Gendhis benar-benar tidak menyangka jika respon kedua orang kepercayaan bos nya itu menanggapi ceritanya bukannya menghujat atau memberikan saran untuk dia menolak permintaan Attar malah mereka seperti seneng mendengar berita itu.
"Aaa...aku benar-benar nggak nyangka kalau Attar akan melakukan ini. Berarti kita berdua nggak perlu susah-susah mencarikan kandidat istri keduanya. Bahkan dia sudah inisiatif untuk memilih Gendhis jadi istrinya. Selamat..!!"
Ucapan Sisil yang benar-benar membuat Gendhis tambah syok mendengar ucapan yang tidak masuk di akal. Bahkan mereka tidak mencegah bos mereka untuk melakukan poligami.
"Benar Sil, padahal kemarin sempet kita mau jodoh kan dia dengan kamu Dis. Ternyata dia gercep juga rupanya, hahaha.."
Mendengar ucapan Niko membuat Gendhis terkejut dengan pengakuan Niko itu. Kenapa mereka sangat mendukung bos mereka untuk berpoligami.
"Kenapa kalian mendukung keinginan bos yang mau berpoligami? Apa kalian tidak merasa kasihan sama istri nya?"
"Gendhis, kamu dengar baik-baik. Wanita yang sudah membangkang dan tidak pernah menghargai suaminya itu di sebut apa? Apa perlu kita kasihani sementara dia seenaknya saja meninggalkan suaminya demi sebuah gelar akademik. Bahkan dia tidak pernah meminta pendapat suaminya soal dia yang akan kuliah lagi untuk menjadi dokter spesialis."ungkap Sisil.
Gendhis mengernyitkan dahinya mendengar penuturan Sisil barusan.
"Jadi, istri pak Attar dokter?"
"Kamu belum di kasih tahu Attar tentang tujuan dia menikah lagi?"tanya Niko.
Gendhis pun menggelengkan kepalanya.
"Sebaiknya memang Attar dan kamu harus bicara berdua. Dia juga harus menceritakan tentang bagaimana dia bisa mengambil keputusan untuk menikah lagi. Bukan hanya sekedar nafsu dan juga tuntutan keluarganya. Dis, kami harap kamu bisa menerima tawaran Attar. Bagaimana pun kamu juga butuh dia. Transplantasi jantung itu tidak sedikit biayanya. Belum lagi perawatan nya. Lalu nasib panti asuhan tempat kamu dulu tinggal, hanya kamu yang bisa membantu mereka. Walaupun terkesan Attar memanfaatkan moment itu setidaknya dia bisa berbuat baik pada orang lain. Kalau kamu sudah jadi istrinya, kami harap kamu bisa merebut hatinya. Biarkan istri yang durhaka itu tahu akibatnya." ucap Sisil dengan mendukung keinginan Attar yang ingin menjadikan Gendhis istrinya.
"Aku bingung mba, bagaimana aku akan bilang sama Abah juga sama ibu panti. Hanya mereka yang aku miliki."ujar Gendhis menatap Sisil dan Niko bergantian.
"Soal itu biar aku bilang ke Attar. Dia pasti punya solusi untuk hal ini."ucap Niko dan langsung berlalu dari tempat itu dan masuk ke dalam ruangan Attar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Attar yang sudah merasa baikan, saat ini sedang berdiri dengan memandang keluar gedung tinggi miliknya.
Ceklek.
Terdengar suara pintu terbuka dan dia masih diam tanpa mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Lo udah baikan bro?" tanya Niko yang melihat sahabatnya itu sedang diam berdiri tak jauh dari meja kerjanya.
"Hemm..gimana hasil meeting nya?" tanya Attar dengan mengalihkan pandangan nya ke arah sahabat nya yang kini sudah ada tak jauh dari dirinya berdiri.
"Semuanya sudah beres. Ini laporan nya, bisa lo periksa."ucap Niko menyerahkan sebuah berkas pada Attar.
Attar pun langsung mengambil berkas yang ada di tangan Niko. Dia pun fokus memeriksanya.
Sementara Niko sudah gatal ingin berkomentar mengenai apa yang sahabatnya itu lakukan.
"Kenapa lo, kayaknya gelisah banget."ujar Attar yang masih fokus dengan berkas di hadapannya.
Niko yang sedari tadi menunggu sahabatnya itu menyelesaikan pekerjaan nya pun langsung bersemangat untuk membahas soal niatan Attar yang akan menikahi Gendhis.
"Tar, lo yakin mau nikah lagi? Terus lo pilih Gendhis buat jadi istri ke dua Lo?"
Attar yang mendengar penuturan sahabatnya itu pun langsung menghentikan kegiatannya. Attar menatap Niko dan mengernyitkan dahinya.
"Tahu dari mana lo soal ini, apa Gendhis yang bilang sama Lo?"
"Gendhis sebenarnya nggak mau cerita sama gue juga Sisil. Tapi waktu gue sama Sisil balik meeting, lihat dia lagi ngelamun di depan. Makanya gue sama Sisil tanya ke Gendhis kenapa dia ngelamun.Sisil yang desak dia jujur dan karena mungkin dia butuh orang buat denger permasalahan nya, dia cerita soal lo yang ada niatan buat nikah sama dia. Tapi, yang jadi kebingungan dia itu status Lo yang dia tahu Lo udah punya bini." ungkap Niko
Attar menghempaskan tubuhnya bersandar di kursi kerjanya.
"Gue juga sempat bingung, kenapa gue tiba-tiba ngomong gitu sama Gendhis.Apalagi waktu dia cerita soal anak panti dan juga nasib panti asuhan tempat tinggal dia dulu yang mau di bongkar. Entah kenapa gue langsung nawarin dia jadi istri gue.Bingung gue.." ujar Attar menyugar rambutnya frustasi.
"Kalau gue saranin, Lo harus jelasin semuanya sama Gendhis kenapa Lo ada niatan buat nikah lagi. Apalagi Lo tahu sendiri hidup di negara +62 kalau jadi istri kedua pasti di sebutnya pelakor. Gue tahu kekhawatiran Gendhis soal predikat perebut suami orang."ujar Niko.
Attar berpikir sejenak.Ada benarnya juga ucapan sahabatnya itu. Setidaknya dia terangkan apa yang menjadi permasalahan rumah tangganya sampai dia memutuskan untuk menikah lagi. Hal ini bukan hanya berdasarkan sebatas nafsu saja.
" Baiklah, nanti gue kasih tahu Gendhis apa yang sebenarnya terjadi sama rumah tangga gue sama Clara."ucap Attar
"Harus itu.." ucap Niko.
Attar pun mengangguk mengiyakan perkataan sahabat nya. Dia memang harus bertukar pikiran dengan Gendhis soal ini. Karena hanya dia yang Attar jadikan kandidat sebagai istri keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pulang dari kantor sengaja Attar meminta Gendhis untuk bicara empat mata. Gendhis pun menyetujui nya. Namun dia pun bilang tak bisa lama-lama karena ingin menggantikan orang tua angkatnya untuk menjaga Shena di Rumah Sakit.
"Jadi apa yang bapak akan bicarakan sama saya, apa ada hal penting pak?"
Attar mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada di hadapannya.
"Saya ingin kamu tahu tujuan saya menikah kembali. Pilihan saya jatuh pada kamu. Maaf bukan maksud saya untuk memaksa kamu untuk menerima tawaran saya. Rumah tangga saya dan istri saya tidak lagi seperti dulu. Dia terlalu larut dalam pekerjaan nya. Bahkan belakangan ini dia sudah tidak menghargai pendapat saya. Dia sudah memutuskan untuk kembali melanjutkan spesialis nya di Korea tanpa persetujuan saya. Saya sudah berusaha mencegah tapi,bukanya takut dengan ancaman saya dia tetap dengan pendiriannya. Saya bahkan mengancamnya untuk menikah lagi, tapi dia tak perduli." ungkap Attar membuat Gendhis prihatin dengan sikap istri bosnya itu.
" Apalagi saya juga sudah di desak soal adanya anak dalam rumah tangga kami. Kami menikah sudah enam tahun lebih dan saya rasa sudah saatnya saya dan istri memikirkan bagaimana mempunyai anak. Tapi, istri saya sepertinya enggan untuk mengabulkan keinginan keluarga dan keinginan saya. Semua usaha kami lakukan tapi sepertinya dia tidak serius akan jalan ini."
Ungkapan Attar membuat Gendhis meraup udara banyak-banyak. Apalagi mengenai keturunan. Apa dia harus memiliki anak secepatnya jika menikah dengan Attar??
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
gpp Gendhis jika memang Allah udah ngasih kepercayaan utk hamil ya di terima kan ada Attar suami mu
2024-11-03
0
Lanjar Lestari
g perlu di cr kan jodoh Bis sekaligus temanmu Nik Sil sdh ngajak langsung Gendhis nikah wl blm di jawab
2024-10-19
0
*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*
semoga kalian berjodoh/Drool//Drool/
2024-07-08
0