Hari ini hari sabtu dan kantor pun libur.Saat ini Gendhis sedang bersiap untuk mengunjungi panti asuhan tempat tinggalnya dulu.
Dengan membawa beberapa barang sembako dan keperluan anak-anak panti, Gendhis ke panti asuhan "Harapan Bunda" . Setelah perjalanan yang lumayan, kini Gendhis sampai di depan panti asuhan tersebut.
Sudah lama semenjak dia pergi dari Jakarta dan pindah ke Surabaya dia tak lagi mengunjungi panti tempat dia di besarkan.
"Assalamualaikum.." ucap Gendhis saat sampai di halaman panti.
Terlihat anak-anak yang sedang bermain di halaman panti tersebut menatap ke arah Gendhis.
Angannya kembali melayang ke masa dimana dia kecil sampai membesar dan setelah SMP dia tinggal di asrama dan jarang sekali ke panti itu. Sampai lulus SMA dan baru saja dua bulan lulus dia pergi dari Jakarta karena patah hati.
Patah hati saat pria yang dia cinta memilih sahabatnya sendiri dan membuat Gendhis tak sanggup melihat mereka kala itu.
"Wa'alaikum salam ,kakak siapa?" tanya seorang gadis kecil yang kira-kira berumur 6-7 tahun.
"Hai cantik ,ibu Ratna ada? kakak namanya Gendhis, kakak ingin bertemu dengan ibu." ucap Gendhis dengan mengelus rambut panjang gadis cilik itu.
"İbu ada di dapur kak, sebentar ya Shena panggil." ucapnya dan berlari sembari memanggil nama Ratna.
Ratna yang di tarik paksa oleh gadis cilik bernama Shena itu pun langsung mematung melihat sosok putri cantiknya yang dia rindukan.
"Gendhis !!"
"İbu..!!"
Keduanya berpelukan erat dan Ratna menciumi wajah Gendhis dengan lelehan air mata haru.
"İbu,maafin Gendhis..hiks hiks.."ucap Gendhis terisak sedih karena sudah lalai menjaga ibu angkatnya itu.
"Nggak perlu ada yang di maafkan sayang,ibu bahagia melihat kamu ada di sini lagi.Ayo masuk..Abah pasti senang lihat kamu datang." ucap Ratna merangkul bahu Gendhis.
"Ibu,maaf ini ada beberapa bahan pokok untuk disini." ucap Gendhis sebelum benar-benar masuk ke dalam panti.
Ratna menatap ke arah di mana banyak bahan makanan dan sembako ada di teras. Dia tersenyum dan memanggil beberapa anak panti yang sudah besar untuk membawanya ke dapur.
"Terimakasih sudah mau berbaik hati berbagi sama adik-adik kamu." ucap Ratna dengan wajah sendu. "Ayo !" sambung Ratna mengajak Gendhis untuk masuk ke dalam.
Gendhis jelas melihat ekspresi ibu angkatnya itu.Namun, sementara dia belum mau menanyakannya.
Gendhis juga bertemu dengan Abah angkatnya yaitu suami Ratna biasa dia panggil Abah Husain.
"Abah apa kabar, maafin Gendhis yang lama tidak datang ke sini." ucap Gendhis pada laki-laki yang selalu menasehati dirinya dengan sabar.
Husain menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Nggak perlu ada yang di maafkan nak, Abah bersyukur karena kamu baik-baik saja tanpa kurang satu apapun . Abah percaya dengan kamu. Pastinya kamu bisa jaga diri kamu dengan baik. Abah juga nggak bisa selalu menjaga kamu" ucap Husain mengelus kepala Gendhis yang terbalut hijab.
"Sudah jangan melow melow,sekarang Gendhis minum dulu. Setelah itu kamu bisa keliling panti sama Abah. Ibu mau ke dapur siapkan makan siang buat adik-adik mu." ucap Ratna dan diangguki Gendhis.
"Nanti Gendhis bantu bu,tapi..Gendhis mau ngobrol sebentar sama Abah." ucap Gendhis
"Nggak perlu, pasti kamu lelah.Biar ibu yang masak sama pengurus panti." ucap Ratna lalu melangkah pergi.
Setelah melihat Ratna menjauh dari tempat Gendhis berada kini gadis itu menatap sang Abah.
"Abah, berapa orang anak yang ada di sini?" tanya Gendhis mulai membuka suara.
"Ada tiga puluh anak. Lima yang masih SMP dan sisanya ada yang SD dan TK. Disini dari umur 4 - 17 tahun Dis. Setelah itu mereka akan sekolah dan tinggal di asrama seperti kamu. Lima anak yang SMP memang mereka tidak mau masuk asrama karena mereka berpikir jika tenaga mereka bisa berguna di panti.Karena terus terang saja di sini pun penjaga panti tinggal kami dan keluarga mang Dirman." ungkap Husain.
Gendhis manggut-manggut mengerti.Karena dari dulu pun keterbatasan dana donatur yang menjadi kendala di panti tersebut.
"Abah !!' teriak seseorang dari luar dan tiba-tiba menerobos masuk ke dalam raungan Husain
"Ada apa Mawar, kenapa kamu nggak sopan begitu !" tegur Husain pada gadis ABG bernama Mawar itu.
"Maaf abah,di luar ada om serem .Dia teriak-teriak buat adik-adik takut." ucap Mawar dengan wajah yang terlihat pucat.
Gendhis dan Husain saling pandang dan mereka langsung beranjak dari tempat duduk mereka . Mereka berjalan dengan cepat ke arah dimana terjadi ribut-ribut .Disana terlihat Ratna yang sedang menangis sambil memeluk gadis cilik yang Gendhis tahu bernama Shena.
Sementara Gendhis pun bisa melihat anak-anak terlihat ketakutan melihat orang-orang yang bertubuh besar itu sedang marah-marah.
Abah Husain pun mendekati orang-orang itu. terlihat Abah yang diam saja saat mereka marah-marah pada Abah.Gendhis di buat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Abah dan ibu nya sampai di marah-marahi orang di depan anak-anak panti.
"Mawar, kakak minta tolong bawa yang lain masuk ke dalam.Biar kakak yang bicara sama Abah juga sama ibu ya.." ucap Gendhis pada Mawar tapi gadis itu menggeleng lemah.
"Tapi...
"Jangan khawatir, ada kakak.Kamu ajak adik-adik ke dalam. Jaga mereka di ruang tengah dan tutup pintunya." Gendhis meyakinkan Mawar dan akhirnya Mawar mulai bicara pada anak panti yang seumuran dengannya untuk membawa adik-adik nya ke ruangan yang di maksud Gendhis.
"Tolonglah tuan, berikan saya waktu untuk mencari tempat untuk menampung anak-anak itu. Kasihanilah kami." ucap Husain dengan mengiba.
"Kami sudah memberikan kelonggaran waktu untuk mengosongkan panti ini. Jangan buat kami naik darah !!" Ucap Orang bertubuh kekar yang sedang marah-marah pada Husain.
"Berikan waktu kami satu minggu untuk pindah dari sini !" kata-kata yang tiba-tiba meluncur dari mulut Gendhis membuat semua orang menatap ke arahnya.
"Gendhis .." gumam Ratna melihat anak angkatnya itu keluar dari dalam panti.
"Siapa kamu, jangan buat kesepakatan yang menyusahkan kami !" ucap orang yang kini berhadapan langsung dengan Gendhis.
"Saya anak Abah dan ibu. Saya tidak akan menyusahkan anda tuan, anda bisa pegang kata-kata saya. Berikan kami waktu seminggu untuk mencari tempat untuk tinggal." ucap Gendhis dengan mata yang terlihat menatap tajam pada sosok laki-laki yang ada di depannya itu.
"Baiklah, kami akan memberikan kalian waktu seminggu. Jika dalam seminggu kalian belum keluar dari sini jangan harap kami berikan kesempatan lagi !!'
Setelah mengatakan hal itu mereka pun langsung meninggalkan tempat itu.
Sementara Husain dan Ratna menatap Gendhis dengan raut wajah sedih " Abah sama Ibu jangan khawatir, cukup doakan Gendhis supaya dalam waktu seminggu bisa membawa adik-adik pindah dari sini." ucap Gendhis dengan senyum yang masih bisa terlihat walaupun memang senyum terpaksa.
Husain dan Ratna memang sangat bersyukur karena adanya Gendhis bisa memperpanjang tinggal di tempat itu tapi, mereka pun sedikit ragu dengan Gendhis yang sudah meminta waktu seminggu untuk mereka mengosongkan tempat itu.
To be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Lanjar Lestari
ini ahkirnya dpt tempat tinggal yg br dan Gendhis jd istri ke 2
2024-10-18
0
*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*
lanjut kak kalau bisa double up nya🤭🥰
2024-06-30
1
Nar Sih
lanjutt kakk 👍
2024-06-29
0