Gendhis tak lagi bisa bicara apa-apa lagi. Dia bungkam seribu bahasa.
"Maaf pak, saya undur diri. Permisi !" ucap Gendhis dengan langsung keluar dari ruangan Attar.
Attar melihat punggung gadis itu dan hanya bisa membuang nafasnya dengan berat.
"Apa dia marah padaku? CK.. nanti juga baik lagi.Mana berani dia marah sama bos nya sendiri."gumam Attar berpikir bahwa Gendhis akan baik lagi padanya.
Bahkan Attar belum tahu persis sifat Gendhis seperti apa namun, dia begitu percaya diri dengan insting nya terhadap wanita.
Padahal dia tidak menyadari bahwa dia di khianati oleh istrinya sendiri,kasihan kan??
Gendhis yang keluar dari ruangan Attar pun melangkah dengan gontai ke arah meja kerjanya. Sisil yang melihat ekspresi Gendhis pun menjadi penasaran.
"Dis, kamu kenapa? Suntuk gitu? Pak bos marahin kamu?" tanya Sisil dengan mode kepo.
Gendhis pun menggelengkan kepalanya. Sisil hanya bisa buang nafas kasarnya. "Cerita dong Dis, apa yang bos lakukan sama kamu, kok kamu berubah sedih gitu?" tanya Sisil lagi yang tidak puas dengan gelengan Gendhis.
"Aku nggak papa mba, cuma lagi kepikiran Shena saja. Mba nggak perlu khawatir."ujar Gendhis dengan senyum yang terpaksa dia layangkan.
Waktu terus berlalu.Saat makan siang pun tiba. Gendhis dan Sisil beranjak dari tempat duduknya dan mereka pun sudah janjian untuk makan siang di kantin kantor.
Keduanya pun langsung melangkah ke kantin sementara Niko yang baru saja selesai meeting di luar dia melihat dua sekretaris bosnya sudah tidak ada di tempat akhirnya dia langsung masuk menemui sahabatnya itu.
"Woy..makan siang yuk, sudah laper nih.."ujar Niko dengan mengusap perutnya yang memang terasa lapar.
"Mau makan di mana?" tanya Attar dengan mengemas laptop yang ada di meja kerja nya.
"Di kantin kantor saja lah, lagian males juga keluar-keluar. Lo mau makan apa biar nanti Sisil siapin buat kita. Jadi, sampai kantin kita langsung makan."ujar Niko pada Attar lalu mengetik sesuatu dan mengirimkan nya ke Sisil.
" Terserahlah, yang penting kenyang dulu.Nanti habis makan siang ada meeting ke luar kan, Lo ikut sama gue."ujar Attar dengan beranjak dari tempat duduknya.
"Lah pikun, lo sendiri yang bilang sama gue kalau setelah makan siang gue suruh ke proyek. Lo kan meeting nya bareng Gendhis ,gimana sih.."ucap Niko mencak-mencak.
"Emang iya?"tanya Attar yang merasa tak ingat.
"Sorry gue lupa."sambungnya lagi.
Niko mendengus mendengar ucapan sahabatnya itu. Mereka berdua pun melangkah cepat menuju kantin kantor. Pandangan para karyawan tentu membuat Attar risih tapi, bagaimana lagi..paras nya memang diatas rata-rata orang lokal.
Attar dan Niko masuk ke ruangan VIP tempat para petinggi kantor makan disana. Dari pimpinan setiap Divisi ada disana. Karena Sisil dan Gendhis adalah sekretaris big bos mereka pun tentunya ada di ruangan itu.
"Pak Niko !"panggil Sisil saat Niko dan Attar masuk dalam ruangan itu.
"Mba Sisil ngambil makan lagi buat pak Niko, yang satu nya?"
"Ya buat pak bos lah, tuh.. mereka kesini."ucap Sisil dengan memajukan dagunya sebagai kode untuk menunjuk seseorang.
Gendhis nggak mungkin langsung pergi dari sana. Yang ada nanti akan merasa aneh dengan sikapnya. Maka dari itu dia masih stay duduk di kursinya.
"Silahkan bos, Pak Niko, selamat menikmati!" ucap Sisil yang menatap kedua sahabat suaminya itu duduk bergabung dengan nya juga Gendhis.
Niko memutuskan duduk di samping Sisil dan Attar pun duduk di samping Gendhis.
"Kamu sudah selesai makan Dis?" tanya Niko yang melihat Gendhis meletakkan sendok dan garpu nya.
"Sudah kenyang pak,"jawab Gendhis dengan mengaduk-aduk es teh manis miliknya.
Attar melirik ke arah piring milik Gendhis. Terlihat masih ada lumayan banyak isinya di dalam piring.
"Kenyang giman Dis, kamu kan baru beberapa suap makan makanan mu."ucap Sisil membuat Gendhis melotot ke arah Sisil. Maksud Gendhis supaya Sisil tidak perlu membahas soal makanannya.
"Kenapa nggak di habisin, nggak enak? Bahkan masih banyak orang di luar sana yang kelaparan. Sedangkan kamu di kasih makanan enak malah di buang ,mubazir."ucap Attar membuat Gendhis memutar bola matanya dengan jengah.
"Sudahlah Dis, makan. Nggak perlu sungkan sama kita. Kalau mau makan porsi kuli juga nggak papa. Lagian badan kamu masih di bilang kecil. Nanti yang ada di kira bos kamu nggak ngasih makan enak loh.."ujar Niko yang menebak jika Gendhis lagi bete dengan bos nya itu.
"Apa jangan-jangan kamu mau di suapi si bos.."bisik Niko membuat Gendhis tersedak teh manis yang sedang dia sedot.
Uhuk Uhuk uhuk
"Ya Allah..."ucap Attar segera menepuk-nepuk punggung Gendhis pelan.
Kelakuan Attar yang spontan barusan membuat dua manusia di depannya senyum-senyum lain halnya orang yang ada di sekitar mereka. Bahkan mereka langsung membuat topik gosip terhangat kali ini dengan sikap Attar yang spontan itu.
"Su_sudah pak, saya nggak papa. Terimakasih."ucap Gendhis dengan membuat jarak sedikit menjauh dari Attar.
Attar pun langsung menghentikan apa yang dia lakukan barusan karena melihat reaksi Gendhis yang terlihat tak nyaman.
_____________
Jam makan siang sudah selesai, saatnya Gendhis dan juga Attar pergi untuk meeting di luar.
Keduanya pergi dengan menaiki mobil Attar. Dalam mobil tak ada pembicaraan apapun. Terlihat Attar yang fokus menyetir dan Gendhis yang sibuk dengan tab di tangannya.
Disebuah restauran Attar menghentikan laju mobilnya dan memarkirkan nya. Dia melihat ke arah Gendhis. Terlihat gadis itu masih fokus dengan tab nya.
"Dis, kita turun."ucap Attar. Lalu Gendhis pun menatap ke arah depan. Dia sadar jika mereka sudah sampai.
Dengan cepat Gendhis merapihkan dokumen yang ada di atas pangkuan nya. Lalu segera keluar dari dalam mobil.
Attar melihat Gendhis yang keluar dari mobilnya tanpa mengatakan apapun hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar.
Akhirnya dia tak ambil pusing dengan kelakuan gadis itu. Attar pun akhirnya keluar dari mobil dan menyusul sang sekretaris.
Terlihat Gendhis sedang berbicara pada seorang pelayan dan pelayan itu pun mengantarkan Attar dah Gendhis ke sebuah ruangan yang memang sudah di pesan oleh klien mereka.
Selama meeting berlangsung, Gendhis terlihat sangat serius dan hanya bicara alakadarnya dengan Attar. Walaupun memang sudah biasa Gendhis melakukan hal yang sama, tapi bagi Attar ada yang beda dengan pandangan mata Gendhis ke Attar. Pandangan yang terlihat seperti malas melihat ke arah Attar atau lebih tepatnya menghindar. Walaupun memang mereka tetap seperti biasa bersikap profesional tapi, ada yang beda di hati Attar.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
ya itu karena omongan mu yang mau menunda pernikahan dlu karena ingin membujuk istri mu dlu utk program bayi tabung dan kuliah lagi di Korea .. itu tuh bikin Gendhis tersinggung seolah dia hanya utk di jadikan cadangan .. padahal istri mu itu SELINGKUH !! bodoh km Attar
2024-11-03
0
Lanjar Lestari
ya marah kan kan Gendhis Tar km sih kemari sdh ajak nikah sdh k. bawa terbang ke langit tinggi sekarabmng mau km jatuhkan ke tanah ya marahlah kl cm km jg kan cadangan Tar rupanya km sdh jatuh hati ke Gendhis Tar atau malah sdh jatuh cinta hehe krn pesona Gendhis
2024-10-19
0
Nar Sih
seperti nya benih ,,cinta udah mulai tumbuh di hti mu attar buat gendhis ,cuma kamu masih bimbang dan pikiran mu msih sama istri mu yg gk bnr itu ,lanjut kak thorr👍
2024-07-13
1