Clara Cemburu ( Revisi )
9
Attar Sakit (Revisi )
10
Jadi Istri Kedua (Revisi)
11
Alasan Menikah Lagi ( Revisi )
12
Menerima Lamaran ( Revisi)
13
Perang Dingin ( Revisi )
14
Minta Ijin Poligami (Revisj )
15
Kesal ( Revisi )
16
Merenggang ( Revisi )
17
Suka Yang Cerewet. ( Revisi)
18
Penolakan Clara ( Revisi )
19
Dari Perut Turun Kehati?? ( Revisi )
20
Sarapan Bersama ( Revisi )
21
Pendekatan ( Revisi )
22
Mengunjungi Calon Mertua
23
Harus Menikah Lagi??
24
Surat Ijin Berpoligami.
25
Pernikahan
26
SAH
27
Kepergok Luna
28
Mencari Kebahagiaan Masing-masing.
29
Sebuah Takdir.
30
Jiwa Murni
31
Hal Yang Berbeda.
32
Cemburu??
33
Menghindar
34
Jatuh Cinta ???
35
Memiliki Kamu Sesuai Porsinya.
36
Rencana Pindah Rumah.
37
Mulai Cinta??
38
Mulai Cemburu
39
Hamil??
40
Positif
41
Hamil.
42
Simalakama
43
Sebuah Rahasia
44
Luka Hati
45
Merasa Bersalah
46
Clara Mulai Menyesal
47
Melahirkan
48
Kejar Setoran
49
Melepas Rindu
50
Talak
51
Bertemu??
52
Clara Datang
53
Terungkap
54
Orang Asing
55
Merenggang
56
Bertemu Bram
57
Kesepian Attar
58
Menyusul Ke Panti
59
Terjadi Lagi
60
Penyesalan Clara
61
Kebahagiaan
62
Semua Berakhir Bahagia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!