Sore hari Attar pulang ke rumah nya. Seperti biasa saat masuk ke dalam rumah dia tidak mendapati istrinya dirumah.
"Tuan butuh sesuatu,biar bibi siapkan."ucap Bi Sari pada tuannya itu.
"Nggak perlu bi, saya mau mandi dan istirahat dulu. Nanti waktu makan malam saya akan turun."ujar Attar berpesan pada pembantunya itu.
"Baik tuan."jawab bi Sari.
Attar menaiki tangga untuk menuju kelantai dua dan masuk ke kamarnya.Dia masuk ke kamar yang terkesan sunyi itu. Sudah dua bulan terakhir istrinya tak lagi menjadi istri yang seperti dulu.
Bahkan selama enam tahun ini, sang istri begitu mengutamakan kepentingan dirinya. Walaupun memang istri nya itu tak pernah menyentuh pekerjaan di dapur atau sekedar merapihkan tempat tidur mereka. Tapi entah kenapa rasanya dia bulan lebih istrinya berubah sangat drastis.
Apa mungkin istrinya sedang jenuh, entahlah.. Tapi setidaknya dia bisa mengatakan jika itu terjadi. Mungkin saja mereka akan melakukan bulan madu lagi untuk menghilangkan kejenuhan itu.
Attar masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri.Tak membutuhkan waktu lama dia keluar dari kamar mandi dan mendapati sang istri yang sedang duduk di sofa kamar mereka.
"Kamu sudah pulang, kenapa jam segini baru pulang?" tanya Attar dengan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh malam.
"Aku nggak mau ribut, aku tadi sedang sibuk untuk mengurus keberangkatan aku ke Korea."ungkap Clara dengan menanggalkan aksesoris yang menempel di tubuhnya.
Mendengar ucapan sang istri membuat Attar mengernyitkan dahinya. "Lho bukannya masih bulan depan kamu berangkat? Aku bahkan ingin minta kamu membatalkan rencana kamu untuk pergi kesana. "ujar Attar dengan suara tercekat di tenggorokan nya.
"Kamu bahkan tahu kalau itu adalah cita-cita aku buat aku menjadi dokter spesialis. Sekarang kamu bahkan nggak support aku. Kamu egois tahu nggak !!'
" Aku , egois, untuk hal ini aku sangat keberatan jika kamu bilang aku egois. Bahkan aku cuma ingin kamu tetap di rumah dan hanya menikmati hasil kerja ku saja. Sekalian, kita program bayi tabung. Aku rasa sudah saatnya kita memiliki keturunan. Apa salahnya kita berusaha untuk memiliki nya dengan cara itu kan?"
"Itu lagi,itu lagi yang kamu bahas, aku stress kalau bahas soal itu. Kamu tahu sendiri kalau kita sama-sama sehat dan yang perlu kamu lakukan adalah bersabar dan jika kamu nggak bersabar, kita bisa adopsi anak bukan? Aku bahkan tidak keberatan untuk membesarkan nya, kita cukup ke panti dan kita urus semuanya. Kalau kamu masih bingung, tenang saja aku punya kenalan yang punya panti dan kita akan adopsi salah satu anak dari panti itu." ucap Clara dengan panjang lebar.
Attar geleng-geleng kepala saat mendengar penuturan istrinya itu.
"Bukan masalah aku ingin segera punya anak, tapi..aku ingin berjuang sama kamu.Kita nggak akan sembarangan adopsi anak juga Cla, dia butuh kasih sayang tulus dari kita. Sebelum melakukan hal itu, setidaknya kita berusaha untuk memiliki keturunan dari darah daging kita sendiri. Apa memang kamu tidak menginginkan keturunan dari pernikahan ini?"
Attar memicingkan matanya saat mengatakan hal itu dengan menatap kearah Clara.
Clara yang mendengar penuturan suaminya itu pun sedikit terkejut. "Bu_bukan begitu maksud ku."tepis Clara terlihat gelagapan.
"Lalu apa kau akan tetap pergi meninggalkan aku dan kamu tetap ingin melanjutkan pendidikan kamu di sana, apa kamu tidak bisa mengerti aku? Apa kamu nggak mikirin aku, kamu punya tanggung jawab sekarang Clara, kamu bukan perempuan single lagi. Lalu bagaimana kita bertemu?"
"Attar, kamu bukan laki-laki miskin yang nggak bisa beli tiket pesawat bisnis class bukan, bahkan keluarga kamu punya pesawat pribadi. Setidaknya sebulan sekali kamu bisa mengunjungi ku disana."balas Clara yang tak mau kalah memberikan alasan untuk pergi ke Korea.
Attar tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk membuat istrinya mengurungkan niatnya. Dia sudah kehabisan akal saat ini.
Dengan perasaan lelah dan merasa sudah tak di hargai lagi, Attar pun meninggalkan kamar nya.
"Attar, Attar...kamu mau kemana !!" teriak Clara saat melihat suaminya berjalan ke arah pintu dan dengan cepat dia keluar dari kamar itu dengan membanting pintu kamar itu membuat Clara terkejut dengan tindakan Attar yang baru kali ini dia lakukan.
Brak...
Clara terjingkat karena terkejut dengan tindakan Attar barusan. Dia hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya tanpa mau mengejar Attar untuk membujuknya untuk tidak marah padanya.
Memanglah Clara tak pernah melakukan hal itu. Karena selama ini Attar lah yang mengejarnya. Attar yang begitu mencintainya.
Alasan mengapa dulu menerima Attar karena kekecewaan nya pada Andre yang dengan terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya. Karena rasa sakit hati dan juga patah hati, Attar yang dulu juga tinggal di Luar Negeri dan di kampus yang sama, melihat gadis cantik bernama Clara pun langsung kepincut. Bahkan Clara mau menerima cinta Attar karena dia mampu memberikan apa yang Clara inginkan.
Awal masuk kampus, Clara bukanlah mengambil jurusan kedokteran karena dia hanya mengandalkan beasiswa. Hal itu pun dia berkorban sebisa mungkin kuliah di kampus yang sama dengan Andre dan nyatanya baru semester awal Andre di jodohkan dengan anak teman ayahnya dan Andre tidak bisa menolaknya.
Setelah menerima Attar menjadi kekasihnya, Clara pun pindah jurusan kedokteran dan menjadi junior Andre.
...----------------...
Attar mengendarai mobil nya tak tentu arah. Saat dia melintas di depan sebuah mini market dia melihat sosok Gendhis yang sedang berdiri di pinggir jalan. Attar yang menyadari jika kawasan itu dekat dengan apartemen yang Gendhis tempati.
Attar menepikan mobilnya dan berhenti di depan Gendhis. Gadis itu terkejut melihat mobil yang dia kenal.
"Pak Attar?"
Ucapnya saat kaca mobil samping Attar terbuka dan menampilkan Attar di balik kemudi.
"Masuk !!" Attar meminta untuk Gendhis masuk ke dalam mobil.
"Terimakasih pak, nggak perlu. Saya nunggu ojol. Kasihan kalau di cancel."ucap Gendhis menolak untuk masuk ke dalam mobil sang bos.
Attar keluar dari mobilnya dan mendekati Gendhis. Saat mendekati Gendhis bertepatan dengan ojol pesanan Gendhis datang.
"Dengan mba Gendhis?" tanya si ojol itu pada Gendhis.
"Betul pak..
"Pak, maaf bisa di cancel atau selesai kan transaksi nya, saya akan ganti ongkosnya. Maaf ini.."
Attar meminta si ojol menyelesaikan transaksi nya dan memberikan dua lembar uang merah dari dompetnya.
"Maaf pak, tapi ini kebanyakan."ucap si Ojol.
"Nggak papa, ambil saja. Anggap saja itu rejeki bapak. Terimakasih pak, maaf kalau merepotkan."ucap Attar dengan menyerahkan dua lembar uang di tangannya.
"Ah saya yang harusnya terimakasih pak, saya ambil pak. Sekali lagi terimakasih."ucapnya dan meninggalkan tempat itu.
Gendhis yang kesal dengan kelakuan Attar pun hanya bisa mencebikkan bibirnya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Lanjar Lestari
mash aja km rayu Attar Istrimu Clara jelas menolak dia egois cm mikirin dirinya sendiri g pernah mikirn km sdh ajak Gendhis bertemu ke 2ortumu aja
2024-10-19
0
Reni Anjarwani
doubel up thor
2024-07-18
0
Nar Sih
udah atarr lebih baik biarkan clara pergi buat apa punya istri yg ngk nurut egois tmbh tukang selingkuh ,lebih baik buka lembaran baru cari istri yg bisa kasih keturunan juga yg bisa meghargai mu
2024-07-17
0