"Istri kamu belum kembali ?"tanya Damar pada putranya saat mereka makan malam bersama.
"Belum." jawab Attar dengan singkat.
Tari melirik ke arah suaminya.Dia bisa melihat suami nya menghela nafasnya dengan berat.
"Mau sampai kapan kalian seperti ini? Kalau pun kalian tidak bisa punya keturunan,kamu harus punya buktinya.Secara kasarnya pun kalau istri kamu nggak bisa memberikan keturunan padamu paling tidak ijinkan kamu untuk menikah lagi.Itu sih saran papa,kalau kamu nggak mau dan siap untuk hidup seperti ini terus ya silahkan. Kalau pun kalian ingin hidup bersama jangan lah melangkah sendiri sendiri seperti ini. Istri mu juga harus bisa menempatkan diri." ungkap Damar panjang lebar.
Lagi-lagi Tari hanya melirik anak dan suaminya.
"Aku belum tahu kedepannya pah, kalau seandainya Clara masih tetap tidak melakukan apa yang aku putuskan mungkin aku akan mencari cara lain ." jawab Attar dengan mengunyah makanan nya dengan santai.
Kini Tari dan Damar saling pandang.Tari terlihat menarik bibirnya sehingga membentuk senyuman di bibirnya.
"Apa perlu mama carikan perempuan untuk jadi istrimu ?" tanya Tari pada putranya dengan nada menggoda.
"Nggak perlu mah, Attar bahkan belum berani mengambil langkah itu. Bukan karena takut akan Clara tapi pasti ada cara lain untuk punya anak bukan? mama cukup diam dan kalau aku benar-benar mengambil jalan poligami setidaknya aku bicarakan pada kalian."ucap Attar dengan menyugar rambutnya merasa frustasi memikirkan istrinya yang sudah terlihat melupakan dia.
Hari minggu malam Clara benar-benar pulang dari Lombok. Dia terlihat biasa saja tak merasa bersalah sama sekali pada suaminya.
"Honey,aku ingin bicara sama kamu.." ucap Clara bermanja-manja dengan suaminya itu.
"Katakanlah," ucap Attar dengan wajah tetap fokus pada tablet yang dia pegang.
Clara mencebikkan bibirnya melihat reaksi suaminya yang seperti nya enggan menatap nya. Bahkan terlihat acuh. "Kamu bisa pandang aku dulu, kenapa kamu selalu memandang tab kamu itu sih ,aku di sini loh.." ucap Clara dengan menatap kesal suaminya.
Sedangkan Attar hanya menatap wajah Clara dengan tatapan mata yang terlihat tajam. "Kata kan lah apa yang kamu inginkan.Jangan buat pekerjaan ku berantakan hanya cuma hal sepele." ucap Attar dingin.
"Kamu anggap aku sepele, Honey..aku Istrimu. Lagian sebentar lagi kita akan LDR.Aku akan mengambil spesialis yang ada di Korea." ujarnya membuat Attar melotot tak percaya.
"APA ! Coba kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?! "ucap Attar dengan nada tinggi.
Mendengar bentakan dari Attar membuat Clara sedikit terjingkat apalagi selama ini dia menginginkan apapun, Attar selalu mengabulkan nya.
"A_aku sudah mendapatkan beasiswa di Korea buat teruskan kuliah dan ambil kuliah Estetika.Aku ingin dari gelar itu aku bisa punya klinik kecantikan sendiri dan juga ingin membanggakan kamu." ungkap Clara dengan wajah yang terlihat memelas.
"Kalau sekedar ingin membanggakan aku ,cukup jadi istri yang baik. Duduk diam dirumah, mengurus segala keperluan suami mu ini dan bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti." ucap Attar datar.
"Tapi, aku bukan pembantu Attar ! Semuanya yang kamu sebutkan itu seperti tugas bibi dirumah kita!" ucap Clara dengan suara meninggi.
"Kamu kira menjadi IRT itu mudah ,kenapa kamu bisa ngomong gitu. Apa kamu menganggap ibuku seperti babu juga ! Mama ku selama puluhan tahun mengabdikan dirinya untuk menjadi istri yang baik dan ibu yang baik.Pahala seorang istri dan ibu itu banyak bahkan melimpah." ujar Attar dengan suara yang terdengar keras.
"Tapi aku tidak mau, aku ingin tetap ke Korea. Ini cita-cita ku dan keinginan ku Attar, tolong jangan halangi jalan karier ku.Setelah ini aku tidak akan meminta dan mengemis padamu." ucap Clara membuat hati Attar serasa sakit.
"Jadi kamu biarkan aku disini, sendiri, nggak ada yang ngurus aku, nggak ada yang bisa buat aku berkeluh kesah , sebenarnya apa fungsi kamu Clara!!" teriak Attar menggema di kamar besar itu.
"Baiklah aku ijin kan untuk kamu pergi ke Korea.Tapi, jangan salahkan aku jika suatu saat kamu dengar atau lihat kalau aku menikah sama orang lain !" tegas Attar
Duarrr....
Sungguh Clara tak menyangka jika suaminya akan mengatakan hal yang dia takutkan. Rasanya dia belum sanggup untuk melepaskan kemewahan yang di berikan suaminya dan memperjuangkan cintanya dengan Andre.
Karena disisi lain Andre juga mempunyai istri yang sudah dia nikahi. Clara sungguh dilema akan hal itu.
Jika tidak mengambil keputusan untuk kuliah di Korea, dia tidak akan tahu kapan akan bertemu dengan Andre kembali dan posisinya Andre bersama istri nya kini tinggal di Korea.
"Aku yakin kamu nggak akan ninggalin aku dan kamu sangat mencintai ku seperti aku mencintaimu. Aku akan setia disana dan kamu pasti akan setia disini." ucap Clara beranjak dari duduknya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan membelakangi suaminya.
Attar sangat geram dengan tingkah Clara tapi, dia tidak bisa menceraikannya begitu saja karena Clara tidak punya kesalahan fatal selama ini. Itu menurut Attar lho.
...----------------...
Pagi hari dimana Gendhis sedang buru-buru keluar dari rumah sakit karena dari semalam menunggu Shena yang mendadak sakitnya kambuh dan sekarang sedang di rawat di RS tersebut.
Brak...
"Awwwsstt.." ringis Gendhis yang sudah mendarat di lantai.
"Ma_maaf saya nggak sengaja." ucap orang itu.
Deg
"A_Andre." ucap Gendhis saat menyadari siapa orang yang tadi bertabrakan dengan dirinya.
"Maaf siapa ya?" tanya Andre karena dia merasa asing dengan sosok wanita yang ada di depannya.
"A_aku..aku Gendhis." jawab lirih Gendhis dengan menundukkan kepalanya.
"Gendhis?" tanya Andre membeo. Andre pun melihat Gendhis yang mengangguk mengiyakan.
"Hahh..aku nggak salah lihat, kamu Gendhis sahabat nya Clara kan? Kamu kemana saja, Clara dan aku sempat mencari kamu.Kenapa menghilang begitu saja,Clara menghawatirkan kamu." ucap Andre dengan mata yang terlihat berbinar melihat sosok sahabat dari kekasih yang dulu begitu dia cintai.Walaupun sampai sekarang rasa itu tetap utuh di hati dokter jantung itu.
"A_aku...
"Andre..astaga, ternyata kamu disini? Aku sedari tadi cari-cari kamu.Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu penting !" ucap Clara yang tiba-tiba datang dan tak membiarkan Andre bicara.
Sementara Gendhis menatap kedua orang yang dia tahu dulu sepasang kekasih,dia menatap nanar ke arah keduanya. Takdir apa yang Allah berikan pada dirinya, walaupun susah payah dia menghilang dari dua manusia yang ada di hadapannya kini saat nya sudah tiba mereka harus kembali bertemu.
"Oke Cla nanti kita akan bicara sekarang kamu lihat dia,kamu kenal dia ?" tanya Andre menunjuk ke arah Gendhis.
Gendhis yang sedari tadi menundukkan kepalanya dia pun mendongakkan kepalanya dan tatapan Clara dengan Gendhis pun bertemu.
Clara sempat menyipitkan matanya dan langsung menutup mulutnya dan binar matanya yang memancarkan keterkejutan dan juga pastinya tak percaya.
To be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
dunia memang sempit ya ternyata mereka bertiga bersahabat
2024-11-01
0
neng ade
hahaha .. kamu bodoh Attar. !!
😂😂
2024-11-01
0
neng ade
kamu perempuan gila .. egois.. dan keras kepala .. heran aja sih Antar sebagai suami ga tau klo istri nya itu selingkuh apa lagi Damar dan Tari juga ga tau perselingkuhan Clara
2024-11-01
0